Banyak orang yang memiliki kepercayaan bahwa sakit gigi salah satunya disebabkan oleh ulat gigi yang bersarang di gigi manusia dan menggerogoti gigi sehingga menjadikan gigi busuk. Tak hanya itu, ulat gigi juga diyakini sebagai penyebab gigi berlubang. Benarkah berbagai masalah gigi disebabkan oleh serangga satu ini? Simak hanya di artikel ini.

Ulat Gigi Mitos atau Fakta?

Ulat bulu ini tidaklah benar dan hanya mitos belaka. Ternyata sakit gigi disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan buruk seperti banyak konsumsi makanan dan minuman manis, tidak menggosok gigi setelah makan, sehingga menyebabkan gigi tidak terjaga kebersihannya. Berbagai kerusakan gigi seperti infeksi parah sampai tanggalnya gigi dapat terjadi apabila gigi tidak terawat dengan baik.

Lalu, benda apakah yang diyakini sebagai ulat gigi? Berbagai pakar ahli University of Maryland Dental School mengemukakan ada benda-benda mirip ulat berbentuk silinder memanjang yang tumbuh adalah pulpa gigi. 

Pulpa gigi punya tugas menyalurkan kepekaan panas atau dingin dari permukaan gigi ke saraf. Saat tubulus terbuka, bentuknya mirip ulat kecil dan rasanya akan cukup sakit. Rasa sakit inilah yang diyakini sebagai ulah dari ulat gigi pada manusia yang menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.

Pembahasan seputar ulat gigi manusia, Sumber: lingkarmadiun.pikiran-rakyat.com
Pembahasan seputar ulat gigi manusia, Sumber: lingkarmadiun.pikiran-rakyat.com

Sebab Munculnya Mitos Ulat Gigi 

Mitos ulat gigi sebagai penyebab sakit gigi sudah diyakini selama lebih dari 5000 tahun lamanya. Bahkan mitos ini sudah termaktub dalam teks kuno Sumeria. Tulisan Cina kuno yang berumur 1500 SM  juga menuliskan bahwa ulat gigi adalah salah satu alasan rusaknya gigi manusia. Dalam teks tersebut terdapat perwujudan ulat gigi yang mengerikan.

Adapun wujud ulat gigi manusia, ada beberapa teori berbeda yang menjelaskan bagaimana bentuk serangga satu ini. Bentuk seperti belut misalnya, adalah keyakinan masyarakat Inggris. Berbeda dengan Jerman bagian utara yang meyakini ulat gigi berwarna biru, abu-abu dan merah. Dan di berbagai tempat lain ulat gigi digambarkan seperti belatung.

Terlepas dari itu, ada beberapa teori yang menguatkan alasan munculnya ulat gigi pada manusia. Berikut kami paparkan beberapa teori ulat gigi yang semoga dapat menambah wawasan Anda.

1. Infeksi Cacing Guinea dalam Air 

Dracunculus medinensis atau yang biasa dikenal dengan cacing Guinea saat hamil dapat melahirkan tidak kurang dari 500.000 anak cacing saat bersarang di dalam air yang sejuk. Biasanya cacing satu ini mudah ditemukan di dalam sumur yang sering digunakan. Ada suatu teori yang mengatakan bahwa cacing ini ditemukan dalam air yang terinfeksi.

Seseorang akan dapat melihat cacing Guinea melahirkan ketika hendak mengambil air sumur tersebut. Cacing inilah yang diyakini oleh sebagian orang sebagai pelopor berbagai infeksi pada gigi.

2. Bentuknya yang Mirip Ulat Gigi

Salah satu argumen kuat bahwa ulat gigi adalah penyebab segala penyakit gigi karena ada sebuah struktur dalam gigi manusia yang mempunyai bentuk seperti ulat gigi. Struktur ini berbentuk silinder dan menempel pada tubulus gigi, sangat serupa dengan bentuk ulat gigi manusia yaitu seperti cacing berongga. 

Ilmuwan belum memiliki pemahaman struktur apakah sebenarnya itu, sehingga beberapa masyarakat zaman dahulu menyimpulkan bahwa struktur tersebut adalah ulat gigi.

3. Abu Biji Henbane yang Mirip Ulat

Di Inggris, tepatnya pada saat abad pertengahan muncul pengobatan alternatif ulat gigi dengan asap dari biji henbane yang dibakar. Henbane merupakan salah satu tanaman yang biasa dipakai untuk pengobatan. Pengobatan ini diawali dengan biji yang dipanaskan di arang, lalu bagi orang-orang yang mengalami sakit gigi ia akan menghirup asapnya.

Saat biji henbane dibakar akan bermunculan abu-abu yang bentuknya kecil berongga dan meliuk-liuk, inilah yang diyakini sebagai ulat gigi. Selain itu, salah satu sifat tanaman henbane adalah meredakan sakit gigi. Dengan begitu selepas masyarakat menggunakan pengobatan henbane, mereka tak akan merasakan sakit gigi. 

Bukan karena ulat gigi yang sudah keluar, melainkan karena bahan narkotika yang ada di dalam tanaman henbane.

Ternyata ulat gigi hanya mitos belaka, Sumber: ciputrahospital.com
Ternyata ulat gigi hanya mitos belaka, Sumber: ciputrahospital.com

Plak Gigi, Mitos Ulat Gigi yang Terbantahkan

Sudah diketahui bahwa yang berperan dalam sakit gigi bukanlah ulat gigi, karena ulat gigi tidak benar-benar ada. Ulat gigi hanyalah mitos yang dikarang masyarakat zaman dahulu karena minimnya wawasan dan ilmu pengetahuan. Jika bukan ulat gigi yang menyebabkan sakit gigi, lalu apa penyebab sakit gigi yang sesungguhnya?

Berbicara penyebab, tentu ada banyak penyebab sakit gigi. Hanya saja dari sekian banyak penyebab sakit gigi, penyebab sakit gigi yang paling umum adalah tersebab infeksi bakteri yang ada dalam plak gigi yang merupakan asal-muasal kerusakan pada gigi. Plak dapat terbentuk tersebab adanya pemupukan bakteri.

Tidak hanya menjadi penyebab gigi berlubang, plak juga dapat menyebabkan radang gusi. Mulanya bakteri hanya menumpuk di lapisan paling luar gigi, lalu merusak email, dan plak mulai terbentuk. Saat seseorang sering konsumsi makanan juga minuman bertepung dan manis dan jarang bersihkan gigi maka kemungkinan besar plak mulai membesar.

Bakteri yang menumpuk di lapisan luar gigi lalu menyerang dentin atau lapisan di bawah email, menyebabkan mulai terbentuk lubang kecil pada gigi. Biasanya lubang ini tidak tampak karena tertutupi plak gigi. Lambat laun saraf serta pembuluh darah akan terinfeksi mulai terkena dampaknya dan menjadikan rasa sakit yang menjalar hingga sekujur tubuh.

Tips-Tips Ampuh Atasi Sakit Gigi 

Sudah jelas bahwa berbagai penyakit gigi yang ada bukan disebabkan karena ulat gigi pada manusia, melainkan karena kebersihan dan kesehatan gigi yang tidak terjaga. Berikut ini kami paparkan beberapa tips ampuh bagaimana mengatasi sakit gigi yang menyakitkan.  

1. Pakai Daun Cengkeh 

Salah satu herbal yang kaya akan manfaat adalah cengkeh. Cengkeh juga disinyalir dapat membantu atasi berbagai masalah kesehatan mulut dan gigi. Tanaman herbal satu ini mempunyai khasiat dapat meredakan nyeri dan mencegah penyebaran rongga. Ini disebabkan kandungan dalam cengkeh yang punya sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri.

2. Pakai Kaldu Tulang

Ada banyak vitamin, mineral serta lemak yang ada dalam kaldu tulang. Magnesium dan kalsiumnya mampu atasi gigi berlubang dan melawan kerusakan gigi, sehingga cocok menjadi obat herbal bagi mulut dan gigi. Kaldu tulang ini sebenarnya adalah campuran dari tulang rebus hewan dengan berbagai sayuran segar yang menyatu menjadi sup yang nikmat.

Rutin memeriksakan gigi untuk mencegah kerusakan gigi, Sumber: alodokter.com
Rutin memeriksakan gigi untuk mencegah kerusakan gigi, Sumber: alodokter.com

3. Pakai Bawang putih

Tidak hanya dikenal sebagai bumbu penyedap rasa alami, bawang puting ternyata juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Mengkonsumsi bawang putih dengan sering menyebabkan kesehatan mulut semakin terjaga. Sifat antijamur serta antibakteri pada bawang putih memiliki kegunaan mampu menjadi obat penghilang rasa sakit alami.

Demikianlah, ternyata berbagai masalah gigi tidak disebabkan oleh ulat gigi manusia, melainkan karena kesehatan gigi yang tidak dijaga. Sehingga menimbulkan plak-plak gigi yang menjadi cikal-bakal segala macam masalah gigi. 

Bagi Anda yang menginginkan gigi senantiasa terjaga, Anda bisa menggunakan layanan konservasi gigi Zahara Dental yang telah terbukti kualitasnya. Semoga bermanfaat, sampai jumpa.

Telah diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp