Beberapa tindakan perawatan gigi seperti cabut, tambal, dan membersihkan karang mungkin sudah cukup familiar di telinga sebagian besar orang. Namun untuk restorasi gigi kemungkinan masih belum banyak orang yang tahu.

Restorasi gigi merupakan sebuah tindakan medis yang bertujuan untuk memperbaiki atau memulihkan gigi yang telah mengalami kerusakan. Tindakan ini mengandalkan beberapa bahan restoratif agar gigi bisa berfungsi seperti sedia kala.

Apa Itu Restorasi Gigi?

Definisi restorasi gigi, Sumber: walkertowndentist.com
Definisi restorasi gigi, Sumber: walkertowndentist.com

Restorasi gigi atau dental restoration, merujuk pada upaya mengembalikan gigi ke kondisinya yang semula. Secara sederhana, tujuannya adalah tindakan untuk memulihkan fungsi gigi secara menyeluruh.

Tujuan dari perbaikan melalui proses ini adalah supaya gigi bisa digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari seperti makan, berbicara, dan meningkatkan nilai estetika wajah.

Proses dental restoration mencakup berbagai perawatan mulai dari penambalan sampai dengan perawatan saluran akar. Penambalan dilakukan pada gigi yang mengalami karies yang tidak terlalu dalam. 

Namun, jika karies meluas hingga mencapai saluran akar, langkah pertama yang diambil adalah perawatan saluran akar. Dalam proses ini bakteri di saluran akar dibersihkan sebelum gigi dapat ditambal. 

Melalui prosedur ini, pemeliharaan kesehatan gigi tidak hanya mencakup aspek fungsional, tetapi juga memberikan perhatian khusus terhadap estetika sehingga dapat menghasilkan senyuman yang sehat dan indah.

Jenis-Jenis Restorasi Gigi

Jenis-jenis dental restoration, Sumber: sanident.com
Jenis-jenis dental restoration, Sumber: sanident.com

Terdapat dua jenis restorasi gigi yang umum, yaitu langsung (direct) dan tidak langsung (indirect). Perbedaan dari keduanya yaitu waktu dan jenis perawatan yang diberikan.

1. Restorasi Langsung

Restorasi langsung melibatkan tindakan perawatan yang dilakukan secara langsung pada saat kunjungan pertama. Artinya, dokter gigi bisa melakukan perawatan restorasi segera setelah pasien datang. 

Tambalan gigi adalah jenis tindakan yang paling umum dilakukan dalam restorasi langsung. Bahan tambal bisa langsung diaplikasikan pada bagian gigi yang perlu diperbaiki. Penundaan diperlukan jika ada perawatan saluran akar atau tindakan lainnya terlebih dahulu.

2. Restorasi Tidak Langsung

Restorasi tidak langsung setidaknya memerlukan dua kali kunjungan. Proses dimulai dengan persiapan gigi, kemudian dilanjut dengan pencetakan hasil preparasi yang dikirim ke laboratorium gigi. Pada kunjungan berikutnya, hasil restorasi akan dicoba pada pasien. 

Setelah hasil dari laboratorium dianggap memadai, proses penempelan restorasi dapat dilakukan. Restorasi tidak langsung sering diterapkan pada prosedur seperti veneer, inlay, onlay, overlay, dan pembuatan mahkota gigi.

Bahan Restorasi Gigi

Bahan untuk restorasi gigi, Sumber: drelloway.com
Bahan untuk restorasi gigi, Sumber: drelloway.com

Dalam melakukan perawatan gigi sebenarnya ada banyak sekali tindakan mulai dari pemasangan behel, cabut gigi, hingga restorasi gigi. Ketika Anda melakukan dental restoration ada beberapa jenis bahan yang biasa digunakan.

Masing-masing bahan tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu harganya juga cukup bervariatif. Berikut ini adalah beberapa jenis bahan yang biasa digunakan dalam dental restoration:

1. Akrilik

Bahan akrilik dipilih karena harganya yang terjangkau. Bahan ini biasa digunakan dalam proses perawatan restorasi tidak langsung. Akrilik memiliki estetika yang cukup baik dibandingkan dengan bahan metal. 

Namun, kekurangan dari bahan akrilik adalah kekuatan yang relatif rendah. Jadi hal ini bisa menjadi faktor yanperlu dipertimbangkan sebelum memilih penggunaan akrilik ketika akan melakukan restorasi gigi.

2. Semen Ionomer Kaca

Semen ionomer kaca biasanya digunakan untuk perawatan restorasi langsung dan sering digunakan pada gigi anak atau gigi susu. Kandungan pelepasan florida dalam bahan ini memberikan kekuatan tambahan pada struktur gigi yang diobati. 

Dalam perawatan tidak langsung, semen ionomer kaca digunakan sebagai perekat antara bahan utama restorasi, bukan sebagai komponen utama.

3. Resin Komposit

Resin komposit menjadi pilihan terbaik untuk perawatan tambalan gigi, baik untuk restorasi langsung maupun tidak langsung. Hal itu disebabkan karena resin komposit memiliki karakter kuat, estetis, dan biayanya cukup terjangkau. 

Adapun komposisi dari resin komposit adalah matriks polimer, filler, dan agen penghubung silane. Komponen-komponen ini berperan penting dalam membentuk sifat-sifat resin komposit. 

Resin komposit juga menjadi salah satu jenis bahan yang mudah diaplikasikan sehingga banyak dipilih oleh para dokter ketika melakukan perawatan restorasi.

4. Amalgam

Amalgam adalah bahan restorasi yang terdiri dari beberapa campuran logam seperti merkuri, perak, timbal, tembaga, dan timah. Amalgam memiliki daya tahan tinggi, kemampuan mengisi kavitas besar, dan harga terjangkau.

Namun sayangnya amalgam menjadi kontroversial karena mengandung merkuri yang memiliki sifat beracun. Meski aman dalam bentuk amalgam, potensi paparan merkuri selama pemasangan atau pengangkatan tetap perlu diwaspadai. 

Oleh karena itu alternatif bahan] yang lebih aman atau estetis sering dibahas dalam kedokteran gigi. Dokter juga biasanya akan memberikan kebebasan pada pasien untuk memilih bahan restorasi sesuai kebutuhan dan preferensi.

5. Porselen

Porselen sering digunakan sebagai bahan restorasi tidak langsung karena memerlukan proses pembuatan di laboratorium gigi. Dari segi estetika, porselen dianggap jauh lebih bagus jika dibandingkan resin komposit. 

Oleh karena itu perawatan restorasi ini menggunakan porselen umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan resin komposit. Keunggulan porselen terletak pada kemampuannya untuk meniru warna dan translusensi gigi alami dengan lebih baik.

Jadi meskipun harganya lebih mahal, banyak orang lebih memilih porselen untuk merestorasi gigi dengan tampilan yang lebih natural dan estetis.

6. Zirconia

Zirconia menjadi bahan restorasi terbaik dengan tingkat estetika dan kekuatan yang luar biasa. Keunggulan estetika dan kekuatan membuatnya sering digunakan dalam pembuatan veneer dan mahkota gigi. Terutama untuk gigi bagian depan. 

Karena seperti kita tahu, gigi bagian depan seharusnya memiliki tampilan indah secara visual. Kemampuan zirconia untuk menyatu secara harmonis dengan gigi alami menjadikannya pilihan favorit dalam dunia restorasi gigi.

Biaya Restorasi Gigi

Biaya merestorasi gigi sangat bergantung pada kondisi kondisi masing-masing pasien dan faktor-faktor tertentu. Kerusakan gigi dengan tingkat keparahan ringan, biaya berkisar antara Rp 150.000 – Rp 300.000 per gigi. 

Untuk lubang gigi dengan tingkat keparahan sedang, biaya tambal gigi dapat mencapai Rp 400.000 – Rp 600.000 per gigi. Pada kasus gigi berlubang yang parah, biaya tambal gigi bisa mencapai Rp 700.000 – Rp 1.000.000 per gigi karena penggunaan bahan tambal yang lebih kuat.

Faktor yang mempengaruhi biaya selain tingkat kerusakan adalah jenis bahan tambal, lokasi fasilitas kesehatan, dan kebutuhan pemeriksaan penunjang seperti rontgen. 

Restorasi Gigi di Zahara Dental Care

Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com
Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com

Bagi Anda yang memerlukan perawatan restorasi gigi untuk memperbaiki gigi yang mengalami kerusakan baik itu kerusakan ringan sampai berat, maka bisa berkunjung ke Zahara Dental Care.

Kami didukung oleh para dokter gigi Palembang yang berpengalaman dan sudah menggunakan teknologi mutakhir. Di sini Anda bisa melakukan berbagai perawatan restorasi gigi mulai dari tambal gigi, veneer, hingga pemasangan mahkota gigi. 

Nikmati pengalaman perawatan gigi yang nyaman dan hasil yang memukau di Zahara Dental Care. Jadwalkan kunjungan Anda sekarang untuk senyuman yang sehat, indah, dan penuh percaya diri bersama kami!

Telah Diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp