Sakit gigi berkepanjangan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari maupun saat beristirahat. Rasa nyeri pada gigi yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan kesulitan untuk makan, berbicara, atau bahkan tidur. 

Selain gigi ngilu, sakit gigi biasanya disertai juga dengan gejala lain seperti pembengkakan gusi, sakit kepala, atau demam yang tentunya akan semakin memperburuk keadaan. Untuk mengatasi sakit gigi secara tepat, Anda harus mencari tahu dulu apa penyebabnya. 

Penyebab Sakit Gigi Berkepanjangan

Sakit gigi yang berkepanjangan, Sumber: pexels.com
Sakit gigi yang berkepanjangan, Sumber: pexels.com

Nyeri atau sensasi sakit pada gigi sering kali menjadi tanda bahwa ada gangguan pada kesehatan gigi atau gusi yang perlu ditangani. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab sakit gigi berkepanjanjangan yang sedang Anda alami:

1. Gigi Tidak Sejajar

Rasa nyeri gigi yang berlangsung lama dapat dipicu oleh pertumbuhan gigi yang tidak teratur atau tumbuh dengan posisi yang tidak semestinya. Gigi yang berkembang tidak sempurna bisa menekan gigi-gigi di sekitarnya.

2. Sakit Gusi

Sakit gusi merupakan faktor penyebab lain yang dapat mengganggu kesehatan mulut. Penyakit gusi yang parah bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan gusi, pendarahan, pembengkakan, atau bahkan ada juga yang membuat pangkal gigi menjadi terbuka.

3. Gigi Berlubang

Bisa jadi penyebab sakit gigi berkepanjangan yang Anda alami adalah karena adanya gigi berlubang. Setiap gigi memiliki saraf yang terletak di bagian akarnya. Jika lubang pada gigi mencapai saraf tersebut rasa nyeri atau sakit akan muncul.

4. Abses Gigi

Abses terjadi ketika nanah terkumpul akibat peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Nanah yang terkumpul bisa memberikan tekanan pada jaringan gigi sehingga pada akhirnya menyebabkan rasa sakit.

5. Gigi Rusak

Selain faktor-faktor yang sudah disebutkan, sakit gigi berkepanjangan juga bisa disebabkan oleh kerusakan gigi. Kerusakan gigi biasanya dipicu oleh bakteri di dalam mulut dengan penyebab yang mirip dengan yang terjadi pada gigi berlubang.

Bahaya Sakit Gigi Berkepanjangan

Bahaya sakit gigi yang berkepanjangan, Sumber: pexels.com
Bahaya sakit gigi yang berkepanjangan, Sumber: pexels.com

Sakit gigi berkepanjangan jika disebabkan oleh infeksi serius seperti abses dapat membawa berbagai komplikasi yang mengancam kesehatan. Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin terjadi jika sakit gigi tidak segera ditangani:

1. Kehilangan Gigi 

Infeksi yang tidak diobati pada gigi bisa merusak jaringan di sekitar gigi termasuk gusi dan tulang rahang. Kondisi ini bisa membuat gigi menjadi goyah atau bahkan terlepas. Jika mengalaminya Anda perlu mencari penanganan medis dengan segera.

2. Infeksi Mediastinitis 

Infeksi yang menyebar dari gigi ke jaringan tubuh lainnya bisa menyebabkan mediastinitis. Mediastinitis adalah infeksi pada area di antara paru-paru dan jantung. Infeksi mediastinitis adalah kondisi serius yang memerlukan perawatan intensif karena bisa membahayakan jiwa.

3. Peradangan Ruang Antara Paru-Paru 

Salah satu risiko lain dari infeksi gigi yang tidak ditangani adalah peradangan pada ruang yang terletak di antara paru-paru. Infeksi pada gigi dapat menjalar hingga ke paru-paru dan berpotensi memicu masalah serius pada sistem pernapasan.

4. Penyebaran Infeksi ke Bagian Lain 

Tanpa pengobatan, infeksi gigi bisa menyebar ke bagian tubuh lain seperti sinus, otak, atau bahkan jantung. Infeksi yang terlanjur menyebar bisa mengakibatkan komplikasi kesehatan yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis yang lebih rumit.

5. Penyebab Masalah Kesehatan Sistemik 

Sakit gigi yang berlarut-larut dan disertai infeksi dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Apabila sistem kekebalan tubuh semakin melemah maka akan membuat tubuh lebih mudah terserang infeksi lainnya.

Obat Sakit Gigi Berkepanjangan

Dokter gigi spesialis periodonsia, Sumber: usu.ac.id
Mengobati sakit gigi, Sumber: usu.ac.id

Mengobati sakit gigi berkepanjangan agar sembuh total harus dicari dulu penyebabnya. Setelah itu baru pengobatan bisa dilakukan. Berikut adalah cara-cara yang bisa membantu mengobati sakit gigi berkepanjangan:

1. Konsultasi dengan Dokter Gigi 

Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk mengobati sakit gigi yang tidak kunjung sembuh tentu saja dengan berkonsultasi ke dokter gigi terdekat. Dengan begitu Anda akan mendapat bantuan dari tenaga profesional untuk mencari tahu penyebab sakitnya.

Karena penyebab sakit gigi sangat bervariasi mulai dari gigi berlubang, abses gigi, hingga penyakit gusi. Dokter gigi akan melakukan evaluasi mendalam dan mencari langkah perawatan yang sesuai untuk mengatasi permasalahan tersebut.

2. Perawatan Saluran Akar (Root Canal Treatment) 

Jika sakit gigi disebabkan oleh infeksi pada saraf gigi, maka perawatan saluran akar bisa menjadi solusi yang paling tepat. Perawatan saluran akar atau root canal dilakukan dengan cara membersihkan saluran akar pada gigi yang terkena infeksi.

Perawatan saluran dilakukan agar dapat menghilangkan rasa sakit dan menyelamatkan gigi yang terinfeksi. Jika Anda mengambil perawatan yang satu ini biasanya tidak cukup dengan satu kali kunjungan. Akan tetapi bisa sampai tiga atau empat kali kunjungan ke dokter gigi.

3. Tambalan atau Penggantian Gigi yang Rusak 

Jika gigi berlubang menjadi penyebab utama sakit gigi maka Anda perlu menambalnya. Tambalan akan membantu menutup lubang dan mencegah kerusakan lebih parah. Namun tambal gigi hanya bisa dilakukan apabila kerusakan gigi yang dialami belum terlalu parah.

Namun pada kasus yang lebih serius terkadang dokter akan menyarankan Anda untuk cabut gigi secara permanen. Untuk menutup bekas gigi yang dicabut maka Anda bisa memasang mahkota gigi atau implan.

4. Membersihkan Karang Gigi

Karang gigi terbentuk dari penumpukan plak yang tidak dibersihkan dengan baik dan seiring waktu bisa mengeras. Jika sudah mengeras, lapisan tersebut tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi seperti biasanya.

Jika karang gigi dibiarkan tanpa perawatan, gusi bisa meradang dan menjadi tidak sehat. Lebih parahnya lagi karang gigi yang menumpuk dapat menjadi sarang bagi bakteri untuk berkembang biak.

5. Antibiotik untuk Infeksi 

Jika sakit gigi disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter gigi mungkin akan meresepkan antibiotik untuk membantu mengatasi infeksi tersebut. Penggunaan antibiotik yang tepat sangat penting untuk menghentikan penyebaran infeksi.

Pemberian antibiotik juga berguna untuk mencegah komplikasi serius seperti abses gigi atau infeksi yang menyebar ke bagian tubuh lain. Namun, penggunaan antibiotik harus mengikuti anjuran dokter dan tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan dari dokter yang menangani.

6. Menghindari Makanan Tertentu

Selama proses pemulihan dari sakit gigi, Anda perlu menghindari makanan atau minuman yang dapat memperburuk kondisi kesehatan gigi seperti makanan yang terlalu keras, panas, atau dingin. 

Makanan seperti ini dapat meningkatkan rasa sakit dan memperlambat proses penyembuhan. Selain itu, menghindari makanan manis sangat dianjurkan karena gula akan menjadi makanan bagi bakteri di dalam mulut.

7. Menjaga Kebersihan Mulut

Menjaga kebersihan mulut yang optimal sangat penting untuk mencegah kambuhnya sakit gigi. Rutinitas menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi, dan berkumur dengan obat kumur.

Tindakan tersebut bisa membantu mencegah penumpukan plak dan bakteri yang dapat menyebabkan sakit gigi berkepanjangan. Langkah ini juga mendukung proses penyembuhan setelah perawatan gigi.

8. Perawatan Rutin 

Setelah sakit gigi teratasi, Anda masih perlu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Pemeriksaan rutin akan membantu mendeteksi masalah gigi dan gusi lebih awal sehingga bisa mencegah timbulnya sakit gigi di masa mendatang.

Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com
Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com

Anda bisa melakukan perawatan rutin ke Zahara Dental Care. Di sini Anda akan ditangani oleh dokter gigi Palembang yang handal dan bisa mengatasi berbagai keluhan seperti sakit gigi berkepanjangan, gigi tidak sejajar, gigi berlubang, pemasangan behel, dan lainnya.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp