Ada beberapa jenis bleaching gigi yang populer dan banyak digunakan untuk memutihkan gigi. Setiap jenisnya memiliki kelebihan dan hasil yang bervariasi, tergantung pada kondisi gigi serta tingkat perubahan warna yang diinginkan.
Dengan memahami perbedaan di antara jenis-jenis bleaching yang ada, Anda dapat menentukan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan harapan. Namun apapun jenis yang Anda pilih, tujuan akhirnya tetap sama yaitu memberi perawatan kecantikan gigi.
Tujuan Bleaching Gigi

Ada berbagai alasan mengapa seseorang memilih untuk melakukan bleaching gigi, salah satunya adalah keinginan untuk memiliki gigi yang tampak lebih putih dan cerah. Warna gigi cukup sulit dijaga karena berbagai faktor.
Terlebih jika Anda memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi makanan dan minuman yang berwarna pekat (misalnya kopi, teh, atau anggur), dan proses penuaan yang menyebabkan gigi menjadi lebih kuning.
Dengan melakukan bleaching, gigi yang tadinya tampak kusam atau bernoda dapat terlihat lebih bersih dan segar. Selain alasan estetika, pemutihan gigi juga dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang.
Jenis-Jenis Bleaching Gigi

Untuk memutihkan gigi pasien, dokter gigi biasanya akan menggunakan produk pemutih khusus yang aman. Biasanya kandungan bahan aktif yang digunakan cukup kuat. Berikut ini adalah metode bleaching gigi yang biasa dilakukan oleh dokter.
1. Cetakan Pemutih
Jenis bleaching gigi yang pertama dengan menggunakan cetakan pemutih. Cetakan pemutih gigi adalah alat yang dibuat sesuai bentuk gigi pasien untuk meletakkan gel pemutih agar dapat diaplikasikan secara presisi.
Dokter gigi akan mencetak cetakan khusus berdasarkan struktur gigi pasien agar alat ini pas di gigi dan tidak mengiritasi gusi. Dengan cetakan ini, pasien dapat mengisi gel pemutih yang mengandung bahan aktif karbamid peroksida.
Bahan tersebut harus digunakan selama 2 hingga 4 jam setiap hari. Jika digunakan secara rutin, hasil pemutihan akan mulai tampak dalam beberapa hari. Tingkat peningkatan kecerahan biasanya sampai 1-2 tingkat.
2. Pemutih in Office
Pemutih in-office adalah jenis bleaching gigi dengan hasil paling cepat karena kandungan peroksida yang digunakan selama prosedur perawatan memiliki konsentrasi sangat tinggi. Dengan formula ini, efek pemutihan dapat terlihat hanya dalam satu sesi perawatan di klinik.
Perawatan in office sangat cocok untuk Anda yang menginginkan hasil instan. Namun, karena bahan aktifnya cukup kuat, pastikan tenaga medis yang menangani sudah melindungi jaringan gusi (gingiva) sebelum proses bleaching dilakukan.
Dokter gigi biasanya akan melapisi atau mengaplikasikan pelindung khusus pada gusi agar terhindar dari iritasi atau kerusakan akibat kontak langsung dengan zat pemutih. Setelah gusi terlindungi, baru gel pemutih boleh diaplikasikan pada gigi.
3. Laser Pemutih
Jenis bleaching gigi yang satu ini mengandalkan gel pemutih dan sinar laser. Prosedur dimulai dengan pengolesan produk bleaching pada permukaan gigi, yang kemudian diikuti dengan paparan sinar laser khusus.
Sinar laser akan diarahkan secara langsung ke area gigi selama sekitar satu jam. Tujuannya adalah untuk mengaktifkan bahan pemutih dalam gel sehingga proses pemutihan berjalan lebih cepat dan efektif.
Bleaching menggunakan laser sangat direkomendasikan untuk Anda yang menginginkan hasil pemutihan secara cepat karena mampu mencerahkan gigi hanya dalam satu sesi perawatan.
Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Bleaching Gigi

Meskipun ada banyak sekali manfaat yang bisa Anda peroleh ketika melakukan perawatan bleaching gigi, namun sebelumnya Anda juga perlu tahu beberapa hal seputar prosedur pemutihan gigi yang satu ini.
1. Gigi Menjadi Lebih Sensitif
Bleaching gigi dapat menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif, terutama terhadap makanan atau minuman panas dan dingin. Saat bleaching dilakukan, bahan kimia digunakan untuk menghilangkan noda pada enamel gigi.
Proses tersebut bisa membuat lapisan pelindung gigi menjadi lebih tipis. Sensitivitas yang muncul biasanya bersifat sementara dan akan hilang dalam beberapa hari atau minggu setelah prosedur selesai.
2. Hasilnya Tidak Permanen
Prosedur bleaching gigi memang bisa membuat gigi menjadi tampak lebih cerah dan putih, namun sifatnya tidak permanen. Setelah bleaching, warna putih pada gigi dapat bertahan beberapa bulan hingga sekitar satu tahun, tergantung pada perawatan dan gaya hidup.
Kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman berwarna pekat seperti kopi, teh, atau anggur merah dapat menyebabkan noda kembali menempel pada gigi. Selain itu, merokok juga mempercepat perubahan warna gigi sehingga efek pemutihan memudar lebih cepat.
3. Kondisi Gigi Harus Sehat
Sebelum melakukan prosedur bleaching gigi Anda harus bisa memastikan bahwa kondisi gigi dan gusi dalam keadaan sehat. Jika Anda memiliki masalah seperti gigi berlubang, gusi yang bengkak, atau enamel yang rusak, bleaching sebaiknya ditunda.
Setidaknya sampai masalah tersebut diatasi. Gigi berlubang atau kerusakan enamel dapat menyebabkan bahan pemutih meresap lebih dalam ke lapisan gigi sehingga menimbulkan rasa nyeri atau bahkan kerusakan lebih parah.
4. Harus Dilakukan oleh Dokter Gigi
Bleaching gigi harus dilakukan oleh dokter gigi karena dalam prosesnya menggunakan bahan kimia yang kuat. Jika tidak dilakukan oleh tenaga profesional, bahan kimia yang digunakan bisa membahayakan jaringan mulut.
Dokter gigi memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengaplikasikan bahan pemutih ini dengan aman, sehingga risiko iritasi pada gusi atau kerusakan enamel gigi bisa diminimalkan.
5. Perawatan Pasca Bleaching
Setelah melakukan bleaching Anda perlu menjalani perawatan setelahnya untuk menjaga hasil pemutihan lebih lama. Beberapa hari pertama setelah perawatan, disarankan untuk menghindari konsumsi makanan dan minuman berwarna pekat.
Merokok juga sebaiknya dihindari karena nikotin dapat mempercepat perubahan warna gigi. Pilihlah pasta gigi dan sikat gigi khusus untuk gigi sensitif agar tidak memperparah sensitivitas yang mungkin muncul.
Efek Samping Bleaching Gigi

Selain sensitivitas, ada beberapa efek samping lain yang mungkin muncul setelah Anda melakukan prosedur perawatan bleaching gigi seperti iritasi pada gusi, rasa nyeri di area mulut, dan sensasi seperti sengatan listrik kecil pada gigi yang baru saja diputihkan.
Sensasi tersebut bisa sangat mengganggu, terutama saat terpapar suhu panas atau dingin. Efek lain yang juga perlu diwaspadai adalah peradangan pada pulpa gigi, terutama pada gigi yang mengalami retak atau patah.
Kondisi seperti itu bisa menyebabkan rasa nyeri yang lebih intens dan berpotensi merusak jaringan dalam gigi. Terkadang, zat pemutih yang mengenai jaringan mulut seperti gusi dan kulit sekitar juga dapat menyebabkan iritasi lokal.
Itulah mengapa penting melakukan bleaching gigi di bawah pengawasan profesional agar risiko efek samping dapat diminimalisir. Salah satu klinik gigi yang bisa Anda pilih untuk melakukan perawatan bleaching gigi secara aman adalah Zahara Dental Care.
Zahara Dental Care didukung oleh para dokter gigi Palembang yang sudah profesional dan berpengalaman sehingga mampu memberi perawatan bleaching secara aman dan nyaman. Jika tertarik Anda bisa langsung booking melalui kontak yang tersedia.


