Efek samping cabut gigi jika tidak dilakukan dengan tepat bisa sangat fatal dan menimbulkan berbagai komplikasi serius. Efek samping bisa terjadi pada mulut maupun bagian tubuh secara keseluruhan. 

Prosedur cabut gigi yang tidak sesuai standar medis dapat menyebabkan infeksi, perdarahan berlebihan, nyeri berkepanjangan, hingga kerusakan jaringan di sekitar area gigi. Bahkan dalam beberapa kasus, mencabut gigi dapat menyebabkan gangguan pada saraf.

Efek Samping Cabut Gigi

Efek samping cabut gigi, Sumber: pexels.com
Efek samping cabut gigi, Sumber: pexels.com

Jika Anda cabut gigi, sebaiknya prosedur cabut gigi ditangani oleh dokter gigi profesional. Hal ini bertujuan untuk mencegah munculnya berbagai risiko atau komplikasi yang tidak diharapkan seperti yang akan dijelaskan berikut ini.

1. Pendarahan

Efek samping cabut gigi yang pertama kemungkinan Anda akan mengalami pendarahan di bagian tempat dimana gigi sebelumnya berada. Saat gigi dicabut, jaringan lunak seperti gusi dan pembuluh darah di sekitarnya akan ikut terluka. 

Proses pencabutan gigi menyebabkan terbukanya pembuluh darah di dalam lubang bekas gigi yang dicabut. Hal itu membuat area tersebut menjadi rentan terhadap perdarahan dan infeksi jika tidak ditangani dengan benar. 

Oleh karena itu, darah mengalir keluar sebagai respons alami tubuh terhadap luka. Pendarahan biasanya berlangsung singkat. Terutama jika gumpalan darah berhasil terbentuk di area bekas pencabutan. 

Gumpalan ini sangat penting karena berfungsi menghentikan pendarahan dan melindungi luka agar bisa sembuh dengan baik. Umumnya pendarahan gusi pasca cabut gigi tidak lebih dari 24 jam lamanya.

2. Gusi Membengkak

Gusi menjadi bengkak, Sumber: pexels.com
Gusi menjadi bengkak, Sumber: pexels.com

Gusi yang berada di sekitar area cabut gigi bisa menjadi bengkak sebagai respons alami tubuh terhadap luka atau trauma. Saat gigi dicabut, jaringan gusi mengalami kerusakan karena adanya sayatan atau tarikan.

Hal tersebut akan membuat tubuh mengirimkan sel-sel imun ke area tersebut untuk mempercepat proses penyembuhan. Respons ini menyebabkan peradangan, yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan kadang disertai rasa nyeri.

Selain itu, bengkak juga bisa disebabkan oleh sisa-sisa infeksi yang ada sebelum pencabutan, terutama jika gigi yang dicabut sebelumnya mengalami infeksi gusi. Bila kebersihan mulut tidak terjaga pasca-cabut gigi, bakteri dapat berkembang dan memperburuk pembengkakan.

Pembengkakan biasanya bersifat sementara dan akan mereda dalam beberapa hari. Namun, jika disertai demam, nyeri hebat, atau nanah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter gigi karena bisa jadi itu tanda infeksi yang lebih serius.

3. Timbul Rasa Nyeri

Rasa nyeri dan tidak nyamanan setelah pencabutan gigi merupakan efek samping cabut gigi yang normal karena menjadi bagian dari proses penyembuhan. Rasa sakit yang biasanya dirasakan dalam beberapa hari pertama setelah cabut gigi.

Jadi Anda tidak perlu khawatir karena rasa nyeri ini akan mereda secara bertahap. Meski demikian, penting untuk mengenali tanda-tanda nyeri yang tidak biasa. Jika rasa sakit justru semakin parah atau muncul bau tidak sedap, bisa jadi itu merupakan pertanda dry socket.

Dry socket merupakan kondisi pasca pencabutan gigi yang ditandai dengan rasa nyeri intens akibat bekuan darah di area bekas gigi yang tidak terbentuk dengan sempurna atau hilang sebelum waktunya. 

Untuk membantu meredakan nyeri, disarankan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai petunjuk dokter. Selain itu, hindari menyikat area bekas cabutan dan jangan berkumur terlalu kuat agar bekuan darah tetap stabil dan tidak terlepas dari luka bekas pencabutan.

4. Infeksi

Ciri-ciri infeksi gigi, Sumber: southarlingtonsmilestx.com
Ciri-ciri infeksi gigi, Sumber: southarlingtonsmilestx.com

Cabut gigi beresiko menimbulkan infeksi apabila area luka tidak dibersihkan dan dirawat dengan baik setelah prosedur dilakukan. Setelah gigi dicabut maka terbentuk luka terbuka pada gusi dan tulang di sekitarnya. 

Kondisi itu berpotensi membuat bakteri masuk ke dalam luka dan menyebabkan infeksi.  Gejala infeksi meliputi nyeri yang memburuk setelah hari kedua, pembengkakan, demam, bau mulut, atau munculnya nanah dari area bekas cabutan. 

Dalam kasus ringan, infeksi hanya menyebabkan rasa tidak nyaman. Namun, dalam kondisi yang lebih serius, infeksi dapat meluas ke jaringan di sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang rahang, area leher, bahkan berisiko menyebabkan sepsis.

Penanganan infeksi biasanya dilakukan dengan cara membersihkan area luka, pemberian antibiotik, dan perawatan lanjutan oleh dokter gigi. Oleh karena itu, penting untuk segera mencari pertolongan medis jika muncul tanda-tanda infeksi setelah cabut gigi.

5. Fraktur Tuberositas Maksila

Efek samping langka yang mungkin terjadi setelah pencabutan gigi adalah patah atau retaknya bagian tulang tuberositas maksila. Tuberositas maksila merupakan bagian tulang pada rahang atas yang terletak di belakang. 

Tulang ini termasuk salah satu struktur yang paling rapuh di rahang atas dan sangat rentan terhadap cedera, terutama saat proses pencabutan gigi geraham belakang. Oleh karena itu, dokter gigi harus sangat berhati-hati dalam menangani kasus pencabutan di area tersebut.

Sebelum melakukan tindakan, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan radiografis untuk melihat kondisi tulang secara lebih detail. Ukuran dan ketebalan tuberositas akan dicatat untuk menilai potensi risiko. 

Meskipun insiden fraktur tuberositas ini sangat rendah, yaitu hanya sekitar 0,08% hingga 0,15% dari seluruh kasus pencabutan gigi. Komplikasi ini tetap harus diwaspadai karena dapat menyebabkan perdarahan hebat, nyeri berkepanjangan, dan terbukanya sinus. 

6. Cedera Saraf

Cedera saraf sangat mungkin terjadi setelah prosedur pencabutan gigi. Terutama jika gigi yang dicabut berada dekat dengan jalur saraf, seperti saraf alveolar inferior atau saraf lingual. Cedera saraf umumnya ditandai dengan beberapa gejala.

Misalnya seperti nyeri tajam, sensasi kesemutan, mati rasa (kebas) pada area mulut, bibir, lidah, hingga pipi. Dalam beberapa kasus, pasien juga mengalami kesulitan berbicara atau menikmati rasa makanan karena hilangnya sensasi di area yang terdampak.

Meskipun terdengar mengkhawatirkan, cedera saraf ini umumnya bersifat sementara dan bisa membaik dalam beberapa minggu seiring proses pemulihan tubuh. Meski begitu, waktu yang dibutuhkan untuk sembuh dapat berbeda-beda.

Untuk membantu mempercepat pemulihan, dokter biasanya akan meresepkan obat antiinflamasi atau suplemen saraf. Jika keluhan tetap berlanjut meskipun sudah mengikuti pengobatan, sebaiknya segera konsultasi lanjut agar dokter dapat mengevaluasi ulang.

7. Muncul Alergi

Terkena alergi, Sumber: pexels.com
Terkena alergi, Sumber: pexels.com

Cabut gigi terkadang dapat memicu reaksi alergi, terutama akibat penggunaan obat bius lokal yang disuntikkan sebelum prosedur dilakukan. Obat anestesi berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit selama pencabutan.

Namun pada sebagian orang, tubuh bisa merespons zat ini sebagai alergen. Reaksi alergi yang muncul bisa ringan hingga berat, tergantung sensitivitas pasien. Gejala alergi biasanya adalah gatal-gatal, ruam kulit, atau pembengkakan di area wajah dan mulut. 

Sedangkan pada kasus yang lebih serius, bisa saja Anda mengalami sesak napas, pusing, mual, bahkan reaksi yang memerlukan penanganan medis. Dokter gigi biasanya akan melakukan tes atau memilih jenis anestesi yang lebih aman jika ada potensi alergi.

Itulah 7 efek samping cabut gigi jika tidak dilakukan dengan tepat yang perlu Anda waspadai. Meskipun prosedur pencabutan gigi merupakan tindakan umum dalam dunia kedokteran gigi, bukan berarti risikonya bisa diabaikan begitu saja. 

Pendarahan, pembengkakan, nyeri berkepanjangan, hingga komplikasi serius seperti infeksi, cedera saraf, fraktur tulang, dan reaksi alergi dapat terjadi apabila tindakan dilakukan tanpa standar medis yang benar.

Jadi, pastikan Anda mendapatkan perawatan dari tenaga profesional yang berpengalaman. Jika Anda berdomisili di Sumatera Selatan, khususnya Palembang, percayakan kesehatan gigi Anda hanya pada dokter gigi Palembang dari Zahara Dental Care. 

Di klinik kami setiap prosedur dilakukan dengan cermat dan sesuai protokol untuk keamanan dan meminimalisir resiko. Jangan tunda konsultasi bila Anda memiliki masalah gigi yang memerlukan tindakan pencabutan. 

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp