Berbicara tentang perawatan gigi tidak ada habis-habisnya. Salah satu yang tak jarang terjadi adalah perawatan untuk gigi berantakan. Dalam dunia medis, kondisi gigi yang tidak sejajar atau berantakan disebut dengan maloklusi. Kondisi ini jika dibiarkan bisa membawa efek samping negatif dan berbahaya.
Maloklusi merupakan suatu kondisi dimana susunan tulang rahang dan gigi yang tidak rata atau tidak sejajar. Sehingga, tampilan gigi akan terlihat tidak rapi, bengkok, tumpang tindih, gigi tonggos dan berbagai efek negatif lainnya yang tidak diharapkan terjadi.
Meskipun memiliki banyak efek negatif namun masalah gigi berantakan ini merupakan gangguan gigi dan mulut yang cukup umum terjadi. Sebagaimana hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Dentistry Journal pada tahun 2021 mengatakan bahwa persentase kasus gangguan gigi berantakan memiliki valensi dari 39-93% yang didominasi anak anak dan remaja.
Adapun berdasarkan tingkat keparahannya, gangguan gigi berantakan atau maloklusi ini bisa dibedakan menjadi beberapa kelas, sebagai berikut:
- Pertama, maloklusi yang terjadi pada saat gigi atas tumpang tindih dengan gigi bawah. Pada kasus ini yang paling banyak terjadi, gigitan cenderung normal dan gigi hanya sedikit tumpang tindih.
- Kedua, adalah maloklusi yang terjadi saat gigi mengalami overbite. Overbite adalah kondisi saat gigi depan atas lebih maju dibandingkan dengan gigi bagian depan bawah. Dalam dunia medis, kasus kedua ini juga sering disebut dengan retrognathia.
- Ketiga, kondisi gigi berantakan satu ini terjadi saat gigi mengalami underbite. Underbite adalah kondisi dimana gigi depan bawah memiliki posisi lebih maju dibandingkan gigi depan atas. Dalam dunia medis kondisi satu ini dikenal dengan sebutan prognathism.

Apa Dampak Negatif Gigi Berantakan?
Dampak atau efek negatif dari masalah gigi yang tidak rapi ini ada banyak, di atas telah kami berikan beberapa di antaranya. Nah, untuk informasi yang lebih detail lagi di bawah ini kami paparkan dampak lebih lanjut dari gigi berantakan yang tidak ditangani.
1. Masalah Plak dan Risiko Gigi Berlubang
Berdasarkan temuan riset terbukti bahwa gigi yang tidak rapi bisa meningkatkan risiko gigi berlubang secara signifikan. Hal tersebut terjadi karena plak gigi cenderung lebih mudah menempel dan lebih sulit untuk dibersihkan.
Lebih jauh lagi, gigi berantakan juga bisa menyebabkan proses mengunyah makanan menjadi tidak seimbang. Sehingga, meningkatkan risiko gigi pecah dan gigi ompong.
2. Artikulasi yang Tidak Jelas
Artikulasi merupakan perubahan rongga dan ruang dalam saluran suara untuk menghasilkan bunyi bahasa demi kata yang baik, benar dan jelas. Pada beberapa kasus, artikulasi ini bisa terganggu oleh beberapa sebab, seperti lidah pendek, sumbing dan masalah maloklusi atau gigi yang tidak rapi.
3. Asupan Gizi Kurang Maksimal
Dari hasil riset yang pernah dilakukan didapatkan bahwa dampak maloklusi atau gigi berantakan yang negatif lainnya adalah terganggunya proses pengunyahan. Karena makanan tidak dikunyah dengan baik, maka asupan gizi yang didapatkan dari makanan tersebut pun menjadi kurang maksimal.
Alhasil pada gilirannya membuat kerja saluran pencernaan seperti lambung dan usus bekerja melebihi batasnya.
4. Menurunnya Kemampuan Kognitif
Masih disebabkan karena proses pengunyahan yang tidak baik, bisa menyebabkan sejumlah besar informasi sensorik pada otak dan fungsi otak untuk belajar menjadi kurang baik. Oleh sebab itu, jika kondisi gigi tidak rapi ini dibiarkan padahal proses pengunyahan tidak baik, maka bisa mengakibatkan menurunnya kemampuan kognitif.
5. Berdampak pada Kualitas Hidup
Gigi berantakan atau maloklusi gigi ternyata juga berpengaruh pada kualitas hidup seperti karir, interaksi sosial, hubungan interpersonal bahkan psikologis. Hal ini terjadi karena pada saat berinteraksi sosial, bagian pertama kali yang diperhatikan oleh orang adalah wajah dan gigi. Gigi berantakan bisa membuat senyum tidak memiliki daya tarik lagi.

Apa Penyebab Gigi Berantakan?
Setelah kita mengetahui efek bahaya di atas, tentu saja kita perlu mendapatkan informasi yang memadai tentang apa penyebab terjadinya maloklusi pada manusia, sehingga kita bisa mengantisipasinya. Berikut beberapa penyebabnya:
1. Tekanan Gigi Atas dan Bawah
Penyebab yang cukup sering terjadi pada masalah gigi berantakan adalah adanya tekanan pada gigi atas dan bawah. Apabila gigi terlalu intens mendapatkan tekanan, maka dapat menyebabkan pembengkakan pada ligamen tempat gigi tumbuh. Pembengkakan ligamen ini pada akhirnya bisa menyebabkan gigi berantakan.
2. Bruxism
Bruxism adalah kondisi ketika seseorang terbiasa untuk menggemeretakkan giginya pada saat tidur, baik tidur siang maupun tidur pada malam hari. Umumnya kondisi ini terjadi dengan begitu saja tanpa disadari, namun hanya disadari oleh pihak lain.
Maka untuk mengetahuinya Anda bisa bertanya pada orang terdekat untuk mendapatkan informasi Anda memiliki bruxism atau tidak.
3. Faktor Usia
Faktor satu ini hampir bisa dikatakan tidak bisa dilepaskan dari masalah gigi berantakan. Semakin tua umur seseorang maka akan semakin terkikis lapisan giginya. Dengan terkikisnya lapisan gigi ini, maka struktur gigi juga pun akan melemah dan mudah bergeser, padahal lapisan gigi ini memiliki sifat yang cukup keras dan berfungsi untuk melindungi gigi.

4. Berkurangnya Jumlah Gigi
Sudah menjadi hal yang alamiah ketika jumlah gigi seseorang berkurang, maka gigi yang berada disekitar gigi tadi akan berupaya untuk mengisi ruang yang kosong. Pada saat itulah gigi akan mengalami pergeseran dan terjadilah apa yang disebut gigi tidak beraturan. Dalam hal ini, Anda bisa memanfaatkan gigi palsu guna mengantisipasi terjadinya masalah tersebut.
5. Pembusukan Gigi
Gigi busuk adalah kondisi yang sangat berbahaya jika dibiarkan begitu saja, diantara tanda terjadinya gigi busuk adalah gusi dan tulang yang mengalami perubahan seperti perubahan warna bahkan perubahan bentuk.
Tulang pada mulut manusia pada dasarnya berfungsi untuk menahan gigi, namun jika kondisi memburuk maka fungsi tersebut tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.
6. Genetik
Secara genetis rahang seseorang umumnya akan mengikuti bentuk rahang yang dimiliki oleh ibu bapaknya. Jadi, jika seseorang memiliki rahang yang terlalu kecil maka sangat berpotensi terjadinya gigi berantakan. Maka, genetik juga bisa menjadi faktor penyebab masalah gigi tidak beraturan.
Perawatan Medis untuk Gigi Berantakan
Langkah pertama yang wajib Anda lakukan jika tidak ingin mengalami masalah gigi tidak rapi ini menghentikan berbagai kebiasaan yang bisa memicu terjadinya masalah tersebut seperti menggigit kuku, menggeretakkan gigi dan lainnya. Selain itu, Anda juga wajib menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dengan rutin menyikat gigi.
Setelah langkah pertama ini sudah Anda terapkan, namun tetap terjadi masalah gigi berantakan maka Anda bisa melakukan tindakan lanjutan berupa pemasangan layanan kawat gigi untuk membantu meratakan gigi serta menormalkan tulang rahang yang tidak rata.
Namun, nanti dokter gigi tentu saja akan mengecek terlebih dahulu seberapa parah masalah gigi yang Anda alami. Apabila kondisi sangat serius maka bisa jadi dokter gigi akan merekomendasi untuk melakukan pencabutan gigi.

Nah, demikianlah ulasan singkat perihal efek bahaya gigi berantakan yang tidak boleh dibiarkan. Untuk Anda yang membutuhkan perawatan khusus gigi berantakan bisa konsultasi kepada Zahara Dental Care untuk mendapatkan perawatan terbaiknya, misalnya menggunakan behel damon.
Telah diverifikasi,
Drg. Siti Nita Zahara


