Hal yang paling mendebarkan bagi anak-anak usia TK hingga SD adalah gigi anak goyang. Dalam theasianparent.com, gigi susu adalah gigi sementara yang tumbuh pada anak-anak pada masa awal kehidupan. yaitu sekitar usia 6 bulan hingga 2 tahun. 

Seiring berjalannya waktu, gigi susu akan digantikan oleh gigi dewasa yang sifatnya permanen. Gigi dewasa ini akan membantu manusia menyempurnakan proses pendewasaan mereka.

Fungsi Gigi Susu Pada Anak

dr.Verury Verona Handayani menyebutkan beberapa fungsi gigi susu. Selain tentu saja untuk membantu mengunyah makanan. Yang pertama, sebagai penjaga ruang untuk gigi dewasa yang sifatnya permanen. Kedua, gigi susu dapat membantu membentuk wajah. 

Kemudian yang ketiga, gigi susu dapat membantu memperjelas pengucapan anak-anak. Maka, menjaga kebersihan dan kesehatan gigi susu pada anak-anak menjadi sangat esensial. Sebab dapat menentukan masa depan mereka juga.

Berbagai hal yang bisa dilakukan ketika gigi susu anak mulai goyang, Sumber: klikdokter.com
Berbagai hal yang bisa dilakukan ketika gigi susu anak mulai goyang, Sumber: klikdokter.com

Proses Tanggalnya Gigi Susu

Beberapa dokter gigi menjelaskan proses tanggalnya gigi susu yakni saat memasuki usia 6-7 tahun, gigi dewasa mulai tumbuh di tempat yang awalnya milik gigi susu. Pertumbuhan gigi dewasa ini diakhir dengan tumbuhnya gigi geraham dewasa. Biasanya terjadi pada usia 12-13 tahun. 

Untuk beberapa keadaan khusus, gigi geraham belakang tidak tumbuh. Meskipun sang pemilik gigi sudah memasuki usia dewasa. Mengingat pentingnya fungsi gigi, kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut harus selalu diperhatikan.

Berani Cabut Gigi? Ayo Berikan Edukasi Pada Anak!

Dengan adanya proses pergantian gigi tersebut, gigi susu sudah pasti mengalami penanggalan. Sebab, gigi dewasa membutuhkan ruang untuk tumbuh. Maka anak-anak akan mengalami peristiwa gigi anak goyang. 

Seperti yang sudah disebut di awal, peristiwa cabut gigi anak akan sangat mendebarkan bagi anak-anak. Apalagi jika anak-anak harus melakukannya di ruang praktek dokter gigi. Dengan peralatan-peralatan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Peristiwa cabut gigi anak adalah hal besar bagi anak-anak, kadang dilematis juga. Mencabut gigi kedengaran menakutkan, namun memiliki gigi goyang juga tidak nyaman. 

Oleh sebab itu, orang-orang dewasa (terutama orang tua) harus memahami dan mengedukasi anak-anak. Terutama alasan dan sebab dicabutnya gigi susu. Kemudian anak-anak mampu mempersiapkan diri untuk peristiwa besar ini. 

Mengapa Harus Cabut Gigi Anak?

Ternyata ada berbagai faktor yang membuat gigi anak harus dicabut. Apakah itu? Simak informasinya berikut ini.

1. Gigi Susu Sudah Goyang

dr. Nadia Nurotul Fuadah menyebutkan  penyebab goyangnya gigi susu. Goyangnya gigi susu menjadi pertanda akan tumbuhnya gigi dewasa. Biasanya, gigi dewasa akan tumbuh dalam beberapa minggu atau bulan. 

dr.Nadia juga menjelaskan bahwa gigi susu yang sudah goyang bisa tanggal secara alami. Namun bila ada kesulitan, maka bisa melewati proses gigi anak goyang di dokter gigi.

2. Gigi Dewasa Tumbuh Menyundul Gigi Susu

Ada juga kasus gigi susu yang tidak kunjung tanggal. Hal ini dapat dipengaruhi oleh ukuran rahang. Anak-anak dengan rahang kecil biasanya memiliki gigi susu yang kecil juga. Sementara itu, gigi dewasa tetap tumbuh. Ada kemungkinan ukuran gigi dewasa lebih besar dari gigi susu yang sebelumnya. Mau tidak mau menggeser posisi gigi susu. 

Jika gigi dewasa menggeser gigi susu, besar kemungkinan gigi dewasa tumbuh dengan tidak sempurna. Atau bahkan bisa terjadi gigi tidak tumbuh. Kasus ini sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter gigi. Sehingga anak-anak bisa mendapatkan penanganan terbaik dan yang tepat. Salah satunya adalah dengan memasang kawat gigi.

3. Terjadi Karies Gigi Pada Anak

Anak-anak sangat menyukai makanan dan minuman manis. Tanpa sadar, kebiasaan itu bisa menjadi masalah untuk gigi dan mulut mereka. Kandungan gula pada makanan dan minuman bisa mengikis permukaan gigi. 

Risikonya adalah gigi berlubang atau bahkan karies gigi anak. Karies gigi ini yang menimbulkan rasa sakit yang menyiksa bagi anak-anak. Kasus ini sebaiknya ditangani oleh dokter gigi untuk mengurangi risiko komplikasi.

4. Terjadi Infeksi Pada Gigi Susu

Kerusakan parah pada gigi susu anak biasanya disebabkan oleh infeksi. Untuk kasus infeksi yang parah, kerusakan akan merambah hampir semua bagian gigi. Bahkan sampai merambah ke pulpa atau bagian terdalam pada gigi. Infeksi gigi akan memicu peradangan dan rasa sakit. Segera bawa ke dokter gigi. Terlebih jika gejala tidak mereda setelah menjalani pengobatan.

Hal yang Perlu Dilakukan Saat Gigi Anak Goyang

Setelah memahami alasan-alasan untuk cabut gigi anak, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan saat gigi anak goyang.

1. Sering Menggoyang Gigi 

Untuk membantu proses gigi lepas secara alami, anak-anak bisa diarahkan untuk menggoyangkan giginya sendiri. Bisa menggunakan lidah. Bisa juga menggunakan jari. Jika dilakukan dengan jari, pastikan kondisi jari bersih dan steril. Sehingga risiko infeksi bisa dikurangi.

Sering menggoyang-goyangkan gigi, Sumber: klikdokter.com
Sering menggoyang-goyangkan gigi, Sumber: klikdokter.com

2. Menggunakan Benang atau Kapas Basah

Semakin sering digoyang, perlekatan gigi susu akan semakin berkurang. Sehingga bisa segera lepas. Untuk melepaskannya, bisa menggunakan kapas dingin. Bisa juga dengan mengikatkan benang dan menariknya dengan cepat. Kapas basah akan berguna mengurangi pendarahan yang mungkin timbul setelah gigi tanggal.

Melepaskan gigi anak yang goyang dengan benang, Sumber: id.theasianparent.com
Melepaskan gigi anak yang goyang dengan benang, Sumber: id.theasianparent.com

3. Kompres dengan Es Batu atau Berkumur dengan Air Garam yang Hangat

Gigi yang goyang mampu memberikan beberapa efek. Misalnya pegal, gatal, bengkak, nyeri, bahkan pendarahan. dr.Nadia menyebutkan bahwa efek tersebut dapat diatasi dengan beberapa cara. Misalnya, memberikan kompres es batu. Bisa juga dengan berkumur menggunakan larutan air garam yang hangat. Tujuannya adalah untuk menjaga kebersihan mulut.

Berkumur dengan menggunakan air garam, Sumber: bola.net
Berkumur dengan menggunakan air garam, Sumber: bola.net

4. Menggunakan Makanan untuk Mendorong Gigi

Melepaskan gigi goyang dengan benang atau kapas membutuhkan keberanian khusus. Jika anak-anak merasa takut melakukannya, menurut orami.co.id, bisa menggunakan makanan. Terutama makanan dengan tekstur cukup keras seperti apel atau es krim. Ada kemungkinan gigi bisa tertancap di permukaannya. Es krim juga membantu mengurangi rasa sakit setelahnya.

Menggunakan bantuan es krim untuk mendorong gigi, Sumber: sehatq.com
Menggunakan bantuan es krim untuk mendorong gigi, Sumber: sehatq.com

5. Splinting Gigi

Cara ini adalah cara mengikat gigi dengan deretan gigi di sebelahnya. Dengan catatan, gigi lain masih kuat. Selain itu, gigi yang akan menjadi pegangan sebaiknya memiliki perlekatan pada gusi dan tulang rahang. 

Prosedur ini menjadi solusi bagi gigi goyang yang terjadi karena benturan. Biasanya dilakukan untuk gigi dengan kondisi baik dan tidak perlu ditanggalkan.

Ilustrasi melakukan splinting gigi, Sumber: halodoc.com
Ilustrasi melakukan splinting gigi, Sumber: halodoc.com

Demikian tadi beberapa alternatif yang bisa diterapkan untuk mengatasi gigi anak yang goyang. Beberapa cara tersebut bisa dilakukan di rumah. Misalnya, menggunakan makanan, kapas basah, dan lainnya. 

Beberapa yang lain, seperti splinting gigi, hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi. Zahara Dental Care menawarkan beberapa pelayanan untuk masalah gigi pada anak-anak. Zahara Dental Care juga memberikan pelayanan yang ramah dan harga yang bersahabat.

Selain pelayanan terbaik dan harga bersahabat, Zahara Dental Care akan menyesuaikan penanganan dengan kondisi pasien. Terutama bagi pasien anak-anak yang mungkin merasa takut untuk mengunjungi dokter gigi. 

Konsultasikan gigi anak di Zahara Dental Care, kami akan memberikan pengalaman berkesan bagi anak-anak. Mengunjungi dokter gigi menjadi lebih menyenangkan bersama Zahara Dental Care yang merupakan tempat penanganan segala masalah gigi dan mulut.

Telah diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp