Tidak semua orang bisa mengatur jadwal untuk melakukan kunjungan ke dokter gigi, terutama di tengah rutinitas harian yang padat. Padahal, keluhan pada gigi tidak boleh diabaikan. Apalagi jika sudah menimbulkan rasa sakit yang mengganggu aktivitas. 

Salah satu masalah yang sering dialami banyak orang adalah gigi geraham nyeri. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti gigi berlubang, infeksi, atau tekanan dari gigi bungsu yang tumbuh miring. 

Kapan Harus Melakukan Kunjungan ke Dokter Gigi?

Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi, Sumber: cloudfront.net
Kunjungan ke dokter gigi, Sumber: cloudfront.net

Ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda untuk segera mengunjungi dokter gigi guna melakukan pemeriksaan rutin atau mengatasi masalah kesehatan gigi dan mulut. Berikut ini adalah waktu yang tepat untuk berkunjung ke dokter gigi:

1. Nyeri yang Tidak Kunjung Reda

Rasa nyeri pada gigi yang tidak kunjung reda selama beberapa hari adalah tanda bahwa ada masalah serius yang perlu segera ditangani. Meskipun beberapa orang mungkin mengira nyeri gigi bisa hilang dengan sendirinya.

Namun pada kenyataannya rasa nyeri yang dirasakan seringkali merupakan gejala dari gangguan yang lebih dalam. Contohnya seperti infeksi akar gigi, gigi berlubang parah, gusi bengkak, atau tumbuhnya gigi bungsu yang tidak normal. 

Bila rasa sakit terus berlanjut, bahkan setelah mengkonsumsi obat maka sebaiknya jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter gigi. Penanganan yang tertunda justru dapat memperburuk kondisi dan menyebabkan komplikasi.

Jadi, jika Anda mengalami nyeri pada gigi, terutama gigi geraham nyeri yang terasa menusuk atau berdenyut dan tidak membaik dalam waktu 2–3 hari, segeralah periksa ke dokter untuk mencegah masalah yang lebih serius.

2. Gusi Berdarah

Kondisi gusi yang berdarah, Sumber: curaprox.co.nz
Kondisi gusi yang berdarah, Sumber: curaprox.co.nz

Anda perlu melakukan kunjungan ke dokter gigi jika gusi berdarah ketika menyikat gigi atau menggunakan benang gigi. Gusi berdarah bukanlah hal yang normal dan tidak boleh diabaikan. Kondisi ini biasanya menjadi tanda awal adanya gangguan pada jaringan gusi.

Contohnya seperti radang gusi (gingivitis) atau bahkan penyakit periodontal. Radang gusi disebabkan oleh penumpukan plak dan bakteri di sekitar garis gusi. Kemudian lama-lama bakteri dan plak tersebut memicu peradangan. 

Jika tidak segera dibersihkan, plak dapat mengeras menjadi karang gigi yang sulit dibersihkan dengan sikat gigi biasa. Dalam jangka panjang, peradangan yang terus berlanjut bisa merusak jaringan penyangga gigi dan menyebabkan gigi menjadi goyang.

Selain itu, gusi berdarah juga bisa menjadi indikasi kekurangan vitamin tertentu, seperti vitamin C dan K, atau menandakan adanya penyakit kronis seperti diabetes. Jika Anda sering mengalami pendarahan gusi, sebaiknya segera berkunjung ke dokter gigi.

3. Perubahan Pada Warna dan Tekstur Gigi

Perubahan warna atau tekstur pada gigi tidak boleh dianggap sepele. Gigi yang awalnya tampak putih cerah bisa berubah menjadi kekuningan, kecoklatan, keabu-abuan, atau bahkan tampak tidak rata atau belang.

Selain itu, permukaan gigi yang tadinya halus bisa menjadi kasar, berlubang, atau terlihat terkikis. Perubahan ini sering kali menjadi tanda adanya gangguan kesehatan gigi, seperti karies atau erosi gigi.

Warna gigi yang menggelap juga bisa menandakan kerusakan pada lapisan dalam gigi (dentin), trauma, atau efek samping penggunaan obat tertentu. Sementara itu, perubahan tekstur bisa membuat gigi menjadi lebih sensitif terhadap suhu atau makanan manis.

Jika perubahan ini dibiarkan tanpa perawatan, kondisi bisa membusuk dan menimbulkan rasa sakit dan infeksi. Oleh karena itu, Anda harus waspada dan langsung memeriksakan diri ke dokter gigi jika ada perubahan warna atau tekstur gigi.

4. Gigi Mengalami Trauma

Luka atau trauma pada gigi dapat terjadi akibat berbagai hal. Yang paling umum adalah karena terbentur saat berolahraga, terjatuh, kecelakaan, atau menggigit benda keras secara tidak sengaja. Kondisi ini bisa menyebabkan gigi retak, patah, dan goyah.

Meskipun tidak selalu menimbulkan rasa sakit secara langsung, trauma pada gigi tetap berisiko menimbulkan komplikasi serius di kemudian hari. Kondisi gigi yang rusak bisa memicu infeksi, kerusakan saraf, hingga kematian jaringan gigi.

Dalam beberapa kasus, gigi yang terlihat baik-baik saja dari luar ternyata mengalami kerusakan di dalam yang hanya bisa dideteksi melalui pemeriksaan dokter gigi. Jika Anda mengalami benturan pada area mulut atau gigi, sebaiknya segera ke dokter gigi.

Penanganan sejak dini dapat mencegah perburukan kondisi dan meningkatkan peluang penyelamatan gigi. Selain itu, dokter juga dapat memberikan tindakan seperti penambalan, atau perawatan lain yang diperlukan.

5. Rahang Terasa Nyeri

Pengobatan rahang kaku, Sumber: kompas.com
Rahang terasa nyeri, Sumber: kompas.com

Anda perlu melakukan kunjungan ke dokter gigi jika merasakan nyeri di area rahang yang terjadi secara terus-menerus. Rasa nyeri tersebut bisa dipicu oleh aktivitas bicara, mengunyah, atau bahkan membuka mulut saat menguap. 

Rasa sakit ini bisa sedang, tajam, atau seperti tekanan dan dapat muncul secara tiba-tiba maupun berkembang perlahan. Salah satu penyebab umum nyeri rahang adalah gangguan sendi temporomandibular (TMJ).

TMJ bisa terjadi akibat kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism), stres, cedera, atau pergeseran struktur sendi. Selain itu, nyeri rahang juga dapat mengindikasikan adanya peradangan dan kerusakan tulang rahang sehingga mempengaruhi fungsinya.

Nyeri juga bisa karena infeksi gigi geraham, abses, atau pertumbuhan gigi bungsu yang tidak normal sehingga menekan jaringan di sekitarnya. Jika nyeri disertai bunyi “klik” atau kesulitan menggerakkan rahang, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

6. Muncul Benjolan

Munculnya benjolan atau peradangan di dalam mulut bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang perlu ditangani dengan segera. Benjolan tersebut bisa terasa lunak, keras, nyeri, atau bahkan tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. 

Lokasinya pun bisa bervariasi, bisa di pipi bagian dalam, langit-langit mulut, gusi, lidah, atau dasar mulut. Salah satu penyebab umum benjolan adalah infeksi, baik karena sisa makanan yang terselip, luka gigitan, atau kondisi gigi berlubang yang menyebabkan abses. 

Selain itu, benjolan juga bisa disebabkan oleh kista, reaksi alergi, atau iritasi akibat pemakaian gigi palsu dan behel yang tidak pas. Dalam kasus yang lebih serius, benjolan bisa menjadi indikasi awal dari tumor jinak atau bahkan kanker mulut. 

Jika benjolan tidak kunjung hilang setelah beberapa hari, semakin membesar dan disertai dengan nyeri hebat atau pendarahan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter gigi atau dokter spesialis mulut.

7. Gigi Sensitif

Sakit gigi yang berkepanjangan, Sumber: pexels.com
Gigi yang sensitif, Sumber: pexels.com

Gigi yang terasa ngilu atau nyeri saat bersentuhan dengan makanan atau minuman panas maupun dingin adalah gejala umum dari gigi sensitif. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh kerusakan pada lapisan pelindung gigi, yaitu enamel.

Ketika enamel menipis atau terkikis, baik akibat kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, konsumsi makanan asam, atau penggunaan produk pemutih gigi yang tidak tepat maka lapisan dentin di bawahnya akan terbuka. 

Sensitivitas gigi juga dapat disebabkan oleh gusi yang menyusut, gigi berlubang, tambalan gigi yang aus, atau adanya retakan kecil pada permukaan gigi. Jika dibiarkan, sensitivitas bisa semakin parah dan mengganggu kenyamanan saat makan atau berbicara. 

Untuk mengatasinya Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Penanganannya bisa berupa penggunaan pasta gigi khusus gigi sensitif, perawatan fluoride, atau tindakan medis lain tergantung dari penyebabnya.

Biaya Periksa Gigi

Tambal gigi sementara, Sumber: pexels.com
Biaya periksa gigi, Sumber: pexels.com

Biaya periksa gigi dapat bervariasi tergantung pada jenis pemeriksaan dan lokasi klinik. Untuk pemeriksaan rutin tanpa tindakan tambahan, tarifnya biasanya berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 150.000. 

Namun jika diperlukan rontgen, pembersihan karang gigi, atau tindakan lanjutan seperti tambal atau cabut gigi, biayanya tentu akan bertambah. Klinik swasta umumnya menetapkan harga lebih tinggi dibandingkan puskesmas atau rumah sakit pemerintah. 

Meski begitu, melakukan pemeriksaan gigi secara berkala ke dokter gigi terdekat tetap penting agar masalah dapat terdeteksi lebih awal dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih parah dan mahal. 

Bagi warga Palembang, Zahara Dental Care menawarkan layanan konsultasi gigi dengan biaya terjangkau bersama dokter gigi Palembang yang profesional dan berpengalaman. Selain mengatasi masalah kesehatan gigi, kami juga bisa membantu meningkatkan estetika gigi.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp