Menerapkan kebiasaan sikat gigi harus dilakukan sedini mungkin agar kesehatan gigi dan mulut bisa terjaga. Tentu saja Anda harus memilih sikat gigi untuk bayi secara tepat dan sesuai dengan usianya supaya tidak melukai gusi. 

Anak-anak yang sudah terbiasa menjaga kesehatan gigi dengan melakukan sikat gigi secara rutin dan teratur maka bisa terhindar dari berbagai risiko masalah gigi dan mulut seperti gigi berlubang, radang gusi, karies gigi, gigi sensitif dan masalah gigi lainnya saat beranjak dewasa nanti. 

Ada beberapa kerusakan pada gigi yang tidak bisa kembali pulih seperti sedia kala jika seorang anak sudah dewasa dan gigi susu telah berganti dengan gigi permanen. Kerusakan tersebut berupa gigi berlubang atau gigi patah. 

Cara untuk memperbaiki gigi berlubang atau gigi patah tersebut yaitu dengan menambalnya jika masih bisa diselamatkan atau menggantinya dengan gigi palsu. Oleh karena itu, penting sekali menerapkan kebiasaan menggosok gigi sejak kecil. 

Sebagai seorang ibu atau orang tua dari anak, Anda harus membentuk kebiasaan menggosok gigi secara rutin sampai anak bisa konsisten melakukannya secara mandiri. Hal ini disebabkan karena kesehatan gigi dan mulut juga akan berdampak terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

Kapan Bayi Harus Mulai Sikat Gigi? 

Usia bayi untuk menyikat gigi, Sumber: hurstpediatricdentistry.com
Usia bayi untuk menyikat gigi, Sumber: hurstpediatricdentistry.com

Gigi bayi sebenarnya sudah mulai berkembang sejak ia masih di dalam kandungan seorang ibu. Bakal gigi tersebut posisinya masih berada di bawah gusi dan belum muncul ke permukaan. Ada beberapa anak yang tumbuh gigi lebih cepat daripada anak lainnya, namun biasanya gigi anak mulai tampak pada usia 6 sampai 10 bulan. 

Bagian gigi yang pertama muncul umumnya adalah gigi seri tengah bawah atau atas. Selanjutnya pertumbuhan gigi akan terus bertambah sampai usianya menginjak 3 tahun. 

Saat gigi belum tumbuh, Anda bisa menyikat gusi menggunakan kain berbahan lembut yang telah dibasahi untuk menghilangkan kotoran dan kuman. 

Apabila gigi sudah mulai muncul, maka Anda bisa memilih sikat gigi untuk bayi yang bertekstur lembut untuk membersihkannya. Setelah usianya menginjak 2 tahun, Anda bisa mulai menambahkan sedikit pasta gigi yang mengandung fluoride seukuran biji beras.

Kemudian setelah usianya menginjak 3 tahun ke atas, maka jumlahnya bisa dinaikkan menjadi seukuran kacang polong. 

Pentingnya menambahkan pasta gigi berflouride untuk menggosok gigi anak adalah supaya mencegah kerusakan gigi akibat asam yang berasal dari makanan atau bakteri penyebab gigi berlubang. Kebiasaan menyikat gigi harus didampingi oleh orang tua sampai anak menginjak 6 tahun agar anak bisa menggosok gigi secara benar. 

Tips Memilih Sikat Gigi untuk Bayi yang Tepat

Karena kondisi tubuh bayi masih sangat sensitif, maka Anda harus berhati-hati dalam memilih sikat gigi untuk bayi agar tidak menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan gigi dan gusi. Berikut ini adalah beberapa tips dalam memilih sikat gigi untuk bayi secara benar. 

1. Ukuran Kepala Sikat Harus Kecil

Ukuran kepala sikat gigi, Sumber: cdnparenting.com
Ukuran kepala sikat gigi, Sumber: cdnparenting.com

Sikat gigi untuk bayi harus memiliki ukuran kepala yang kecil agar bisa sesuai dengan kondisi mulut bayi. Ukuran kepala sikat gigi yang terlalu besar dikhawatirkan akan menyebabkan iritasi atau melukai bagian mulut bayi. 

Keuntungan menggunakan sikat gigi berukuran kecil yaitu bisa menjangkau semua bagian mulut bayi. Sehingga kebersihan gigi bisa terjangkau hingga ke bagian belakang yang biasanya sulit dilakukan apabila menggunakan sikat gigi dengan kepala berukuran besar. 

2. Sikat Gigi dengan Bulu Lembut

Selain memiliki ukuran kepala yang kecil, Anda juga harus memilih sikat gigi untuk bayi dengan bulu-bulu lembut dan halus agar tidak membuat gusi iritasi atau nyeri. Anak-anak tentu akan menolak sikat gigi jika hal itu terasa menyakitkan atau tidak nyaman. 

Oleh karenanya, penting sekali memilih sikat gigi dengan bulu lembut supaya aktivitas menggosok gigi terasa lebih menyenangkan dan pada akhirnya anak-anak bisa sikat gigi secara rutin. Selain itu sikat gigi sebaiknya terbuat dari bahan silikon dan memiliki stopper supaya tidak melukai tenggorokan anak. 

3. Sikat Gigi dengan Pegangan Besar

Orang dewasa mungkin lebih nyaman dengan sikat gigi yang memiliki pegangan kecil, akan tetapi hal ini tidak berlaku untuk anak-anak dan bahkan bayi. Hal ini dikarenakan mereka belum bisa menggenggam dengan kuat dan benar. 

Anak-anak atau bayi jauh lebih nyaman dengan sikat gigi yang pegangannya sedikit lebih besar, agar ia lebih mudah menggosok gigi saat harus melakukannya sendiri. Jadi berikan sikat gigi untuk bayi yang memiliki pegangan besar supaya nyaman digenggam. 

4. Berwarna Cerah dan Desainnya Lucu

Bayi atau anak-anak tentu menyukai sesuatu yang berwarna cerah dan memiliki desain lucu. Memilih sikat gigi untuk bayi dengan warna cerah dan desain sesuai dengan karakter favoritnya akan membuat anak menjadi lebih bersemangat saat akan gosok gigi. 

Cara Menyikat Gigi pada Bayi

Cara menyikat gigi bayi, Sumber: popsugar.com
Cara menyikat gigi bayi, Sumber: popsugar.com

Selain harus bisa memilih sikat gigi untuk bayi, sebagai orang tua juga harus mengetahui cara menyikat gigi yang benar. Hal ini disebabkan karena kesalahan dalam menggosok gigi bisa membuat anak kesakitan dan akhirnya tidak mau sikat gigi lagi. 

Setelah menemukan sikat gigi untuk bayi yang paling sesuai dengan usia anak, jangan lupa pilih juga pasta giginya. Karena masih bayi, maka proses menyikat gigi harus dibantu oleh ibu atau orang tua. 

Agar mudah melakukannya, Anda bisa memposisikan bayi secara berhadapan lalu baringkan bayi dengan meletakkan bagian kepala di atas pangkuan. Namun apabila usianya sudah cukup besar dan mampu berdiri sendiri, maka gosok gigi bisa dilakukan sambil berdiri. 

Bukalah mulut bayi dan mulai gosok gigi dengan gerakan yang lembut. Lakukan langkah tersebut secara berulang-ulang sampai seluruh permukaan gigi dan gusi benar-benar bersih. 

Setelah selesai, suruh anak untuk meludah agar tidak ada pasta gigi yang tertelan. Terakhir bilas menggunakan air bersih dengan meminta anak untuk berkumur. 

Fungsi Sikat Gigi untuk Bayi

Fungsi sikat gigi untuk bayi, Sumber: mother.ly
Fungsi sikat gigi untuk bayi, Sumber: mother.ly

Selain membersihkan gusi dan mulut dari sisa-sisa makanan, ada fungsi lain dari kebiasaan menyikat gigi pada bayi meskipun giginya belum tumbuh sekalipun. Sikat gigi pada bayi bisa mempercepat gusi turun, sehingga gigi akan lebih mudah muncul. 

Kebiasaan menggosok gigi secara rutin juga akan melatih gerakan refleks anak. Saat area gigi dan gusi digosok menggunakan kain atau sikat gigi untuk bayi, hal itu akan mengirimkan rangsangan ke otak sehingga anak akan terlatih melakukan gerakan refleks. 

Gerakan pada kegiatan menggosok gigi akan membuat otot yang ada di rahang bagian bawah bergerak. Otot yang bergerak memiliki pengaruh positif terhadap saraf pendengaran anak. Tentu saja manfaat baik tersebut bisa diperoleh apabila Anda memilih dan menggunakan sikat gigi secara benar. 

Anda bisa membeli sikat gigi yang sesuai dengan usia anak. Biasanya merk sikat gigi tertentu memiliki label khusus untuk anak dengan usia tertentu. Jika Anda masih bingung dalam memilih sikat gigi untuk bayi, maka bisa mengkonsultasikan hal tersebut pada dokter agar mendapat rekomendasi yang tepat. 

Untuk berkonsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan gigi dan mulut bayi, Anda bisa datang langsung ke klinik kami yaitu Zahara Dental Care. Kami merupakan pilihan tepat bagi Anda yang sedang mencari dokter gigi Palembang untuk menangani berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut atau untuk perawatan gigi secara rutin.

Telah diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp