Cara mengatasi gigi goyang memang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Apalagi jika gigi goyang sudah menimbulkan rasa nyeri atau mengganggu aktivitas seperti saat sedang makan dan berbicara.
Gigi goyang biasanya menjadi tanda adanya masalah pada jaringan pendukung gigi, seperti gusi, tulang rahang, atau ligamen pengikat antara gigi dan tulang. Masalah ini bukan hanya dialami oleh anak-anak, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa.
Penyebab Gigi Goyang

Penyebab gigi goyang bisa karena berbagai faktor. Jika tidak segera ditangani, gigi goyang bisa memburuk dan menyebabkan gigi tanggal secara permanen. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan gigi menjadi goyang:
1. Kehamilan
Kehamilan sering kali membawa berbagai perubahan fisik, termasuk perubahan hormon yang signifikan. Peningkatan hormon estrogen dan progesteron selama masa kehamilan dapat mempengaruhi jaringan di dalam mulut, khususnya gusi.Â
Hal tersebut membuat ibu hamil lebih rentan mengalami peradangan gusi atau gingivitis. Kemudian peradangan akan berkembang menjadi gingivitis. Perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan peningkatan aliran darah ke jaringan gusi.
Saat aliran darah ke jaringan gusi meningkat maka akan menjadi lebih sensitif dan mudah meradang. Meskipun gigi goyang selama kehamilan biasanya tidak menimbulkan masalah serius dan akan membaik setelah melahirkan, perawatan tetap diperlukan.
2. Penyakit Gusi
Gigi goyang bisa disebabkan karena adanya gangguan pada gusi, khususnya penyakit periodontal. Penyakit periodontal biasanya diawali dengan penumpukan plak dan karang gigi yang tidak dibersihkan dengan baik.
Lama-kelamaan, plak yang mengeras menjadi karang gigi dapat menyusup ke bawah garis gusi dan memicu peradangan pada jaringan pendukung gigi. Karang yang telah mengeras ini dapat menekan jaringan lunak di sekitarnya dan secara bertahap merusak tulang periodontal.
Tulang periodontal sendiri berperan penting sebagai pondasi penopang gigi. Jika tulang ini mengalami kerusakan akibat infeksi atau radang berkepanjangan, maka gigi kehilangan dukungan dan mulai goyah.
3. Trauma
Gigi goyang tidak selalu disebabkan oleh masalah kesehatan mulut seperti infeksi atau penyakit gusi, akan tetapi juga bisa dipicu oleh trauma fisik. Gigi bisa menjadi longgar akibat kecelakaan, terjatuh, atau terkena benturan keras.
Biasanya ini terjadi pada anak-anak yang aktif maupun orang dewasa saat mengalami cedera atau kecelakaan. Selain itu, kebiasaan buruk seperti menggertakkan gigi secara berlebihan saat stres atau tidur juga bisa menjadi penyebab gigi goyang.
Tekanan terus-menerus ini dapat merusak jaringan pendukung gigi secara perlahan. Jika Anda mengalami gigi goyang akibat trauma, segera periksakan ke dokter gigi. Penanganan yang cepat dan tepat akan meningkatkan peluang untuk menyelamatkan gigi tersebut.
4. Menderita Penyakit Sistemik
Memiliki penyakit sistemik seperti jantung atau diabetes melitus memang dapat berdampak langsung pada kesehatan gigi dan mulut. Tidak mengherankan jika seseorang yang menderita penyakit-penyakit ini cenderung mengalami gigi yang mudah goyang bahkan lepas.
Penyakit sistemik bisa mempengaruhi aliran darah dan sistem kekebalan tubuh, yang memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan struktur pendukung gigi, seperti gusi dan tulang rahang. Contohnya seperti pada penderita diabetes.
Kadar gula darah yang tinggi dapat memperlambat penyembuhan luka sehingga jaringan periodontal akan lebih cepat rusak. Begitu pula dengan penderita penyakit jantung, yang cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi dan peradangan pada rongga mulut.
Cara Mengatasi Gigi Goyang

Gigi goyang bisa kembali kuat namun tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Jika gigi masih memiliki jaringan penyangga yang cukup sehat dan belum rusak permanen, maka ada kemungkinan gigi dapat distabilkan dengan perawatan yang tepat.
1. Splinting
Cara mengatasi gigi goyang yang pertama bisa dengan splinting. Jadi Anda jangan terburu-buru untuk mencabutnya. Karena seperti yang Anda tahu, prosedur cabut gigi akan menghilangkan gigi secara permanen.Â
Metode splinting tergolong perawatan yang mudah dilakukan namun terbukti ampuh dalam menstabilkan gigi yang sudah terlanjur goyang. Splinting dilakukan dengan cara menyatukan atau menautkan gigi yang goyang dengan satu atau lebih gigi tetangga.
Gigi tetangga yang dijadikan penyangga harus masih kuat dan sehat. Penyatuan menggunakan bahan khusus yang aman untuk gigi dan mulut. Tujuannya adalah untuk menstabilkan gigi yang bermasalah sehingga tidak terlalu banyak bergerak.
Terutama ketika sedang mengunyah atau berbicara. Dengan gerakan yang diminimalkan, jaringan penyangga gigi memiliki kesempatan untuk pulih. Splinting biasanya disarankan bagi pasien yang mengalami gigi goyang akibat trauma, penyakit gusi, atau kondisi medis tertentu.
2. Scaling dan Root Planing
Scaling dan root planing merupakan prosedur pembersihan gigi secara menyeluruh yang bertujuan untuk mengatasi penumpukan plak serta karang gigi. Khususnya pada penderita penyakit periodontal atau gangguan gusi.
Prosedur ini tidak hanya dilakukan di permukaan gigi, tetapi juga hingga ke area bawah garis gusi di mana bakteri dan sisa makanan sering kali mengendap dan memicu peradangan. Pada tahap scaling, dokter gigi akan mengangkat plak dan karang gigi yang menempel.
Sedangkan root planing dilakukan untuk menghaluskan permukaan akar gigi agar bakteri sulit menempel kembali dan proses penyembuhan jaringan gusi dapat berlangsung secara lebih maksimal.
Permukaan akar yang kasar dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Jadi penghalusan bisa mencegah terbentuknya karang gigi baru. Scaling dan root planing sangat disarankan untuk Anda yang mengalami gusi berdarah, gigi goyang, atau saku gusi yang dalam.
3. Operasi Periodontal
Operasi periodontal adalah salah satu solusi untuk mengatasi gigi goyang yang disebabkan oleh kerusakan pada jaringan gusi dan tulang akibat infeksi periodontal. Operasi dimulai dengan cara membuat sayatan pada gusi untuk membuka bagian akar gigi dan jaringan.
Jaringan yang terinfeksi atau rusak akan dibersihkan dan dibentuk ulang agar lebih sehat. Operasi ini kerap dikombinasikan dengan metode lain seperti scaling, root planing, maupun pencangkokan tulang guna memaksimalkan hasil pemulihan.
Pencangkokan tulang adalah prosedur lanjutan yang perlu dilakukan jika tulang penyangga gigi telah mengalami kerusakan atau penyusutan. Tulang yang hilang dapat digantikan dengan tulang alami dari bagian tubuh lain atau menggunakan bahan sintetis.
Tujuan utama dari operasi adalah untuk mengembalikan kekuatan dan stabilitas gigi agar tidak kembali goyang di masa mendatang. Pencabutan gigi dipilih sebagai langkah terakhir karena tidak memungkinkan lagi untuk diselamatkan dengan perawatan lain.
Itulah tiga cara mengatasi gigi goyang yang memerlukan penanganan profesional dan tidak bisa dilakukan sendiri di rumah. Setiap prosedur membutuhkan evaluasi menyeluruh untuk menentukan metode yang paling tepat sesuai kondisi pasien.

Jika Anda mengalami gigi goyang, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar kondisinya tidak semakin memburuk. Bagi warga Sumatera, khususnya Sumatera Selatan tidak perlu khawatir karena telah hadir Zahara Dental Care.
Klinik kami didukung oleh dokter gigi Palembang yang berpengalaman dan siap memberikan perawatan terbaik sesuai kebutuhan. Kesehatan gigi adalah investasi jangka panjang, jadi pastikan Anda mendapatkan perawatan dari tenaga medis yang terpercaya.
Telah di verifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


