Mengatasi gusi bengkak dan nyeri butuh penanganan yang tepat agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Gusi bengkak ditandai dengan munculnya benjolan yang terasa nyeri. Bahkan terkadang merah dan berdarah.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari penumpukan plak, infeksi bakteri, hingga adanya gangguan pada jaringan pendukung gigi. Jika dibiarkan, gusi yang bengkak dapat memicu rasa tidak nyaman, sulit makan, bahkan berdampak pada kesehatan mulut.

Penyebab Gusi Bengkak

Penyebab gusi gatal, Sumber: klikdokter.com
Penyakit gusi, Sumber: klikdokter.com

Selain menimbulkan rasa berdenyut yang mengganggu, gusi bengkak juga kerap disertai bau mulut. Pembengkakan pada gusi dapat dipicu oleh berbagai hal. Berikut beberapa penyebab yang patut diwaspadai:

1. Gingivitis (Radang Gusi)

Radang gusi atau gingivitis merupakan salah satu penyebab paling umum dari gusi bengkak. Kondisi ini biasanya terjadi karena kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik. Sisa makanan yang tertinggal di sela gigi akan membuat bakteri mudah berkembang.

Bakteri yang berkembang kemudian membentuk selaput tipis yang disebut plak. Plak ini mengandung banyak bakteri yang berpotensi merusak kesehatan gusi. Jika dibiarkan menumpuk, plak akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi.

Karang gigi sulit dibersihkan hanya dengan sikat gigi biasa dan dapat menyebabkan iritasi pada jaringan gusi. Iritasi tersebut akan memicu peradangan, membuat gusi tampak bengkak, merah, dan mudah berdarah. Selain itu, gingivitis juga bisa disertai bau mulut.

2. Kesalahan dalam Merawat Gigi

Banyak orang beranggapan bahwa menyikat gigi dengan tekanan kuat akan membuat gigi menjadi jauh lebih bersih dan putih. Faktanya, kebiasaan ini justru dapat menimbulkan masalah baru, khususnya pada gusi. 

Tekanan berlebihan saat menyikat gigi bisa merusak jaringan gusi yang sensitif dan menyebabkan gusi bengkak. Selain itu, teknik menyikat gigi yang salah, seperti gerakan yang terlalu cepat atau menggunakan sikat gigi dengan bulu kasar dapat memperburuk keadaan. 

Gusi yang terluka akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri. Dampaknya, gusi bisa terasa sakit, tampak merah, dan bahkan mengeluarkan darah saat disikat atau ketika mengunyah.

3. Infeksi pada Mulut

Salah satu pemicu gusi bengkak dan bernanah adalah terjadinya infeksi. Infeksi ini dapat disebabkan oleh serangan virus, bakteri, maupun jamur. Kuman tersebut bisa masuk lewat luka kecil pada gusi atau berkembang karena kebersihan mulut yang buruk. 

Saat infeksi terjadi, sistem imun mengirim sel darah putih ke lokasi tersebut yang kemudian memicu timbulnya gusi bernanah. Selain bengkak, infeksi sering disertai gejala lain seperti nyeri, gusi memerah, bau mulut, bahkan demam.

Apabila tidak segera diatasi, infeksi dapat menyebar ke jaringan lain di sekitar gigi, menyebabkan abses gusi, atau bahkan mempengaruhi kesehatan gigi secara keseluruhan. Apabila infeksi muncul, segera periksakan kondisi tersebut ke dokter gigi.

4. Perubahan Hormon

Fluktuasi hormon yang terjadi pada wanita saat menstruasi, kehamilan, setelah melahirkan, atau saat menyusui dapat mempengaruhi kesehatan gusi. Perubahan hormon estrogen dan progesteron dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan bakteri penyebab infeksi.

Kondisi ini membuat jaringan gusi menjadi lebih sensitif, mudah meradang, dan rentan membengkak. Pada ibu hamil, risiko gusi bengkak bahkan lebih tinggi karena perubahan hormon juga dapat mempengaruhi aliran darah ke jaringan gusi.

Hal itu bisa memperbesar potensi peradangan. Gejalanya biasanya meliputi gusi yang tampak kemerahan, lunak saat disentuh, bahkan mudah berdarah ketika menyikat gigi. Oleh karena itu, di masa-masa ini wanita perlu lebih memperhatikan kebersihan mulut.

5. Kekurangan Vitamin

Kesehatan gusi tidak hanya bergantung pada kebersihan mulut akan tetapi juga asupan nutrisi harian. Rendahnya kadar vitamin, terutama B dan C berpotensi memicu terjadinya pembengkakan pada gusi.

Vitamin C berperan penting dalam pembentukan kolagen yang menjaga kekuatan jaringan gusi. Sementara vitamin B membantu menjaga kesehatan sistem saraf dan metabolisme sel. Defisiensi vitamin C dapat membuat gusi melemah, mudah berdarah, dan meradang.

Sedangkan kekurangan vitamin B dapat memicu sariawan serta peradangan pada mulut. Untuk mencukupi kebutuhan vitamin C, Anda dapat mengonsumsi buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, dan mangga. Sedangkan vitamin B bisa dari susu, kacang, ikan, dan daging.

Tips Mengatasi Gusi Bengkak dan Nyeri

Sakit gusi, Sumber: liputan6.com
Mengatasi penyakit gusi, Sumber: liputan6.com

Semakin awal penanganan dilakukan, semakin besar kesempatan menghindari masalah yang lebih berat. Oleh karena itu jika Anda mengalami gusi bengkak maka segera cari pengobatan atau lakukan tips berikut ini:

1. Membersihkan Mulut

Langkah awal untuk mengatasi gusi bengkak adalah menjaga kebersihan gigi dengan teknik yang benar. Sikat gigi secara rutin minimal dua kali sehari, yaitu setelah makan dan sebelum tidur. Pilih pasta gigi berfluoride untuk membantu melindungi gigi dari plak dan bakteri. 

Lakukan gerakan menyikat secara perlahan dan hindari menyikat gigi terlalu keras karena justru dapat memperparah iritasi dan melukai gusi. Selain itu, pastikan Anda membersihkan juga bagian gusi, langit-langit, dan lidah. 

Anda bisa menggosok menggunakan sikat gigi. Kebanyakan orang hanya fokus pada gigi dan melupakan bagian ini, padahal kebersihan seluruh rongga mulut penting untuk mencegah bakteri berkembang.

2. Berkumur dengan Obat Kumur

Menggunakan obat kumur antiseptik dapat membantu mengatasi gusi bengkak dan nyeri sekaligus mencegah terjadinya infeksi. Kandungan antiseptik berfungsi membunuh bakteri penyebab peradangan di dalam mulut. 

Lakukan berkumur secara rutin dua kali sehari setelah menyikat gigi, masing-masing selama kurang lebih 30 detik, kemudian buang cairannya. Obat kumur tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan gusi, tetapi juga dapat menghilangkan bau mulut dan memberikan rasa segar. 

Pilih obat kumur yang sesuai anjuran dokter atau yang bebas alkohol untuk menghindari iritasi tambahan. Pemakaian secara rutin dapat mempercepat proses penyembuhan, meredakan bengkak, dan mempertahankan kebersihan mulut.

3. Kumur dengan Air Garam

Berkumur dengan air garam merupakan salah satu cara mengatasi gusi bengkak dan nyeri yang praktis serta hemat. Cara ini bisa untuk meredakan radang tenggorokan sekaligus mengurangi rasa sakit akibat pembengkakan gusi. 

Air garam memiliki sifat anti inflamasi yang membantu menenangkan peradangan, serta kandungan antiseptik yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi di area mulut. 

Cara membuatnya sangat mudah, larutkan satu sendok teh garam dalam segelas air hangat, lalu aduk hingga merata. Gunakan larutan tersebut untuk berkumur selama sekitar 30 detik, lalu buang. Ulangi langkah ini tiga kali sehari agar hasilnya lebih maksimal.

4. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Asupan nutrisi berperan penting dalam mempercepat penyembuhan gusi bengkak. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya vitamin, terutama vitamin C untuk memperkuat jaringan gusi dan vitamin B untuk menjaga kesehatan mulut. 

Sertakan buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, mangga, dan semangka, serta sayuran hijau seperti bayam dalam menu harian. Lengkapi pula dengan protein dari ikan, daging, telur, dan susu untuk mendukung regenerasi jaringan. 

Hindari makanan yang terlalu manis atau keras karena dapat memperburuk kondisi gusi. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih dalam jumlah cukup dan jaga pola makan yang sehat untuk mengurangi peradangan dan mempercepat proses pemulihan.

5. Perawatan Gusi

Banyak orang menganggap kesehatan gigi dan gusi sebagai hal sepele, padahal jika dibiarkan masalah pada area ini dapat mempengaruhi penampilan wajah. Apalagi sampai gusi bengkak dan bernanah, tentu akan terasa sangat menyakitkan.

Untuk mencegah hal tersebut, lakukanlah perawatan gusi dan gigi secara rutin ke dokter gigi. Idealnya, pemeriksaan dan perawatan gusi dilakukan setiap enam bulan sekali untuk mengurangi risiko terjadinya pembengkakan maupun masalah lainnya. 

Jika gusi sudah terlanjur bengkak dan bernanah, dokter biasanya akan meresepkan obat mengatasi gusi bengkak seperti paracetamol, antiseptic dalam bentuk spray, atau antibiotik jika diperlukan.

Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com
Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com

Bagi Anda yang berdomisili di Palembang dan sekitarnya maka bisa berkunjung ke Zahara Dental Care. Klinik kami didukung oleh dokter gigi Palembang yang bisa membantu Anda mengatasi gusi bengkak dan nyeri.

Selain itu, kami juga melayani perawatan gigi lainnya seperti pemasangan behel, bleaching gigi, veneer, cabut gigi, pemasangan implan gigi, dan masih banyak lagi lainnya. Zahara Dental Care siap memberikan perawatan profesional dengan dukungan peralatan yang modern.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp