Anatomi gigi manusia merupakan salah satu bagian dari tubuh yang sering kurang mendapat perhatian, padahal fungsinya sangatlah penting. Gigi tidak hanya berfungsi untuk mengunyah saja akan tetapi sangat berpengaruh juga besar terhadap estetika wajah.
Tidak banyak orang yang tahu ada beberapa fakta menarik seputar anatomi gigi manusia. Mulai dari email sebagai lapisan terluar yang bisa kita lihat secara kasat mata hingga saraf gigi yang tak tampak karena letaknya yang ada di dalam pulpa.
Anatomi Gigi Manusia

Anatomi gigi manusia sebenarnya cukup sederhana. Secara garis besar gigi manusia terbagi menjadi dua bagian yaitu mahkota gigi dan akar gigi. Mahkota gigi merupakan bagian yang tampak dari luar dan akan terlihat ketika Anda berbicara dan tersenyum.
Sementara akar gigi terletak di bawah garis gusi sehingga tidak bisa dilihat secara langsung. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai anatomi gigi manusia.
1. Email
Email atau enamel adalah bagian dari struktur anatomi gigi manusia yang paling luar dan berfungsi untuk melindungi mahkota gigi dari kerusakan. Enamel juga menjadi bagian tubuh manusia yang paling keras karena terbuat dari mineral hidroksiapatit.
Mineral tersebut membuat gigi sangat tahan terhadap tekanan dan gesekan saat gigi sedang digunakan untuk mengunyah makanan. Meski kuat, enamel gigi tetap rentan terhadap kerusakan jika tidak dirawat dengan baik.
Fungsi utama enamel adalah melindungi bagian dalam gigi seperti dentin dan pulpa gigi dari suhu ekstrem dan keausan mekanis. Ketika enamel gigi sudah rusak maka masalah lain akan lebih mudah datang.
Kerusakan enamel sering disebabkan oleh kebiasaan buruk seperti mengkonsumsi makanan dan minuman asam, menyikat gigi terlalu keras, dan kebiasaan menggertakkan gigi. Sayangnya, enamel gigi tidak dapat diperbaiki oleh tubuh jika sudah rusak.
2. Dentin

Dentin adalah bagian dari anatomi gigi manusia yang terletak di bawah enamel. Dentin menjadi bagian dari anatomi gigi yang paling besar. Dentin memiliki sifat yang jauh lebih lembut daripada enamel akan tetapi cukup kuat.
Dentin gigi terdiri dari tubulus dentin mikroskopis yang mengandung cairan dan serabut saraf. Tubulus berfungsi untuk menyalurkan rangsangan dari permukaan gigi ke saraf di dalam pulpa gigi. Hal itu membuatnya sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan tekanan.
Dentin berfungsi memberikan kekuatan dan stabilitas pada gigi. Ketika enamel mengalami kerusakan atau terkikis, dentin akan menjadi lebih rentan terhadap kerusakan dan gigi berlubang.
Dentin dapat memperbaiki dirinya sendiri hingga batas tertentu melalui proses remineralisasi. Akan tetapi kerusakan yang sudah parah tetap memerlukan perawatan dari dokter gigi. Kerusakan pada dentin biasanya disebabkan oleh gigi berlubang atau kebiasaan buruk.
3. Pulpa
Pulpa gigi adalah bagian terdalam dari gigi yang terdiri dari jaringan lunak yang berisi saraf, pembuluh darah, dan jaringan ikat. Pulpa terletak di dalam ruang yang disebut ruang pulpa. Pulpa terletak secara membentang dari mahkota gigi hingga akar gigi.
Fungsi utama pulpa adalah menyediakan nutrisi dan oksigen ke gigi lewat pembuluh darah. Saraf yang terletak di dalam pulpa membuat gigi bisa mendeteksi rasa panas dan dingin karena dapat merespon rangsangan.
Ketika gigi mengalami kerusakan akibat gigi berlubang atau trauma, bakteri dapat masuk ke pulpa, menyebabkan peradangan dan infeksi yang disebut pulpitis. Gejala pulpitis antara lain adalah rasa nyeri yang menusuk, gigi sensitif, dan pembengkakan.Â
Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar dan menyebabkan abses yang merupakan kumpulan nanah dan dapat menyebabkan rasa sakit. Kondisi ini juga bisa menyebabkan kerusakan jaringan yang ada di sekitarnya.
4. Cementum
Bagian dari anatomi gigi manusia yang berikutnya ada cementum. Cementum adalah lapisan tipis dan keras yang menutupi akar gigi. Fungsinya untuk melindungi akar dan membantu menambatkan gigi ke dalam gusi dan tulang alveolar melalui serabut periodontal.
Tanpa adanya cementum, gigi tidak akan memiliki pegangan yang kuat dan stabil dalam rongga mulut. Cementum terdiri dari berbagai mineral seperti kalsium, fosfor, serta serat kolagen yang memberikan kekuatan dan fleksibilitas.
Meskipun memiliki sifat yang jauh lebih lunak dibandingkan enamel dan dentin, cementum tetap cukup kuat untuk melindungi akar gigi dari kerusakan dan infeksi. Ada dua jenis cementum yaitu cementum acellular cementum dan cementum cellular.
Cementum bisa rusak jika Anda mengalami penyakit periodontal, trauma, atau erosi. Ketika terinfeksi atau mengalami resorpsi, cementum bisa menyebabkan gigi menjadi goyang dan kehilangan kekuatannya.
5. Ligamentum Periodontal

Ligamentum periodontal adalah jaringan ikat khusus yang mengelilingi akar gigi dan menghubungkannya dengan tulang rahang. Ligamentum berfungsi sebagai peredam tekanan saat gigi sedang digunakan untuk mengunyah makanan.
Jadi bisa dikatakan ligamentum periodontal berguna untuk melindungi struktur gigi tulang yang ada di sekitarnya. Ligamentum periodontal terdiri dari serabut kolagen, pembuluh darah, dan serabut saraf.
Serabut kolagen berguna untuk memberikan kekuatan dan fleksibilitas. Sedangkan pembuluh darah dan saraf menyediakan nutrisi dan sensasi di area tersebut. Ligamentum juga berperan dalam proses perbaikan dan regenerasi jaringan periodontal.
Penyakit periodontitis dapat merusak ligamentum periodontal. Infeksi bakteri menyebabkan peradangan yang dapat menghancurkan serabut kolagen dan menyebabkan gigi menjadi goyah atau bahkan tanggal.
Fakta Menarik Seputar Gigi Manusia

Membahas tentang anatomi gigi dan mulut manusia kurang lengkap rasanya jika tidak mengungkap tentang fakta-fakta unik yang ada di baliknya. Berikut ini adalah beberapa fakta menarik tentang gigi manusia yang jarang orang ketahui:
- Enamel gigi manusia adalah bagian tubuh yang paling keras. Hal itu terjadi karena kandungan hidroksiapatit yang tinggi.
- Gigi manusia sudah mulai terbentuk sebelum seseorang lahir. Meskipun gigi susu sudah terbentuk saat bayi berada di dalam kandungan, akan tetapi baru muncul ke permukaan gusi ketika anak berusia sekitar 6 sampai 12 bulan.
- Manusia memiliki empat jenis gigi yang berbeda yaitu gigi seri, gigi taring, gigi premolar, dan gigi geraham untuk memotong, merobek, dan menggiling makanan.
- Manusia hanya memiliki dua jenis gigi di sepanjang hidup yaitu gigi susu dan gigi permanen. Jika gigi permanen sudah terlanjur rusak maka tidak akan bisa tumbuh lagi.
- Setiap individu memiliki gigi yang berbeda. Tingkat keunikan gigi sama dengan sidik jari manusia.
- Mulut manusia dapat menghasilkan lebih dari 25.000 liter air liur di sepanjang hidupnya. Jumlah tersebut cukup untuk mengisi dua kolam renang. Air liur dapat membantu pencernaan dan melindungi gigi dari bakteri yang masuk ke dalam mulut.
- Rata-rata manusia membutuhkan waktu sebanyak 38,5 hari untuk sikat gigi selama hidup.
- Banyak penyakit yang memiliki kaitan erat dengan kesehatan mulut seperti penyakit diabetes, jantung, dan osteoporosis.
- Sepertiga dari panjang gigi berada di bawah gusi. Jadi hanya dua pertiga bagian saja yang terlihat.
- Jika gigi tanggal, masukkan ke dalam susu kemudian tahan di dalam mulut. Hal itu akan membuat gigi bertahan jauh lebih lama. Namun setelah itu pastikan Anda segera memeriksakan diri ke dokter gigi.

Itulah pembahasan lengkap mengenai anatomi gigi manusia beserta 10 fakta menarik yang ada di baliknya. Jika Anda atau keluarga Anda mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan gigi dan mulut maka bisa berkunjung ke Zahara Dental Care.
Zahara Dental Care merupakan klinik gigi yang didukung oleh dokter gigi Palembang yang kompeten sehingga mampu membantu memberi perawatan gigi seperti tambal gigi, cabut gigi, pemasangan kawat gigi, veneer, dan masih banyak lagi lainnya.
Telah di verifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


