Berkat teknologi yang semakin canggih, ada banyak sekali metode pemutihan gigi yang kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang. Inovasi di bidang kedokteran gigi melahirkan prosedur pemutihan yang lebih efektif, cepat, dan minim resiko.

Selain itu ditemukan juga bahan aktif yang lebih ramah untuk enamel gigi sehingga aman digunakan untuk jangka panjang. Bahkan, beberapa teknik terbaru mampu mempertahankan hasil putih gigi lebih lama.

Berbagai Metode Pemutihan Gigi

Bagi Anda yang mendambakan senyum lebih cerah dan percaya diri, berikut ini adalah beberapa metode pemutihan gigi yang bisa dipilih:

1. Bleaching Gigi

Seputar prosedur bleaching gigi, Sumber: familydentalmiraroad.com
Bleaching gigi, Sumber: familydentalmiraroad.com

Bleaching adalah perawatan yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan estetika gigi, yaitu membuat gigi lebih cerah dan putih. Meskipun hasilnya tidak membuat gigi menjadi putih sempurna, prosedur ini cukup efektif untuk mengatasi gigi kuning. 

Menariknya, metode bleaching tidak membuat gigi rusak apabila dilakukan sesuai prosedur. Namun, efeknya tidak berlangsung selamanya. Umumnya, hasil bleaching bisa bertahan beberapa bulan hingga tiga tahun, tergantung pada kebiasaan harian.

Prosedur pemutihan menggunakan teknik bleaching biasanya membutuhkan beberapa kali kunjungan. Pada tahap awal, dokter akan mencetak bentuk gigi pasien untuk membuat tray khusus yang pas digunakan selama perawatan. 

Tray ini nantinya akan diisi dengan gel pemutih, dan pasien akan dibimbing cara mengaplikasikan gel tersebut dengan benar di rumah. Lama penggunaan gel tergantung pada seberapa cerah hasil yang diinginkan. 

Umumnya, gel digunakan selama 30–60 menit per hari, dan dilakukan rutin selama dua hingga empat minggu. Beberapa jenis gel bahkan bisa digunakan semalaman hingga delapan jam untuk hasil yang lebih maksimal.

Selain metode gel, terdapat teknik bleaching dengan bantuan laser. Dalam prosedur ini, bahan pemutih dioleskan langsung ke gigi lalu diaktifkan menggunakan sinar laser agar proses pemutihan berlangsung lebih cepat. 

Metode sinar laser hanya memakan waktu sekitar satu jam. Setelahnya, dokter biasanya menyarankan penggunaan pasta gigi khusus pemutih agar hasilnya lebih tahan lama. Namun perlu Anda tahu bahwa tindakan bleaching bisa membuat gigi menjadi lebih sensitif.

2. Veneer Gigi

Manfaat veneer gigi, Sumber: vdsclinic.com
Veneer gigi, Sumber: vdsclinic.com

Veneer merupakan salah satu metode pemutihan gigi yang cukup populer di kalangan masyarakat, terutama karena hasilnya yang cepat terlihat dan tahan lama. Veneer sendiri merupakan cangkang tipis yang terbuat dari bahan khusus.

Biasanya veneer terbuat dari bahan porselen, komposit resin, atau keramik, yang ditempelkan pada permukaan depan gigi. Tujuan pemasangan veneer adalah untuk membuat gigi terlihat lebih putih, mengatasi gigi retak, atau memperbaiki susunan gigi.

Lapisan veneer mampu menutup noda membandel yang tidak bisa hilang hanya dengan prosedur bleaching biasa. Selain itu, warna putih yang dihasilkan terlihat alami dan menyatu dengan gigi asli, terutama jika menggunakan bahan porselen. 

Veneer porselen memang lebih banyak diminati karena lebih kuat dan tidak mudah berubah warna. Namun, penting untuk diketahui bahwa pemasangan veneer dapat menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif. 

Gigi menjadi lebih sensitif karena sebelum pemasangan veneer gigi harus dikikis sedikit. Oleh karena itu, prosedur ini harus dilakukan oleh dokter gigi berpengalaman. Biaya veneer sendiri bervariasi tergantung pada bahan dan jumlah gigi yang akan dilapisi.

Selain membuat gigi terlihat lebih putih dan rapi, veneer juga memiliki kelemahan yang perlu diperhatikan. Salah satu risiko yang cukup umum dan banyak terjadi pada pasien adalah kerusakan pada lapisan veneer itu sendiri. 

Meskipun cukup kuat veneer tetap bisa rusak jika terkena tekanan berlebih. Apabila Anda memiliki kebiasaan mengunyah es batu, menggigit ujung pensil atau kuku maka hal itu berpotensi membuat veneer retak, lepas, atau bahkan rontok semua.

3. Penggunaan Gel atau Strip Pemutih

Gel pemutih, Sumber: bitetoothpastebits.com
Gel pemutih, Sumber: bitetoothpastebits.com

Selain menggunakan metode pemutihan gigi di atas, Anda juga bisa memutihkan gigi menggunakan gel maupun strip pemutih gigi. Keduanya merupakan alternatif yang cukup efektif untuk mendapatkan gigi yang lebih cerah dalam waktu singkat.

Gel pemutih biasanya berbentuk bening dan mengandung bahan aktif seperti hidrogen peroksida. Zat ini dikenal sebagai bahan pemutih gigi yang kuat dan banyak digunakan dalam berbagai produk pembersih gigi. 

Cara penggunaannya pun sederhana. Anda cukup mengambil sedikit gel (sekitar seukuran biji jagung) lalu mengoleskannya langsung ke permukaan gigi menggunakan sikat gigi. Jika digunakan sesuai dengan petunjuk dari dokter, gel ini dapat memberikan hasil yang bagus.

Hasil akan terlihat setelah beberapa kali pemakaian. Meskipun bersifat sementara, efek cerah biasanya dapat bertahan hingga sekitar empat bulan, tergantung pada pola makan dan kebiasaan Anda.

Selain gel, produk pemutih gigi rumahan juga hadir dalam bentuk strip. Strip ini berbentuk lembaran tipis, transparan, dan fleksibel, sehingga sangat nyaman digunakan. Strip pemutih bisa mencerahkan gigi karena mengandung hidrogen peroksida.

Cara pemakaiannya cukup mudah, yaitu dengan menempelkan strip pada permukaan gigi dan meratakannya mengikuti lengkungan gigi. Tunggu sekitar 30 menit lamanya agar hidrogen peroksida meresap secara maksimal.

Anda tidak akan merasa terganggu saat menggunakannya karena strip sangat tipis dan tidak menimbulkan rasa aneh di mulut. Untuk hasil yang maksimal, gunakan strip ini dua kali sehari selama 14 hari berturut-turut.

Tidak Semua Gigi Bisa Diputihkan

Struktur gigi, Sumber: wikipedia.com
Pemutihan gigi, Sumber: wikipedia.com

Meskipun pemutihan gigi bisa memberikan hasil estetik yang memuaskan, prosedur ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Sama seperti perawatan medis lainnya, bleaching gigi juga memiliki risiko, sehingga ada beberapa kelompok yang sebaiknya menghindari prosedur ini.

Anak-anak dan remaja di bawah usia 16 tahun tidak disarankan menjalani pemutihan gigi. Karena pada usia tersebut pulpa dan saraf gigi masih dalam tahap perkembangan. Pemutihan gigi pada usia dini dapat menyebabkan sensitivitas berlebih. 

Ibu hamil dan menyusui juga sebaiknya menunda prosedur ini untuk menghindari risiko yang belum sepenuhnya diketahui. Selain itu, orang dengan gigi dan gusi sensitif, gusi menipis, atau alergi terhadap bahan seperti hidrogen peroksida tidak dianjurkan menjalani bleaching. 

Begitu pula dengan orang yang memiliki gigi berlubang, enamel rusak, akar gigi terbuka, atau penyakit gusi aktif. Pemutihan juga tidak efektif untuk gigi yang telah mengalami restorasi, seperti pemasangan mahkota atau tambalan.

Karena bahan restorasi tidak akan berubah warna. Untuk kasus ini, konsultasi dengan dokter gigi diperlukan untuk mempertimbangkan opsi lain seperti veneer atau bonding. Bagi perokok, menghentikan kebiasaan merokok agar hasil pemutihan dapat bertahan lebih lama.

Itulah berbagai metode pemutihan gigi yang dapat Anda pertimbangkan untuk mendapatkan senyum yang lebih cerah, bersih, dan percaya diri. Mulai dari bleaching, veneer, hingga penggunaan gel dan strip pemutih.

Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan yang perlu disesuaikan dengan kondisi gigi Anda. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua metode cocok untuk setiap orang, terutama jika Anda memiliki kondisi khusus pada gigi atau gusi.

Untuk hasil yang aman dan maksimal, selalu lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan tenaga profesional. Jika Anda berdomisili di Sumatera Selatan, Anda dapat mempercayakan perawatan pemutihan gigi Anda kepada dokter gigi Palembang di Zahara Dental Care.

Dengan dukungan dokter berpengalaman dan teknologi modern, Zahara Dental Care menyediakan berbagai jenis bleaching gigi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi gigi Anda. Jangan ragu untuk membuat janji dan mulai perjalanan Anda menuju senyum yang lebih menawan.

Whatsapp