Sakit gigi tak kunjung sembuh bisa membuat hari terasa berat, karena rasa nyeri yang terus-menerus mengganggu aktivitas dan konsentrasi. Mulai dari makan, berbicara, hingga tidur pun terganggu sehingga membuat mood menurun dan produktivitas terganggu. 

Pertolongan pertama sakit gigi yang biasa dilakukan untuk mengatasinya adalah minum obat pereda nyeri atau kumur dengan air garam. Namun, terkadang rasa nyeri akan kembali muncul setelah efek obat hilang.

Penyebab Sakit Gigi Tidak Kunjung Sembuh

Sakit gigi yang tidak kunjung sembuh penyebabnya sangatlah beragam. Mulai dari gigi berlubang yang semakin parah, infeksi pada akar gigi, hingga masalah gusi seperti radang atau abses. Untuk lebih jelasnya berikut adalah penjelasan lengkapnya:

1. Gigi Berlubang

Gigi lubang, Sumber: cloudinary.com
Gigi lubang, Sumber: cloudinary.com

Gigi berlubang bisa menjadi biang keladi sakit gigi yang tak kunjung sembuh. Bayangkan, gigi berlubang diibaratkan sebagai gerbang kecil yang bocor sehingga bakteri dari sisa makanan masuk dan menyerbu saraf gigi.

Rasa nyeri pun muncul, kadang datang seperti tetesan hujan halus, kadang seperti petir menyambar. Semakin dibiarkan, lubang itu semakin dalam, menembus lapisan enamel dan dentin hingga pada akhirnya mencapai inti saraf. 

Di sinilah rasa sakit menjadi tak tertahankan. Bahkan bisa menjalar ke rahang, telinga, atau kepala. Mengobatinya pun tidak cukup dengan obat pereda nyeri karena penyebab utamanya masih belum teratasi.

2. Infeksi Akar Gigi

Sakit gigi tak kunjung sembuh bisa terjadi karena adanya infeksi pada bagian akar gigi. Saat bakteri berhasil menembus sampai ke akar gigi, mereka menimbun dan menginfeksi jaringan di sekitarnya dan membentuk abses yang nyeri. 

Rasa sakitnya bisa tajam, berdenyut, bahkan terasa hingga rahang dan kepala. Tidak seperti gigi berlubang yang kadang bisa ditolerir sementara, infeksi akar gigi jarang mereda sendiri karena sumber masalahnya berada jauh di dalam gigi, dekat saraf dan pembuluh darah. 

Jika dibiarkan, infeksi ini bisa menyebar, menimbulkan pembengkakan dan menimbulkan komplikasi serius. Perawatan saluran akar atau pencabutan biasanya menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan rasa sakit yang tak kunjung hilang akibat infeksi.

3. Abses Gigi

Abses gusi, Sumber: winniefamilydental.com
Abses, Sumber: winniefamilydental.com

Abses gigi adalah kondisi di mana kantung nanah terbentuk di sekitar akar gigi atau gusi akibat infeksi bakteri. Rasanya bisa sangat menyiksa. Nyeri berdenyut yang intens, pembengkakan di wajah atau gusi, hingga rasa panas di area yang sakit. 

Abses tak hanya membuat tidur dan makan terganggu akan tetapi juga bisa memicu demam atau rasa lemas karena tubuh bereaksi terhadap infeksi. Bedanya dengan sakit gigi biasa, abses adalah alarm serius karena tubuh memberi tanda bahwa infeksi sudah meluas.

Tanpa perawatan profesional dari dokter gigi, nanah akan terus menumpuk dan menimbulkan rasa sakit yang tidak kunjung hilang dan berisiko menyebar ke jaringan sekitar. Dalam kondisi tertentu, bakteri juga bisa menyebar kebagian tubuh lain melalui aliran darah.

4. Penyakit Periodontitis

Kenapa sakit gigi tak kunjung sembuh? Salah satu penyebab yang sering luput disadari adalah penyakit periodontitis. Kondisi ini merupakan infeksi serius pada jaringan penyangga gigi yang bermula dari penumpukan plak dan karang gigi. 

Jika tidak ditangani, bakteri akan masuk lebih dalam ke bawah gusi dan memicu peradangan kronis. Pada tahap lanjut, periodontitis tidak hanya membuat gusi bengkak dan mudah berdarah akan tetapi juga menimbulkan rasa ngilu yang terus-menerus.

Rasa sakitnya sering tidak langsung hilang meski sudah minum obat pereda nyeri. Hal itu terjadi karena sumber masalahnya ada pada jaringan gusi dan tulang penyangga gigi yang sudah terlanjur rusak.

5. Gigi Retak atau Patah

Gigi yang retak, Sumber: health.kompas.com
Gigi yang retak, Sumber: health.kompas.com

Gigi yang mengalami retak atau patah umumnya terjadi akibat benturan keras, kecelakaan, maupun kebiasaan sepele seperti menggigit es batu, biji-bijian, atau permen keras. Pada awalnya, retakan halus sering tidak terasa dan kerap diabaikan. 

Namun seiring waktu, celah tersebut dapat melebar dan menembus lapisan dalam gigi hingga mencapai saraf. Saat itulah nyeri muncul secara mendadak dan terasa menetap. Ciri khas nyeri akibat gigi retak biasanya terasa saat digunakan untuk mengunyah.

Selain itu, rasa sakit juga bisa muncul ketika gigi terpapar suhu ekstrim dari makanan dan minuman yang terlalu panas maupun terlalu dingin. Sensasinya bisa berupa ngilu tajam yang datang dan pergi, tetapi semakin lama semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

6. Impaksi Gigi

Sakit gigi tak kunjung sembuh bisa saja karena terjadi impaksi. Gigi bungsu umumnya mulai tumbuh pada usia remaja akhir hingga awal dewasa. Namun, tidak semua orang memiliki ruang rahang yang cukup untuk pertumbuhannya. 

Akibatnya, gigi bungsu sering tumbuh miring, terjebak di dalam gusi, atau hanya muncul sebagian. Kondisi inilah yang dikenal sebagai impaksi gigi bungsu dan kerap menjadi penyebab sakit gigi yang tidak kunjung reda.

Rasa nyeri akibat impaksi biasanya berlangsung lama dan disertai keluhan lain seperti gusi bengkak, kemerahan, hingga bau mulut. Pada beberapa kasus, tekanan dari gigi bungsu juga dapat mendorong gigi di sebelahnya sehingga nyeri terasa menjalar ke area lain.

7. Perawatan Saluran Akar yang Tidak Tuntas

Perawatan saluran akar gigi bertujuan untuk menghilangkan infeksi dan menyelamatkan gigi yang pulpanya sudah rusak. Namun, bila prosedur ini tidak dilakukan secara menyeluruh, masalah justru bisa muncul kembali.

Sisa jaringan mati atau bakteri yang tertinggal di dalam saluran akar dapat menjadi sumber infeksi baru. Kondisi ini sering ditandai dengan sakit gigi yang tak kunjung sembuh. Selain nyeri, penderitanya juga bisa merasakan gusi membengkak dan muncul nanah.

Untuk mengatasinya, dokter gigi biasanya akan menyarankan perawatan saluran akar ulang guna membersihkan dan mensterilkan saluran gigi secara lebih menyeluruh. Mungkin dokter juga akan melakukan tindakan tambahan agar infeksi benar-benar hilang.

8. Gangguan Pada Rahang

Gangguan rahang, Sumber: scientificanimations.com
Gangguan rahang, Sumber: scientificanimations.com

Gangguan sendi rahang atau temporomandibular joint disorder. Temporomandibular joint disorder atau sering disebut juga sebagai TMJ merupakan kondisi ketika sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak tidak berfungsi secara maksimal. 

Masalah ini sering menimbulkan nyeri di area rahang, sekitar telinga, bahkan bisa menjalar ke kepala dan leher. Tak jarang, rasa sakit yang muncul terasa mirip dengan sakit gigi yang tak kunjung sembuh sehingga kerap disalahartikan sebagai gangguan pada gigi.

Selain nyeri, penderita TMJ juga dapat mengalami bunyi klik atau krek saat membuka dan menutup mulut. Jika Anda mengalami sindrom ini maka kegiatan mengunyah akan terasa kurang nyaman, rahang mudah lelah, atau bahkan rahang terasa seperti terkunci.

Itulah 8 penyebab sakit gigi tidak kunjung sembuh yang perlu Anda waspadai. Rasa nyeri yang terus berulang bukanlah kondisi sepele karena bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada gigi, gusi, maupun sendi rahang. 

Mengandalkan obat pereda nyeri hanya memberikan efek sementara dan tidak menyelesaikan penyebab utamanya. Agar sakit gigi benar-benar tertangani, pemeriksaan menyeluruh dan perawatan yang tepat sangat diperlukan. 

Dengan mengetahui penyebabnya lebih awal, risiko infeksi yang lebih parah, gigi rusak, hingga komplikasi lainnya dapat dicegah. Oleh karena itu, jangan menunda untuk mencari penanganan profesional.

Jika Anda berada di Palembang dan mengalami sakit gigi yang tak kunjung sembuh, segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter gigi Palembang yang ada di Zahara Dental Care. Dokter disini akan membantu mengatasinya sampai tuntas.

Telah di verifikasi oleh

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp