Jenis veneer gigi menjadi topik yang banyak dicari oleh mereka yang ingin memperbaiki penampilan senyum secara instan agar lebih estetis. Veneer merupakan lapisan tipis yang ditempelkan pada permukaan depan gigi untuk menutup ketidaksempurnaan.

Misalnya gigi yang bentuknya tidak rata, warna gigi yang kusam, atau ada celah antara gigi satu dengan lainnya. Ada beberapa jenis veneer gigi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi gigi masing-masing pasien. 

Jenis-Jenis Veneer Gigi

Ada beberapa jenis veneer gigi yang masing-masing diantaranya tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah beberapa jenis veneer yang paling banyak dipakai oleh klinik-klinik gigi maupun rumah sakit:

1. Veneer Porselen

Veneer porselen, Sumber: fgmdentalgroup.com
Veneer porselen, Sumber: fgmdentalgroup.com

Veneer porselen adalah jenis veneer yang paling populer karena kelebihan yang dimilikinya. Veneer porselen memiliki tampilan yang transparan dan estetis. Biasanya veneer yang terbuat dari bahan porselen mampu bertahan sampai 10 tahun.

Oleh sebab itu veneer dari bahan porselen bisa dikatakan menjadi bahan yang paling kuat di antara jenis veneer lainnya. Veneer porselen juga akan terlihat lebih menyatu dengan gigi asli sehingga terkesan alami.

Di samping itu veneer porselen juga tidak mudah berubah warna meskipun terpapar oleh makanan dan minuman berwarna dalam jangka waktu yang cukup lama. Jadi Anda akan memiliki tampilan gigi yang lebih cantik. 

Jika biasanya salah satu efek veneer gigi adalah gusi mudah terluka atau iritasi, hal tersebut tidak akan terjadi pada penggunaan veneer porselen sifatnya yang biokompatibel. Sifat biokompatibel dapat mencegah terjadinya iritasi pada gusi dan juga jaringan mulut lainnya.

2. Veneer Komposit

Pemasangan veneer komposit, Sumber: prodentalclinic.london
Pemasangan veneer komposit, Sumber: prodentalclinic.london

Jenis veneer gigi yang kedua ada veneer komposit. Veneer komposit cukup efektif untuk mengatasi masalah gigi yang tergolong ringan. Di samping itu, veneer komposit memiliki harga yang lebih terjangkau dibanding jenis veneer lain.

Prosedur pemasangannya juga cukup sederhana. Hanya saja veneer komposit mudah patah dan terkelupas. Selain itu warna veneer yang terbuat dari bahan komposit juga lebih rentan berubah jika Anda sering minum kopi atau merokok.

Perlu Anda tahu, veneer komposit rata-rata mampu bertahan sekitar 5 sampai 7 tahun lamanya. Namun Anda tidak perlu khawatir karena jika rusak atau retak, veneer bisa diperbaiki dengan mudah.

Veneer komposit umumnya terbuat dari resin komposit. Material tersebut merupakan kombinasi antara partikel keramik dengan plastik khusus. Bahan ini memberikan hasil yang menyerupai gigi asli dan dapat langsung dibentuk di mulut pasien dalam satu kunjungan.

3. Veneer Palatal

Veneer palatal, Sumber: styleitaliano.org
Veneer palatal, Sumber: styleitaliano.org

Veneer palatal yang juga dikenal dengan sebutan veneer lingual merupakan jenis veneer yang dirancang khusus untuk memperbaiki permukaan bagian dalam (lingual) dari gigi depan atas. Veneer palatal berguna untuk memperbaiki struktur gigi yang rusak.

Biasanya perbaikan gigi yang menggunakan veneer palatal adalah kerusakan gigi yang diakibatkan oleh keausan, erosi asam, atau trauma pada bagian dalam gigi. Penggunaannya sangat efektif dalam mengembalikan fungsi dan estetika gigi tanpa perlu melakukan restorasi penuh.

Veneer palatal umumnya diterapkan pada pasien yang mengalami pengikisan gigi di bagian dalam akibat kebiasaan menggesekkan gigi saat tidur (bruxism) atau karena paparan asam lambung berulang dari gangguan refluks yang merusak permukaan lingual gigi.

Bahan yang digunakan untuk membuat veneer jenis ini cukup beragam, mulai dari laminasi porselen yang kuat dan tampak alami, resin komposit yang lebih ekonomis, hingga emas yang tahan lama dan sangat presisi. 

4. Temporary Veneer

Temporary veneer, Sumber: marksdentistry.com
Temporary veneer, Sumber: marksdentistry.com

Veneer sementara atau temporary veneer merupakan lapisan tipis yang ditempelkan pada permukaan gigi untuk sementara waktu guna memperbaiki tampilan gigi agar terlihat lebih rapi. Veneer jenis ini berfungsi sebagai pelindung sementara setelah gigi diasah.

Jadi tujuannya untuk melindungi gigi selama proses pembuatan veneer permanen masih berlangsung di laboratorium. Selain memberikan perlindungan, veneer sementara juga memungkinkan pasien melihat bentuk awal dari senyuman yang akan dihasilkan nantinya.

Meski bersifat sementara, jenis veneer gigi yang satu ini tetap direkatkan dengan kuat agar tetap stabil saat digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti makan dan berbicara. Temporary veneer biasanya terbuat dari bahan akrilik.

Veneer ini tidak sama dengan veneer porselen karena dibuat dari bahan resin atau akrilik dan sudah memiliki bentuk dan ukuran tertentu. Temporary veneer biasanya digunakan selama 7 hingga 10 hari, sambil menunggu veneer permanen selesai dibuat. 

Kapan Kita Perlu Menggunakan Veneer?

Kapan menggunakan veneer, Sumber: ugm.ac.id
Kapan menggunakan veneer, Sumber: ugm.ac.id

Setelah mengetahui apa saja jenis veneer gigi yang biasa digunakan dalam dunia kedokteran gigi, selanjutnya Anda juga perlu tahu kondisi seperti apa yang biasanya disarankan untuk menggunakan veneer.

1. Gigi Berwarna atau Menguning Permanen

Jika Anda memiliki gigi yang berubah warna akibat konsumsi kopi, teh, merokok, atau penggunaan obat tertentu yang warnanya tidak bisa hilang meski sudah dilakukan pemutihan gigi (bleaching), maka veneer bisa menjadi solusi. 

2. Gigi Patah atau Retak

Gigi yang mengalami keretakan atau patah sebagian, terutama pada gigi depan bisa sangat mengganggu penampilan. Veneer berperan dalam menutupi bagian gigi yang rusak sehingga gigi tampak kembali seperti bentuk alaminya.

3. Gigi Tidak Rata atau Miring

Meskipun tidak dapat menggantikan fungsi behel untuk menggeser posisi gigi, veneer bisa menjadi pilihan estetika untuk menyamarkan ketidaksejajaran ringan untuk memberikan tampilan gigi yang lebih simetris.

4. Ruang Antar Gigi (Diastema)

Beberapa orang memiliki celah atau jarak antara gigi, terutama di bagian depan. Apabila celah pada gigi membuat penampilan kurang percaya diri atau menimbulkan rasa tidak nyaman saat berbicara maupun mengunyah, pasang veneer adalah solusinya.

5. Gigi Aus karena Bruxism

Kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism) atau gigi yang mengalami keausan karena faktor usia bisa menyebabkan gigi terlihat lebih pendek dan tidak simetris. Veneer dapat digunakan untuk membangun kembali panjang dan bentuk asli gigi yang telah aus.

6. Permukaan Gigi Tidak Rata atau Berlubang Kecil

Jika gigi memiliki permukaan yang tidak rata, bergelombang, atau terdapat lubang-lubang kecil yang tidak memerlukan tambalan besar, veneer bisa menjadi alternatif yang efektif untuk memberikan permukaan gigi yang lebih halus dan rata.

7. Ingin Meningkatkan Estetika Senyum

Terkadang seseorang merasa bentuk, ukuran, atau warna giginya kurang ideal walaupun tidak ada kerusakan berarti. Oleh sebab itu, alasan utamanya memang untuk estetika. Biasanya hal ini dilakukan oleh para public figure atau orang yang bekerja di dunia entertain.

Kondisi Gigi yang Tidak Boleh Di Veneer

Veneer gigi bukanlah prosedur yang bisa dilakukan sembarangan. Sebelum memutuskan untuk pasang veneer, Anda perlu menjalani evaluasi gigi secara menyeluruh dan berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter gigi untuk memastikan perawatan yang tepat.

Ada beberapa kondisi gigi dan mulut yang tidak disarankan untuk mendapatkan veneer. Misalnya, jika seseorang memiliki gigi berlubang besar, struktur gigi yang rapuh, atau gigi yang patah parah, maka veneer sebaiknya tidak dilakukan. 

Selain itu, susunan gigi yang terlalu bertumpuk juga menjadi salah satu penghambat. Dalam kondisi tersebut, veneer justru dapat menimbulkan risiko tambahan. Pemasangan veneer pada gigi yang tidak sehat bisa menyebabkan iritasi dan meningkatkan potensi peradangan.

Selain itu, hal tersebut memperbesar kemungkinan sisa makanan terjebak di sela-sela gigi. Oleh karena itu, perawatan gigi yang bersifat restoratif seperti penambalan atau perawatan lainnya mungkin perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum memasang veneer.

Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com
Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com

Supaya lebih aman dan hasilnya maksimal, pastikan kondisi gigi Anda sehat sebelum menjalani veneer. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi Palembang yang berpengalaman untuk mengetahui apakah Anda kandidat yang tepat untuk prosedur ini. 

Untuk perawatan veneer berkualitas dengan tenaga profesional, Anda bisa mempercayakannya pada Zahara Dental Care. Kunjungi klinik kami dan dapatkan senyum menawan yang Anda impikan dengan aman dan nyaman.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp