Setelah cabut gigi, banyak orang merasa lega karena masalah gigi berlubang atau infeksi akhirnya teratasi. Prosedur ini biasanya menjadi langkah terakhir untuk mengatasi sakit gigi yang berkepanjangan.
Namun, masa pemulihan pasca pencabutan memerlukan perhatian khusus agar luka bekas cabut gigi cepat sembuh. Perawatan yang kurang tepat berisiko memicu komplikasi, mulai dari pembengkakan hingga risiko dry socket gigi.
Biasanya dokter gigi akan memberikan sejumlah anjuran perawatan serta larangan setelah cabut gigi. Jika diabaikan, keluhan nyeri atau bahkan gigi ngilu bisa bertambah parah.
Pantangan Setelah Cabut Gigi dan Hal yang Dihindari
Supaya proses pemulihan berlangsung optimal, ada sejumlah pantangan setelah cabut gigi yang perlu Anda patuhi. Berikut adalah apa saja yang tidak boleh dilakukan setelah cabut gigi:
1. Minum Minuman Bersoda

Minuman bersoda memang menyegarkan, tetapi sangat tidak disarankan setelah menjalani pencabutan gigi. Kandungan karbonasi dan senyawa asam di dalamnya dapat merusak gumpalan darah pelindung luka.
Gumpalan darah tersebut berfungsi penting melindungi soket tulang dan jaringan saraf yang terbuka. Jika gumpalan darah terurai, risiko komplikasi dry socket gigi akan meningkat tajam.
Kondisi tersebut menimbulkan rasa nyeri berdenyut yang hebat pada area bekas cabutan. Oleh sebab itu, lebih baik perbanyak konsumsi air putih bersuhu ruang.
2. Makanan Pedas
Luka bekas operasi cabut gigi membutuhkan waktu beberapa hari hingga minggu untuk menutup rapat. Kenapa tidak boleh makan pedas setelah cabut gigi? Karena zat capsaicin pada cabai dapat memicu iritasi hebat pada gusi yang luka.
Sifat pedas yang panas juga memperlebar pembuluh darah, sehingga memicu perdarahan ulang. Hal ini tentu menghambat proses penutupan jaringan gusi.
Risiko infeksi juga perlu diwaspadai, terutama pada luka operasi gigi bungsu. Pasien yang menjalani tindakan pencabutan gigi geraham disarankan membaca panduan perawatan pasca operasi gigi bungsu agar pemulihannya lebih terarah.
3. Makanan Bersuhu Ekstrim

Setelah tindakan cabut gigi, kondisi saraf dan jaringan gusi di sekitarnya sangat sensitif. Mengonsumsi makanan yang masih mendidih atau terlalu panas dapat melarutkan gumpalan darah penutup luka.
Lalu, apakah setelah cabut gigi boleh minum es? Minum cairan dingin atau makan es krim lembut tanpa sedotan sebenarnya diperbolehkan untuk meredakan radang. Namun, hindari mengunyah es batu yang keras karena dapat melukai gusi.
Pilihlah makanan dan minuman bersuhu hangat kuku atau suam-suam kuku. Suhu yang stabil membantu jaringan luka beradaptasi dengan nyaman.
4. Makanan Bertekstur Keras
Makanan keras seperti kacang, keripik, atau daging alot sangat berbahaya bagi soket gusi yang masih terbuka. Tekanan saat mengunyah bisa menekan luka dan menimbulkan pendarahan kembali.
Selain itu, serpihan remahan keras berisiko terselip masuk ke dalam lubang bekas cabutan. Jika lubang bekas cabut gigi kemasukan makanan dan sulit dibersihkan, bakteri akan berkembang dan memicu infeksi bernanah.
Pilihlah makanan pasca cabut gigi yang lembut seperti bubur, pure kentang, atau sup encer. Menu ini membantu nutrisi tetap terpenuhi tanpa membebani rahang Anda.
5. Makanan Bertekstur Lengket
Nasi ketan, dodol, karamel, maupun permen karet adalah jenis makanan yang wajib dijauhi sementara waktu. Teksturnya yang lengket sangat mudah tertinggal di celah bekas jahitan dan soket gigi.
Ketika sisa makanan lengket tersebut ditarik atau dibersihkan, bekuan darah pelindung bisa ikut terlepas. Hal ini memicu rasa nyeri tajam seketika.
Hindari pula kebiasaan mencungkil atau menyentuh luka menggunakan lidah maupun jari. Kebiasaan ini dapat memindahkan kuman dan bakteri dari luar ke dalam luka.
6. Minuman Berkafein dan Kopi Dingin

Banyak orang bertanya, apakah boleh minum kopi setelah cabut gigi? Minuman berkafein seperti kopi, teh pekat, dan minuman berenergi sebaiknya dihindari minimal 24 hingga 48 jam pertama.
Kafein memiliki sifat diuretik serta dapat memicu peningkatan tekanan darah. Kenaikan tekanan darah dapat menghambat cara menghentikan darah setelah cabut gigi sehingga luka sulit mengering.
Pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan air mineral agar sel-sel tubuh cepat melakukan regenerasi jaringan baru.
7. Makanan dan Minuman Asam
Buah jeruk, cuka, tomat asam, atau jus buah sitrus dapat memicu rasa perih luar biasa pada luka terbuka. Asam yang kuat akan mengikis lapisan mukosa yang sedang mencoba menutup.
Paparan zat asam juga bisa memicu peradangan lokal pada gusi yang belum sembuh total. Akibatnya, gusi bengkak setelah cabut gigi bisa bertahan lebih lama.
Tundalah konsumsi asupan bercita rasa asam hingga kondisi jaringan mulut pulih sepenuhnya.
Kapan Boleh Makan dan Minum Setelah Cabut Gigi?
Pertanyaan yang sering diajukan pasien adalah berapa jam boleh makan setelah cabut gigi. Umumnya, Anda dianjurkan menunggu sekitar 1 hingga 2 jam hingga efek bius lokal mereda dan kasa darah sudah dilepas.
Makan saat mulut masih kebas sangat berisiko membuat bibir, lidah, atau pipi bagian dalam tergigit tanpa disadari. Mulailah dengan mengonsumsi cairan bersuhu normal atau makanan lunak tanpa tekstur kasar.
Mengenai kapan boleh makan nasi setelah cabut gigi, Anda dapat mulai mencobanya setelah 24 jam dengan tekstur nasi lembek. Jangan lupa untuk mengunyah pada sisi mulut yang berlawanan dari area bekas pencabutan.
Hal-Hal yang Sebaiknya Dilakukan

Agar proses penyembuhan berjalan lancar tanpa efek samping yang mengganggu, lakukan beberapa langkah perawatan berikut ini:
1. Minum Obat Sesuai Anjuran Dokter
Setelah cabut gigi, minumlah obat penghilang rasa sakit sesuai anjuran dari dokter gigi. Pilihan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol sangat ampuh meredakan nyeri dan pembengkakan.
Jika dokter meresepkan antibiotik, habiskan obat tersebut sesuai jadwal untuk mencegah infeksi sekunder. Jangan menambah atau menghentikan dosis obat secara mandiri tanpa arahan medis.
Konsumsi obat secara teratur membantu meredakan rasa tidak nyaman sehingga tubuh dapat beristirahat dengan baik.
2. Kurangi Bengkak dan Jaga Kebersihan Mulut
Pipi bengkak setelah cabut gigi geraham adalah respon inflamasi yang wajar terjadi. Anda dapat mengompres pipi dengan kompres dingin selama 15 menit untuk meredakan pembengkakan.
Gigit kain kasa dengan tekanan lembut selama 30 hingga 60 menit untuk membantu menghentikan darah. Hindari meludah terlalu kuat atau menggunakan sedotan karena tekanan negatif dalam mulut bisa merusak gumpalan darah.
Setelah 24 jam pertama, berkumurlah perlahan menggunakan air garam hangat sehabis makan. Cara ini sangat efektif membersihkan sisa makanan dan membunuh kuman di sekitar area luka.
Jika nyeri berlebih terus berlanjut hingga berhari-hari, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri kembali ke dokter gigi.
Bagi Anda yang berdomisili di Sumatera Selatan dan sekitarnya, Anda bisa langsung berkonsultasi ke dokter gigi Palembang di Zahara Dental Care.
Klinik Zahara Dental Care siap melayani pencabutan gigi biasa maupun operasi impaksi gigi bungsu secara profesional. Tersedia juga layanan estetika dan ortodonti modern seperti behel konvensional hingga bracket self ligating.
Telah diverifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


