Cabut gigi atau pencabutan gigi merupakan prosedur yang dilakukan untuk mengangkat gigi yang bermasalah seperti gigi berlubang atau penyakit gusi yang sangat parah, gigi patah karena benturan dan gigi yang terjebak di dalam gusi atau impaksi gigi. Disadari atau tidak setelah kembali dari klinik gigi ada lapisan putih di gusi setelah cabut gigi dilakukan.
Lalu sebenarnya lapisan putih apakah itu? Supaya tidak penasaran lagi, Anda bisa menyimak penjelasan lengkapnya berikut ini. Jangan lupa disimak sampai selesai ya!
Mengenal Lapisan Putih di Gusi Setelah Cabut Gigi
Setelah selesai menjalani prosedur medis cabut gigi, Anda akan mendapati lapisan putih yang terbentuk pada soket atau lubang gusi bekas pencabutan gigi. Pada beberapa kasus yang terjadi, lapisan putih pada gusi tersebut terbentuk dari jaringan granulasi atau granulation tissue.
Apa Itu Jaringan Granulasi?
Jaringan granulasi merupakan pertumbuhan jaringan baru yang terjadi saat luka mengalami proses penyembuhan yang terdiri dari beberapa pembuluh kapiler yang baru dan beberapa sel fibroblas yang mengisi rongga gusi. Jaringan ini adalah bagian dari proses penyembuhan alami pada tubuh manusia, sehingga sangat normal jika terjadi.
Kemunculan gumpalan atau lapisan putih di gusi setelah cabut gigi wajar karena disebabkan oleh sisa darah yang membeku dan jaringan baru yang terbentuk untuk menutupi gusi yang berlubang. Lapisan ini akan bertahan dalam beberapa hari setelah cabut gigi dan menghilang dengan sendirinya seiring membaiknya gejala klinis seperti nyeri, pendarahan dan bengkak.

Guna memaksimalkan proses penyembuhan tersebut, biasanya dokter akan memberikan beberapa informasi tambahan seperti anjuran untuk tidak menggosok gigi dan berkumur terlalu keras selama 1-3 hari setelah mencabut gigi. Sebab tindakan tersebut bisa menyebabkan gumpalan putih lepas dan proses penyembuhan menjadi lama.
Selain proses penyembuhan yang memakan waktu yang panjang, jika anjuran dari dokter di atas tidak diindahkan maka akibat turunan yang akan terjadi adalah munculnya rasa nyeri dan berbagai gejala peradangan lain yang lebih parah. Dalam dunia medis kondisi tersebut disebut dengan dry socket.
Apa Itu Dry Socket?
Dry socket merupakan rasa nyeri hebat akibat peradangan tulang rahang setelah cabut gigi. Kondisi ini biasanya terjadi dalam waktu 1-3 hari setelah mencabut gigi dan berlangsung selama 7-10 hari. Pada kasus normal, ruang kosong pada gusi akan dilapisi oleh gumpalan darah.
Nah, pada kondisi ini, gumpalan darah yang semestinya ada setelah mencabut gigi namun tidak terbentuk. Karenanya, tulang dan saraf di sekitar area gigi yang dicabut itu terbuka dan pada saat terpapar udara luar bisa menyebabkan rasa nyeri selama berhari-hari.
Untuk itu, dokter akan menyarankan Anda untuk istirahat yang cukup sembari menjalani pengobatan rutin pasca cabut gigi.
Orang yang Beresiko Terkena Dry Socket
Menurut sebuah referensi, kasus dry socket ini adalah kondisi yang sangat jarang terjadi, dengan persentase 0,5-5,6%. Namun, uniknya apabila gigi yang dicabut adalah gigi bungsu atau third molar maka potensi terjadinya kasus ini meningkat secara drastis, dengan persentase hingga 30%.
Selain faktor gigi yang dicabut, ternyata wanita akan lebih beresiko besar mengalami masalah komplikasi dry socket ini dibandingkan dengan pria. Menurut beberapa sumber hal tersebut terjadi erat kaitannya dengan keberadaan hormon estrogen yang banyak diproduksi dalam tubuh wanita.
Tidak berhenti sampai disitu saja, orang yang suka merokok juga lebih besar risiko terkena masalah dry socket dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Dalam sebuah penelitian berhasil menemukan bahwa prevalensi pada perokok dengan non perokok memiliki kecenderungan yang berbeda, yakni 12% banding 4%.

Penyebab dan Gejala Terjadinya Dry Socket
Apa yang menyebabkan terjadinya dry socket setelah aktivitas medis pencabutan gigi ini? Hingga detik ini belum ada teori yang bisa dijadikan pegangan mengenai penyebab pasti masalah tersebut. Adapun variabel seperti wanita, perokok dan pencabutan gigi bungsu hanya sebagai pemicu risiko saja.
Kebersihan mulut yang tidak terjaga juga sering kali dikaitkan dengan penyebab terjadinya dry socket setelah mencabut gigi. Proses pencabutan gigi yang sulit, bekas kain kasa, sisa makanan dan infeksi juga diyakini sebagai faktor lain yang meningkatkan resiko nya. Untuk identifikasi awal, beberapa gejala yang terjadi adalah:
- Rasa nyeri parah yang terjadi pasca pencabutan gigi, gejala ini timbul selama 3-4 hari.
- Hilangnya gumpalan darah yang biasanya terjadi pasca pencabutan gigi. Hal ini ditandai dengan area pasca pencabutan gigi yang tampak kering atau kosong.
- Nyeri yang menjalar dari gigi hingga ke telinga di sisi kepala yang sama. Pada kondisi parah, nyeri ini bahkan terasa hingga mata, pelipis, maupun leher.
- Terlihat adanya jaringan berwarna putih pada soket.
- Timbulnya napas berbau dari mulut
- Demam ringan karena adanya peradangan
- Pembengkakan kelenjar limfa pada daerah rahang dan leher

Dry Socket Apakah Bisa Sembuh Sendiri?
Masalah dry socket ternyata bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan khusus dari dokter gigi. Namun saat proses penyembuhan alami tersebut berlangsung Anda harus tahan dengan rasa tidak nyaman pada gusi bahkan rasa nyeri tersebut bisa menjalar ke leher dan telinga pasien.
Umumnya kasus ini akan sembuh sendiri setelah beberapa hari. Dalam beberapa sumber dijelaskan lebih detail lagi bahwa kondisi dry socket hanya membutuhkan waktu tiga hingga empat hari saja untuk menjadi normal kembali. Namun pada beberapa kasus prosesnya bisa terjadi selama beberapa minggu.
Karena dry socket ini bisa sembuh dengan sendirinya, maka dokter akan memberikan resep obat pereda nyeri atau anti nyeri serta memberikan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) mengenai cara merawat atau menjaga kesehatan gusi setelah melakukan tindakan medis pencabutan gigi.
Nah, untuk Anda yang baru saja mencabut gigi, berikut ini beberapa anjuran yang bisa dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya dry socket pada gusi Anda, seperti:
- Kurangi aktivitas fisik anda
- Apabila anda seorang perokok, usahakan untuk tidak merokok setelah prosedur pencabutan gigi
- Konsumsi makanan yang lembut pasca tindakan
- Perbanyak minum air putih
Namun jika kasus dry socket yang dialami sangat parah, maka apa prosedur yang harus dilakukan? Jika kasusnya parah, maka segeralah pergi ke dokter gigi apabila Anda merasakan nyeri berat yang tidak kunjung membaik setelah mencabut gigi.
Saat dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut, maka akan jelas penyebabnya. Apakah kasus tersebut memang dry socket ataukah masalah komplikasi yang lain.

Apabila dipastikan bahwa penyebabnya adalah dry socket maka dokter gigi atau klinik gigi profesional Zahara Dental Care yang menawarkan layanan perawatan gusi akan membersihkan soket gigi, menghilangkan kotoran dari lubangnya dan mengisi soket kosong tersebut dengan pembalut obat (sejenis pasta khusus untuk mempercepat penyembuhan).
Nah, demikianlah ulasan singkat dari kami perihal lapisan putih di gusi setelah cabut gigi. Bisa disimpulkan bahwa lapisan putih tersebut disebut dengan jaringan granulasi yang sangat penting dalam proses penyembuhan gusi. Untuk update artikel terbaru kami, Anda bisa mengikuti terus blog resmi Zahara Dental Care.
Telah diverifikasi,
Drg. Siti Nita Zahara


