Pengguna kawat gigi harus lebih ekstra dalam menjaga kebersihan mulut supaya gigi tetap sehat. Pengguna kawat gigi rentan mengalami permasalahan gigi dan mulut karena sisa-sisa makanan jauh lebih mudah nyangkut, sehingga bisa menjadi pemicu munculnya kuman dan bakteri. Oleh karenanya penting mengetahui bagaimana cara merawat kawat gigi yang benar. 

Kawat gigi yang tidak dibersihkan dengan baik maka bisa berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut mulai dari sariawan, munculnya karang gigi, bau mulut tidak sedap, hingga menyusutnya ukuran gusi. 

Tips Merawat Kawat Gigi

Sebagian besar orang pasti sudah paham akan pentingnya merawat gigi supaya gigi tetap bersih dan sehat. Namun untuk pengguna kawat gigi, maka diperlukan perawatan yang jauh lebih kompleks karena tidak hanya sekedar membersihkan gigi saja akan tetapi perawatan diperlukan untuk mencegah munculnya infeksi akibat penggunaan kawat gigi. 

Berikut ini adalah beberapa cara merawat kawat gigi yang baik dan benar supaya Anda terhindar dari infeksi atau masalah gigi lainnya. 

1. Memilih Sikat Gigi Khusus Behel

Sikat gigi khusus pengguna kawat gigi, Sumber: ktla.com
Sikat gigi khusus pengguna kawat gigi, Sumber: ktla.com

Untuk pengguna kawat gigi seharusnya memilih sikat gigi khusus untuk behel dibanding sikat gigi biasa. Sikat gigi jenis ini memiliki karakteristik ukuran kepala yang jauh lebih kecil sehingga terasa nyaman di dalam rongga mulut, memiliki bulu-bulu halus, dan bagian tengahnya agak menjorok ke dalam. 

Sikat gigi khusus behel biasanya memiliki bentuk menyerupai huruf v, sehingga mampu membersihkan sisa-sisa makanan di antara sela-sela kawat dan gigi yang tidak bisa dijangkau menggunakan sikat gigi biasa. 

2. Pasta Gigi Khusus untuk Behel

Selain sikat gigi khusus, Anda juga perlu mempertimbangkan untuk menggunakan pasta gigi khusus dengan kandungan bisabolol. Penggunaan pasta gigi khusus bertujuan agar mencegah munculnya radang gusi yang biasa ditimbulkan oleh penggunaan kawat gigi atau behel. 

Ada jenis pasta gigi dari merek tertentu yang diformulasikan dengan enzim ortodontik, sehingga mampu memperbaiki kualitas air ludah. Cairan saliva dalam jumlah cukup sangat diperlukan untuk menghambat proses metabolisme flora di dalam rongga mulut. 

3. Dental Floss

Cara merawat kawat gigi yang berikutnya yaitu dengan menggunakan dental floss. Pengguna kawat gigi tentu sering mengalami masalah nyangkutnya sisa-sisa makanan di antara kawat gigi. Oleh sebab itu sebaiknya Anda selalu membawa dental floss kemanapun saat pergi untuk membersihkan sisa makanan yang terselip di kawat gigi. 

Jika tidak mungkin membersihkan gigi setiap habis makan, minimal Anda harus melakukan flossing satu kali dalam sehari. Memang melakukan flossing gigi pada gigi yang menggunakan kawat tidaklah mudah karena karet dan kawat akan menghalangi proses flossing. Namun Anda tetap harus melakukannya agar gigi dan kawat tidak kotor. 

4. Menggunakan Mouthwash

Cairan mouthwash, Sumber: isongorthodontics.com
Cairan mouthwash, Sumber: isongorthodontics.com

Sikat gigi dan dental floss saja tidak cukup karena pemasangan kawat gigi seringkali membuat bakteri terperangkap di antara kawat, sehingga menjadi pemicu munculnya bau mulut yang tidak sedap. Tentu saja hal ini bisa membuat Anda kurang percaya diri dan orang di sekitar menjadi terganggu. 

Untuk mengatasinya, Anda perlu menggunakan mouthwash atau obat kumur yang tidak memiliki kandungan alkohol minimal satu kali dalam sehari yaitu saat malam hari sebelum tidur. Obat kumur yang memiliki kandungan anti bakteri bisa dipilih untuk menjaga agar nafas tetap segar. 

5. Menghindari Makanan dengan Tekstur Keras

Pengguna kawat gigi sebaiknya tidak mengkonsumsi jenis makanan yang memiliki tekstur keras karena bisa membuat gigi terasa nyeri dan bahkan goyah. Selain itu cara merawat kawat gigi yang sering dilupakan yaitu tidak menggigit makanan yang ukurannya terlalu besar.

Makanan dengan ukuran besar sebaiknya dipotong-potong terlebih dahulu menjadi bentuk yang jauh lebih kecil agar memudahkan dalam proses mengunyah. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan kerusakan kawat karena desakan makanan yang terlalu besar. 

6. Menghindari Makanan yang Lengket

Selain makanan yang memiliki tekstur keras, makanan yang lengket sebaiknya juga dihindari seperti permen kenyal, popcorn dengan saus karamel, dan permen karet. Jenis makanan ini sangat mudah sekali nyangkut di sela-sela kawat dan gigi, sehingga bisa membuat kawat tersebut bergeser atau lepas dari tempatnya. 

7. Berkumur Setelah Makan

Membiasakan diri berkumur setelah makan merupakan cara merawat kawat gigi yang paling mudah. Karena kumur-kumur dengan air putih sehabis makan bisa membuat sisa-sisa makanan yang tersangkut jauh lebih mudah dibersihkan, sehingga tidak berlama-lama di dalam mulut. 

Sisa makanan tersebut jika dibiarkan berlama-lama tidak dibersihkan bisa memunculkan bakteri yang menjadi penyebab terjadinya karies gigi. 

8. Mengurangi Makanan Manis

Meminimalisir konsumsi makanan manis, Sumber: alliancedental.ca
Meminimalisir konsumsi makanan manis, Sumber: alliancedental.ca

Makanan dan minuman manis seperti permen, kue, es krim, dan soda sangat tidak bagus untuk kesehatan gigi. Bakteri penyebab plak sangat menyukai gula, jika Anda menggunakan kawat gigi maka plak akan lebih mudah terbentuk sehingga Anda perlu mengurangi makanan dan minuman manis. 

9. Sikat Gigi Sehabis Makan

Jika Anda menggunakan kawat gigi, maka perlu menyikat gigi jauh lebih sering dari orang yang tidak menggunakannya. Hal ini disebabkan karena sisa-sisa makanan mudah sekali tertinggal di kawat gigi yang akhirnya bisa menjadi penyebab kerusakan gigi dan bahkan kawat gigi itu sendiri. 

Untuk menjaga kebersihan gigi dan kawat, Anda perlu menyikat gigi setiap habis makan. Gosok gigi juga perlu dilakukan sebelum dan setelah bangun tidur agar kebersihan gigi dan kawat tetap terjaga. 

10. Melepas Karet Interarch

Cara merawat kawat gigi agar tetap berfungsi dengan baik yaitu melepas karet gelang interarch ketika akan menggosok gigi. Karet yang satu ini biasanya berfungsi untuk menghubungkan bagian gigi atas dan gigi bawah, bukan karet warna-warni yang saling menghubungkan antara gigi satu dengan lainnya. 

Melepas karet interarch sebelum menggosok gigi bertujuan agar sikat gigi bisa masuk untuk membersihkan gigi dan kawat yang mengelilinginya. Karet interarch juga perlu diganti secara berkala supaya fungsinya bisa maksimal. 

11. Menggunakan Pelindung Gigi

Bagi Anda yang gemar melakukan olahraga, khususnya olahraga yang bisa memberi dampak pada mulut dan bagian wajah, maka perlu menggunakan pelindung gigi. Saat olahraga ada kemungkinan Anda akan mengalami cedera rahang dan gigi. 

Pengguna kawat gigi bahkan beresiko lebih besar mengalami luka pada bagian pipi bagian dalam dan bibir saat berolahraga. Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan pelindung gigi yang bisa dengan mudah dibeli di apotek atau dari dokter gigi. 

Namun sebaiknya pastikan Anda memilih pelindung gigi dan mulut yang dirancang secara khusus untuk pengguna alat gigi ya. Hal ini dikarenakan agar memiliki lebih banyak ruang untuk kawat gigi, gusi, dan gigi itu sendiri. 

12. Kontrol Rutin ke Dokter Gigi

Rutin periksa ke dokter gigi, Sumber: rd.com
Rutin periksa ke dokter gigi, Sumber: rd.com

Satu hal yang tidak boleh Anda lewatkan dalam rangkaian cara merawat kawat gigi yaitu melakukan kontrol rutin ke dokter gigi. Anda perlu memastikan bahwa tidak ada masalah pada gigi dan melakukan penggantian karet behel secara berkala di dokter gigi. 

Dalam pemeriksaan rutin ini, dokter juga akan melakukan pemeriksaan terhadap perkembangan posisi gigi. Apabila gigi sudah berada pada tempat yang sesuai, maka penggunaan kawat gigi bisa dilepas dan dilanjut dengan penggunaan retainer gigi. 

Jika Anda memiliki masalah seputar kawat gigi atau kesehatan gigi dan mulut lainnya, maka bisa mengkonsultasikan hal tersebut dengan dokter gigi Palembang yang ada di Zahara Dental Care. 

Di sini Anda juga bisa melakukan perawatan gigi lainnya seperti scaling gigi, veneer gigi, operasi gigi bungsu, pembuatan gigi tiruan, konservasi gigi, atau bahkan perawatan gusi yang ditangani oleh dokter gigi profesional. 

Diverifikasi oleh, 

Drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp