Sisa akar gigi tertinggal sebaiknya harus segera dicabut karena bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan lebih lanjut. Akar gigi yang tertinggal bisa menyebabkan rasa nyeri, infeksi atau bahkan kerusakan pada jaringan yang ada di sekitarnya.

Pada anak-anak yang masih memiliki gigi susu, selain bisa membuat gusi bengkak sisa akar gigi yang dibiarkan bisa mengganggu pertumbuhan gigi baru atau bahkan menyebabkan pergeseran gigi yang tidak diinginkan. 

Penyebab Sisa Akar Gigi Tertinggal

Akar gigi yang belum tercabut, Sumber: klinikjoydental.com
Akar gigi yang belum tercabut, Sumber: klinikjoydental.com

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan sisa akar gigi atau gangren radix terperangkap di dalam gusi. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai beberapa penyebab sisa akar gigi tertinggal di dalam gusi.

1. Pencabutan yang Tidak Sempurna

Sisa akar gigi yang tertinggal sering kali disebabkan oleh proses pencabutan gigi yang tidak sempurna. Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan seperti teknik pencabutan yang kurang tepat, alat yang digunakan tidak sesuai, atau kondisi gigi yang sulit untuk dicabut. 

Oleh karena itu Anda harus melakukan pencabutan gigi di tempat resmi yang ditangani oleh tenaga profesional dan berpengalaman. Jika Anda memiliki sisa akar gigi yang tertinggal, segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

2. Kerusakan Gigi yang Sudah Parah

Sisa akar gigi sering kali disebabkan oleh kerusakan gigi atau karies gigi yang sudah parah. Kerusakan yang tidak diobati dapat merusak lapisan keras gigi (email) hingga mencapai jaringan lunak di dalam gigi (pulpa). 

Jika infeksi tersebut tidak ditangani dengan baik maka akan menyebabkan pembentukan abses di sekitar akar gigi. Lama-lama gigi bisa menjadi rapuh sehingga hanya tertinggal sisa akar gigi di bagian bawah.

3. Cedera

Sisa akar gigi yang tidak terangkat bisa terjadi karena cedera atau benturan. Cedera sering terjadi ketika seseorang mengalami trauma pada daerah mulut akibat kecelakaan atau benturan keras saat berolahraga. 

Benturan tersebut dapat menyebabkan gigi patah atau copot secara sebagian, sehingga meninggalkan sisa akar gigi yang masih tertanam di dalam gusi. Gigi juga bisa patah sebagian karena menggigit benda atau makanan yang terlalu keras.

Tanda-Tanda Adanya Sisa Akar Gigi

Gejala atau tanda-tanda adanya sisa akar gigi bisa bervariasi, tergantung pada kondisi masing-masing orang dan tingkat kerusakan gigi. Gejala umum yang paling sering terjadi adalah timbul rasa sakit atau sensasi tidak nyaman di area sekitar gigi yang dicurigai.

Selain itu terjadi juga pembengkakan gusi dan keluarnya nanah dari area tersebut. Biasanya sisa akar gigi juga dapat teraba sebagai benjolan atau tonjolan di bawah gusi. Untuk bentuk dan ukurannya bisa bervariasi.

Hal itu tergantung dari seberapa besar akar gigi yang tertinggal dan bagaimana reaksi tubuh terhadapnya. Jadi jika Anda mengalami hal semacam ini sebaiknya perlu diwaspadai.

Cara Menangani Sisa Akar Gigi yang Tertinggal

Penanganan sisa akar gigi, Sumber: medkomtek.com
Penanganan sisa akar gigi, Sumber: medkomtek.com

Penanganan untuk sisa akar gigi yang tertinggal tergantung pada kondisi akar dan jaringan di sekitarnya. Berikut adalah beberapa opsi penanganan yang mungkin dilakukan oleh dokter gigi:

1. Pencabutan

Pencabutan sisa akar gigi yang tidak viable sangat disarankan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut. Setelah pencabutan dilakukan, dokter gigi biasanya akan memberikan saran untuk menggantikan gigi yang hilang dengan gigi palsu atau implan. 

Mengganti gigi yang hilang dengan implan atau gigi palsu berguna untuk mempertahankan nilai estetika, membantu proses mengunyah dan menjaga posisi gigi tetap pada tempatnya. Selain itu gigi yang lengkap juga akan membuat seseorang lebih percaya diri.

2. Pembentukan Mahkota Gigi

Jika akar gigi masih dalam kondisi yang baik atau viable, perawatan pembentukan mahkota gigi (crown) bisa menjadi solusi yang tepat. Dokter akan memasang mahkota gigi buatan yang dipasang di atas sisa akar gigi yang tertinggal.

Mahkota gigi ini dirancang untuk menutupi dan melindungi sisa akar gigi yang terbuka serta mengembalikan fungsi dan estetika gigi. Biasanya mahkota gigi dibuat dari bahan resin, keramik, atau porselen yang dipasang secara permanen.

Dampak Akar Gigi yang Tidak Ditangani

Munculnya abses gigi, Sumber: emc.id
Dampak yang ditimbulkan akibat terlambat penanganan, Sumber: emc.id

Meskipun pada beberapa orang sisa akar gigi tertinggal tidak memberi dampak secara langsung, dalam kondisi tertentu masalah ini bisa menimbulkan komplikasi jika tidak mendapat penanganan secara tepat. 

Berikut ini adalah beberapa dampak sisa akar gigi yang dibiarkan.

1. Infeksi dan Abses 

Infeksi dan abses adalah dua masalah serius yang dapat timbul akibat sisa akar gigi yang tertinggal. Bakteri cenderung berkumpul di sekitar akar gigi yang tidak tercabut dengan sempurna sehingga menyebabkan infeksi pada jaringan di sekitarnya. 

Infeksi yang terjadi bisa menimbulkan rasa nyeri, bengkak, dan bahkan demam pada beberapa orang. Jika infeksi tidak diobati, infeksi akan berkembang menjadi abses. Abses adalah kondisi dimana terbentuknya kantung nanah di sekitar akar gigi yang terinfeksi. 

Kondisi tersebut merupakan respon alami tubuh terhadap infeksi bakteri yang tidak terkontrol. Penting untuk diingat bahwa infeksi dan abses gigi bukan hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga bisa berpotensi menyebabkan komplikasi yang lebih serius.

2. Kerusakan pada Gigi yang Berdekatan

Sisa akar gigi yang tidak segera ditangani dengan baik bisa menyebabkan kerusakan pada gigi yang berdekatan. Ketika ada sisa akar gigi tertinggal, maka akan memberikan tekanan tidak proporsional pada gigi yang ada di sekitarnya. 

Tekanan ini dapat menyebabkan pergeseran gigi, retakan, atau bahkan patahnya gigi di sebelahnya. Selain itu tekanan yang dihasilkan juga bisa menyebabkan kerusakan pada struktur gigi seperti kerusakan enamel atau pembentukan lubang gigi baru.

Pada akhirnya hal tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya karies gigi dan masalah kesehatan gigi lainnya pada gigi yang seharusnya sehat. Kerusakan pada gigi yang berdekatan akan mengganggu fungsi mengunyah dan berbicara.

3. Terbentuknya Kista atau Tumor Jinak

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, sisa akar gigi yang tertinggal untuk jangka waktu lama bisa menjadi pemicu terbentuknya kista atau tumor jinak di rahang. Kondisi ini terjadi ketika sisa akar gigi mulai merespons dan mengalami pertumbuhan abnormal.

Kista atau tumor yang tidak ditangani bisa menjadi besar dan menekan jaringan sekitarnya sehingga menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, dan gangguan fungsi mulut. Dalam kasus yang parah kista atau tumor tersebut dapat menyebabkan kerusakan tulang di sekitarnya.

Penting untuk diingat bahwa meskipun kasus ini jarang terjadi, tetap ada kemungkinan hal tersebut terjadi. Jadi jika Anda memiliki sisa akar gigi yang tertinggal segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk evaluasi lebih lanjut agar mendapat penanganan.

Itulah beberapa bahaya yang mengintai jika Anda membiarkan sisa akar gigi tertinggal. Apabila Anda memiliki sisa akar gigi berlubang sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter agar tidak menimbulkan komplikasi lebih lanjut yang tidak diinginkan.

Konsultasi bisa dilakukan di klinik gigi  Zahara Dental Care bersama dokter gigi Palembang yang sudah profesional dan berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dari kami Anda bisa menghubungi  yang tersedia.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp