Sebagian besar dari Anda tentu sudah tidak asing dengan profesi dokter spesialis gigi, karena kebanyakan orang pernah mengunjungi mereka dengan berbagai macam alasan. Biasanya orang berkunjung ke dokter gigi untuk periksa rutin atau mengalami sakit gigi.
Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya ada beberapa macam dokter spesialis gigi yang memiliki peran khusus? Ada dokter spesialis periodonsia, ortodonti, bedah mulut, dan lainnya yang masing-masing memiliki tugas dalam pemulihan kesehatan gigi pasien.
Perbedaan Dokter Gigi Umum dengan Dokter Spesialis Gigi

Ada beberapa perbedaan mendasar antara dokter umum dengan dokter spesialis yang orang awam jarang ketahui. Berikut ini adalah perbedaan antara dokter umum dengan dokter spesialis yang penting untuk diketahui untuk menambah wawasan.
1. Fokus dan Keterampilan
Dokter gigi umum memiliki pengetahuan umum tentang perawatan gigi dan mulut, serta mampu menangani kondisi umum seperti pembersihan karang gigi, penambalan, dan pemeriksaan rutin.
Sedangkan dokter spesialis biasanya sudah mengambil pendidikan lanjutan dalam spesialisasi tertentu seperti ortodonti, bedah mulut, dan periodonti sehingga mampu memberi perawatan dengan kondisi yang lebih spesifik.
2. Tingkat Kesulitan Kasus yang Dapat Ditangani
Dokter gigi umum cenderung menangani kasus-kasus umum dan ringan seperti pencegahan dan perawatan dasar. Perlu Anda tahu, tidak semua penyakit gigi bisa diatasi oleh dokter gigi umum.
Oleh karena itu dokter spesialis gigi hadir untuk membantu pasien mengatasi masalah-masalah kesehatan gigi yang cukup kompleks dan memerlukan diagnosis yang lebih dalam.
3. Jangka Waktu Pendidikan dan Pelatihan
Dokter gigi umum biasanya menyelesaikan pendidikan dasar selama empat tahun di sekolah kedokteran gigi. Kemudian dilanjut dengan koas selama dua tahun untuk mendapatkan gelar dokter gigi umum.
Sementara dokter spesialis memerlukan pendidikan tambahan dan pelatihan spesialisasi sekitar tiga tahun lamanya setelah menyelesaikan pendidikan dasar tersebut. Baru setelah itu Anda bisa mendapat gelar sebagai dokter spesialis sesuai dengan bidang yang diambil.
8 Macam Dokter Spesialis Gigi
Setelah mengetahui perbedaan antara dokter gigi umum dengan dokter spesialis gigi, kini saatnya Anda mengetahui juga 8 macam dokter spesialis gigi dan perannya.
1. Dokter Spesialis Ortodonti (SpOrt)

Dokter spesialis ortodonsia adalah dokter spesialis yang fokus pada tindakan pencegahan, diagnosis dan perawatan maloklusi gigi atau rahang yang tidak sejajar. Dokter akan membantu pasien mendapatkan gigi dan rahang yang selaras.
Caranya bisa dengan penggunaan behel gigi, retainer, aligner, atau peralatan ortodontik lain. Jadi secara umum dokter ortodonti bertugas membantu pasien dalam meningkatkan estetika dan fungsionalitas senyum.
Perawatan oleh dokter ortodonti tidak hanya bersifat estetis untuk memperbaiki senyum, akan tetapi juga untuk kesehatan gigi dan rahang yang lebih baik, mengurangi risiko masalah seperti gangguan temporomandibular joint (TMJ), dan gigitan yang tidak tepat.
2. Dokter Spesialis Konservasi Gigi (SpKG)
Dokter spesialis gigi yang satu ini mampu menangani masalah pada saluran akar atau syaraf gigi. Mereka memiliki keterampilan khusus dalam perawatan saluran akar sehingga mampu menyelamatkan gigi yang mengalami kerusakan parah akibat infeksi atau cedera.
Jadi dokter SpKG mampu menyelamatkan gigi yang seharusnya dicabut. Selain itu dokter spesialis konservasi gigi juga memiliki keterampilan untuk melakukan pemasangan mahkota gigi dan perawatan untuk meningkatkan estetika seperti veneer atau pemutihan.
Pada kasus yang lebih kompleks, dokter spesialis ini mampu melakukan tindakan bedah endodontik. Bedah endodontik adalah tindakan untuk menghilangkan infeksi atau peradangan di sekitar akar gigi yang tidak dapat diobati dengan perawatan saluran akar konvensional.
3. Dokter Spesialis Periodonsia (SpPerio)

Dokter spesialis periodonsia sering disebut juga sebagai periodontist yang memiliki keahlian khusus dalam mengatasi berbagai masalah periodontal atau gusi. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat penyakit gusi biasanya akan menyebabkan gigi tanggal.
Jadi jika Anda mengalami masalah kesehatan yang berhubungan dengan gusi seperti pendarahan, radang gusi, atau gusi menyusut maka bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis periodonsia.
Dokter spesialis periodonsia juga ahli dalam mengatasi masalah kesehatan yang berpengaruh terhadap struktur pendukung gigi, jaringan ikat, gusi, dan tulang. Mereka bisa melakukan root planing, scaling, pemasangan implan gigi, cangkok gusi, dan pemanjangan mahkota gigi.
4. Dokter Spesialis Prostodonsia (SpPros)
Dokter gigi spesialis prostodonsia memiliki keahlian untuk membuat gigi tiruan. Kebanyakan pasien dari dokter spesialis prostodonsia adalah mereka yang kehilangan giginya karena cedera, penyakit, maupun karena faktor usia.
Selain ahli dalam membuat gigi tiruan, dokter spesialis prostodonsia juga ahli dalam menangani masalah yang berkaitan dengan estetika gigi seperti pemasangan veneer gigi dan pemasangan implan gigi.
Jadi bisa dikatakan bahwa dokter spesialis prostodonsia memiliki tugas untuk meningkatkan estetika, fungsi, dan kenyamanan pasien melalui tindakan restorasi gigi tingkat lanjut.
5. Dokter Spesialis Bedah Mulut (SpBM)
Dokter SpBM adalah dokter spesialis yang fokus pada tindakan pembedahan di area mulut, rahang, dan wajah. Mereka menangani berbagai operasi rumit seperti pencabutan gigi bungsu yang sulit, pemasangan implan gigi serta koreksi deformitas rahang.
Dokter spesialis bedah mulut memiliki pengetahuan yang luas tentang kedokteran dan farmakologi sehingga memungkinkan mereka untuk menangani kasus-kasus bedah yang rumit dan memberikan perawatan secara menyeluruh.Â
Dengan kemampuan yang dimiliki dokter spesialis bedah mulut, mereka mampu membantu pasien mendapatkan penanganan terbaik untuk masalah yang membutuhkan tindakan pembedahan ataupun pasien yang ingin memperbaiki fungsi dan estetika wajah.
6. Spesialis Kedokteran Gigi Anak (SpKGA)

Spesialis kedokteran gigi anak (SpKGA) merupakan mereka yang fokus pada perawatan gigi untuk pasien muda seperti bayi, anak-anak, serta remaja. Mereka memiliki pemahaman mendalam tentang perkembangan gigi anak dan teknik manajemen perilaku pasien muda.
Dokter SpKGA memiliki kemampuan untuk menciptakan pengalaman perawatan gigi yang positif dan nyaman bagi anak-anak. Mereka lebih menekankan pada pencegahan, pendidikan, dan intervensi dini.
Mereka juga menyediakan berbagai perawatan seperti pemeriksaan gigi, pembersihan, perawatan fluoride, sealant, serta memberikan panduan mengenai praktik kebersihan mulut secara benar dan tepat.
7. Dokter Spesialis Penyakit Mulut (SpPM)
Spesialis penyakit mulut (SpPM) berfokus pada diagnosis dan penanganan penyakit yang mempengaruhi area mulut dan maksilofasial seperti tulang rahang, leher, dan wajah. Mereka menganalisis sampel jaringan, melakukan biopsi, dan memeriksa lesi mulut.
Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan jenis penyakit yang diidap oleh pasien kanker mulut dan kondisi patologis lainnya. Dokter spesialis penyakit mulut memiliki kemampuan dalam mendeteksi dan mendiagnosis penyakit mulut.
8. Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (SpRKG)

Spesialis radiologi kedokteran gigi (SpRKG) adalah dokter yang memiliki keahlian dalam menganalisis pemeriksaan radiologi. Dokter memanfaatkan berbagai teknik pencitraan seperti CT scan, sinar-X, atau MRI untuk mengidentifikasi dan juga mengevaluasi kondisi pasien.
Mereka mampu mendeteksi kelainan, infeksi, tumor, dan patah tulang. Dokter SpRKG biasanya bekerja sama dengan dokter spesialis lain. Mereka sangat membantu dalam melakukan perencanaan perawatan secara akurat.
Itulah 8 macam dokter spesialis gigi beserta perannya di dunia kesehatan. Jika Anda mengalami masalah pada area gigi dan mulut jangan lupa kunjungi Zahara Dental Care untuk mendapat penangan terbaik.
Di klinik kami Anda akan ditangani oleh dokter gigi Palembang yang berpengalaman sehingga mampu menangani berbagai macam masalah gigi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perawatan yang ada di klinik kami Anda bisa langsung chat kontak di bawah.
Telah di verifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


