Banyak orang berusaha mencari informasi tentang cara mengatasi gummy smile. Bagi sebagian besar orang, gummy smile adalah masalah besar. Mereka yang memiliki gummy smile tidak berani mengumbar banyak senyum. Sebabnya, gusi akan terlihat lebih dominan daripada gigi. Sehingga senyum akan terlihat aneh, alih-alih menawan hati. Lalu, sebenarnya apa itu gummy smile?

Secara medis, gummy smile adalah sebuah kondisi yang dikenal sebagai excessive gingival display. Dalam kondisi ini, gusi akan nampak 3-4 mm saat sedang tersenyum. Berbeda dengan kondisi normal yang dilansir dari artikel StatPearls berjudul Excessive Gingival Display. Normalnya, tampilan gusi hanya 1-2 mm. Lebih dari itu, senyum dirasa kurang menarik.

Kondisi gummy smile lebih banyak ditemukan pada wanita dibanding laki-laki. Berdasarkan survei, setidaknya ada sekitar 14% wanita memiliki gummy smile. Sedangkan untuk pria hanya sekitar 7%. 

Gummy smile memang tidak berbahaya, namun kondisi ini cukup mempengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang. Apa saja yang menyebabkan gummy smile? Lalu, bagaimana cara mengatasi gummy smile? Simak ulasan berikut!

Penyebab Gummy Smile

Beberapa pakar kesehatan gigi dan mulut menyebut gummy smile adalah kondisi yang tidak membahayakan. Namun kita tetap harus waspada untuk mencegah kemungkinan terburuk. 

Hal-hal yang menyebabkan gummy smile, Sumber: harleystreetsmileclinic.co.uk
Hal-hal yang menyebabkan gummy smile, Sumber: harleystreetsmileclinic.co.uk

Apalagi jika sampai terjadi komplikasi yang berisiko bagi tubuh. Dari hallosehat.com, penyebab gummy smile masih belum bisa dipastikan. Namun, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risikonya. Berikut diantaranya:

1. Perbedaan Ukuran Bibir Bagian Atas dan Bawah

Coba perhatikan ukuran bibir anda. Apakah anda memiliki bibir yang simetris? Atau bibir anda berbeda ukurannya? Gummy smile bisa disebabkan oleh perbedaan ukuran bibir. Terlebih jika anda memiliki bibir atas yang lebih pendek dari bibir bawah. Apabila bibir Anda hypermobile atau sangat aktif, barisan gusi akan terekspos lebih besar saat anda tersenyum.

2. Perbedaan Pertumbuhan Gigi

Dalam situs halodoc, dr. Rizal Fadli menyatakan bahwa salah satu penyebab gummy smile adalah cara tumbuh gigi dewasa. Kondisi setiap orang akan berbeda-beda. Namun berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2014, gummy smile juga banyak ditemukan dalam lingkaran keluarga. Artinya beberapa orang dari sebuah keluarga bisa saja memiliki gummy smile.

Gusi juga akan bertumbuh seiring dengan tumbuhnya gigi. Jika gusi tumbuh menutupi lebih banyak pertumbuhan gigi, maka gummy smile bisa terjadi. Selain itu, gummy smile juga muncul karena kondisi vertical maxillary excess. Kondisi ini terjadi ketika tulang rahang atas tumbuh melebihi batas normal.

3. Efek Pengobatan

Ternyata salah satu penyebab gummy smile adalah efek dari pengobatan. Halodoc.com menyebutkan bahwa obat-obatan menjadi salah satu faktor yang memicu pertumbuhan gusi. Biasanya obat-obatan yang dimaksud adalah obat pencegah kejang/epilepsi, hipertensi, jantung, atau obat penekan sistem kekebalan/imunosupresan. 

4. Hyperplasia Gingiva

Pertumbuhan gusi yang abnormal atau berlebihan disebut sebagai hiperplasia gingiva. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya, peradangan gusi, efek obat-obatan yang disebutkan di poin sebelumnya, produksi kolagen berlebihan, kekurangan vitamin dan kehamilan. 

Selain itu, hyperplasia gingiva juga menjadi salah satu gejala penyakit seperti HIV, leukemia, diabetes, anemia, dan limfoma..

Cara Mengatasi Gummy Smile

Beberapa cara untuk mengatasi gummy smile, Sumber: advanced-dermatology.com.au
Beberapa cara untuk mengatasi gummy smile, Sumber: advanced-dermatology.com.au

Anda sudah menyimak beberapa faktor yang mengakibatkan gummy smile. Sebenarnya gummy smile tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun perlu berhati-hati untuk mencegah komplikasi yang disebabkan infeksi bakteri yang ada di mulut. 

Komplikasi yang mungkin terjadi adalah trench mouth/gingivitis ulseratif, penyakit jantung, stroke, bahkan hingga komplikasi kehamilan.

Maka dari itu, orang-orang dengan gummy smile perlu melakukan beberapa perawatan. Selain perawatan gigi dan mulut yang standar seperti sikat gigi, ada juga beberapa hal lain. Tujuan perawatan-perawatan ini adalah memperbaiki rasio gigi dan gusi. Dengan begitu, rasio gigi dan gusi lebih seimbang. Mari simak beberapa perawatan untuk gummy smile.

1. Gingivektomi

Meskipun tidak berbahaya (kecuali terjadi infeksi dan komplikasi), gummy smile dapat mengurangi rasa percaya diri. Oleh sebab itu, Anda bisa menjalani prosedur gingivektomi ini. Gingivektomi adalah prosedur operasi untuk menyeimbangkan rasio gigi dan gusi. 

Prosedur gingivektomi bisa membentuk ulang gusi untuk estetika, prosedur gingivektomi dapat dilakukan dengan menggunakan pisau bedah dan electrocauter yang menggunakan filamen panas untuk memotong jaringan lunak.

2. Lip Repositioning

Apabila gummy smile Anda disebabkan oleh hypermobile/perbedaan rasio bibir, ini adalah perawatan yang dianjurkan. Prosedur ini cukup sederhana dan aman. Tujuan lip repositioning adalah membatasi tarikan otot-otot di bibir atas. Sehingga rasio gigi dan gusi bisa lebih seimbang.

3. Pemanjangan Mahkota Gigi dan Bedah Ortognatik

Kedua prosedur di atas bisa Anda pilih tergantung kondisi Anda. Jika gummy smile disebabkan oleh kelebihan jaringan gusi, maka pilihlah pemanjangan mahkota. Prosedur ini melibatkan pemotongan dan pembentukan kembali jaringan gusi dan tulang. 

Namun jika gummy smile yang Anda miliki disebabkan oleh bentuk rahang, maka bedah ortognatik lebih disarankan. Prosedur ini akan menyeimbangkan panjang rahang anda.

4. Suntik Botox

Perawatan ini cukup sering dijalani banyak orang dengan gummy smile. Terutama jika gummy smile disebabkan oleh gerakan bibir yang terlalu jauh saat tersenyum. Gerakan bibir ini dapat mengekspos gusi secara berlebih. Dengan perawatan suntik botox, beberapa otot di bibir akan lumpuh sementara. Maka gerak bibir tidak terlalu jauh saat tersenyum. 

Selain itu, botox juga menjadi salah satu pilihan untuk menambah estetika bibir. Hasil suntik botox untuk menangani gummy smile bisa dilihat setelah 2 pekan. Senyum dan bentuk bibir akan berbeda dari sebelumnya. Bisa dibilang prosedur ini cepat dan murah. Namun hasilnya tidak bertahan lama. Suntik botox sebaiknya diulang setiap 3-4 bulan sekali.

5. Temporary Anchorage Device (TAD)

Jika Anda memiliki gummy smile tapi tidak ingin menjalani prosedur operasi, TAD solusinya. Apa itu TAD? TAD atau Temporary Anchorage Device adalah prosedur penanaman sekrup kecil ke dalam tulang di mulut. Sekrup ini dapat membantu menarik gigi ke posisi yang tepat, sehingga gummy smile dapat dikurangi.

Prosedur ini menjadi salah satu cara mengatasi gummy smile yang cukup diminati. Khususnya bagi orang dewasa, biaya penanganannya bisa dibilang cukup murah. Prosedur akan disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Anda bisa menjalani prosedur ini dengan cepat. Yang paling penting adalah proses penyembuhan TAD lebih cepat dibanding operasi mulut lainnya.

6. Pemasangan Kawat Gigi

Memasang behel atau kawat gigi, Sumber: klikdokter.com
Memasang behel atau kawat gigi, Sumber: klikdokter.com

Selain Bedah ortognatik, pemasangan kawat gigi dapat menjadi solusi gummy smile. Apalagi jika disebabkan oleh bentuk rahang. Pemasangan kawat gigi dapat memperbaiki bentuk rahang Anda. Selain itu, kawat gigi dapat memperbaiki tatanan barisan gigi Anda. 

Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter andal dan profesional, salah satunya seperti Zahara Dental Care. Zahara Dental Care merupakan salah satu klinik dokter gigi Palembang yang bisa Anda pilih. Karena disini, nantinya Anda akan ditangani langsung oleh tim yang profesional dan berpengalaman.

Setiap anggota badan memerlukan perawatan sebagai wujud syukur kita pada Tuhan Yang Maha Kuasa, begitu juga dengan gigi dan mulut. Sebab, gigi dan mulut menjadi gerbang masuknya banyak hal ke dalam tubuh kita. 

Jika gigi dan mulut kita bermasalah, kesehatan pun juga bisa terancam. Maka, berilah perawatan terbaik bagi gigi dan mulut kita. Tetap jaga kebersihan mulut dan gigi dengan rajin sikat gigi.

Telah diverifikasi

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp