Penyebab resesi gusi adalah topik yang perlu dibahas dan diketahui oleh setiap orang. Terutama bagi Anda yang peduli terhadap kesehatan mulut. Gusi yang mengalami resesi akan membuat gigi atau akar gigi menjadi terlihat.

Kondisi seperti ini termasuk ke dalam jenis penyakit gusi yang dapat meningkatkan sensitivitas gigi. Ada banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan resesi gusi mulai dari kebiasaan buruk hingga penyakit diabetes dan perubahan hormon.

Gejala Resesi Gusi

Terjadinya resesi gusi, Sumber: medkomtek.com
Terjadinya resesi gusi, Sumber: medkomtek.com

Gejala resesi gusi bisa bervariasi tergantung dari tingkat keparahannya. Salah satu gejala paling jelas adalah gusi yang tampak menyusut atau menurun sehingga memperlihatkan lebih banyak permukaan gigi atau akar gigi. 

Resesi gusi biasanya disertai juga dengan sensitivitas gigi yang meningkat, terutama saat gigi terpapar oleh makanan dan minuman dengan suhu panas, dingin, memiliki rasa manis atau asam. Selain itu, resesi gusi bisa menyebabkan gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah.

Terutama saat Anda sedang menyikat gigi atau menggunakan benang gigi. Rasa tidak nyaman atau nyeri di sekitar garis gusi juga bisa menjadi gejala resesi gusi. Dalam beberapa kasus, resesi gusi dapat menyebabkan gigi menjadi goyang atau bahkan tanggal.

Selain itu bau mulut yang tidak sedap dan rasa kurang nyaman di mulut juga bisa menjadi indikasi adanya masalah gusi. Jika Anda mengalami gejala-gejala resesi gusi sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi. 

Penyebab Resesi Gusi

Penyebab resesi gusi, Sumber: kompas.com
Penyebab resesi gusi, Sumber: kompas.com

Resesi gusi bukanlah sebuah penyakit yang datang secara tiba-tiba akan tetapi prosesnya sudah berlangsung cukup lama sehingga pada akhirnya gusi tampak turun dan akar gigi menjadi terlihat.

1. Plak yang Tidak Dibersihkan dengan Baik

Plak bisa menyebabkan resesi gusi. Plak merupakan lapisan lengket yang terbentuk dari sisa makanan, bakteri, dan air liur yang menempel pada gigi dan gusi. Jika tidak dibersihkan plak akan semakin menumpuk dan mengeras menjadi karang gigi. 

Karang gigi lebih sulit dibersihkan dan hanya bisa diatasi dengan bantuan dokter gigi melalui proses scaling. Penumpukan plak dan karang gigi menyebabkan iritasi dan peradangan pada gusi. Kondisi seperti ini dikenal juga sebagai gingivitis.

Kemudian gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis. Seiring dengan berjalannya waktu, kerusakan dapat menyebabkan gusi menyusut dan menarik diri dari gigi sehingga terjadilah resesi gusi. 

2. Sikat Gigi dengan Bulu yang Keras

Menggosok gigi menggunakan sikat gigi dengan bulu yang keras bisa menjadi salah satu penyebab resesi gusi. Menggunakan sikat gigi berbulu keras dan menyikat gigi dengan tekanan berlebihan dapat merusak jaringan gusi dan enamel gigi. 

Ketika gusi terluka atau teriritasi oleh kebiasaan gosok gigi yang terlalu agresif, maka gusi cenderung dapat menyusut dan menarik diri dari gigi. Untuk mencegah resesi gusi sebaiknya gunakan sikat gigi berbulu lembut dan lakukan teknik menyikat gigi secara tepat. 

Sikat gigi dengan gerakan melingkar kecil selama dua puluh detik pada setiap bagiannya. Menggosok gigi dengan gerakan melingkar dipercaya mampu membersihkan kotoran dan plak yang menempel di celah gigi.

3. Perlekatan Otot (Frenulum)

Resesi gusi dapat disebabkan oleh perlekatan otot (frenulum) yang menarik garis gusi. Ketika frenulum memiliki perlekatan yang terlalu kuat maka posisinya menjadi tidak normal. Frenulum adalah jaringan otot kecil yang menghubungkan bibir atau lidah dengan gusi.

Tekanan yang dihasilkan dari otot dapat menyebabkan gusi tertarik dan menyusut. Kondisi ini sering terlihat pada frenulum labial (yang menghubungkan bibir atas dengan gusi atas) dan frenulum lingual (yang menghubungkan lidah dengan lantai mulut).

Jika resesi gusi disebabkan oleh perlekatan frenulum yang tidak normal, dokter gigi biasanya akan merekomendasikan prosedur pembedahan kecil yang disebut frenektomi. Tujuannya adalah untuk mengurangi tekanan pada gusi.

4. Kurangnya Jaringan Gusi

Kurangnya jaringan gusi yang melindungi gigi sejak awal dapat mempengaruhi kontur garis gusi dan menyebabkan resesi gusi. Jaringan gusi yang tipis atau lemah lebih rentan terhadap kerusakan dan iritasi.

Ketika jaringan gusi tidak cukup kuat atau tebal, ia tidak dapat memberikan perlindungan yang memadai untuk gigi, terutama di daerah garis gusi. Hal ini dapat menyebabkan gusi menyusut dan menurun sehingga akar gigi menjadi terlihat.

Resesi gusi yang disebabkan oleh kekurangan jaringan gusi sejak awal bisa diperparah oleh faktor-faktor lain seperti kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan mulut, penyakit periodontal, atau trauma fisik.

5. Faktor Genetika

Faktor genetik bisa menjadi penyebab resesi gusi. Kecenderungan mengalami resesi gusi bisa diturunkan dari orang tua ke anak. Seseorang dengan riwayat keluarga yang memiliki masalah gusi ada kemungkinan untuk mengalami masalah serupa.

Selain itu, faktor genetika juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh merespons peradangan dan infeksi. Meskipun faktor genetik tidak dapat diubah, orang yang sadar akan risiko genetik mereka dapat mengambil langkah-langkah pencegahan ekstra untuk menjaga kesehatan gusi.

Contohnya seperti menjaga kebersihan mulut dengan baik, menggunakan sikat gigi berbulu lembut, teknik menyikat yang tepat, dan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.

6. Penyakit Diabetes

Diabetes dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi, termasuk infeksi di area mulut. Penderita diabetes cenderung memiliki kadar gula darah yang tinggi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi gusi dan penyakit periodontal. 

Ketika penyakit gusi terjadi, peradangan dan infeksi dapat merusak jaringan gusi hingga akhirnya menyebabkan resesi gusi. Selain itu, diabetes dapat mengurangi aliran darah ke gusi dan membuat jaringan gusi lebih rentan terhadap kerusakan. 

Untuk mencegah dan mengatasi resesi gusi pada penderita diabetes sebaiknya Anda selalu menjaga agar kadar gula darah agar tetap stabil. Mulai sekarang kurangi asupan makanan yang mengandung terlalu banyak gula dan karbohidrat.

7. Perubahan Hormon

Perubahan hormon dapat membuat Anda lebih rentan terkena resesi gusi, terutama pada wanita. Wanita yang mengalami perubahan hormon perlu ekstra hati-hati dalam menjaga kebersihan mulut. 

Fluktuasi hormon yang terjadi selama masa pubertas, kehamilan, menstruasi, dan menopause dapat mempengaruhi kesehatan gusi. Selama periode tersebut peningkatan kadar hormon seperti estrogen dan progesteron dapat membuat aliran darah ke gusi menjadi lebih intens. 

Ini akan membuat jaringan gusi menjadi lebih sensitif, bengkak, dan mudah meradang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit gusi yang pada akhirnya dapat menyebabkan resesi gusi.

8. Kekurangan Vitamin C

Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan resesi gusi. Vitamin C merupakan nutrisi penting yang memiliki peran besar terhadap kesehatan jaringan gusi dan membantu proses penyembuhan. 

Untuk mencegah resesi gusi yang disebabkan oleh kekurangan vitamin C, pastikan Anda memenuhi kebutuhan asupan vitamin C melalui konsumsi makanan dengan kandungan vitamin C seperti  jeruk, stroberi, dan kiwi atau konsumsi juga suplemen jika diperlukan.

Obat Resesi Gusi

Pengobatan resesi gusi, Sumber: medkomtek.com
Pengobatan resesi gusi, Sumber: medkomtek.com

Perawatan untuk resesi gusi sangat bergantung pada tingkat keparahan dan ada atau tidaknya gejala penyakit periodontal. Jika resesi gusi cukup serius, dokter gigi mungkin akan merekomendasikan prosedur cangkok gusi untuk menggantikan jaringan yang hilang.

Cangkok gusi adalah prosedur bedah yang memanfaatkan jaringan dari area lain seperti langit-langit mulut kemudian memindahkannya ke area gusi yang terdampak. Jika ada tanda-tanda penyakit gusi, dokter gigi akan melakukan pembersihan gigi terlebih dulu.

Resesi gusi juga bisa diatasi dengan teknik bedah lubang jarum. Cara kerjanya yaitu dengan memanipulasi jaringan gusi yang ada di atas akar gigi yang terbuka. Penelitian menunjukkan bahwa metode ini memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi.

Itulah 8 penyebab resesi gusi dan cara tepat untuk mengatasinya. Jika Anda mengalami masalah resesi gusi maka bisa berkunjung ke Zahara Dental Care untuk melakukan perawatan. Di sini Anda akan ditangani oleh dokter gigi Palembang yang berpengalaman.

Selain mengobati pasien yang mengalami resesi gusi, dokter juga bisa memberi perawatan lain seperti cabut gigi, pemasangan kawat gigi, veneer, operasi gigi bungsu dan masih banyak lagi lainnya.

Telah di verifikasi oleh

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp