Penyakit gigi tidak hanya menyerang orang dewasa. Tidak sedikit anak-anak yang mengalami berbagai jenis sakit gigi. Salah satu penyakit gigi yang seringkali dialami anak-anak yaitu karies gigi. Meski karies gigi pada anak adalah penyakit terlihat sepele, namun jika tidak diberi penanganan yang tepat akan menjadi penyakit yang mematikan.
Apa Itu Karies Gigi?
Karies atau yang biasa disebut dengan gigi berlubang merupakan salah satu penyakit infeksi pada gigi yang merusak struktur gigi. Apabila karies tidak ditangani dengan baik maka berbagai masalah gigi akan bermunculan seperti munculnya bau mulut, nyeri gigi, infeksi gigi, gigi tanggal bahkan dapat menyebabkan pembekakan hingga kematian.
Kapan penyakit ini hadir? Karies gigi tercatat sudah ada sejak zaman perunggu saat belum ada teknologi mutakhir dan berbagai alat-alat canggih. Banyaknya orang-orang yang terkena karies disebabkan karena pola makan yang kurang baik. Saat ini hampir tidak ada satupun wilayah di dunia yang penduduknya belum pernah mengalami karies gigi.

Karies Gigi pada Anak
Penyakit karies gigi di Indonesia ternyata didominasi oleh anak-anak. Sesuai dengan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) oleh Kementerian Kesehatan, setidaknya 90 persen karies gigi di Indonesia dialami oleh anak-anak. Ini merupakan sebuah berita yang cukup menyayat hati. Karena secara tidak langsung peran orangtua selaku pengasuh dan pendidik anak belum optimal.
Karies gigi yang merupakan rusaknya jaringan keras gigi ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Streptococcus mutans. Tidak asing memang ada bakteri yang bersarang dalam mulut. Hanya saja bakteri yang semakin banyak menumpuk dengan sisa-sisa makanan berserta campuran air liur menyebabkan terciptalah plak-plak gigi yang merupakan cikal bakal karies gigi.
Penyebab Karies Gigi Anak
Sudah sepatutnya orang tua memahami apa saja faktor-faktor yang dapat menyebabkan karies gigi pada anak semakin berkembang. Ini penting untuk diketahui sebagai bekal orang tua mengasuh anak. Salah satu hal sederhana yang sering dilakukan orangtua yang termasuk penyebab munculnya karies adalah kebiasaan meminumkan susu formula menggunakan dot pada anak usia bayi sampai tertidur.
Tidak baikkah susu formula bagi anak? Memang susu formula merupakan nutrisi pengganti ASI yang baik untuk bayi, hanya sesuatu yang baik jika terlalu banyak juga bisa menjadi hal yang tidak baik. Susu formula memiliki kandungan gula yang cukup tinggi, sehingga apabila gula mengendap menjadi asam akan merusak struktur gigi sehingga dapat memicu gigi berlubang.
Selain itu berbagai makanan manis yang sudah menjadi kebiasaan juga merupakan cikal bakal karies gigi. Sebut saja permen, manisan, coklat, es krim, roti tart dan berbagai minuman berperisa adalah makanan dan minuman yang perlu dijaga takarannya. Sebuah penelitian mengatakan bahwa anak yang lebih rentan alami karies gigi adalah anak yang banyak konsumsi makanan manis.
Itulah mengapa orang tua harus senantiasa memperhatikan pola hidup anak, salah satunya pola makan. Karena pangkal dari kesehatan ialah menjaga pola makan agar makan makanan yang bergizi dan makan secara teratur. Begitu juga menjaga kesehatan gigi, perlu diawali dari memakan makanan yang baik. Dengan begitu ia akan mampu merawat gigi dengan baik.

Bahaya Karies Gigi pada Anak
Karies gigi pada anak harus ditangani dengan segera karena gigi anak cenderung punya dentin dan lapisan email yang tipis. Hal ini karena gigi pada anak masih bersifat gigi susu alias belum permanen. Sehingga karies gigi akan lebih cepat menyebar dan menyebabkan gigi berlubang bahkan sampai gigi tanggal. Padahal pertumbuhan gigi permanen sangat ditentukan oleh gigi susu.
Gigi susu yang rusak dapat menjadikan rahang anak mengecil, sehingga gigi permanen pengganti gigi susu tak punya tempat optimal untuk tumbuh. Hal ini menjadi alasan mengapa banyak gigi permanen dapat tumbuh berantakan padahal gigi susunya tumbuh secara rapi.
Karies gigi pada anak juga dapat menyebabkan gigi terasa sakit dan bengkak. Alhasil anak akan kesulitan mengunyah makanan dengan baik. Jangankan mengunyah, merasakan kenikmatan makanan saja akan kesulitan. Akibatnya anak-anak akan mogok makan dan sangat rentan alami kekurangan nutrisi. Sehingga akan ditemui anak-anak penyakit ini mengalami penurunan drastis berat badan dari sebelumnya.
Berbagai Cara Mencegah Karies Gigi pada Anak
Bagaimana cara mencegah karies gigi pada anak? Perlu diketahui, untuk mencegah karies gigi anak ada tata caranya dan tidak boleh sembarangan. Anda perlu menyesuaikan dengan tingkat keparahan dan usia anak. Misalnya saja untuk karies tahap ringan seperti timbulnya kotoran kuning kecoklatan pada gigi maka Anda cukup membersihkan gigi secara teratur.
Namun Anda perlu menghubungi dokter gigi apabila karies gigi sudah berada di tahap lanjutan, dimana sudah terjadi sakit gigi yang berkelanjutan dan juga infeksi gigi. Pertanyaannya, apakah karies gigi anak bisa disembuhkan? Tentu saja bisa, dengan catatan orang tua dan anak bekerja sama untuk disiplin menerapkan pesan-pesan dari dokter.
Sebagaimana kata pepatah, bahwa obat terbaik adalah pencegahan. Berikut telah kami rangkum beberapa tips dan cara-cara sederhana agar karies gigi tidak menghampiri buah hati tercinta. Selamat menyimak.
Pertama, Rutin Menyikat Gigi Sejak Dini
Tips pertama yang dapat Anda ajarkan pada anak Anda yakni rutin menyikat gigi setiap hari. Seminimalnya menggosok gigi dilakukan sebanyak dua kali dalam satu hari, yakni selepas makan dan sebelum istirahat tidur. Mengajarkan anak gosok gigi sudah dapat dilakukan disaat anak sudah memiliki empat gigi, atau paling tidak saat umurnya menginjak tiga tahun.
Tak harus menanti giginya tumbuh, Anda bisa mulai membersihkan gusi si bayi dengan kain bersih yang telah dibasuh air kalau giginya belum tampak tanda-tanda tumbuh. Ini perlu dilakukan agar bakteri tidak bersarang di mulut bayi dan juga menjaga kesehatan si bayi. Tak lupa pakailah cara menyikat gigi yang efektif sesuai usia anak.
Kedua, Pasta Gigi dengan Fluoride
Pakailah pasta gigi yang di dalamnya mengandung fluoride. Pasta gigi berfluoride diyakini mampu mencegah gigi berlubang. Dengan menggunakan pasta gigi berfluoride, anak-anak akan memiliki gigi yang sehat dan kuat, karena enamel atau permukaan gigi luar akan lebih tahan terhadap serangan asam yang merupakan asal mula kerusakan gigi.
Anak-anak yang masih berumur sekitar tiga tahun, cobalah untuk memberikan takaran pasta gigi sesuai dengan peruntukannya, yakni sebesar biji polong. Selain itu, anak-anak perlu diberi pendampingan secara khusus oleh orang tua saat sedang sikat gigi. Ajarkan pula berkumur secara sendiri dan mengeluarkan kumurnya selepas menggosok gigi.

Ketiga, Sikat Gigi Penarik Perhatian
Anak-anak adalah masa dimana bermain menjadi pekerjaan utamanya. Karena itu cobalah buat agar menyikat gigi menjadi hal menarik yang selalu ditunggu-tunggu. Buatlah sikat gigi seperti arena permainan yang mengasyikkan. Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah memakai peralatan sikat gigi yang imut dan disukai anak.
Keempat, Hindari Minum Susu Sembari Tidur
Cobalah untuk tidak minum susu sambil tidur. Minum susu sambil tidur akan menyebabkan gigi terkena paparan asam secara berlebihan, sehingga inilah yang menjadi penyebab karies gigi pada anak. Usahakan agar anak tidak tidur 15 menit selepas menyusui, baru kalau sudah ajak untuk anak dapat menggosok giginya sebelum tidur.
Itulah sedikit tentang penyebab, bahaya, manfaat, serta merawat karies gigi anak. Tidak ada kata terlambat bagi Anda untuk mengajarkan anak-anak hidup sehat dan menjaga kesehatan gigi dari berbagai penyakit mematikan. Bila gigi sudah terlanjur berlubang, konservasi gigi di Klinik Gigi Zahara Dental Care bisa jadi pilihan yang tepat untuk Anda. Semoga bermanfaat, sampai jumpa.
Telah diverifikasi,
drg. Siti Nita Zahara


