Gigi renggang seringkali membuat seseorang merasa tidak percaya diri dan enggan untuk menampakkan senyuman indahnya. Apakah Anda juga termasuk memiliki kondisi demikian? Lalu sebenarnya bagaimana cara tepat untuk mengatasi gigi renggang pada orang dewasa? Simak artikel kali ini sampai selesai ya! 

Kondisi gigi yang renggang juga biasa dikenal sebagai diastema yang sering membuat gigi terlihat berantakan. Timbulnya celah yang menjadikan gigi tampak renggang ini dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari faktor genetik hingga faktor eksternal. 

Beruntungnya, sudah ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk mengatasi gigi renggang pada orang dewasa agar membuat posisi gigi dan rahangnya kembali ke posisi idealnya.

Informasi mengenai cara mengatasi gigi renggang pada orang dewasa, Sumber: klikdokter.com
Informasi mengenai cara mengatasi gigi renggang pada orang dewasa, Sumber: klikdokter.com

Penyebab Gigi Renggang

Ada berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab diastema atau gigi renggang. Beberapa diantaranya bisa dicegah, namun ada pula yang tidak dapat dihindari. Berikut beberapa penyebab gigi renggang pada umumnya.

1. Perbandingan Ukuran Tulang Rahang dan Gigi yang Tidak Sesuai

Jika Anda memiliki tulang rahang berukuran normal dengan gigi yang kecil, maka ini bisa       menjadi salah satu hal yang menyebabkan gigi renggang. Sama dengan jika Anda memiliki ukuran gigi normal, namun dengan tulang rahang yang besar.

Penyebab gigi renggang yang satu ini berkaitan dengan faktor genetik atau keturunan, sehingga tidak dapat dihindari dan mencegahnya. Karena tidak bisa dihindari, hal yang dapat dilakukan adalah pemasangan kawat gigi.

2. Gigi Tanggal

Gigi renggang juga bisa disebabkan karena gigi yang tanggal. Apalagi jika gigi yang tanggal adalah gigi permanen. Apabila gigi yang tanggal itu gigi susu pada anak-anak, maka celah yang tercipta masih bisa tertutup dengan tumbuhnya gigi yang baru.

Sebenarnya hal ini tidak memerlukan perhatian khusus, karena dapat tertutup dengan sendirinya. Namun, jika hal ini terjadi pada gigi permanen yang copot, maka dapat membuat keompongan. Hal ini biasanya terjadi karena benturan keras pada bagian mulut, pukulan, serta kecelakaan, sehingga mengakibatkan gigi permanen lepas atau copot.

Karena keompongan tersebut membuat Anda menjadi tidak percaya diri, oleh sebab itu Anda bisa konsultasikan ke klinik gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan terbaik oleh yang ahli dalam bidang ini.

3. Penyakit Gusi

Penyakit gusi atau periodontitis bisa menjadi penyebab peradangan pada gusi dan tulang yang ada disekitar gigi. Hal tersebutlah yang pada akhirnya bisa mengakibatkan gigi menjadi renggang.

Masalah pada gusi ini dapat dipicu oleh kesehatan gigi dan mulut yang tidak terjaga. Rutinlah menggosok gigi setiap hari agar kebersihan mulut dan gigi tetap terjaga. Apabila terjadi suatu gangguan, segera datang ke klinik gigi untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.

4. Labial frenulum

Jaringan tipis yang dapat Anda lihat pada gusi yang menempel diantara depan dengan bagian tengah itu disebut labial frenulum. Jika ukurannya terlalu besar, labial frenulum akan membentuk celah antara gigi- gigi yang berada diantaranya.

Kondisi gigi yang renggang bisa dialami oleh berbagai usia, Sumber: biaya.info
Kondisi gigi yang renggang bisa dialami oleh berbagai usia, Sumber: biaya.info

5. Kebiasaan Buruk

Beberapa kebiasaan buruk berikut ini secara tidak sadar dapat menyebabkan gigi renggang.

  • Penggunaan empeng bayi yang lama
  • Menghisap ibu jari
  • Menghisap bibir

Kenapa ketiga hal ini disebut kebiasaan buruk yang menjadi penyebab gigi renggang? Karena ketiga hal diatas memberikan tekanan berlebihan pada gigi, sehingga terbentuklah membentuk celah pada gigi. Kebiasaan tersebut sebaiknya diperbaiki sedini mungkin agar tidak menimbulkan masalah pada gigi.

Masalah gigi yang terjadi karena kebiasaan ini dapat dihindari dengan edukasi pada anak. Jika ini telah terjadi dan gigi menjadi renggang disarankan untuk membawanya ke klinik.

6. Refleks Menelan yang Salah

Penyebab yang mengakibatkan gigi renggang juga terjadi ketika menelan. Lidah yang seharusnya melakukan gerakan refleks berupa tekanan pada langit-langit mulut. Namun, pada beberapa orang, tekanan ini justru diarahkan ke gigi depan.

Jika dilakukan berulang kali, bukan tidak mungkin refleks menelan yang salah ini akan menyebabkan gigi bercelah dan posisi gigi akan menjadi renggang.

Hindari kebiasaan seperti ini untuk memunculkan kesadaran ketika menelan. Anda juga dapat mencegah bergesernya posisi gigi dengan pemasangan behel atau kawat gigi.

Cara Mengatasi Gigi Renggang

Pada kasus ringan, gigi renggang tidak menimbulkan masalah. Namun, tidak ada salahnya jika orang dengan kondisi ini melakukan perawatan untuk merapikan giginya.

Untuk merapikan gigi sampai mendapatkan susunan bentuk gigi yang ideal, Anda bisa melakukan pemasangan kawat gigi. Dengan cara ini kemungkinan besar gigi renggang akan tersusun rapi, dengan melakukan perawatan berkala.

Kawat gigi ini berfungsi sebagai pemberi tekanan pada gigi agar secara perlahan menggerakkan gigi sampai pada posisi idealnya. Tujuan utama dari pemasangan kawat gigi ini adalah untuk menyelaraskan posisi gigi dan rahang agar dapat dengan mudah dalam penggunaannya.

Selain itu, kawat gigi juga berfungsi sebagai alat untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri dan menghasilkan senyuman yang indah.

Pemasangan kawat gigi dapat Anda lakukan pada usia pertumbuhan. Hal ini dikarenakan pada usia ini, mulut dan rahang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Sehingga akan lebih mudah untuk mengatur dan memperbaiki posisinya. 

Penggunaan behel merupakan cara untuk mengatasi gigi renggang pada orang dewasa, Sumber: liputan6.com
Penggunaan behel merupakan cara untuk mengatasi gigi renggang pada orang dewasa, Sumber: liputan6.com

Itulah yang sering disebut dengan kawat gigi anak. Meskipun saat ini Anda sudah melewati usia pertumbuhan, maka Anda tetap bisa memasang kawat gigi kok. Namun pemasangannya tetap perlu dilakukan oleh dokter gigi spesialis ya.

Cara mengatasi gigi renggang pada orang dewasa dengan menggunakan kawat gigi ini bertujuan untuk membantu proses perbaikan kondisi gigi dan rahang. Seperti jarak antar gigi yang terlalu renggang, gigi bagian depan pada rahang atas tumbuh lebih depan atau kebelakang, dan masalah rahang seperti posisi rahang yang kurang tepat.

Zahara Dental Care

Setelah Anda mengetahui cara mengatasi gigi renggang pada orang dewasa dengan menggunakan kawat gigi, maka saatnya Anda memilih dokter gigi yang tepat. Pilihlah klinik gigi yang sudah terjamin kualitas dan penanganannya. 

Tak jarang juga banyak tawaran yang menggiurkan dan harganya jauh lebih murah, namun dengan resiko kecelakaan yang tinggi. Kualitas dan penanganan yang dilakukan pun juga tidak tepat. Jadi jangan pernah mencoba untuk datang ke klinik abal-abal ya, apalagi jika tidak terdapat dokter spesialis gigi di dalamnya.

Pastikan Anda mendatangi klinik dokter gigi yang sudah berkualifikasi, dan dalam penanganannya memberikan arahan beserta penjelasan mengenai perawatan gigi. Dengan begitu Anda bisa lebih paham mengenai apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama perawatan gigi tersebut.

Zahara Dental Care merupakan salah satu klinik gigi Palembang yang dapat Anda datangi jika berminat dalam merawat gigi. Kami memiliki dokter profesional dan dilengkapi dengan peralatan yang canggih serta modern. Selain itu Anda tidak perlu khawatir mengenai harga, karena Zahara Dental mematok harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Telah diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp