Meskipun hampir semua orang pernah mengalami masalah ini, faktanya masih sedikit yang benar-benar memahami apa itu stomatitis pada mulut. Banyak orang beranggapan bahwa arti stomatitis hanyalah radang biasa akibat kekurangan vitamin C.

Meskipun anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, terdapat berbagai faktor lain yang memicu iritasi mukosa mulut ini. Jika tidak segera diatasi, stomatitis bisa memicu komplikasi lain seperti bau mulut hingga kesulitan makan.

Perbedaan Stomatitis dan Sariawan

Perbedaan stomatitis dan sariawan, Sumber: ai-care.id
Perbedaan stomatitis dan sariawan, Sumber: ai-care.id

Penyakit stomatitis adalah kondisi peradangan yang terjadi pada lapisan mukosa di dalam rongga mulut. Area yang terkena bisa meliputi gusi, bibir bagian dalam, lidah, langit-langit rongga mulut, hingga dinding pipi bagian dalam.

Luka stomatitis bisa muncul tunggal maupun berkelompok. Ketika kondisi ini membuat Anda muncul banyak sariawan di mulut, biasanya peradangan tersebut merujuk pada salah satu bentuk stomatitis yang paling umum.

Mengenal Berbagai Jenis Stomatitis

Jenis-jenis stomatitis, Sumber: rvohealth.io
Jenis-jenis stomatitis, Sumber: rvohealth.io

Sebelum memahami penyebabnya, penting bagi Anda untuk mengenali klasifikasi jenis stomatitis. Bentuk dan penyebab yang berbeda membutuhkan penanganan yang berbeda pula.

1. Stomatitis Aftosa

Stomatitis aftosa adalah jenis sariawan yang paling sering dijumpai, terutama pada rentang usia 10 hingga 19 tahun. Kondisi ini dapat muncul pada pipi bagian dalam, bibir, stomatitis lidah, maupun gusi.

Varian pertama adalah stomatitis aftosa minor yang mencakup 80 persen kasus dengan luka kecil berdiameter kurang dari 1 cm. Varian kedua yaitu stomatitis aftosa mayor yang memiliki luka lebih dalam dengan diameter lebih besar dan waktu sembuh lebih lama.

Varian ketiga adalah stomatitis herpetiformis yang ditandai oleh kumpulan luka-luka kecil bergerombol. Selain itu, ada juga infeksi jamur seperti candidal stomatitis atau fungal stomatitis yang kerap menimbulkan bercak putih di rongga mulut.

2. Stomatitis Herpes (Herpetic Stomatitis)

Stomatitis herpes atau herpetic stomatitis disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1. Berbeda dengan aftosa biasa, stomatitis virus ini kerap memicu luka lepuh di sekitar bibir luar (cold sore) maupun di dalam rongga mulut.

Kondisi ini terbagi berdasarkan lokasinya, seperti cheilitis pada bibir, glossitis pada lidah, dan gingivitis pada jaringan gusi. Jika peradangan meluas ke tenggorokan bagian belakang, kondisi ini disebut faringitis yang menimbulkan rasa perih saat menelan.

Penyebab Stomatitis dan Cara Mengatasinya

Penyebab penyakit stomatitis, Sumber: cloudinary.com
Penyebab penyakit stomatitis, Sumber: cloudinary.com

Penyebab stomatitis sangat bervariasi, mulai dari faktor mekanik, infeksi mikroorganisme, hingga kondisi sistemik tubuh. Berikut adalah faktor utama pemicu stomatitis pada anak maupun dewasa:

1. Virus Herpes Simpleks

Stomatitis herpes dapat menular melalui kontak langsung air liur. Oleh karena itu, stomatitis pada anak balita cukup sering terjadi melalui kontak fisik atau barang yang terkontaminasi.

Gejala stomatitis akibat virus umumnya disertai demam, gusi bengkak kemerahan, dan rasa lemas. Pada orang dewasa, penurunan daya tahan tubuh dapat mengaktifkan kembali virus ini di dalam tubuh.

Langkah pencegahannya adalah menjaga higienitas dan menghindari kontak dengan penderita. Pengobatan stomatitis herpes biasanya melibatkan obat antivirus resep dokter serta pereda nyeri demam.

2. Kurang Menjaga Kebersihan Rongga Mulut

Kebersihan gigi dan mulut yang buruk mempercepat penumpukan plak dan bakteri. Kondisi ini mudah memicu iritasi mukosa mulut dan peradangan pada jaringan lunak.

Sisa makanan yang membusuk juga bisa membuat area sekitar gusi terasa gatal dan meradang. Hal ini menciptakan lingkungan yang rentan terhadap luka stomatitis.

Cegah stomatitis dengan menyikat gigi secara teratur, membersihkan sela gigi dengan dental floss, dan berkumur menggunakan obat kumur antiseptik yang aman bagi mukosa.

3. Menyikat Gigi Terlalu Keras

Menyikat gigi terlalu keras, Sumber: abc.net.eu
Menyikat gigi terlalu keras, Sumber: abc.net.eu

Menyikat gigi dengan tekanan terlalu keras dapat melukai lapisan mukosa mulut. Benturan atau gesekan ujung sikat gigi dapat menimbulkan luka lecet yang memicu stomatitis traumatik.

Selain menyebabkan luka, kebiasaan ini juga membuat gusi berdarah dan gampang bengkak. Mempelajari panduan tepat tentang cara merawat gusi agar sehat sangat diperlukan agar jaringan lunak tetap terlindungi.

Gunakan sikat gigi berbulu ultra-lembut dan bersihkan gigi dengan gerakan melingkar perlahan. Gantilah sikat gigi setiap tiga bulan sekali agar fungsinya tetap optimal tanpa melukai gusi.

4. Perubahan Hormon dan Stres

Perubahan hormonal pada wanita berperan besar terhadap frekuensi timbulnya stomatitis aftosa. Fluktuasi hormon saat masa menstruasi, kehamilan, dan menopause dapat menurunkan daya tahan mukosa mulut.

Di samping itu, saat menopause, penurunan estrogen kerap membuat rongga mulut menjadi lebih kering. Mulut yang kering jauh lebih rentan terhadap gesekan dan infeksi kuman.

Mengelola tingkat stres, istirahat cukup, dan menjaga kecukupan cairan tubuh membantu menstabilkan respon imun. Jika stomatitis sering kambuh saat siklus haid, mintalah saran medis dari dokter.

5. Kekurangan Nutrisi Tertentu

Defisiensi nutrisi seperti vitamin B12, asam folat, dan zat besi merupakan pemicu stomatitis yang sangat sering diabaikan. Zat-zat ini berfungsi mendukung regenerasi jaringan sel pada mukosa mulut.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia sehingga suplai oksigen ke jaringan mulut berkurang drastis. Akibatnya, lapisan epitel rongga mulut menjadi lebih tipis dan mudah robek.

Penuhi asupan gizi seimbang melalui konsumsi daging tanpa lemak, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Bila perlu, suplemen tambahan dapat dikonsumsi sesuai anjuran tenaga medis.

Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com
Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com

Jika luka stomatitis tidak kunjung membaik setelah dua minggu atau terasa sangat menyakitkan, segera periksakan diri ke dokter spesialis gigi untuk mendapatkan diagnosis pasti dan kode diagnosis stomatitis yang tepat.

Anda dapat berkonsultasi seputar penyebab stomatitis dan pengobatan stomatitis yang tepat di Zahara Dental Care. Klinik kami didukung oleh dokter gigi Palembang yang berpengalaman menangani berbagai keluhan gigi dan mulut Anda.

Layanan kami menyediakan penanganan komprehensif mulai dari perawatan gigi rutin hingga prosedur estetika modern. Hubungi kontak Zahara Dental Care sekarang untuk reservasi dan konsultasi langsung.

Telah diverifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp