Kebiasaan menggigit kuku adalah salah satu perilaku yang tampak sepele namun memiliki dampak buruk terhadap kesehatan. Banyak orang yang tanpa sadar terjebak dalam kebiasaan yang satu ini, terutama saat sedang merasa cemas atau bosan.
Menggigit kuku bisa menjadi pertanda seseorang mengalami kecemasan atau sedang stres. Meskipun kelihatannya tidak berbahaya, kebiasaan menggigit kuku bisa menyebabkan kulit di sekitar kuku terinfeksi, kuku tumbuh tidak rata, dan bahkan dapat merusak gigi.
Dampak Buruk Kebiasaan Menggigit Kuku

Ada beberapa masalah kesehatan gigi yang disebabkan oleh kebiasan buruk yang sebenarnya bisa dihindari. Contohnya adalah bruxism, merokok, mengunyah dengan satu sisi, sering menghisap jempol atau dot terlalu lama semasa kecil, menggigit pulpen, atau menggigit kuku.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa membuat gigi retak, gigi berantakan, atau bahkan gigi patah. Pada kesempatan kali ini Zahara Dental Care akan berbagai informasi mengenai dampak buruk kebiasaan menggigit kuku untuk kesehatan gigi.
1. Gigi Bergeser dari Tempatnya
Dampak dari kebiasaan menggigit kuku adalah bisa membuat gigi bergeser dari tempatnya. Kebiasaan menggigit kuku akan memberikan tekanan berulang pada gigi, terutama gigi depan. Padahal gigi depan tidak dirancang untuk menahan beban seperti itu.
Tekanan secara terus-menerus bisa menyebabkan gigi bergeser secara perlahan dari posisi normalnya. Ketika Anda menggigit kuku, gigi depan bagian atas dan bawah akan menerima tekanan yang tidak sama.
Tekanan tersebut akan memaksa gigi untuk bergerak sedikit demi sedikit dari posisi aslinya. Akibatnya, gigi bisa menjadi miring atau berjejal. Gigi yang tidak sejajar akan mempengaruhi nilai estetika dan berpengaruh terhadap fungsi menggigit dan mengunyah.
Selain itu, gigi yang bergeser dari tempatnya bisa membuat Anda kesulitan saat membersihkannya. Gigi yang tidak sejajar cenderung memiliki lebih banyak area tersembunyi di mana plak dan sisa makanan bisa menumpuk.
2. Kerusakan Email Gigi
Dampak dari kebiasaan menggigit kuku yang tidak bisa dianggap remeh yaitu terjadinya kerusakan pada email gigi. Ya, kebiasaan menggigit kuku dapat membuat enamel gigi pecah. Enamel adalah lapisan terluar yang keras dan melindungi gigi dari kerusakan.
Meskipun enamel adalah jaringan terkuat dalam tubuh manusia, namun email bukanlah material yang tak bisa pecah. Menggigit kuku secara terus-menerus memberikan tekanan yang berlebihan pada gigi.
Saat menggigit kuku, gigi dipaksa untuk menggigit benda keras dalam tekanan yang tidak biasa. Hal ini dapat menyebabkan retakan kecil pada enamel gigi. Seiring berjalannya waktu, retakan kecil ini bisa berkembang menjadi retakan yang lebih besar.
Sampai pada akhirnya enamel gigi akan pecah. Ketika enamel pecah, gigi menjadi lebih rentan terhadap berbagai masalah, seperti gigi sensitif dan gigi berlubang. Hal itu karena enamel berfungsi sebagai pelindung utama dari bakteri dan asam.
3. Infeksi Gusi
Kebiasaan menggigit kuku bisa menyebabkan infeksi gusi. Di dalam kuku biasanya terdapat bakteri dan kotoran yang dapat berpindah ke mulut jika Anda memiliki kebiasaan menggigit kuku.
Ketika bakteri tersebut masuk ke dalam mulut, mereka dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk infeksi gusi. Potongan kuku yang tajam dapat melukai jaringan gusi. Kemudian akan tercipta luka kecil yang menjadi pintu masuk bagi bakteri.
Luka kemudian akan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang menyebabkan iritasi, peradangan, dan infeksi. Infeksi pada gusi atau yang dikenal sebagai radang gusi ditandai dengan gusi yang merah, bengkak, dan mudah berdarah.
Jika tidak diobati, gingivitis bisa berkembang menjadi penyakit periodontitis. Periodontitis adalah sebuah kondisi serius yang bisa merusak gusi. Akumulasi bakteri dapat meningkatkan risiko infeksi pada gigi dan jaringan mulut lainnya.
Penyebab Kebiasaan Menggigit Kuku

Sampai saat ini belum ditemukan apa penyebab kebiasaan buruk yang satu ini secara pasti. Akan tetapi ada dugaan bahwa kebiasaan menggigit kuku berhubungan erat dengan faktor genetik. Jadi kebiasaan menggigit kuku bisa diturunkan dari orang tua kepada anaknya.
Selain karena faktor genetik, berikut ini adalah beberapa penyebab mengapa seseorang mengalami kebiasaan menggigit kuku atau onychophagia:
1. Stress atau Cemas yang Berlebihan
Stres atau cemas berlebihan bisa membuat kita menggigit kuku. Tindakan ini dilakukan tanpa sadar dan memberikan sensasi menenangkan yang bersifat sementara. Menggigit kuku bisa menjadi cara tubuh untuk mengalihkan perhatian dari perasaan cemas atau stres.
2. Perfeksionis
Sifat perfeksionis bisa membuat seseorang menggigit kuku karena kebutuhan terus-menerus untuk mengontrol dan memperbaiki sesuatu. Ketika merasa tidak puas, sebagian orang akan menggigit kuku sebagai cara untuk mengatasi ketegangan.
3. Perasaan Gugup atau Bosan
Perasaan gugup atau bosan bisa membuat seseorang menggigit kuku. Tindakan tersebut akan mengalihkan perhatian dari rasa bosan. Bagi beberapa orang, menggigit kuku bisa meredakan tekanan emosional dan memberikan sedikit rasa “nyaman”.
4. Meniru Orang Lain
Kebiasaan gigit kuku bisa terjadi karena meniru orang lain. Ketika melihat orang lain menggigit kuku, ada kemungkinan seseorang akan tertarik melakukannya juga. Orang yang meniru perilaku seseorang biasanya memiliki ketertarikan secara emosional.
5. Tic Disorder
Tic disorder seperti sindrom tourette menjadi pemicu seseorang memiliki kebiasaan gigit kuku. Hal itu karena penderita tic disorder cenderung mudah melakukan gerakan yang tak terkendali.
6. Gangguan Kesehatan Mental
Ada beberapa jenis penyakit mental yang bisa membuat penderitanya memiliki kebiasaan menggigit kuku. Penyakit tersebut antara lain adalah ADHD, separation anxiety disorder, oppositional defiant disorder, obsessive-compulsive disorder, dan lainnya.
Cara Menghentikan Kebiasaan Menggigit Kuku

Jika Anda memiliki kebiasaan gigit kuku dan ingin berhenti dari kebiasan buruk ini maka bisa mencoba beberapa cara berikut:
1. Memotong Kuku Sampai Pendek
Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menghentikan kebiasaan buruk ini yaitu memotong kuku sampai pendek. Dengan begitu maka Anda tidak memiliki cukup kuku untuk digigit. Buat jadwal potong kuku secara rutin setiap seminggu sekali atau dua minggu sekali.
2. Menggunakan Cat Kuku
Untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku Anda bisa menggunakan cat kuku berwarna cerah yang memiliki rasa pahit. Dengan begitu maka Anda tidak akan tergoda untuk menggigit kuku karena rasanya tidak enak.
3. Fokus Pada Salah Satu Jari
Menurut American Academy of Dermatology untuk menghentikan kebiasaan gigit kuku, fokuslah pada satu jari dulu sebelum beralih ke jari lainnya. Mulailah dengan satu kuku, kemudian lanjutkan ke kuku lain setelah berhasil menahan kebiasaan tersebut.
4. Cari Tahu Penyebabnya
Menurut psikolog Paul DePompo faktor umum penyebab seseorang memiliki kebiasaan gigit kuku antara lain adalah stres, kecemasan, dan kebiasaan. Identifikasi kapan kebiasaan ini muncul, lalu kurangi saat berada dalam situasi tersebut secara bertahap.
5. Konsultasi dengan Psikolog
Kebiasaan gigit kuku bisa diatasi dengan berkonsultasi dengan psikolog. Psikolog akan membantu Anda mengidentifikasi penyebab kebiasaan tersebut lalu memberikan saran tentang perawatan yang perlu Anda lakukan.
Demikian pembahasan mengenai dampak buruk kebiasaan menggigit kuku beserta penyebab dan cara mengatasinya. Jika kebiasaan tersebut telah membuat gigi Anda rusak sebaiknya segera periksakan ke dokter agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Anda bisa memeriksakan kesehatan gigi ke Zahara Dental Care. Perawatan di klinik kami akan ditangani oleh dokter gigi Palembang yang sudah profesional. Perawatan yang bisa diberikan antara lain adalah tambal gigi, pemasangan behel, veneer gigi, cabut gigi, dan lainnya.
Telah di verifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


