Menjalani perawatan gigi saat puasa sebenarnya boleh-boleh saja, asalkan bisa menghindari hal-hal yang membatalkan puasa. Karena sebenarnya sebagian besar perawatan gigi masih dapat dilakukan di waktu-waktu tertentu agar tidak membatalkan puasa.
Bahkan banyak orang yang ragu untuk pergi ke dokter gigi selama ramadhan karena takut bahwa prosedur cabut gigi, tambal gigi, atau scaling akan membatalkan ibadah puasa yang sedang dijalani sehingga gigi menjadi rusak karena keterlambatan penanganan.
Perawatan Gigi saat Puasa
Saat berpuasa, sebagian besar orang mengalami masalah bau mulut karena produksi air liur berkurang akibat tidak makan dan minum selama berjam-jam. Berikut ini adalah perawatan gigi yang bisa Anda lakukan selama menjalani puasa agar mulut tetap sehat dan segar:
1. Gosok Gigi

Menyikat gigi dengan teliti sebelum tidur dan setelah sahur merupakan salah satu cara efektif untuk mengatasi bau mulut saat berpuasa. Menyikat gigi dua kali sehari adalah hal dasar yang harus Anda lakukan untuk menjaga kebersihan mulut dan kesehatan gigi.
Menggosok gigi secara rutin membantu menghilangkan plak dan sisa makanan yang menempel pada gigi dan gusi. Selain membuat nafas menjadi lebih segar, kebiasaan ini juga dapat mencegah timbulnya berbagai masalah gigi seperti gigi berlubang dan radang gusi.
Jika ingin menyikat gigi di siang hari, lakukan sebelum waktu dzuhur dan berkumur secukupnya. Alternatif lain selain gosok gigi agar mulut tetap bersih adalah menggunakan siwak. Siwak atau miswak dianjurkan dalam Islam dan tidak membatalkan puasa.
2. Menggunakan Pasta Gigi

Ketika menyikat gigi sebenarnya Anda diperbolehkan menggunakan pasta gigi. Namun sebaiknya gunakan pasta gigi dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Jangan lupa pilih pasta gigi yang mengandung fluoride.
Fluoride merupakan mineral alami yang berperan dalam melindungi gigi dari kerusakan. Hadie Rifai, juru bicara American Dental Association menyatakan bahwa pasta gigi yang baik sebaiknya mengandung 1000 ppm fluorida.
Selain itu, fluorida juga membantu meningkatkan ketahanan gigi terhadap asam dan bakteri. Senyawa antibakteri dalam fluorida dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri serta mencegah mikroba menempel pada gigi.
3. Flossing Gigi

Flossing gigi saat bulan ramadhan sebaiknya dilakukan pada waktu yang tidak membatalkan puasa, yaitu setelah berbuka puasa atau sebelum tidur di malam hari. Jika ingin melakukan flossing setelah sahur, pastikan tidak ada air atau residu yang tertelan agar puasa tetap sah.
Sebaiknya gunakan benang gigi tanpa rasa untuk menghindari risiko masuknya zat asing ke dalam mulut. Saat flossing, lakukan dengan gerakan lembut dan hindari menarik benang terlalu keras karena dapat menyebabkan gusi berdarah.
Setelah flossing, berkumurlah dengan air putih untuk menghilangkan kotoran yang terlepas. Flossing secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi, terutama saat berpuasa.
4. Cabut Gigi

Cabut gigi merupakan salah satu perawatan gigi saat puasa yang tetap bisa dilakukan di siang hari. Hukum perawatan gigi saat puasa khususnya tentang cabut gigi tertuang dalam fatwa MUI Nomor 250/E/MUI-KB/V/2018.
Alasannya adalah karena cabut gigi tidak menyebabkan masuknya benda asing ke dalam rongga mulut. Meskipun demikian, cabut gigi dapat menyebabkan perdarahan pada area gusi yang seringkali menyebabkan rasa ingin selalu meludah.
Jika Anda merasa kurang nyaman dengan hal tersebut, pertimbangkan untuk menjadwalkan cabut gigi setelah berbuka puasa. Jadi Anda bisa terhindar dari risiko yang tidak diinginkan selama berpuasa.
5. Kumur dengan Obat Kumur

Mungkin tidak sedikit dari Anda yang bertanya-tanya bolehkah perawatan gigi saat puasa menggunakan obat kumur? Jawabannya adalah boleh. Namun saat berkumur pastikan untuk menggunakan obat kumur yang tidak mengandung alkohol.
Obat kumur jenis ini tetap efektif dalam membunuh bakteri penyebab bau mulut dan plak tanpa menyebabkan sensasi terbakar seperti obat kumur yang mengandung alkohol. Selain itu, gunakan obat kumur secukupnya dan lakukan dengan hati-hati agar tidak tertelan.
Waktu yang dianjurkan untuk berkumur dengan obat kumur adalah setelah makan sahur atau sebelum berbuka puasa. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan mulut, menghilangkan bakteri, dan mengurangi risiko bau mulut selama menjalani puasa.
6. Tambal Gigi

Tambal gigi saat puasa diperbolehkan, sebagaimana yang dijelaskan dalam Fatwa MUI Nomor 250/E/MUI-KB/V/2018 mengenai tindakan kedokteran gigi. Proses tambal gigi tidak membatalkan puasa karena tidak memasukkan sesuatu ke dalam tenggorokan.
Namun, setelah proses penambalan selesai disarankan untuk berkumur dengan air guna membersihkan sisa bahan tambal yang mungkin tertinggal di mulut. Pastikan berkumur dengan hati-hati agar tidak ada air yang tertelan.
Tambal gigi menjadi solusi efektif untuk mengatasi gigi berlubang dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Jika memungkinkan, lakukan perawatan ini setelah berbuka puasa untuk menghindari ketidaknyamanan.
7. Scaling Gigi

Hukum perawatan gigi saat puasa tentang scaling juga sudah diatur dalam Fatwa MUI Nomor 250/E/MUI-KB/V/2018. Scaling gigi diperbolehkan karena hanya membersihkan plak dan karang gigi di permukaan gigi.
Dalam scaling tidak ada tindakan memasukkan zat yang dapat membatalkan puasa ke dalam tubuh. Namun, pasien perlu berhati-hati agar air atau sisa pembersihan dari alat scaling tidak tertelan selama prosedur scaling.
Jika ragu, Anda bisa berkumur setelah tindakan selesai untuk memastikan mulut benar-benar bersih. Scaling gigi saat puasa sangat bermanfaat karena dapat mencegah penyakit gusi dan menjaga kesehatan mulut selama ramadhan.
8. Pencetakan Gigi

Petakan gigi berguna untuk mendapat gambaran yang lebih akurat mengenai struktur gigi pasien. Dengan begitu dokter bisa merencanakan tindakan secara lebih mudah. Pencetakan gigi dilakukan sebagai langkah awal dalam berbagai perawatan gigi.
Contohnya seperti pembuatan gigi palsu, veneer, atau mahkota gigi. Hasil cetakan nantinya digunakan untuk membuat model gigi yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Orang yang akan pasang behel juga perlu menjalani pencetakan gigi terlebih dahulu.
Melalui cetakan tersebut dokter bisa menentukan jenis kawat gigi yang sesuai, posisi pemasangannya, serta pergerakan gigi yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Jadi, Anda tetap bisa melakukan berbagai perawatan gigi saat puasa.
9. Perbanyak Air Putih saat Buka dan Sahur

Selain metode yang telah disebutkan, cara lain untuk merawat gigi saat berpuasa adalah dengan memperbanyak konsumsi air putih. Mulut yang kering akibat kurangnya asupan cairan dapat menjadi penyebab utama bau mulut.
Ketika produksi air liur terganggu, jumlahnya dalam mulut akan berkurang sehingga sisa makanan dapat menumpuk dan menyebabkan aroma tidak sedap. Untuk menjaga produksi air liur tetap stabil, pastikan Anda mengkonsumsi air putih dalam jumlah cukup.
Selama bulan puasa, Anda bisa mencukupi kebutuhan cairan dengan memperbanyak minum air saat sahur, berbuka, dan sebelum tidur. Banyak minum air putih menjadi cara efektif merawat kesehatan gigi tanpa membatalkan puasa.
Itulah 9 perawatan gigi saat puasa yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan dan kesegaran mulut. Jika Anda mengalami masalah kesehatan gigi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi Palembang yang ada di Zahara Dental Care.
Dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki, dokter gigi di Zahara Dental Care siap membantu Anda mendapatkan perawatan yang tepat untuk memastikan gigi Anda tetap sehat dan terawat meskipun sedang menjalani ibadah puasa.
Telah di verifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


