Muncul banyak sariawan di mulut bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan tertentu, bukan sekadar luka kecil biasa. Kondisi ini dapat dipicu oleh sistem kekebalan tubuh yang menurun, kekurangan vitamin, stres, hingga infeksi bakteri atau virus. 

Umumnya, sariawan akan sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu. Akan tetapi jika jumlahnya banyak dan sering kambuh, hal ini perlu diwaspadai. Terlebih bila disertai sariawan di lidah, gusi, maupun pipi bagian dalam. 

Penyebab Banyak Sariawan di Mulut

Perbedaan stomatitis dan sariawan, Sumber: ai-care.id
Penyebab banyak sariawan di mulut, Sumber: ai-care.id

Jika satu atau dua sariawan muncul di mulut mungkin Anda tidak akan merasa terlalu khawatir karena itu merupakan hal yang wajar. Namun, jika jumlahnya lebih dari dua dan mungkin disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

1. Kekurangan Nutrisi

Salah satu faktor umum yang sering menjadi penyebab munculnya sariawan adalah kurangnya asupan vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. Beberapa nutrisi yang sangat berpengaruh adalah vitamin B12, zat besi, dan asam folat. 

Ketiganya memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jaringan mulut dan gigi sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh agar tetap maksimal. Saat tubuh mengalami kekurangan nutrisi, jaringan mulut menjadi lebih rentan mengalami iritasi dan peradangan.

Untuk mencegah hal tersebut, Anda perlu memperhatikan pola makan sehari-hari dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Pastikan Anda mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin, serat, dan protein yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

2. Cedera atau Penggunaan Behel

Muncul banyak sariawan di tubuh tidak selalu karena faktor internal tubuh. Bisa juga dipicu oleh cedera kecil di dalam mulut. Luka akibat tidak sengaja tergigit, goresan dari penggunaan gigi palsu, atau benturan ringan sering kali menjadi awal terbentuknya sariawan. 

Selain itu bagi pengguna kawat gigi, risiko sariawan cenderung lebih tinggi. Hal ini terjadi karena kawat yang kurang tepat pemasangannya atau menonjol bisa bergesekan dengan dinding mulut, bibir bagian dalam, maupun lidah. 

Gesekan berulang inilah yang akhirnya memicu peradangan dan luka kecil yang berkembang menjadi sariawan. Untuk mengatasinya, penting menjaga kebersihan mulut, menggunakan sikat gigi berbulu lembut, serta rutin berkonsultasi ke dokter gigi.

3. Efek Konsumsi Obat-obatan

Obat pereda sariawan,, Sumber: pexels.com
Konsumsi obat-obatan, Sumber: pexels.com

Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antibiotik sering kali menimbulkan efek samping pada tubuh. Salah satunya adalah munculnya sariawan. Antibiotik memang bermanfaat untuk membunuh bakteri penyebab infeksi.

Namun disisi lain obat ini juga dapat mengurangi jumlah bakteri baik yang berperan menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam mulut maupun saluran pencernaan. Obat-obatan tertentu bisa membuat jumlah bakteri baik menurun drastis.

Namun disisi lain jamur seperti candida albicans dapat tumbuh secara berlebihan. Kondisi inilah yang kemudian memicu kandidiasis oral atau yang lebih dikenal dengan sariawan. Untuk mengurangi efek samping ini, penting mengkonsumsi antibiotik sesuai resep dokter.

4. Efek Penggunaan Produk Tertentu

Tidak semua produk perawatan mulut aman digunakan dalam jangka panjang. Terutama untuk orang dengan kondisi mulut yang sensitif. Beberapa jenis pasta gigi maupun obat kumur mengandung bahan kimia tertentu, salah satunya sodium lauryl sulfate (SLS). 

SLS sering dipakai sebagai bahan pengikat kotoran, namun diketahui dapat menimbulkan iritasi pada jaringan lunak mulut. Jika digunakan secara terus-menerus, iritasi tersebut bisa berkembang menjadi luka kecil yang akhirnya memicu munculnya sariawan.

Selain SLS, kandungan alkohol tinggi pada obat kumur juga dapat menyebabkan mulut terasa kering. Kondisi mulut yang kering akan mempermudah timbulnya peradangan dan meningkatkan risiko infeksi. 

5. Penyakit Autoimun

Beberapa penyakit autoimun diketahui dapat menjadi pemicu muncul banyak sariawan di mulut secara berulang. Penyakit seperti celiac, lupus, maupun crohn membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap sel-sel normal dalam tubuh. 

Respons imun yang tidak terkendali ini sering kali menyerang jaringan lunak mulut, sehingga memicu peradangan, iritasi, hingga timbulnya luka kecil berupa sariawan. Umumnya sariawan bisa sembuh dalam waktu singkat.

Namun sariawan akibat kondisi autoimun biasanya lebih sering kambuh dan terasa lebih menyakitkan. Hal ini tentu bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk saat makan maupun berbicara.

6. Infeksi Virus atau Bakteri

Bakteri pada mulut, Sumber: asianscientist.com
Bakteri pada mulut, Sumber: asianscientist.com

Infeksi yang disebabkan oleh virus maupun bakteri sering kali menjadi salah satu faktor pemicu munculnya sariawan di dalam mulut. Virus herpes simpleks misalnya dapat menimbulkan luka kecil yang menyerupai sariawan. 

Begitu pula dengan bakteri yang berkembang biak berlebihan di rongga mulut. Bakteri-bakteri tersebut mampu memicu peradangan pada jaringan lunak dan menyebabkan terbentuknya luka yang terasa perih.

Ketika infeksi terjadi, sistem kekebalan tubuh berusaha melawan mikroorganisme tersebut. Namun respons inilah yang kemudian dapat menimbulkan sariawan. Untuk mencegahnya, menjaga kebersihan mulut menjadi langkah yang sangat penting. 

7. Perubahan Hormon

Pada wanita, perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus menstruasi, masa kehamilan, maupun saat memasuki menopause sering kali dapat memicu timbulnya sariawan. Fluktuasi hormon tersebut mempengaruhi keseimbangan mikrobiota alami di dalam mulut. 

Ketika keseimbangan ini terganggu, pertumbuhan bakteri maupun jamur tertentu menjadi tidak terkendali sehingga meningkatkan risiko luka kecil atau peradangan yang akhirnya berkembang menjadi sariawan.

Kondisi ini biasanya membuat wanita lebih rentan mengalami rasa tidak nyaman pada rongga mulut, terutama ketika sedang mengalami fase hormonal yang aktif. Untuk meminimalisir efek tersebut jaga pola makan yang seimbang.

8. Stress Berkepanjangan

Siapa sangka, stress bisa menjadi salah satu pemicu muncul banyak sariawan di mulut. Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan maka akan membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lemah.

Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah terserang infeksi dan iritasi, termasuk di area mulut. Akibatnya, sariawan dapat muncul lebih sering dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Untuk mencegahnya sebaiknya kelola stres dengan baik. 

Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain melakukan meditasi atau latihan pernapasan, rutin berolahraga untuk melepaskan ketegangan, perbanyak konsumsi air putih, dan pastikan memiliki waktu istirahat yang cukup.

Berapa Lama Sariawan Sembuh?

Sariawan di lidah, Sumber: akamaized.net
Waktu penyembuhan sariawan, Sumber: akamaized.net

Sariawan merupakan luka kecil di mulut yang sering menimbulkan rasa perih dan tidak nyaman saat makan maupun berbicara. Pada umumnya, sariawan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7 hingga 14 hari.

Hal itu tergantung pada penyebab dan kondisi kesehatan tubuh masing-masing. Luka sariawan yang ringan biasanya akan membaik lebih cepat. Sedangkan sariawan yang lebih parah atau sering kambuh bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. 

Faktor seperti kekebalan tubuh, pola makan, hingga kebersihan mulut juga berpengaruh terhadap kecepatan proses penyembuhan. Meskipun bisa sembuh sendiri, Anda sebaiknya waspada jika muncul banyak sariawan di mulut yang tidak sembuh-sembuh.

Terutama jika sariawan berlangsung lebih dari dua minggu. Untuk mempercepat penyembuhan sekaligus mendapatkan penanganan yang tepat, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi atau tenaga medis yang ahli di bidangnya.

Bagi warga Sumatera Selatan, Anda bisa berobat ke dokter gigi Palembang yang ada di Zahara Dental Care. Selain mengobati sariawan, klinik kami juga melayani pemasangan behel, veneer gigi, bleaching, cabut gigi, dan masih banyak lagi lainnya.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp