Mungkin Anda pernah mengalami benjolan putih di gusi dan merasa khawatir dengan kondisi tersebut. Benjolan ini bisa muncul secara tiba-tiba, terasa nyeri atau bahkan tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. 

Penyebabnya pun beragam mulai dari infeksi, sisa akar gigi, kista, hingga abses akibat gigi berlubang yang tidak ditangani. Meski terlihat sepele, benjolan putih di gusi sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada kesehatan gigi dan mulut. 

Kenapa Ada Benjolan Putih di Gusi?

Sama halnya seperti gigi, Anda juga perlu merawat kesehatan dengan baik. Namun jika tiba-tiba muncul benjolan putih di gusi, mungkin beberapa hal ini bisa saja menjadi penyebabnya:

1. Radang Gusi

Radang gusi, Sumber: grid.id
Radang gusi, Sumber: grid.id

Saat radang gusi, gusi akan tampak lebih besar dari biasanya, mudah berdarah dan berwarna kemerahan. Jika Anda kurang menjaga kebersihan mulut, maka resiko terkena radang gusi akan menjadi lebih besar. 

Mulut yang kotor akan membuat bakteri berkembang dan menyebabkan iritasi. Gejala yang mungkin Anda alami saat mengalami radang gusi antara lain adalah gusi terasa nyeri, bengkak, hingga munculnya benjolan kecil pada gusi. 

Meski terlihat sepele, radang gusi tidak boleh diabaikan karena berpotensi berubah menjadi penyakit periodontitis (infeksi gusi yang lebih serius). Penyakit periodontitis sebaiknya segera disembuhkan agar jaringan penyangga gigi tidak rusak.

2. Mukokel

Penyebab munculnya benjolan putih di gusi bisa karena mukokel. Mukokel adalah benjolan berisi cairan yang umumnya muncul di bagian dalam bibir atau gusi akibat kerusakan atau tersumbatnya saluran kelenjar ludah. 

Kebiasaan buruk menggigit atau menghisap bibir dan pipi bagian dalam dapat memicu terjadinya mukokel. Jika mengalaminya, Anda tidak usah terlalu khawatir karena mukokel termasuk penyakit ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya.

Namun, jika benjolan tidak kunjung menghilang, membesar, atau menimbulkan rasa sakit maka tindakan medis perlu segera dilakukan. Benjolan atau mukokel yang berisi cairan perlu dikeluarkan untuk mencegah infeksi.

3. Sariawan

Sariawan pada gusi, Sumber: peeldentalstudio.com.au
Sariawan pada gusi, Sumber: peeldentalstudio.com.au

Sariawan adalah luka yang lokasinya berada di jaringan lunak rongga mulut. Biasanya sariawan menyerang bagian bibir, gusi, langit-langit, atau lidah. Tidak menutup kemungkinan Anda pernah mengalaminya juga.

Biasanya penyebab sariawan adalah kekurangan nutrisi, tergigit saat makan, stres, atau iritasi. Meskipun terlihat ringan, sariawan bisa menyebabkan ketidaknyamanan karena terasa sangat nyeri ketika makan dan bicara.

Dalam beberapa kasus, sariawan yang muncul di area gusi dapat menimbulkan benjolan kecil yang terasa nyeri dan mengganggu. Agar tidak terkena sariawan, terapkan pola hidup sehat dan jaga kebersihan mulut.

4. Oral Lichen Planus

Oral lichen planus merupakan salah satu penyakit autoimun yang dapat menyebabkan munculnya benjolan putih di gusi. Penyakit ini ditandai dengan adanya bercak putih, benjolan kecil, hingga luka seperti sariawan atau sensasi terbakar di area mulut. 

Oral lichen planus biasa ditemukan di pipi, lidah, gusi, dan juga bibir. Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun oral lichen planus diduga berkaitan dengan respon sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel jaringan mulut. 

Gejalanya bisa bervariasi dari ringan hingga cukup parah. Hal itu tergantung kondisi masing-masing orang. Sebaiknya penyakit oral lichen planus segera diobati karena dapat mengganggu kenyamanan saat makan maupun berbicara. 

5. Abses Gusi

Abses gusi, Sumber: winniefamilydental.com
Abses gusi, Sumber: winniefamilydental.com

Abses gusi merupakan salah satu penyebab munculnya benjolan pada gusi yang perlu diwaspadai. Abses gusi terjadi akibat adanya infeksi bakteri yang memicu penumpukan nanah di dalam jaringan gusi. 

Abses gusi biasanya ditandai dengan pembengkakan yang terasa nyeri, sensitif, dan bisa disertai demam atau bau mulut. Infeksi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena bisa menyebar ke jaringan lain dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius. 

Karena tidak bisa sembuh dengan sendirinya, abses gusi perlu ditangani oleh tenaga medis profesional. Tindakan untuk menangani abses gusi adalah pengeluaran nanah dan pemberian antibiotik agar infeksi tidak berkembang lebih parah.

6. Fibroma

Jika muncul benjolan putih di gusi bisa saja itu merupakan fibroma. Fibroma adalah respon alami ketika tubuh mengalami iritasi atau trauma (terjadi di bagian mulut dalam). Terutama jika hal tersebut terjadi di jaringan ikat fibroblas. 

Kondisi ini dikenal sebagai bentuk hiperplasia reaktif. Hiperplasia reaktif adalah pertumbuhan jaringan yang berlebihan namun bersifat jinak. Pengguna gigi palsu perlu waspada dengan ancaman penyakit ini.

Gigi palsu yang tidak pas akan menimbulkan gesekan yang memicu terjadinya fibroma. Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit, fibroma bisa mengganggu kenyamanan dan dalam beberapa kondisi bisa terus membesar jika penyebab iritasinya tidak segera diatasi.

7. Granuloma

Granuloma, Sumber: amazonaws.com
Granuloma, Sumber: amazonaws.com

Granuloma piogenik adalah sejenis tumor jinak dengan pertumbuhan yang lumayan cepat. Tumor ini biasanya muncul pada kulit atau membran mukosa dan seringkali dipicu oleh cedera ringan atau infeksi.

Granuloma bisa menjangkiti semua kelompok usia. Namun granuloma kebanyakan ditemukan pada pasien yang masih bayi dan anak-anak. Selain itu, wanita hamil juga lebih rentan mengalaminya sebagai dampak dari terjadinya fluktuasi hormon.

Granuloma piogenik biasanya tampak sebagai benjolan berwarna merah tua hingga ungu yang mudah berdarah jika tersentuh. Meskipun umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri, karena sifatnya yang mudah berdarah penyakit ini kerap menimbulkan kekhawatiran.

8. Torus

Torus merupakan tonjolan tulang keras yang muncul di dalam rongga mulut, biasanya berada di langit-langit mulut (disebut torus palatinus) atau di sisi dalam rahang bawah dekat lidah (dikenal sebagai torus mandibularis). 

Torus memiliki struktur yang terdiri atas tulang kortikal yang keras dan padat, dengan jumlah sumsum tulang yang sangat sedikit. Torus termasuk penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat dengan angka kejadian sekitar 20-40%. 

Torus mulai berkembang sejak masa anak-anak dan umumnya menjadi lebih jelas saat seseorang memasuki usia 20 hingga 30 tahun. Umumnya torus tidak menimbulkan gejala, bersifat jinak, dan sering kali baru terdeteksi saat pemeriksaan rutin oleh dokter gigi.

9. Kanker Mulut

Anda perlu waspada jika tiba-tiba muncul benjolan putih di gusi karena bisa jadi itu merupakan kanker mulut. Kanker mulut termasuk dalam kategori penyakit berbahaya karena dapat menimbulkan efek yang menyakitkan.

Beberapa gejala yang sering muncul antara lain rasa sakit yang menetap dan tidak kunjung sembuh, nyeri pada rahang dan kesulitan saat mengunyah atau menelan makanan. Kanker mulut dapat menyerang berbagai area di rongga mulut.

Selain gusi, kanker mulut juga bisa menyerang bagian lidah, bibir, dan langit-langit mulut. Karena termasuk penyakit yang serius, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala kanker mulut seperti yang sudah disebutkan tadi.

Itulah 9 hal yang bisa menyebabkan munculnya benjolan putih di gusi. Jangan menunda untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika benjolan yang Anda alami disertai dengan rasa sakit, pendarahan, atau tidak kunjung sembuh. 

Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com
Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com

Untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang tepat, Anda bisa mengunjungi Klinik Zahara Dental Care. Di sini Anda akan mendapat perawatan dari dokter gigi Palembang yang profesional dan berpengalaman dalam menangani berbagai masalah kesehatan mulut.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp