Sebagian besar orang sudah banyak yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui perawatan dasar. Bagi mereka yang menggunakan behel, upaya perawatan gigi menjadi lebih kompleks karena Anda harus melakukan kontrol behel gigi secara ruin.

Lebih dari sekadar menjalani pembersihan rutin, merawat kawat gigi ke dokter spesialis memiliki tujuan yang lebih mendalam, yaitu mencegah potensi infeksi pada gusi dan gigi selama penggunaan kawat gigi. 

Mengapa Perlu Kontrol Behel Gigi Secara Rutin?

Kontrol kondisi behel gigi, Sumber: orthodonticassoc.com
Kontrol kondisi behel gigi, Sumber: orthodonticassoc.com

Penggunaan behel gigi memerlukan kontrol secara berkala karena beberapa alasan. Pemeriksaan rutin oleh dokter gigi bertujuan untuk memantau pergerakan gigi dan kesehatan mulut secara keseluruhan. 

Berikut adalah beberapa alasan mengapa perlu melakukan kontrol behel secara rutin: 

1. Mengganti Karet O-ring

Kawat gigi yang telah lama digunakan bisa kehilangan elastisitasnya, terutama untuk jenis kawat gigi dengan karet o-ring. Jika elastisitas kawat telah berkurang Anda perlu mengganti kawat yang telah melar atau memastikan kawat self-ligating tetap berfungsi dengan baik.

Karet o-ring lama kelamaan bisa melar, kehilangan kekuatan, dan mengeras karena paparan suhu dari makanan atau minuman yang Anda konsumsi. Selain itu faktor yang menyebabkan karet menjadi keras dan kehilangan elastisitasnya adalah durasi atau lama pemakaian karet.

Jika karet sudah mengalami penurunan kualitas maka akan berpengaruh terhadap kekuatan tarikan. Padahal tarikan berguna untuk memberikan tekanan pada gigi. Jika tekanan berkurang maka pergerakan gigi menjadi kurang efisien.

Oleh karena itu Anda perlu melakukan penggantian karet o-ring secara teratur untuk memastikan bahwa tekanan yang diberikan pada gigi tetap konsisten dan sesuai dengan rencana perawatan.

2. Mengganti Kawat Gigi

Kontrol behel gigi sangatlah penting karena kawat tipis yang ditempatkan dari slot bracket hingga buccal tube perlu diganti secara berkala. Tentu saja hal ini hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis gigi.

Pada tahap awal pemasangan behel, umumnya jenis kawat yang digunakan adalah kawat lentur dengan diameter kecil. Kemudian secara bertahap kawat akan diganti dengan diameter yang jauh lebih besar. 

Jenis kawat gigi ini sangat bervariasi. Ada kawat nikel titanium yang biasanya digunakan pada awal perawatan karena sifatnya yang lentur sehingga mudah menyesuaikan dengan posisi gigi agar gigi bisa berada di lengkung yang benar. 

Ada juga kawat dari bahan stainless steel yang dipasang jika gigi Anda perlu ditarik ke posisi yang seharusnya. Ketika penarikan gigi diperlukan, dibutuhkan kawat kaku sebagai “rel” untuk menggerakkan gigi secara terkontrol. 

Kawat ini juga dapat ditekuk sesuai dengan kebutuhan dokter untuk pergerakkan gigi tertentu. Ada juga kawat copper-nickel titanium yang memiliki sifat kuat dan lebih ringan sehingga bisa mengurangi rasa sakit yang mungkin ditimbulkan oleh penggunaan behel.

3. Untuk Menambahkan Alat Lain

Ada kalanya dokter gigi harus menambahkan alat lain sebagai penunjang rencana perawatan. Alat penunjang ini bisa berupa elastomerik, karet o-ring, atau perangkat pendukung tambahan lainnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya tarik pada kawat gigi.

Dengan begitu maka akan mempercepat pergerakan gigi dan memastikan bahwa kawat tetap tertahan pada bracket. Selain itu ada juga alat pendukung tambahan lain seperti headgear, forsus dan mini-implan ortodontik.

Headgear digunakan untuk mengontrol pertumbuhan rahang dan forsus digunakan untuk mengatasi masalah rahang yang tidak sejajar. Mini-implan sering digunakan sebagai penopang tambahan untuk membantu merakit gigi dan mencapai hasil yang lebih baik. 

Keputusan untuk menambahkan alat penunjang ini biasanya tergantung pada kebutuhan masing-masing pasien dan kompleksitas kasus ortodontiknya. Tentu saja dokter perlu mengevaluasi rencana perawatan untuk memutuskan apakah alat tambahan diperlukan.

4. Membersihkan Plak dan Karang Gigi

Pengguna behel perlu melakukan kontrol rutin ke dokter gigi untuk membersihkan karang gigi dan plak. Karena seperti kita tahu, perawatan gigi dengan behel dapat meningkatkan risiko penumpukan plak yang sulit dijangkau. 

Bracket dan kawat pada behel menciptakan area-area yang rentan terhadap penumpukan plak dan sisa makanan. Tentu saja hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan gigi dan gusi jika tidak dirawat dengan baik.

Dengan melakukan kontrol rutin maka dokter akan membersihkan plak dan karang gigi di area yang sulit dijangkau oleh pengguna behel. Tindakan ini bisa mencegah masalah gigi dan gusi serta untuk menjaga dan mempertahankan kebersihan mulut.

5. Untuk Evaluasi Kesehatan Gusi

Tekanan yang diberikan oleh kawat gigi bisa berpengaruh terhadap kesehatan gusi. Saat kontrol behel gigi secara rutin ke dokter maka dokter akan menilai apakah ada tanda-tanda peradangan, iritasi, atau masalah kesehatan lainnya yang perlu ditangani.

Tanda-tanda seperti kemerahan, pembengkakan, atau pendarahan pada gusi dapat menjadi indikator peradangan. Selain itu, mereka juga akan memeriksa apakah ada tanda-tanda infeksi atau penumpukan plak yang dapat menyebabkan masalah kesehatan gusi.

Evaluasi sangat penting dilakukan untuk mengetahui kemungkinan dampak kawat gigi terhadap gusi. Dengan begitu perawatan ortodontik tidak hanya menghasilkan pergeseran gigi yang diinginkan tetapi juga menjaga kesehatan gusi secara optimal. 

Berapa Kali Kontrol Behel Gigi Perlu Dilakukan?

Jadwal rutin untuk kontrol behel gigi, Sumber: briteorthodontics.com
Jadwal rutin untuk kontrol behel gigi, Sumber: briteorthodontics.com

Pergerakan gigi dalam perawatan ortodontik memang memerlukan waktu yang tidak sebentar sehingga Anda perlu melakukan kontrol secara rutin. Anda perlu melakukan kontrol rutin setiap 3-8 minggu sekali agar dokter bisa memonitor progres pergerakan gigi.

Setelah itu dokter akan membuat penyesuaian jika diperlukan. Tidak seperti durasi pemasangan behel yang bisa memakan waktu cukup lama, durasi atau “chair time” pada saat kontrol rutin jauh lebih singkat karena berkisar antara 15-30 menit saja. 

Meskipun singkat, waktu tersebut memungkinkan dokter gigi untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap pergerakan gigi, kesehatan gusi, dan kemungkinan penyesuaian yang perlu dilakukan.

Penting untuk diingat bahwa Anda sebaiknya mengikuti petunjuk dokter dan menjalani kontrol sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Jika Anda melewatkan kontrol rutin maka bisa terjadi pergeseran gigi yang tidak diinginkan dan memperlambat proses perawatan gigi.

Selama kontrol, dokter juga dapat memberikan informasi kepada pasien tentang perkembangan perawatan, memberikan saran perawatan tambahan, dan menjawab pertanyaan.

Harga Kontrol Behel Gigi

Harga pengecekan kondisi behel gigi, Sumber: portmandentalcare.com
Harga pengecekan kondisi behel gigi, Sumber: portmandentalcare.com

Biaya kontrol per sekali kunjungan berkisar antara Rp 300.000 – Rp 500.000. Dengan pertimbangan bahwa penggunaan behel umumnya memerlukan perawatan selama dua tahun, perkiraan biaya kontrol maksimal selama 24 bulan dapat mencapai Rp 12 juta. 

Penting untuk diingat bahwa biaya ini melibatkan pemantauan progres perawatan, penyesuaian perangkat ortodontik, dan evaluasi kesehatan gigi secara berkala. Tentu saja antara satu fasilitas kesehatan dengan fasilitas kesehatan lain mematok harga yang berbeda.

Jika Anda ingin melakukan kontrol behel gigi yang tidak hanya terjangkau namun juga ditangani oleh dokter gigi Palembang yang sudah berpengalaman, maka datang saja ke Zahara Dental Care.

Di sini Anda bisa melakukan kontrol behel atau perawatan gigi lainnya seperti cabut gigi bungsu, membersihkan karang gigi, pemasangan gigi palsu, tambal gigi, hingga pemasangan implan gigi bersama para dokter spesialis gigi yang kompeten.

Telah diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp