Bracket self ligating akhir-akhir ini semakin populer di kalangan masyarakat yang ingin merapikan gigi tanpa rasa sakit berlebih dan tampilan yang terlalu mencolok. Behel ini tidak lagi memerlukan karet elastik untuk menahan kawat.

Desainnya yang modern juga membuat proses pembersihan gigi menjadi jauh lebih mudah. Namun, beberapa pengguna kadang mengalami keluhan kecil seperti iritasi mulut atau sariawan di lidah akibat gesekan awal dari bracket.

Apa Itu Bracket Self Ligating?

Apa itu Bracket Self Ligating, Sumber: shinysmiledentalclinic.com
Apa itu Bracket Self Ligating, Sumber: shinysmiledentalclinic.com

Secara harfiah, istilah self ligating berasal dari kata “self” yang berarti sendiri dan “ligate” yang berarti mengikat. Dengan demikian, bracket self ligating adalah jenis bracket yang memiliki mekanisme pengunci atau klip terintegrasi untuk menahan kawat.

Perbedaan mendasar dan paling utama dari bracket self ligating dengan behel konvensional adalah mekanisme pengikatan kawatnya. Behel konvensional menggunakan karet elastis atau kawat halus (ligature wire) untuk mengikat kawat ke bracket. 

Behel jenis ini tidak lagi memerlukan karet elastik untuk menahan kawat. Kawat lengkung langsung dikunci di dalam slot bracket menggunakan penutup kecil. Karena tidak ada karet elastis yang menjepit kawat, gesekan antara kawat dan bracket menjadi jauh lebih rendah.

Cara Kerja Behel Self Ligating

Cara kerja behel self ligating, Sumber: mydents.co.id
Cara kerja behel self ligating, Sumber: mydents.co.id

Behel self-ligating bekerja dengan gaya ringan namun terus-menerus, menyesuaikan pergerakan gigi secara alami sesuai ritme tubuh. Hal ini berbeda dengan behel konvensional yang menggunakan tekanan kuat dan cenderung memaksa gigi bergerak cepat.

Sistem self-ligating memberikan tekanan minimal namun stabil dalam jangka panjang. Karena gaya yang digunakan lebih efisien, pengguna tidak perlu terlalu sering melakukan kontrol, meski tetap tergantung pada kondisi masing-masing. 

Pada behel biasa, tekanan tinggi di awal akan cepat berkurang sehingga perlu sering diganti karetnya agar tetap efektif. Jika kontrol terlambat, karet bisa kendur atau lepas, membuat proses perawatan menjadi kurang stabil dan hasilnya tidak maksimal.

Jenis Bracket Self Ligating

Ada dua jenis utama bracket self ligating berdasarkan cara kerjanya yaitu self ligating aktif dan pasif. Jenis bracket aktif menggunakan mekanisme klip yang secara aktif menekan kawat ke dasar slot bracket untuk memberikan tekanan yang lebih konstan.

Sedangkan yang pasif menggunakan klip yang berfungsi hanya sebagai penutup (door atau shutter) untuk menahan kawat secara pasif di dalam slot bracket. Hal tersebut bisa membuat gaya gesek yang dihasilkan menjadi lebih rendah.

Kelebihan Bracket Self Ligating

Kelebihan bracket self ligating, Sumber: intechopen.com
Kelebihan bracket self ligating, Sumber: intechopen.com

Tingginya minat masyarakat terhadap bracket self ligating didasari oleh berbagai keunggulan yang ditawarkannya. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda peroleh jika menggunakan bracket self ligating.

1. Perawatan Lebih Cepat dan Efisien

Berkat minimnya gesekan, kawat bisa bergerak lebih bebas. Menurut banyak penelitian dan juga pengalaman yang ada, proses pergerakan gigi yang lebih efisien bisa mempercepat total waktu perawatan.

2. Rasa Sakit Lebih Ringan

Karena tekanan yang diberikan pada gigi lebih ringan, mereka yang menggunakan bracket self ligating umumnya tidak mengalami rasa sakit maupun rasa tidak nyaman yang terlalu berarti. Terutama setelah pemasangan.

3. Kunjungan Kontrol Lebih Jarang

Pada behel konvensional, karet elastis harus diganti setiap 3-6 minggu. Pada bracket self ligating, kawat tidak perlu sering disetel atau diganti ikatannya. Biasanya Anda hanya perlu kontrol setiap 8 hingga 10 minggu sekali, bahkan dalam beberapa kasus bisa lebih lama.

4. Lebih Higienis

Tanpa adanya karet, membersihkan sela-sela bracket self ligating menjadi jauh lebih sederhana. Dengan rutinitas sikat gigi yang benar, risiko penumpukan plak, karang gigi, dan masalah gusi dapat diminimalisir.

5. Potensi Mengurangi Pencabutan Gigi

Dalam beberapa kasus gigi berjejal, sistem bracket self ligating mampu membantu proses pelebaran lengkung rahang secara alami. Hal itu dapat mengurangi kebutuhan pencabutan gigi yang seringkali diperlukan pada behel konvensional.

Kekurangan dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Kekurangan dari bracket self ligating, Sumber: clinicablasi.com
Kekurangan dari bracket self ligating, Sumber: clinicablasi.com

Meskipun menawarkan banyak kelebihan, bracket self ligating juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kelemahan yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

1. Harga Lebih Mahal

Salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah biaya. Secara umum, harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan behel konvensional. Hal ini wajar mengingat teknologi yang dipakai dalam pembuatan bracket lebih canggih.

2. Ukuran Bracket

Meskipun teknologinya canggih, beberapa merk memiliki desain yang sedikit lebih besar dibandingkan tipe konvensional. Hal ini dapat menimbulkan sedikit ketidaknyamanan pada awal pemakaian.

3. Iritasi di Awal Pemakaian

Pada masa adaptasi, beberapa pengguna kadang mengalami keluhan kecil seperti iritasi mulut atau sariawan di lidah atau pipi bagian dalam. Iritasi ini biasanya disebabkan oleh gesekan dari klip atau pinggiran bracket yang baru dipasang. 

Berapa Harga Bracket Self Ligating di Indonesia?

Sakit pakai behel, Sumber: pexels.com
Harga pemasangan bracket self-ligating, Sumber: pexels.com

Pertanyaan mengenai harga bracket self ligating adalah hal yang paling sering diajukan. Penting untuk dicatat bahwa biaya total perawatan ortodonti tidak hanya mencakup harga bracket saja. Masih ada biaya tambahan lain.

Misalnya seperti biaya konsultasi, pencetakan gigi, rontgen, tindakan pendukung (jika ada), biaya pemasangan, hingga biaya kontrol bulanan. Di Indonesia, estimasi harganya sangat bervariasi.

Beberapa hal yang mempengaruhi biaya pemasangannya antara lain adalah jenis material yang dipilih, merek, hingga lokasi klinik. Klinik yang berada di kota besar tentu mematok harga yang berbeda dengan klinik yang ada di kota kecil.

Selain itu, kompleksitas kasus juga berpengaruh. Kasus gigi yang parah memerlukan waktu perawatan dan penyesuaian yang lebih intensif sehingga mempengaruhi total biaya.Kisaran biaya pemasangan secara umum berada di angka Rp 10.000.000 hingga Rp 35.000.000.

Namun tentu saja tidak menutup kemungkinan biayanya bisa lebih mahal. Angka ini seringkali dua kali lipat lebih tinggi dari behel konvensional. Namun, sekali lagi harga ini adalah estimasi dan harus dikonsultasikan langsung dengan dokter gigi yang bersangkutan.

Pasang Bracket Self Ligating di Zahara Dental Care

Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com
Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com

Jika Anda berencana untuk merapikan gigi menggunakan bracket self ligating, berkonsultasi dengan dokter adalah langkah pertama yang perlu dilakukan. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Dalam pemeriksaan tersebut akan dipertimbangkan apakah bracket self ligating cocok untuk Anda. Jangan lupa pilihlah klinik yang terpercaya dan memiliki dokter berpengalaman untuk menjamin hasil perawatan yang aman.

Contohnya seperti Zahara Dental Care. Kami didukung oleh dokter gigi Palembang yang profesional dan berpengalaman. Selain pemasangan bracket self ligating, ada banyak sekali perawatan yang bisa Anda lakukan disini.

Anda bisa melakukan cabut gigi, bleaching, pemasangan veneer, pengobatan sakit gigi, dan masih banyak lagi lainnya. Segera hubungi admin kami untuk melakukan reservasi atau mengetahui informasi lebih lanjut mengenai layanan yang ada di Zahara Dental Care.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp