Implan gigi menjadi prosedur perawatan yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Meskipun demikian, ada beberapa bahaya implan gigi yang mungkin bisa Anda alami jika pengerjaannya tidak sesuai prosedur. 

Sebenarnya hal ini bukan sesuatu yang baru, karena hampir semua tindakan medis memiliki risiko efek samping. Oleh karena itu penting sekali mengetahui berbagai macam informasi seputar implan gigi agar Anda mengetahui faktor risiko apa saja yang mungkin terjadi. 

Apa Itu Implan Gigi? 

Mengenal implan gigi, Sumber: audydental.com
Mengenal implan gigi, Sumber: audydental.com

Implan gigi adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk menggantikan gigi yang hilang. Bahan implan gigi yaitu sekrup titanium yang ditanam pada rahang sebagai pengganti akar gigi untuk menahan gigi palsu. Setelah sekrup dipasang mahkota gigi akan diletakkan di atasnya. 

Hal itu bisa menciptakan gigi palsu yang tampak seperti gigi asli. Implan gigi banyak dipilih karena lebih kuat dan tahan lama jika dibanding dengan pemasangan gigi palsu menggunakan metode lain. 

Keberhasilan implan gigi sangat tergantung pada sejumlah faktor seperti prosedur tindakan operasi, perawatan pasca pemasangan implan, dan pemeliharaan rutin setelahnya. 

Berapa Lama Proses Implan Gigi? 

Waktu yang dibutuhkan untuk proses implan gigi sebenarnya sangat bervariasi, karena tergantung dari kondisi masing-masing pasien. Hal-hal yang mempengaruhi lamanya proses implan gigi meliputi kondisi tulang, kebutuhan cangkok tulang, jenis implan, jumlah implan, dan faktor lainnya. 

Proses pemasangan implan gigi mencakup konsultasi dan pemeriksaan awal yang memerlukan 1 sampai 2 kali kunjungan, lalu dilanjut dengan prosedur bedah implan sebanyak satu kali kunjungan. Proses perawatan pasca bedah diperlukan waktu sekitar 3 sampai 6 bulan. 

Setelah implan siap, dokter akan menempatkan abutment dan mahkota yang memerlukan 2 sampai 3 kali kunjungan. Jadi jika ditotal, proses pemasangan implan sampai benar-benar siap akan memakan waktu sekitar 6 hingga 9 bulan. 

Bahaya Implan Gigi yang Tidak Sesuai Prosedur

Bahaya mengimplan gigi jika tidak sesuai prosedur, Sumber: orami.co.id
Bahaya mengimplan gigi jika tidak sesuai prosedur, Sumber: orami.co.id

Pemasangan implan untuk menggantikan gigi ompong memerlukan tingkat keterampilan dan pengetahuan yang tinggi. Ketika prosedur implan tidak dilakukan dengan benar, maka ada berbagai faktor risiko yang mungkin saja terjadi. 

Komplikasi implan gigi bisa terjadi segera setelah proses pemasangan atau beberapa tahun setelahnya. Berikut ini adalah bahaya implan gigi yang dilakukan tidak sesuai prosedur. 

1. Infeksi

Infeksi adalah risiko kesehatan yang paling sering muncul saat Anda melakukan implan gigi yang tidak sesuai dengan prosedur. Sekrup implan yang tidak steril bisa menginfeksi jaringan mulut di sekitar lokasi implan. 

Orang yang rentan mengalami infeksi pasca pemasangan implan gigi yaitu mereka yang menderita penyakit autoimun, kebersihan mulut tidak terjaga dengan baik, dan memiliki kebiasaan merokok. 

2. Reaksi Alergi

Bahaya implan gigi yang tidak boleh disepelekan yaitu munculnya reaksi alergi. Reaksi alergi ini muncul karena jaringan mulut bersinggungan dengan bahan implan yang biasanya terbuat dari titanium. Gejala alergi yang paling umum antara lain adalah mati rasa, gusi bengkak, dan rasa seperti kesemutan.

Jadi jika Anda memiliki alergi terhadap bahan titanium ataupun lainnya, sebaiknya sampaikan kepada dokter yang menangani. Agar perawatan implan gigi tidak menimbulkan masalah kesehatan lainnya. 

3. Gerakan Mikro Implan

Gerakan mikro implan bisa terjadi jika implan terpasang dalam posisi kurang stabil. Hal ini juga bisa disebabkan oleh pemasangan gigi palsu yang terlalu cepat. Karena perpindahan implan terjadi sangat minim, maka tidak bisa dideteksi menggunakan mata telanjang. 

4. Dukungan Tulang Tidak Mencukupi

Bahaya implan gigi yang dipasang tidak sesuai dengan prosedur bisa membuat implan tidak dapat menyatu dengan rahang. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya dukungan tulang terhadap implan, namun dokter tetap melakukan prosedur implan gigi. 

5. Peradangan Jaringan

Implan gigi yang tidak sesuai prosedur juga bisa menyebabkan munculnya peradangan di jaringan yang ada di sekitarnya. Peradangan bisa menimbulkan rasa sakit, pembengkakan, dan rasa tidak nyaman. Jika tidak segera ditangani, maka peradangan bisa menyebabkan komplikasi yang lebih parah. 

6. Kerusakan Saraf dan Pembuluh Darah

Dalam proses pemasangan implan gigi, dokter akan melakukan pembedahan dan pengeboran ke dalam rahang pasien sebagai tempat diletakkannya sekrup. Jika tidak dilakukan dengan hati-hati, prosedur ini bisa merusak saraf dan pembuluh darah yang ada di area tersebut. 

Kerusakan saraf maupun pembuluh darah bisa menimbulkan mati rasa atau pendarahan yang berkepanjangan. 

7. Reaksi Penolakan Benda Asing

Meskipun jarang terjadi, terkadang tubuh manusia menolak benda asing yang dimaksudkan ke dalam jaringan tubuh, seperti implan gigi. Tanda tubuh menolak benda asing yaitu munculnya rasa sakit di lokasi pemasangan implan, demam, bengkak, dan tubuh merasa kedinginan. 

8. Implan Longgar

Bahaya implan gigi yang sangat mungkin terjadi yaitu implan longgar. Jika jumlah tulang rahang yang diperlukan untuk menempatkan implan tidak cukup, maka ada kemungkinan tulang tidak bisa menyatu dengan baik yang membuat implan menjadi kendur. 

Implan yang longgar jika digunakan untuk mengunyah bisa lepas. Gejala yang muncul jika implan gigi longgar yaitu rasa nyeri dan tidak nyaman, gusi berubah warna, dan munculnya pendarahan saat disentuh. 

9. Masalah Sinus

Implan gigi yang dipasang pada bagian atas terkadang menonjol sampai ke rongga sinus yang dapat menimbulkan sinusitis. Implan juga bisa bergeser di sinus. Hal ini bisa terjadi karena proses pembedahan yang tidak dilakukan dengan tepat. 

Gejala yang bisa Anda alami jika terjadi masalah sinus karena pemasangan implan gigi yaitu rasa nyeri seperti tertekan, demam, sakit kepala, munculnya bau mulut, bengkak, dan keluarnya cairan dari hidung. 

10. Peri-implantitis

Bahaya implan gigi yang terakhir yaitu peri-implantitis. Kondisi ini terjadi karena akumulasi bakteri secara bertahap di bagian implan dan garis gusi. Selain itu bisa juga terjadi jika Anda sudah mengalami penyakit gusi dalam jangka waktu yang lama, sehingga membuat tulang di sekitar implan hilang.

Tulang yang hilang bisa menyebabkan kegagalan implan. Jika terjadi peri-implantitis, maka Anda bisa melihat implan melalui gusi. Untuk mencegahnya Anda harus menjaga kebersihan gigi dengan cara gosok gigi, menggunakan obat kumur, dan melakukan flossing gigi. 

Apa Tanda Implan Gagal? 

Implan gigi adalah tindakan operasi yang memerlukan keahlian seorang dokter gigi berpengalaman. Mendeteksi sedini mungkin tanda-tanda kegagalan implan sangat penting untuk mencegah penurunan kualitas tulang yang berkelanjutan dan mengurangi risiko komplikasi. 

Beberapa gejala yang menandakan kegagalan implan antara lain adalah munculnya pendarahan di sekitar pemasangan implan, kesulitan dalam mengunyah, gigi terasa sakit, implan lepas, dan muncul aroma yang tidak sedap. 

Kapan Harus Menemui Dokter Gigi? 

Konsultasi dengan dokter, Sumber: linksehat.com
Konsultasi dengan dokter gigi, Sumber: linksehat.com

Jika Anda mengalami pendarahan atau pembengkakan yang tidak kunjung sembuh seminggu pasca pemasangan implan, maka sebaiknya segera menemui dokter gigi. Memang proses osseointegrasi dan penyembuhan membutuhkan waktu sampai beberapa bulan. 

Namun, jika Anda merasa beberapa keluhan seperti yang sudah disebutkan tadi, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter. Karena implan merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi gigi ompong dan meningkatkan kualitas hidup, maka sangat disarankan untuk melakukan pemasangan implan di tempat yang tepat.

Pilih klinik gigi yang didukung oleh dokter gigi Palembang yang sudah terbiasa melakukan pemasangan implan untuk meminimalisir potensi risiko yang mungkin saja terjadi. Tentu saja Anda bisa memasang implan dengan lebih aman bersama dokter gigi profesional di Zahara Dental Care.

Whatsapp