Fungsi obat kumur sering kali menjadi topik menarik dalam dunia perawatan gigi dan mulut. Banyak orang yang penasaran apakah penggunaannya benar-benar penting atau hanya sekedar pelengkap setelah menyikat gigi. 

Produk ini semakin populer karena kemasannya yang praktis serta sensasi segar yang diberikannya setelah digunakan. Selain itu, berbagai merek kini berlomba-lomba menghadirkan inovasi baru, mulai dari varian rasa hingga kandungan bahan alami.

Kandungan Obat Kumur

Kandungan dalam obat kumur, Sumber: healthline.com
Kandungan dalam obat kumur, Sumber: healthline.com

Obat kumur antiseptik dikenal memiliki berbagai kandungan aktif yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mulut dan gigi. Dua di antaranya yang paling umum adalah cetylpyridinium chloride dan chlorhexidine. 

Kedua zat tersebut bekerja sebagai antibakteri yang membantu mengurangi jumlah mikroorganisme penyebab bau mulut dan berbagai masalah kebersihan rongga mulut. Sifat antiseptiknya mampu membuat mulut terasa lebih segar.

Selain dua bahan utama tersebut, obat kumur antiseptik biasanya juga mengandung beberapa zat tambahan yang tidak kalah penting. Salah satunya adalah fluoride, bahan aktif yang banyak ditemukan pada produk perawatan gigi seperti pasta gigi maupun obat kumur.

Fungsi Obat Kumur

Fungsi menggunakan obat kumur, Sumber: healthline.com
Fungsi menggunakan obat kumur, Sumber: healthline.com

Obat kumur juga kerap menjadi solusi tambahan untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Bahkan, beberapa jenis obat kumur dapat membantu meredakan keluhan ringan seperti sariawan di lidah. Penasaran apa saja manfaat lainnya? Yuk, simak penjelasan berikutnya.

1. Mencegah Bau Mulut

Obat kumur bisa membantu mengatasi sekaligus mencegah bau mulut, terutama jika digunakan secara rutin dan dengan jenis yang tepat. Bau mulut umumnya disebabkan oleh penumpukan bakteri, sisa makanan yang membusuk, atau masalah pada gusi dan gigi. 

Jenis obat kumur bau mulut umumnya mengandung zat antibakteri dan antimikroba yang berfungsi mengurangi jumlah bakteri penyebab bau tidak sedap. Selain itu ditambah juga dengan bahan yang mampu  memberi sensasi segar dan membuat nafas terasa lebih bersih.

Namun, penting untuk diingat bahwa obat kumur bukan solusi utama. Obat kumur sebaiknya digunakan sebagai pelengkap perawatan kebersihan mulut, bukan pengganti sikat gigi atau pemeriksaan rutin ke dokter.

2. Mencegah Karies dan Gigi Berlubang

Apakah gigi Anda tampak kekuningan atau bahkan terdapat noda kehitaman? Jika iya, sebaiknya mulai waspada, karena kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal adanya kerusakan pada gigi secara permanen.

Bila tidak segera ditangani, kerusakan ini dapat berkembang menjadi karies yang menyebabkan gigi berlubang. Saat gigi berlubang, kegiatan sederhana seperti makan dan minum pun terasa sangat menyakitkan.

Salah satu fungsi obat kumur yaitu untuk mencegah karies dan gigi berlubang. Kandungan fluoride di dalamnya mampu membantu memperkuat lapisan enamel gigi sehingga lebih tahan terhadap serangan bakteri penyebab karies. 

3. Menjaga Kekuatan Gigi

Terkadang gigi memiliki lubang yang ukurannya sangat kecil, bahkan tidak terlihat dengan mata telanjang. Meski tampak sepele, lubang-lubang kecil tersebut tidak boleh diabaikan. Jika jumlahnya semakin banyak, kekuatan gigi bisa berkurang.

Gigi yang tidak sekuat sebelumnya lama-lama akan rapuh atau keropos. Kandungan fluoride dalam obat kumur antiseptik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi secara menyeluruh.

Fluoride juga berfungsi memperkuat struktur gigi sekaligus mendukung regenerasi pada permukaannya. Dengan begitu, lubang-lubang kecil yang tidak terlihat dapat tertutup kembali, membuat gigi lebih kuat, dan kesehatan gusi meningkat.

4. Memutihkan Gigi

Saat ini, beberapa jenis obat kumur diformulasikan khusus dengan tambahan bahan pemutih seperti hidrogen peroksida. Kandungan ini dikenal efektif membantu mengurangi noda pada permukaan gigi sekaligus melawan bakteri penyebab berbagai masalah mulut.

Penggunaan obat kumur yang mengandung hidrogen peroksida secara teratur dapat membantu memudarkan warna kekuningan pada gigi secara bertahap. Proses ini bekerja dengan cara menguraikan partikel penyebab noda dari makanan atau minuman.

Untuk hasil terbaik, pilihlah obat kumur pemutih yang memiliki kadar hidrogen peroksida rendah dan aman untuk penggunaan harian. Tujuannya tentu saja agar efek pemutihan yang dihasilkan tetap aman tanpa menimbulkan iritasi gusi maupun sensitivitas berlebih pada gigi. 

5. Mencegah Terbentuknya Karang Gigi

Fungsi obat kumur yang sering diabaikan adalah kemampuannya dalam mencegah terbentuknya karang gigi. Karang gigi berasal dari plak yang mengeras akibat penumpukan sisa makanan dan bakteri di permukaan gigi. 

Jika plak tidak segera dibersihkan, mineral dari air liur akan menempel pada plak dan mengubahnya menjadi karang yang keras serta sulit dihilangkan dengan sikat gigi biasa. Penggunaan obat kumur dapat membantu menghambat proses mineralisasi tersebut. 

Kandungan antibakteri dan antimikroba di dalamnya bekerja dengan cara mengurangi jumlah bakteri penyebab plak. Dengan begitu, plak tersebut tidak sempat mengeras menjadi karang yang sulit dibersihkan.

Efek Samping Obat Kumur

Obat kumur non alkohol, Sumber: Makanan bersuhu panas, Sumber: liputan6.com
Efek samping dari obat kumur, Sumber: liputan6.com

Meski memiliki banyak manfaat untuk kesehatan gigi dan mulut, penggunaan obat kumur juga perlu dilakukan dengan bijak. Beberapa jenis obat kumur dapat menimbulkan efek samping, terutama jika digunakan secara berlebihan atau tidak sesuai dengan kondisi mulut.

1. Mulut Menjadi Kering

Beberapa jenis obat kumur mengandung alkohol sebagai bahan antiseptik utama. Meski efektif membunuh bakteri, alkohol juga dapat menyebabkan efek samping berupa mulut kering, terutama pada penderita xerostomia (produksi air liur berkurang). 

Kondisi ini bisa memperburuk rasa tidak nyaman di mulut dan meningkatkan risiko karies. Jika Anda mengalami masalah tersebut, pilihlah obat kumur bebas alkohol dengan kandungan fluoride karena lebih lembut dan membantu melindungi gigi dari kerusakan.

2. Memperparah Peradangan di Mulut

Bagi Anda yang sedang mengalami peradangan atau luka di rongga mulut, sebaiknya hindari obat kumur yang mengandung alkohol tinggi. Zat ini dapat menimbulkan rasa perih dan memperparah iritasi, terutama pada bagian yang sariawan. 

Obat kumur non-alkohol dengan kandungan herbal seperti aloe vera atau chamomile bisa menjadi alternatif yang lebih aman untuk membantu menenangkan jaringan mulut yang sensitif.

3. Menimbulkan Reaksi Alergi

Walau jarang terjadi, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap bahan tertentu dalam obat kumur. Gejalanya bisa berupa sensasi terbakar di mulut, gatal, pembengkakan pada lidah atau gusi, hingga kesulitan bernapas. 

Jika obat kumur tertelan dalam jumlah besar, gejala seperti mual, nyeri perut, kejang, atau jantung berdebar cepat juga dapat muncul. Bila hal ini terjadi, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter.

Cara Menggunakan Obat Kumur

Cara menggunakan obat kumur, Sumber: blissoralcare.com.au
Cara menggunakan obat kumur, Sumber: blissoralcare.com.au

Agar fungsi obat kumur bisa maksimal, tentu Anda harus menggunakannya dengan benar. Pastikan produk yang digunakan sudah terdaftar di BPOM. Gunakan obat kumur secara konsisten, idealnya setelah menyikat gigi di malam hari sebelum tidur.

Perhatikan juga takarannya, umumnya sekitar 10 ml atau 2 sendok teh. Hindari penggunaan berlebihan tanpa anjuran dokter. Berkumurlah selama kurang lebih satu menit, lalu buang cairannya dan jangan ditelan.

Sebelum berkumur, pastikan mulut dalam keadaan bersih. Setelah menggunakan obat kumur, hindari makan atau minum selama 30 menit agar kandungan aktifnya bekerja lebih baik. Penggunaan yang tepat dapat membantu menjaga kebersihan mulut dan kesehatan gigi.

Dengan berbagai manfaat yang dimilikinya, fungsi obat kumur jelas tidak bisa dianggap remeh dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Meski begitu, penting untuk diingat bahwa obat kumur hanyalah pelengkap dari rutinitas perawatan, bukan pengganti sikat gigi.

Jika Anda mengalami masalah seperti bau mulut, gusi berdarah, atau karang gigi yang sulit hilang, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter gigi Palembang di Zahara Dental Care. Klinik kami siap membantu Anda mendapatkan perawatan gigi yang tepat dan menyeluruh.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp