Perlu diketahui bahwa ada beberapa penyebab bau mulut pada orang dewasa, mulai dari kebersihan mulut yang kurang terjaga hingga kondisi medis tertentu. Sisa makanan yang tertinggal di gigi dan lidah dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau tidak sedap. 

Biasanya bau mulut tidak bisa hilang begitu saja dengan penggunaan obat bau mulut saja, akan tetapi perlu dibarengi juga dengan perawatan yang rutin dan kebiasaan menjalani gaya hidup sehat.

Penyebab Bau Mulut pada Orang Dewasa

Penyebab bau mulut pada orang dewasa, Sumber: pexels.com
Penyebab bau mulut pada orang dewasa, Sumber: pexels.com

Menyikat gigi saja tidak selalu cukup untuk mengatasi bau mulut, terutama jika penyebabnya bukan dari gigi. Bau mulut bisa menjadi tanda penyakit serius. Meski sudah menjaga kebersihan mulut, beberapa faktor lain tetap bisa menyebabkan aroma tidak sedap.

1. Senyawa Kimia

Beberapa senyawa kimia dalam makanan, minuman, dan obat-obatan dapat menyebabkan bau mulut. Ketika senyawa ini diserap oleh darah lalu dilepaskan melalui paru-paru, napas bisa mengeluarkan aroma tidak sedap. 

Inilah alasan mengapa makanan seperti durian, petai, dan bawang putih sering meninggalkan bau yang kurang menyenangkan setelah dikonsumsi. Tak hanya makanan, beberapa jenis obat juga dapat menjadi penyebab bau mulut.

Contohnya seperti diuretik, antihistamin, dan antipsikotik. Obat-obatan tersebut dapat mengurangi produksi air liur yang berfungsi menjaga kelembaban dan kebersihan mulut. Ketika air liur berkurang, bakteri penyebab bau berkembang lebih cepat.

Hal tersebut pada akhirnya akan menimbulkan aroma mulut yang kurang sedap. Meskipun sudah rajin menyikat gigi, bau mulut tetap bisa terjadi jika konsumsi makanan atau obat tertentu masih berlanjut.

2. Kebiasaan Tidur dengan Mulut Terbuka

Salah satu penyebab bau mulut pada orang dewasa yang sering terjadi adalah kebiasaan tidur dengan mulut terbuka. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka tidur dalam kondisi mulut terbuka yang seringkali disertai dengan dengkuran. 

Ketika seseorang tidur dengan mulut terbuka, pernapasan terjadi melalui mulut. Hal ini bisa menyebabkan mulut menjadi kering. Mulut yang kering akan menghambat produksi air liur, padahal air liur berperan penting dalam menjaga keseimbangan bakteri di dalam mulut.

Saat air liur berkurang, bakteri penyebab bau berkembang lebih cepat sehingga menghasilkan aroma tidak sedap. Selain itu, mulut yang kering juga membuat sisa makanan lebih sulit terurai secara alami. 

Inilah sebabnya mengapa menyikat gigi sebelum tidur saja tidak cukup untuk mencegah bau mulut di pagi hari. Anda perlu menjaga hidrasi tubuh dan menggunakan plester mulut untuk mengatasi tidur dengan mulut terbuka.

3. Penyakit Asam Lambung

Asam lambung, salah satu penyebab bau mulut pada orang dewasa, Sumber: pexels.com
Asam lambung, salah satu penyebab bau mulut pada orang dewasa, Sumber: pexels.com

Bau mulut tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari akan tetapi juga bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Salah satu masalah medis yang sering memicu bau tidak sedap adalah asam lambung. 

Penderita gangguan penyakit asam lambung kerap mengalami bau mulut. Ketika asam lambung naik, gas dari lambung bisa mencapai rongga mulut. Gas tersebut akan menghasilkan aroma tidak sedap yang sulit dihilangkan hanya dengan menyikat gigi.

Selain itu, penderita asam lambung sering kali mengalami mulut kering yang memperburuk pertumbuhan bakteri penyebab bau. Kondisi ini bisa semakin parah jika tidak disertai dengan perawatan mulut yang baik.

Tak jarang, penderita asam lambung juga mengalami kesulitan dalam menjaga kebersihan rongga mulut akibat ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh penyakit asam lambung. Jadi, apabila penyebab bau mulut adalah asam lambung maka perlu diobati dulu.

4. Penyakit Gusi

Penyebab bau mulut pada orang dewasa bisa karena penyakit gusi. Banyak orang yang mengalami bau mulut ternyata memiliki kondisi gusi yang kurang sehat. Penyakit gusi seperti gingivitis atau periodontitis dapat memicu peradangan dan pertumbuhan bakteri.

Untuk mengatasinya Anda harus mendapatkan perawatan dari tenaga ahli seperti dokter gigi. Dokter gigi bisa membantu Anda mencari solusi yang tepat untuk mengatasi penyakit gusi dan mengurangi risiko bau mulut. 

Dengan perawatan yang tepat, kondisi gusi dapat membaik dan bakteri penyebab bau bisa dikendalikan. Namun, pastikan Anda memilih klinik gigi yang memiliki tenaga profesional dan berpengalaman. 

Dokter gigi yang kompeten akan memberikan diagnosis yang akurat serta perawatan terbaik sesuai dengan kondisi gigi dan gusi Anda. Jadi jangan sepelekan bau mulut jika penyebabnya adalah penyakit gusi.

5. Penyakit Diabetes

Penderita diabetes juga berisiko mengalami bau mulut akibat proses metabolisme tubuh yang terganggu. Penyakit diabetes akan membuat tubuh kesulitan menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Jadi tubuh akan mulai memecah lemak sebagai alternatifnya.

Sayangnya, proses ini dapat menimbulkan dampak lain yang berpotensi menimbulkan komplikasi kesehatan. Saat lemak diurai, tubuh menghasilkan zat sisa yang disebut keton. Keton ini akan dikeluarkan melalui urine dan paru-paru dalam jumlah berlebih. 

Inilah yang menyebabkan napas penderita diabetes memiliki aroma khas yang tidak sedap. Bau mulut akibat keton biasanya memiliki aroma seperti buah yang tajam dan sulit dihilangkan hanya dengan menyikat gigi atau berkumur.

Jika tidak dikontrol, kondisi ini bisa menjadi tanda komplikasi serius seperti ketoasidosis diabetik. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu menjaga kadar gula darah dengan baik dan rutin konsul dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk menghindari risiko lebih lanjut.

6. Kurang Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut

Jarang sikat gigi, Sumber: pexels.com
Jarang sikat gigi, Sumber: pexels.com

Masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa kebiasaan malas menyikat gigi dapat menyebabkan masalah bau mulut yang tidak sedap baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa. 

Bahkan, banyak yang bertanya-tanya mengapa anak kecil bisa mengalami bau mulut. Ternyata salah satu faktornya adalah kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik. Sisa makanan yang menumpuk di gigi dan gusi dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Jika tidak dibersihkan dengan benar, bakteri akan menghasilkan senyawa sulfur yang menimbulkan aroma tidak sedap. Jangan sampai rasa malas membuat Anda malas merawat gigi sehingga mulut menjadi bau.

7. Jarang Kontrol Rutin ke Dokter Gigi

Jarang melakukan kontrol rutin ke dokter gigi bisa menjadi salah satu penyebab bau mulut yang tidak disadari. Banyak orang berpikir bahwa menyikat gigi saja sudah cukup untuk menjaga kesehatan mulut, padahal ada banyak faktor lain yang perlu diperhatikan. 

Plak dan karang gigi yang menumpuk akibat tidak scaling bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab bau mulut. Masalah gigi dan gusi seperti gigi berlubang, infeksi, atau penyakit gusi sering kali tidak terasa di tahap awal.

Jika dibiarkan tanpa pemeriksaan rutin, kondisi ini bisa semakin parah dan menimbulkan bau tidak sedap yang sulit dihilangkan. Dengan melakukan pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali, Anda bisa mencegah berbagai masalah yang menjadi penyebab bau mulut.

Anda bisa melakukan pemeriksaan gigi secara rutin di Zahara Dental Care untuk menjaga kesehatan mulut dan mencegah bau mulut yang tidak sedap. Dengan perawatan dari dokter gigi profesional, masalah gigi dan mulut dapat ditangani dengan baik dan cepat.

Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com
Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com

Jangan ragu untuk mengunjungi Zahara Dental Care dan berkonsultasi langsung dengan dokter gigi Palembang yang siap memberikan solusi terbaik untuk kesehatan gigi dan mulut Anda!

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp