Kebiasaan menggigit barang akan memberikan tekanan berlebih pada gigi dan rahang. Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini dapat menyebabkan gigi bergeser dari posisi semula, bahkan menimbulkan keretakan kecil pada enamel gigi. 

Selain itu, menggigit benda yang tidak higienis juga berisiko membawa bakteri ke dalam mulut. Bakteri atau kuman yang masuk melalui mulut karena kebiasaan menggigit berpotensi memicu terjadinya infeksi.

Tips Menghentikan Kebiasaan Menggigit Barang

Kebiasaan menggigit barang, Sumber: drsarahbren.com
Kebiasaan menggigit barang, Sumber: drsarahbren.com

Menggigit barang bagi sebagian orang menjadi cara untuk menyalurkan rasa tegang, cemas, atau bosan. Kebiasaan ini sering kali dimulai sejak kecil dan bisa berlanjut hingga dewasa tanpa disadari. Agar bisa berhenti dari kebiasaan buruk ini, ikuti beberapa tips di bawah.

1. Sadari Kebiasaannya

Langkah pertama adalah dengan menyadari kapan dan dalam kondisi apa kebiasaan menggigit barang muncul. Apakah saat bosan, stres, atau berpikir. Dengan memahami pemicunya, Anda bisa mencari solusi pengganti yang lebih sehat.

Setelah mengetahui pemicunya, cobalah mencatat setiap kali kebiasaan itu muncul agar Anda lebih mudah mengendalikannya. Misalnya, jika kebiasaan menggigit barang terjadi saat merasa cemas, gantilah dengan aktivitas yang menenangkan.

2. Gunakan Pengingat Diri

Tempelkan catatan kecil di area yang sering Anda lihat. Misalnya seperti meja belajar, layar komputer, atau cermin kamar mandi, dengan tulisan motivasi seperti “jangan gigit barang!” atau “sayangi gigi sehatmu dengan tidak menggigit barang.”

Cara sederhana ini berfungsi sebagai pengingat agar Anda lebih waspada terhadap kebiasaan menggigit barang yang sering dilakukan tanpa sadar. Setiap kali mata melihat catatan tersebut, otak akan mengingatkan diri untuk berhenti.

3. Jaga Kebersihan Tangan dan Barang

Tangan atau benda yang sering digigit bisa menjadi tempat berkembang biaknya berbagai bakteri dan kuman. Kebiasaan ini tidak hanya berisiko menyebabkan infeksi pada mulut dan gusi akan tetapi juga bisa memicu gangguan pencernaan bila bakteri masuk ke dalam tubuh. 

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan tangan dan benda di sekitar Anda. Cuci tangan secara rutin dengan sabun. Biasakan menggunakan tisu atau hand sanitizer agar kesadaran menjaga kebersihan semakin terbentuk.

4. Konsumsi Camilan Sehat

Makan cemilan sehat, Sumber: pexels.com
Makan cemilan sehat, Sumber: pexels.com

Sediakan camilan sehat seperti wortel, apel, atau kacang untuk menjaga aktivitas mulut tanpa harus menggigit benda keras yang berisiko merusak gigi. Selain membantu mengalihkan kebiasaan menggigit barang, camilan tersebut juga memberikan manfaat nutrisi bagi tubuh. 

Anda bisa ngemil wortel dan apel yang kaya serat dan bisa membantu membersihkan sisa plak pada gigi secara alami. Sementara kacang mengandung protein dan mineral penting yang memperkuat enamel gigi. 

5. Hindari Situasi Pemicu Stres

Kebiasaan menggigit barang seringkali muncul secara refleks saat seseorang merasa stres, cemas, atau tertekan. Untuk mengatasinya, cobalah melakukan berbagai teknik relaksasi seperti menarik napas dalam-dalam, bermeditasi, atau mendengarkan musik.

Aktivitas tersebut dapat membantu menurunkan ketegangan dan menstabilkan emosi sehingga dorongan untuk menggigit barang pun berkurang. Selain menenangkan pikiran, relaksasi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

6. Libatkan Orang Sekitar

Mintalah bantuan keluarga, teman, atau rekan kerja untuk mengingatkan Anda setiap kali terlihat mulai menggigit barang tanpa sadar. Dukungan dari orang-orang terdekat akan sangat membantu Anda dalam mengubah kebiasaan buruk.

Orang terdekat bisa membantu Anda lebih waspada terhadap tindakan refleks yang sering tidak disadari. Selain itu, adanya dorongan positif dari lingkungan sekitar juga dapat meningkatkan motivasi dan konsistensi dalam menghentikan kebiasaan menggigit barang.

7. Bersabar dan Konsisten

Mengubah kebiasaan tentu tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan waktu, kesabaran, dan disiplin agar tubuh dan pikiran terbiasa untuk tidak lagi menggigit barang. Proses ini mungkin terasa sulit di awal, namun setiap langkah kecil menuju perubahan patut diapresiasi. 

Tetaplah konsisten dan jangan menyerah meskipun kadang tergoda untuk mengulanginya. Anda bisa memberikan penghargaan kecil setiap kali berhasil menahan keinginan tersebut. Contohnya bisa dengan memberi reward pada diri sendiri untuk menikmati makanan favorit.

Dampak Kebiasaan Menggigit Barang

Tambal gigi sementara, Sumber: pexels.com
Dampak dari kebiasaan menggigit barang, Sumber: pexels.com

Kebiasaan menggigit barang seperti pensil, kuku, sedotan, atau ujung pakaian mungkin terlihat sepele, tetapi ternyata dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan gigi dan mulut. Berikut ini 5 dampak kebiasaan menggigit barang yang perlu Anda ketahui:

1. Risiko Infeksi Mulut dan Gusi

Benda yang sering digigit biasanya tidak steril dan menjadi tempat berkumpulnya berbagai jenis bakteri. Contohnya seperti kebiasaan menggigit kuku. Saat kuku yang kotor masuk ke mulut, kuman dapat berpindah dan menyebabkan infeksi.

Selain itu, ujung kuku yang tajam dapat melukai jaringan mulut dan menimbulkan luka kecil yang menjadi pintu masuk bagi bakteri. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, risiko terjadinya infeksi berulang dan bau mulut semakin meningkat.

2. Gigi Retak atau Terkikis

Menggigit benda keras seperti pena atau tutup botol dapat menyebabkan enamel gigi terkikis dan menimbulkan retakan kecil. Jika dibiarkan, kerusakan ini bisa semakin parah hingga menyebabkan gigi patah atau terasa nyeri saat menggigit makanan. 

Dalam jangka panjang, enamel yang rusak tidak dapat pulih secara alami, sehingga gigi menjadi lebih sensitif terhadap suhu panas atau dingin. Gigi juga akan lebih rentan terhadap kerusakan permanen seperti karies atau infeksi.

3. Gigi Bergeser dari Posisi Semula

Gigi bergeser, Sumber: milnororthodontics.com
Gigi bergeser, Sumber: milnororthodontics.com

Tekanan yang terjadi secara terus-menerus akibat kebiasaan menggigit barang dapat menyebabkan gigi perlahan bergeser dari posisi idealnya. Lama-kelamaan, susunan gigi menjadi tidak rata dan sulit dibersihkan dengan sempurna. 

Kondisi ini bisa memicu masalah ortodontik seperti gigi tonggos, gigi berdesakan, atau bahkan perubahan bentuk rahang. Jika tidak segera ditangani, pergeseran ini mungkin memerlukan perawatan dengan behel untuk mengembalikan posisi gigi seperti semula.

4. Gangguan pada Sendi Rahang

Kebiasaan menggigit barang juga dapat mempengaruhi sendi rahang yang fungsinya sebagai penghubung rahang bawah dengan tulang tengkorak. Tekanan berlebih akibat kebiasaan ini dapat menyebabkan otot di sekitar rahang menjadi tegang dan tidak seimbang. 

Akibatnya, muncul rasa kaku, bunyi “klik” saat membuka atau menutup mulut, bahkan nyeri yang menjalar ke kepala dan leher. Dalam kasus yang lebih parah, sendi rahang bisa mengalami peradangan yang mengganggu aktivitas mengunyah atau berbicara.

5. Penurunan Estetika dan Kepercayaan Diri

Kerusakan atau pergeseran gigi akibat kebiasaan menggigit barang bisa membuat bentuk gigi menjadi tidak rapi dan senyum tampak kurang menarik. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang, terutama saat berbicara di depan orang lain.

Untuk mencegah dampak-dampak tersebut, penting untuk menjaga kesadaran diri dan mengganti kebiasaan menggigit barang dengan aktivitas lain yang lebih sehat. Namun, terkadang kebiasaan ini sudah terjadi sebelum Anda menyadari dampak-dampak negatifnya.

Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com
Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com

Jika gigi sudah mengalami perubahan bentuk atau rasa nyeri, segera konsultasikan ke dokter gigi Palembang di Zahara Dental Care. Disini Anda akan mendapatkan pemeriksaan dan perawatan profesional agar kondisi gigi tetap sehat dan kuat.

Di Zahara Dental Care, Anda bisa melakukan berbagai perawatan gigi seperti pemasangan behel untuk merapikan gigi yang berantakan, bleaching untuk memutihkan gigi, atau bahkan veneer untuk memutihkan sekaligus mengatasi ketidaksempurnaan pada gigi.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp