Meskipun hampir semua orang pernah mengalami penyakit yang satu ini, namun faktanya masih sedikit sekali orang yang tahu apa penyebab stomatitis. Umumnya orang beranggapan bahwa stomatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin c.
Meskipun anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, akan tetapi masih ada beberapa pencetus lain mengapa bisa sampai terjadi stomatitis. Jika tidak segera ditangani, stomatitis bisa memicu masalah kesehatan lain seperti bau mulut atau bahkan kekurangan nutrisi.
Perbedaan Stomatitis dan Sariawan

Stomatitis adalah penyakit yang terjadi karena adanya peradangan. Peradangan pada rongga mulut bisa di bagian gusi, bibir bagian dalam, lidah, langit-langit, mulut, atau bahkan pipi bagian dalam.
Stomatitis bisa muncul dalam jumlah tunggal atau berkelompok. Secara garis besar ada dua jenis stomatitis yaitu stomatitis aftosa dan stomatitis herpes. Stomatitis aftosa inilah yang sering kita kenal sebagai sariawan.
Jenis Stomatitis

Sebelum menggali lebih dalam mengenai apa saja penyebab stomatitis, penting juga mengetahui mengenai jenis-jenis stomatitis. Berikut ini Zahara Dental akan membahas secara lengkap mengenai jenis stomatitis.
1. Stomatitis Aftosa
Jenis stomatitis yang pertama memiliki bentuk seperti luka sariawan. Umumnya stomatitis aftosa banyak menyerang anak-anak dengan rentang usia antara 10 sampai 19 tahun. Stomatitis aftosa bisa menyerang pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, dan gusi.
Stomatitis aftosa terbagi menjadi tiga jenis. Pertama ada stomatitis aftosa minor atau mikulicz’s aphthae. Cirinya adalah memiliki bentuk oval dengan diameter lebih dari 1 cm. Sebagian besar orang mengalami stomatitis jenis ini dengan prosentase mencapai 80 persen.
Kedua ada stomatitis aftosa mayor atau periadenitis mukosa nekrotika. Stomatitis aftosa mayor memiliki bentuk oval dengan diameter di bawah 1 cm. Jumlah penderita stomatitis aftosa mayor ada sekitar 10 sampai 15 persen.
Yang terakhir ada stomatitis aftosa herpetiform ulceration. Ciri-cirinya adalah berbentuk bulat dengan diameter sekitar 1 mm sampai 3 mm. Stomatitis aftosa herpetiform ulceration cukup sulit disembuhkan sehingga butuh waktu pemulihan yang tidak sebentar.
2. Stomatitis Herpes
Stomatitis herpes disebut juga sebagai cold sore atau fever blister. Umumnya stomatitis jenis ini terjadi pada mulut bagian luar. Peradangan mukosa pada stomatitis herpes dibedakan menjadi empat kategori.
Masing-masing dibedakan berdasarkan tempat dimana stomatitis berada. Pertama ada cheilitis atau perdagangan yang terjadi pada bagian bibir dan sekitar mulut. Kedua ada glossitis atau peradangan yang terjadi di sekitar lidah.
Ketiga gingivitis yaitu peradangan yang terjadi di sekitar gusi dan terakhir faringitis. Disebut sebagai faringitis apabila peradangan terjadi pada bagian mulut bagian belakang. Stomatitis faringitis bisa menyebabkan rasa tidak nyaman ketika Anda sedang berbicara atau makan.
Penyebab Stomatitis dan Cara Mengatasinya

Penyebab stomatitis sangatlah beragam. Bisa karena infeksi virus dan bisa juga terjadi karena masalah lain. Berikut ini adalah beberapa penyebab paling umum mengapa terjadi stomatitis baik pada anak-anak maupun orang dewasa.
1. Virus Herpes Simpleks
Stomatitis herpes umumnya disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks. Virus herpes simpleks bisa ditularkan melalui air liur. Oleh karena itu stomatitis herpes banyak menyerang anak-anak yang masih berusia 6 bulan sampai 5 tahun.
Gejala stomatitis herpes pada anak-anak dapat berupa demam, gusi bengkak dan merah, serta munculnya luka atau lepuh di dalam mulut. Meskipun demikian, tentu saja stomatitis herpes juga bisa terjadi pada orang dewasa.
Pada orang dewasa, infeksi bisa terjadi jika sistem kekebalan tubuh mereka sedang melemah. Gejala yang Anda alami saat mengalami stomatitis herpes antara lain adalah sakit tenggorokan, kesulitan menelan, dan luka di sekitar bibir atau mulut.
Pencegahan agar tidak tertular virus herpes yaitu dengan menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak dengan orang yang sedang mengalami infeksi aktif. Pengobatan biasanya dilakukan melalui pemberian obat antivirus dan obat penghilang rasa sakit.
2. Kurang Menjaga Kebersihan
Penyebab stomatitis yang selanjutnya karena kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut. Terutama untuk jenis stomatitis aftosa. Kebersihan mulut yang buruk dapat memicu pertumbuhan bakteri dan plak.
Bakteri dan plak tersebut kemudian memicu iritasi pada jaringan lunak mulut. Sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik juga dapat menyebabkan luka kecil pada gusi dan dinding mulut.
Luka yang ada dapat menjadi tempat berkembang biaknya infeksi. Untuk mencegah stomatitis aftosa, penting untuk menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara teratur, menggunakan benang gigi, dan berkumur dengan obat kumur antiseptik.
3. Menyikat Gigi Terlalu Keras

Menggosok gigi terlalu keras bisa menjadi salah satu penyebab stomatitis atau luka di dalam mulut. Saat menyikat gigi dengan tekanan berlebihan, lapisan pelindung gigi, dan jaringan lunak di sekitar gusi bisa mengalami iritasi atau bahkan cedera.
Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya luka atau ulkus di dalam mulut atau sering disebut sebagai stomatitis traumatik. Teknik menyikat gigi yang terlalu keras dapat merusak jaringan gusi, menyebabkan gusi menjadi merah, bengkak, dan lebih mudah berdarah.
Kondisi ini tidak hanya menyakitkan, tetapi juga dapat membuka pintu bagi bakteri yang dapat memperparah kondisi stomatitis. Selain itu, sikat gigi dengan bulu yang terlalu keras juga dapat memberikan efek yang sama.
Untuk mencegah stomatitis akibat menyikat gigi terlalu keras, gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pahami teknik menyikat yang benar. Gosoklah gigi dengan gerakan lembut dan ganti sikat gigi setiap tiga bulan atau saat bulunya mulai rusak.
4. Perubahan Hormon
Hormon pada wanita memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap timbulnya stomatitis aftosa. Perubahan hormonal yang terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan, dan menopause dapat mempengaruhi imun tubuh.
Selama siklus menstruasi, beberapa wanita mengalami peningkatan risiko sariawan karena fluktuasi hormon estrogen dan progesteron yang dapat mempengaruhi kekebalan tubuh. Saat hamil, perubahan hormon yang drastis juga dapat menyebabkan risiko sariawan.
Selain itu, selama menopause akan terjadi penurunan kadar estrogen yang dapat berakibat mulut menjadi kering. Kondisi mulut yang kering akan lebih mudah mengalami infeksi dan iritasi.
Untuk mengatasi stomatitis yang dipicu oleh perubahan hormon Anda harus mampu mengelola stress. Jangan lupa konsumsi makanan bernutrisi dan aktif berolahraga. Jika masalah tidak kunjung membaik, segera konsultasikan permasalahan dengan dokter.
5. Kekurangan Nutrisi Tertentu
Kekurangan vitamin B12, zat besi, dan asam folat dapat menyebabkan stomatitis aftosa atau sariawan. Vitamin B12, zat besi, dan asam folat berperan penting dalam menjaga kesehatan mulut dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan gangguan pada pembentukan sel darah merah dan kesehatan jaringan mulut. Zat besi juga menjadi nutrisi penting karena membantu tubuh dalam memproduksi hemoglobin.
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang pada akhirnya mengakibatkan berkurangnya kadar oksigen dalam jaringan tubuh dan melemahkan respons imun terhadap infeksi mulut. Asam folat, atau vitamin B9, berperan dalam perbaikan sel.
Kekurangan asam folat dapat mengganggu regenerasi sel mukosa mulut. Untuk mencegah stomatitis aftosa, sebaiknya pastikan asupan nutrisi tercukupi. Jika perlu konsumsi juga suplemen khusus dengan dosis yang tepat atau sesuai anjuran dokter.

Anda bisa berkonsultasi seputar penyebab stomatitis dan pengobatan yang tepat di Zahara Dental Care. Klinik kami didukung oleh dokter gigi Palembang yang sudah profesional dan berpengalaman sehingga mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut.
Klinik kami mampu melakukan berbagai tindakan mulai dari perawatan rutin hingga perawatan untuk meningkatkan estetika. Anda bisa melakukan reservasi atau konsultasi online melalui kontak yang tersedia.
Telah di verifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


