Meskipun terdengar sepele, sakit gigi bisa menimbulkan rasa yang sangat tidak nyaman. Terutama jika sakit gigi menyerang anak-anak. Mereka akan mengalami kesulitan makan dan bahkan rewel. Oleh karena itu orangtua harus tahu pertolongan pertama anak sakit gigi.

Gejala sakit gigi biasanya ditandai dengan munculnya rasa nyeri saat mengunyah, bau mulut tidak sedap, pembengkakan gusi, kesulitan menelan, nyeri telinga, kesulitan membuka mulut, hingga kesulitan bernapas.

Pertolongan Pertama Anak Sakit Gigi

Langkah pertama bagi anak yang sakit gigi, Sumber: wearebitesize.com
Langkah pertama bagi anak yang sakit gigi, Sumber: wearebitesize.com

Dalam kondisi yang tidak terlalu parah, mengatasi anak sakit gigi bisa dilakukan dengan cara yang cukup sederhana. Berikut ini adalah beberapa tindakan pertolongan pertama untuk mengatasi sakit gigi pada anak.

1. Berkumur dengan Air Garam

Berkumur dengan garam bisa menyerap kelembaban dalam rongga mulut dan membantu mengurangi bakteri penyebab sakit gigi. Air garam juga mampu mengurangi peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. 

Cara pengobatan dengan air garam yaitu dengan melarutkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Minta anak untuk berkumur menggunakan air garam tersebut selama beberapa saat.

Beri instruksi pada anak untuk fokus berkumur pada area gigi yang sedang terasa sakit. Setelah itu, buang air bekas berkumur. Sebelum berkumur sebaiknya suruh anak untuk  melakukan flossing atau membersihkan sisa-sisa makanan di antara gigi. 

Selain menggunakan air garam, alternatif lain untuk mengatasi sakit gigi adalah berkumur dengan air hangat atau obat kumur antiseptik. 

2. Kompres dengan Air Dingin

Salah satu pertolongan pertama anak sakit gigi adalah dengan menggunakan kompres air dingin atau es batu. Kompres ini terbukti cukup efektif untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan pada gusi. 

Caranya adalah dengan melilitkan es batu ke dalam sehelai handuk, kemudian menempelkannya di area yang terasa nyeri selama 15–20 menit. Tetapi, jika anak merasa tidak nyaman segera lepaskan kompres tersebut. 

Perlu diingat juga bahwa cara ini tidak dianjurkan untuk mengatasi sakit gigi akibat gigi yang sensitif. Kondisi gigi yang sensitif akan semakin terasa nyeri apabila terpapar oleh suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas.

3. Menggunakan Minyak Cengkeh

Minyak cengkeh bisa menjadi alternatif untuk pertolongan pertama anak sakit gigi. Minyak cengkeh dikenal memiliki sifat anti inflamasi (anti-radang) dan antibakteri yang cukup efektif untuk melawan bakteri penyebab sakit gigi. 

Manfaat baik minyak cengkeh berasal dari kandungan eugenol yang merupakan analgesik alami atau pereda nyeri. Untuk mengatasi sakit gigi pada anak menggunakan minyak cengkeh Anda dapat merendam bola kapas kecil dalam minyak tersebut.

Gunakan kapas yang sudah direndam tadi untuk mengoles area gigi yang terasa nyeri. Biarkan selama 30 menit agar rasa nyeri mereda. Ulangi beberapa kali sampai sakit gigi terasa reda.

4. Memberi Makanan Bertekstur Lembut

Saat anak mengalami sakit gigi, penting untuk memberikan perhatian khusus pada jenis makanan yang mereka konsumsi. Kondisi gigi yang sedang sakit tentu akan membuat mereka kesulitan mengunyah makanan yang memiliki tekstur keras atau lengket.

Oleh karena itu solusinya adalah memberikan makanan yang lebih lembut seperti sup, bubur, atau jus buah yang tidak terlalu asam. Makanan-makanan lembut ini akan terasa nyaman dikonsumsi. Atau bisa juga memberikan suplemen cair, yogurt, atau smoothie. 

Jenis makanan tersebut bisa menjadi opsi yang baik karena bernutrisi namun tidak memberikan tekanan berlebih pada gigi. Dengan memberikan perhatian khusus pada pola makan maka dapat membantu mereka merasa lebih baik dan mendukung proses pemulihan.

5. Mengkonsumsi Obat Pereda Nyeri

Pertolongan pertama anak sakit gigi yaitu dengan memberikan mereka obat pereda nyeri. Pertimbangkan untuk mengonsumsi obat yang mengandung anti inflamasi seperti ibuprofen atau aspirin sebagai langkah sederhana untuk mengatasi sakit gigi. 

Kedua jenis obat ini tidak hanya mampu meredakan nyeri, tetapi juga dapat mengurangi pembengkakan. Alternatif lain adalah paracetamol. Meskipun kurang efektif dalam mengatasi pembengkakan, namun obat ini terbukti ampuh dalam meredakan nyeri.

Pastikan untuk memiliki stok obat-obatan ini di rumah sehingga jika sakit gigi datang tiba-tiba Anda dapat segera mengatasinya. Meskipun demikian, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Penyebab Anak Sakit Gigi

Penyebab anak sakit gigi, Sumber: superkidsdentistry.com
Penyebab anak sakit gigi, Sumber: superkidsdentistry.com

Sakit gigi pada anak seringkali menjadi masalah yang membuat orang tua khawatir. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, dan pemahaman mengenai penyebabnya menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan gigi si kecil. 

1. Kurang Menjaga Kebersihan Mulut

Kebiasaan buruk seperti jarang menyikat gigi, sering mengunyah permen karet, mengkonsumsi camilan yang mengandung gula secara berlebihan, dan kurang minum air putih dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi. 

Gigi yang terlalu sering terpapar gula dapat mengalami kerusakan email dan mempercepat pembentukan plak yang pada akhirnya dapat menyebabkan karies gigi. Gigi yang rusak tidak hanya menimbulkan rasa nyeri namun juga dapat menyebabkan pembengkakan pada gusi. 

Bahkan gigi berlubang bisa menjadi sumber infeksi dan peradangan. Jadi ajarkan anak untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini, termasuk rutin menyikat gigi dan menghindari konsumsi gula atau makanan manis secara berlebihan.

2. Kondisi Gigi yang Sensitif

Gigi sensitif pada anak biasanya disebabkan oleh kebiasaan yang dapat merusak lapisan pelindung gigi. Kurangnya menjaga kebersihan gigi, sering menggigit benda keras, atau cara sikat gigi yang salah bisa menyebabkan abrasi dan mengikis lapisan email pada gigi anak. 

Hal ini membuat saraf gigi terasa ngilu saat terpapar oleh makanan atau minuman. Bahkan gigi bisa tiba-tiba merasa nyeri saat cuaca sedang dingin. Untuk mencegah dan mengatasi gigi sensitif pada anak Anda bisa melatih mereka untuk melakukan beberapa kebiasaan baik.

Latih anak untuk selalu menjaga kebersihan gigi, menghindari menggigit benda keras, dan mengajarkan teknik menyikat gigi yang benar sejak dini. 

3. Sedang Tumbuh Gigi

Anak biasanya akan mengalami pertumbuhan gigi pertama atau gigi susu di usia sekitar 6 bulan. Proses pertumbuhan gigi akan terus berlanjut hingga jumlahnya mencapai 20 buah pada usia 3 tahun. 

Setelah anak berusia sekitar 4 hingga 12 tahun gigi susu anak akan mulai berganti dengan gigi permanen atau gigi tetap. Pada fase ini, anak mungkin mengalami sakit gigi karena gigi-gigi baru tersebut mulai tumbuh. 

Meskipun keluhan sakit gigi ini umumnya akan mereda dalam beberapa hari, hal ini bisa menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Perhatikan kenyamanan anak selama periode pertumbuhan gigi untuk membantu meredakan nyeri yang mungkin mereka alami.

4. Adanya Infeksi pada Gigi atau Gusi

Sakit gigi pada anak bisa disebabkan oleh infeksi dan peradangan pada gigi. Jika infeksi tidak segera diobati maka dapat mengakibatkan penumpukan nanah pada gigi dan gusi. Infeksi pada gigi dan gusi memerlukan perawatan segera oleh dokter gigi.

Jika rasa sakit pada gigi anak sudah reda dalam waktu 1 hingga 2 hari, kemungkinan besar tidak ada kekhawatiran serius terkait kondisi tersebut. Namun, segera konsultasikan dengan dokter gigi apabila anak mengalami sakit gigi lebih dari 2 hari.

Periksa ke dokter gigi, Sumber: laravillagedental.com.au
Periksa ke dokter gigi, Sumber: laravillagedental.com.au

Anda juga harus segera membawa anak ke dokter jika sakit gigi disertai gejala lain seperti demam, nyeri telinga, kesulitan makan dan minum, atau kesulitan membuka mulut. Gejala-gejala ini dapat menjadi indikasi adanya masalah gigi yang lebih serius.

Salah satu rekomendasi dokter gigi Palembang yang bisa mengatasi masalah sakit gigi pada anak yaitu Zahara Dental Care. Anda bisa langsung membawa anak ke klinik kami jika pertolongan pertama yang diberikan tak kunjung membuahkan hasil.

Telah diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp