Mulut tergigit saat makan seringkali dianggap hal sepele. Namun siapa sangka, hal yang dianggap sepele tersebut ternyata bisa menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu. Luka kecil akibat tergigit bisa membuat area dalam mulut terasa perih.

Secara alami, sariawan karena tergigit akan sembuh dalam beberapa hari, tergantung pada tingkat keparahan dan kebersihan mulut. Namun, jika area luka tidak dijaga dengan baik, proses penyembuhannya bisa melambat dan bahkan berisiko terinfeksi bakteri. 

Kenapa Bibir Sering Tergigit saat Makan?

Bibit tergigit saat makan, Sumber: pexels.com
Bibit tergigit saat makan, Sumber: pexels.com

Bibir sering tergigit saat makan bisa terjadi karena konsentrasi yang terpecah. Anda yang sering tergigit ketika makan sering kali memiliki kebiasaan makan sambil berbicara, menonton tv, bermain smartphone, atau tergesa-gesa dalam mengunyah. 

Akibatnya, gerakan rahang menjadi tidak terkontrol dan bibir atau pipi bagian dalam bisa ikut tergigit tanpa sengaja. Selain itu, posisi gigi yang tidak rata atau gigi tonggos juga dapat meningkatkan risiko tergigitnya bibir karena tekanan saat mengunyah tidak seimbang. 

Bila kebiasaan ini sering terjadi, luka akibat gigitan dapat memicu muncul banyak sariawan atau peradangan di mulut. Untuk mencegahnya, disarankan makan dengan perlahan dan belajar fokus saat mengunyah.

Cara Penanganan Luka Tergigit

Mulut tergigit saat makan bisa terjadi di bagian bibir maupun lidah. Dimanapun posisi tergigit, rasa sakit yang muncul biasanya cukup mengganggu. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda coba untuk meredakan rasa sakitnya;

1. Kumur dengan Air Garam

Berkumur air garam, Sumber: pexels.com
Berkumur air garam, Sumber: pexels.com

Membersihkan luka di mulut menggunakan air garam merupakan cara sederhana namun efektif. Cara ini telah digunakan sejak lama. Larutan garam memiliki sifat antibakteri alami yang membantu mengurangi jumlah kuman di dalam mulut dan mencegah infeksi pada luka.

Untuk membuatnya, cukup larutkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Kemudian gunakan larutan tersebut untuk berkumur selama kurang lebih 30 detik. Sensasi hangat dari air akan membantu meredakan nyeri sekaligus melancarkan sirkulasi darah.

Aliran darah yang lancar akan membuat proses regenerasi jaringan berlangsung lebih cepat. Lakukan langkah ini secara rutin dua hingga tiga kali sehari agar hasilnya lebih maksimal. Metode ini aman, mudah dilakukan dan bisa menjadi langkah pertolongan pertama.

2. Kompres Air Dingin

Kompres dingin atau berkumur dengan air dingin dapat menjadi langkah pertama untuk meredakan nyeri akibat mulut tergigit saat makan. Suhu dingin membantu menyempitkan pembuluh darah di area yang terluka.

Hal itu dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan secara alami. Jika luka berada di bagian bibir, Anda bisa menempelkan es batu yang dibungkus kain bersih selama beberapa menit agar rasa nyeri berkurang. 

Sedangkan bila luka terdapat di bagian dalam mulut atau lidah, berkumur perlahan dengan air dingin bisa memberikan efek menenangkan sekaligus mengurangi sensasi perih. Lakukan cara ini beberapa kali dalam sehari, terutama sesaat setelah makan.

3. Hindari Makanan dan Minuman Panas

Hindari makanan yang masih panas, Sumber: detik.com
Hindari makanan yang masih panas, Sumber: detik.com

Usahakan untuk tidak makan atau minum yang terlalu panas ketika mulut sedang terluka akibat tergigit. Suhu panas dapat memperparah iritasi pada jaringan yang sedang dalam proses penyembuhan dan bahkan membuat luka semakin parah. 

Disamping itu, makanan atau minuman panas juga bisa memicu peradangan yang menyebabkan rasa nyeri bertambah dan pembengkakan sulit mereda. Untuk membantu pemulihan, sebaiknya konsumsi makanan dengan suhu normal atau sedikit dingin.

Hindari pula makanan pedas, asam, dan keras yang bisa memperlambat proses penyembuhan. Dengan menjaga suhu makanan dan minuman yang dikonsumsi, luka di bibir atau lidah akan lebih cepat pulih.

4. Jaga Kebersihan Mulut

Jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara teratur setidaknya dua kali sehari, yaitu pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Kebiasaan ini penting untuk mencegah penumpukan bakteri yang dapat memperlambat penyembuhan luka.

Namun, saat menyikat gigi sebaiknya lakukan dengan hati-hati agar tidak semakin melukai lidah atau bagian yang sedang terluka. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan gerakkan dengan perlahan, terutama di area yang dekat dengan luka. 

Jika perlu, gunakan pasta gigi berformula ringan tanpa kandungan bahan yang terlalu kuat agar tidak menimbulkan rasa perih. Menjaga kebersihan mulut secara konsisten akan membantu mempercepat pemulihan jaringan dan mencegah terjadinya infeksi.

5. Kumur dengan Obat Kumur

Kandungan dalam obat kumur, Sumber: healthline.com
Obat kumur, Sumber: healthline.com

Berkumur dengan obat kumur antiseptik merupakan salah satu cara efektif untuk membantu mempercepat penyembuhan sariawan karena tergigit. Kandungan antiseptik di dalamnya berfungsi membunuh bakteri penyebab infeksi serta menjaga area luka agar tetap bersih. 

Dengan rutin berkumur dua kali sehari, sisa makanan dan kuman di dalam mulut dapat terangkat sehingga risiko iritasi berulang bisa diminimalisir. Selain membantu penyembuhan, obat kumur antiseptik juga memberikan sensasi segar dan membantu mengurangi bau mulut.

Sebaiknya pilihlah produk yang sesuai dengan kondisi mulut dan hindari produk yang mengandung alkohol terlalu tinggi agar tidak menimbulkan rasa perih pada luka. Kandungan alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan sensasi terbakar.

6. Gunakan Antiseptik Alami

Gunakan antiseptik alami seperti madu dan gel lidah buaya untuk membantu mempercepat penyembuhan luka akibat mulut tergigit saat makan. Kedua bahan alami ini dikenal memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi yang efektif dalam mengurangi peradangan.

Madu mengandung enzim yang membantu mempercepat regenerasi jaringan dan menjaga kelembaban area luka. Jaringan yang dioles dengan madu tidak mudah kering atau terasa perih. Sedangkan gel lidah buaya mampu menenangkan iritasi dan memberikan efek dingin.

Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan mengoleskan madu atau gel lidah buaya murni langsung ke area yang terluka sebanyak dua hingga tiga kali sehari. Lakukan secara rutin agar hasilnya maksimal.

7. Minum Obat Pereda Nyeri

Konsumsi pereda nyeri bila perlu. Cara ini bisa menjadi solusi jika rasa tidak nyaman akibat mulut tergigit sudah tidak tertahankan. Luka di area bibir atau lidah terkadang menimbulkan nyeri berdenyut yang cukup mengganggu.

Anda dapat mengkonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran. Misalnya seperti paracetamol atau ibuprofen. Konsumsi obat nyeri sesuai dosis yang dianjurkan. Obat ini membantu meredakan peradangan sekaligus mengurangi sensasi nyeri.

Namun, penggunaan pereda nyeri sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan dan hanya saat benar-benar diperlukan. Selain itu, penting untuk tetap menjaga kebersihan mulut dan menghindari makanan pemicu iritasi agar luka tidak semakin parah.

8. Periksa ke Dokter

Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi, Sumber: cloudfront.net
Periksa ke dokter gigi, Sumber: cloudfront.net

Memeriksakan diri ke dokter adalah langkah terbaik jika luka di mulut akibat tergigit tidak kunjung sembuh atau justru semakin terasa nyeri. Luka yang bertahan lebih dari satu minggu bisa menjadi tanda adanya infeksi atau gangguan yang memerlukan pemeriksaan profesional. 

Dokter dapat membantu menentukan penyebab pasti, memberikan obat antiseptik yang sesuai, serta melakukan tindakan perawatan agar luka cepat pulih. Bagi Anda yang berada di Palembang, pemeriksaan dapat dilakukan di Zahara Dental Care.

Klinik kami didukung oleh dokter gigi Palembang yang mampu menangani berbagai perawatan mulut dan gigi seperti pembersihan karang gigi, penanganan sariawan berulang, perawatan luka pada lidah, hingga pemasangan behel gigi. 

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp