Apakah Anda sering mengalami permasalahan pada area mulut seperti sariawan? Hampir semua orang mungkin pernah mengalami permasalahan ini. Biasanya sariawan berada pada bagian tertentu, misalnya sariawan pada gusi. Permasalahan ini pun dapat menjadi hal yang parah jika terjadi secara terus-menerus tanpa melakukan pengobatan.
Munculnya sariawan pada area mulut tentunya sangat tidak mengenakan. Kenikmatan ketika hendak memakan atau meminum sesuatu pun menjadi terhalang disebabkan adanya sariawan yang terasa sakit dan nyeri jika bersentuhan dengan potongan makanan atau minuman tertentu.
Namun, biasanya seseorang yang sedang mengalami sariawan cenderung mengabaikannya tanpa melakukan pengobatan yang tepat. Padahal, pada kasus tertentu sariawan dapat menyebabkan dampak negatif lain, khususnya sariawan pada gusi.
Oleh karena itu, apabila Anda sering mengalami masalah sariawan yang berada pada gusi, sangat direkomendasikan untuk Anda melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Namun, sebenarnya apa saja penyebab yang dapat menimbulkan sariawan pada gusi?
Penyebab Munculnya Sariawan Pada Gusi

Bagi Anda yang pernah atau bahkan sering mengalami masalah sariawan pada area mulut khususnya gusi, tentunya Anda sangat membutuhkan informasi mengenai penyebab munculnya sariawan tersebut agar kedepannya Anda dapat menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan munculnya sariawan. Diantara penyebabnya adalah sebagai berikut:
1. Trauma dan iritasi akibat perawatan gigi
Beberapa perawatan gigi ternyata dapat menjadi salah satu penyebab seseorang mengidap sariawan. Misalnya seperti ketika sedang menyikat gigi terlalu keras sehingga membuat bagian gusi menjadi luka. Terkhusus bagi Anda yang menggunakan behel atau kawat gigi, sariawan mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Hal tersebut disebabkan area gusi sangat mudah tergesek dengan behel yang menempel pada gigi.
2. Sensitif terhadap makanan dan minuman tertentu
Tahukah Anda bahwa jenis makanan dan minuman tertentu dapat memicu timbulnya sariawan? Makanan yang cenderung memiliki cita rasa pedas dan asam bisa menyebabkan timbulnya iritasi jaringan lunak pada area rongga mulut, termasuk pada bagian gusi. Faktor timbulnya sariawan juga bisa disebabkan oleh alergi pada makanan tertentu, seperti kopi, telur, kacang-kacangan, cokelat, dan lain sebagainya.
3. Kurangnya vitamin dan mineral yang dikonsumsi tubuh
Sariawan pada gusi juga dapat muncul akibat kurangnya seseorang dalam mengonsumsi vitamin dan mineral. Padahal, tubuh sangat membutuhkan nutrisi yang berasal dari vitamin dan mineral guna menjaga kondisi tubuh agar tetap optimal. Apabila tubuh kekurangan nutrisi seperti vitamin C, vitamin V3, vitamin B12, zinc, dan asam folat, makan besar kemungkinan sariawan akan mudah muncul pada area mulut.
4. Terjadi perubahan hormon
Menurut sebuah penelitian, wanita cenderung lebih rentan mengalami masalah pada area mulut, seperti sariawan pada gusi belakang, gusi bengkak, maupun pendarahan pada gusi. Hal yang menyebabkannya adalah karena adanya perubahan hormon yang terjadi ketika masa menstruasi, masa kehamilan, hingga terjadinya menopause.
Mengenal Gejala Sariawan pada Gusi
Secara umum, terdapat dua jenis sariawan yang biasa muncul pada saat terjadi permasalahan pada area mulut. Yang pertama adalah jenis sariawan sederhana yakni sariawan yang paling sering dialami oleh kebanyakan orang.
Jika dilihat, sariawan ini memiliki ukuran yang kecil, membutuhkan waktu setidaknya 1-2 minggu untuk sembuh dengan sendirinya, tidak menular ke orang lain, dan tidak menimbulkan bekas luka ketika sudah sembuh.
Diantara gejala umum yang dapat seseorang rasakan ketika timbul sariawan pada area gusi adalah:
- Munculnya luka dengan warna putih atau abu-abu yang berbentuk bulat dengan warna merah pada tepiannya.
- Terdapat rasa sakit pada luka sariawan jika terkena sentuhan atau gesekan, misalnya ketika sedang makan atau minum.

Lain halnya pada kondisi seseorang dengan luka sariawan yang lebih serius, orang tersebut mungkin akan merasakan gejala yang lebih berbeda, seperti:
- Timbul gejala demam.
- Munculnya benjolan putih di gusi.
- Tubuh menjadi lesu dan lemas.
- Terjadi kebengkakan pada kelenjar getah bening.
Cara yang Tepat dalam Mengatasi Sariawan pada Gusi
Pada kasus sariawan yang kebanyakan dialami oleh orang-orang, umumnya bisa diatasi tanpa perlu harus mengunjungi dokter. Ada beberapa obat yang bisa Anda beli di apotek atau warung terdekat di kawasan rumah Anda.

Beberapa cara mengatasi sariawan pada gusi yang dapat Anda praktekkan sendiri di rumah yaitu sebagai berikut:
1. Berkumur dengan garam atau baking soda
Cara yang pertama yaitu dengan berkumur-kumur dengan air yang sudah dicampur dengan garam ataupun baking soda. Adapun manfaat dari berkumur dengan air garam yaitu dapat meringankan peradangan dan rasa sakit yang timbul akibat sariawan tersebut. Larutan baking soda juga memiliki manfaat untuk mengobati sariawan yang ada pada gusi.
Langkah yang harus Anda lakukan yaitu ambil ½ sendok teh garam atau baking soda yang ada di rumah, lalu campurkan ke dalam gelas yang berisikan air hangat. Aduk hingga larutan tersebut bercampur menjadi satu. Setelah itu, Anda bisa langsung berkumur menggunakan larutan tersebut. Ulangi langkah ini beberapa kali sehari sampai luka sariawan mengempis.
2. Hindari mengonsumsi jenis makanan tertentu
Ketika terdapat peradangan mulut yang disebabkan sariawan, alangkah baiknya jika Anda menghindari beberapa jenis makanan yang dapat menambah rasa sakit dan lamanya penyembuhan. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari antara lain seperti kacang-kacangan, keripik, dan sejenisnya. Hindari juga makanan yang terlalu banyak mengandung rasa pedas dan asam, sebab akan memperlambat waktu penyembuhan.
Sebaliknya, konsumsilah makanan-makanan yang bertekstur lembut sehingga tidak berpotensi melukai gusi. Selain itu, perbanyak mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi yang cukup seperti sayur-mayur agar vitamin dan mineral yang dibutuhkan dapat tercukupi.
3. Konsumsi obat pereda sakit
Umumnya, rasa sakit yang ditimbulkan dari luka sariawan pada gusi dapat mengganggu aktivitas harian seseorang. Untuk meredakan rasa sakit tersebut, Anda bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit yang mudah ditemui di apotek maupun warung kecil di sekitar lingkungan rumah Anda. Beberapa jenis obat yang dapat dibeli tanpa memerlukan resep dokter misalnya seperti paracetamol dan ibuprofen.
4. Membersihkan gigi secara perlahan
Tidak dipungkiri bahwa penyakit sariawan timbul karena seseorang kurang menjaga kesehatan mulut dan gigi. Oleh karena itu, meskipun dalam kondisi sedang menahan rasa nyeri akibat sariawan, Anda tetap diharuskan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dengan cara menyikatnya secara perlahan dan hati-hati. Gunakan lah sikat gigi dengan bulu yang halus dan lembut.
5. Melakukan perawatan gusi ke dokter
Untuk kasus sariawan pada gusi, ada beberapa pasien yang mengalami luka sariawan yang sudah kronis. Jika dibiarkan tanpa melakukan perawatan serius, hal tersebut bisa memberikan dampak buruk bagi pasien itu sendiri. Oleh karena itu, apabila seseorang telah mengalami luka sariawan pada gusi selama lebih dari 2 minggu, sangat direkomendasikan untuk segera melakukan pengecekan dan perawatan gusi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Bagi Anda maupun orang terdekat Anda yang memiliki gejala dan keluhan yang sama, Anda dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter ahli untuk dilakukan pengecekan. Zahara Dental Care memiliki tim medis yang sudah berlisensi sehingga dapat dipercaya untuk menangani keluhan pada kondisi gusi Anda. Jadi, tunggu apa lagi? Segera hubungi kontak WhatsApp kami untuk informasi dan reservasi perawatan lebih lanjut.
Telah diverifikasi,
Drg. Siti Nita Zahara


