Kanker rongga mulut adalah salah satu penyakit yang perlu diwaspadai oleh para perokok. Meskipun demikian merokok bukanlah satu-satunya penyebab kanker rongga mulut. Karena masih ada banyak pencetus lain yang bisa menyebabkan penyakit yang satu ini.
Biasanya orang tidak bisa membedakan antara kanker rongga mulut dengan radang tenggorokan atau sariawan. Saat mengalami radang atau terdapat sariawan, kebanyakan menganggap bahwa itu penyakit ringan yang akan sembuh dengan sendirinya.
Apa Itu Kanker Rongga Mulut?

Kanker rongga mulut merupakan kondisi dimana jaringan epitel mukosa mengalami pertumbuhan sel secara tidak normal. Jaringan epitel yang dimaksud adalah dinding mulut, bibir, langit-langit, lidah, gusi, dan lainnya.
Kanker rongga mulut akan terlihat seperti masalah umum yang sering terjadi di sekitar mulut. Misalnya terjadi bercak putih atau luka yang berdarah. Untuk membedakan antara penyakit biasa dengan kanker mulut adalah keluhan yang muncul tak kunjung sembuh.
Penyakit mulut pada umumnya akan sembuh dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu setelah Anda menerapkan pola hidup sehat. Namun salah satu ciri-ciri dari penyakit ini biasanya keluhan yang ada lebih sulit sembuh.Â
Jika tidak ditangani, penyakit bisa menyebar ke tenggorokan, kepala, dan leher. Oleh karena itu apabila Anda mengalami penyakit di sekitar rongga mulut yang tidak kunjung sembuh sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Gejala Kanker Rongga Mulut

Gejala kanker rongga mulut memang cukup sulit dikenali karena mirip dengan penyakit sariawan. Ketika baru saja terjadi kanker rongga mulut akan sulit terdeteksi sehingga orang baru menyadarinya setelah masuk ke stadium lanjut.
Karena gejalanya sulit dikenali, sebaiknya Anda tidak sembarangan dalam mendiagnosis ketika mengalami sakit di sekitar rongga mulut. Berikut ini adalah beberapa gejala yang sering diabaikan.
1. Munculnya Bintik Merah atau Putih
Sebelum kanker muncul, seringkali terdapat tanda-tanda awal berupa bintik merah atau putih yang persisten di dalam mulut atau tenggorokan. Bintik tersebut tidak kunjung sembuh dalam jangka waktu yang panjang.
Anda tidak boleh mengabaikan gejala ini dan segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalaminya. Deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan yang jauh lebih besar karena Anda bisa segera memilih tindakan pengobatan yang paling sesuai.
2. Benjolan di Dalam Mulut
Benjolan dapat menjadi salah satu tanda awal kanker mulut. Biasanya, benjolan ini merupakan tumor kecil yang berkembang di dalam mulut. Seringkali benjolan ini tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala lain yang menonjol pada awalnya.
Ukuran atau bentuk benjolan bisa bervariasi, tergantung pada jenis kanker dan seberapa jauh penyakit sudah menyebar. Namun penting untuk diingat bahwa tidak semua benjolan di mulut adalah kanker.
3. Gusi dan Bibir Mudah Luka
Kanker mulut dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan di bibir dan gusi sehingga meningkatkan risiko terjadinya luka. Hilangnya jaringan yang normal di permukaan bibir dan gusi membuatnya lebih rentan terhadap cedera.
Meskipun awalnya luka-luka ini mungkin tidak menimbulkan rasa sakit, namun lama-kelamaan akan timbul rasa sakit. Proses tersebut terjadi karena paparan berulang terhadap luka yang tidak sembuh secara maksimal.
4. Rongga Mulut Mati Rasa
Salah satu gejala utama dari kanker ini adalah mati rasa pada mulut. Kondisi ini bisa terjadi karena kanker mulai mempengaruhi saraf-saraf yang mengontrol sensasi di daerah tersebut. Awalnya, mungkin terasa seperti kesemutan atau kebas.
Lama-lama mulut tidak memiliki kemampuan untuk merasakan panas, dingin, atau rasa makanan. Jika sampai terjadi maka akan sangat mengganggu kualitas hidup dan dapat menghambat kemampuan seseorang untuk mendeteksi masalah kesehatan lainnya.
5. Bau Mulut
Kanker mulut seringkali berhubungan dengan masalah kesehatan lain seperti gingivitis. Gingivitis merupakan peradangan pada gusi yang terjadi akibat penumpukan plak dan bakteri di sekitar gigi.
Gingivitis dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap. Ketika tidak diobati, gingivitis bisa berkembang menjadi penyakit gusi yang lebih serius dan menyebabkan kerusakan pada jaringan pendukung gigi.
Penyebab Kanker Rongga Mulut

Kanker rongga mulut terjadi karena mutasi DNA pada sel-sel di jaringan mulut. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, ada beberapa faktor yang diduga memicu dan meningkatkan risiko kanker mulut.
1. Merokok
Kebiasaan merokok menjadi salah satu penyebab utama munculnya kanker mulut. Asap rokok mengandung zat-zat karsinogen yang merusak jaringan di dalam mulut dan memicu mutasi DNA pada sel-sel yang menyebabkan pertumbuhan sel kanker.
Rongga mulut yang terkena paparan asap rokok secara berulang akan meningkatkan risiko kanker mulut, terutama pada area bibir, lidah, dan gusi. Menghindari rokok merupakan langkah terbaik untuk mengurangi risiko kanker mulut.
2. Infeksi
Kanker mulut juga bisa disebabkan oleh infeksi virus, seperti Human Papillomavirus (HPV). Infeksi virus dapat menyebabkan peradangan kronis di dalam mulut dan memicu perubahan sel-sel yang berpotensi menjadi kanker.
Pencegahan infeksi virus bisa dilakukan dengan vaksinasi. Jika sudah terlanjur terpapar, maka infeksi harus diobati untuk mencegah terjadinya kanker mulut yang disebabkan oleh infeksi virus tersebut.
3. Mengkonsumsi Alkohol
Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan merupakan salah satu pemicu terbesar penyakit kanker mulut. Alkohol dapat menyebabkan iritasi pada jaringan yang ada di dalam mulut. Iritasi bisa memicu peradangan kronis dan kerusakan sel-sel.
Obat Kanker Rongga Mulut

Untuk mengobati kanker rongga mulut dokter memiliki beberapa opsi. Hal itu karena penanganan kanker mulut tergantung pada stadium, lokasi, jenis kanker mulut, serta kondisi pasien secara keseluruhan.
1. Radioterapi
Pengobatan kanker melalui radioterapi menggunakan sinar X bertujuan untuk menghancurkan sel kanker. Radioterapi sering digunakan bersamaan dengan kemoterapi atau operasi.
Sebelum operasi, radioterapi bisa membantu mengecilkan ukuran kanker. Setelah operasi, tujuannya adalah untuk menghilangkan sel kanker yang masih tersisa. Radioterapi dapat membantu mengurangi gejala kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
2. Operasi
Pada tahap awal, pengobatan untuk kanker rongga mulut dapat dilakukan melalui operasi dengan menggunakan sinar laser. Namun, jika kanker telah menyebar ke berbagai jaringan di sekitar mulut, dokter mungkin perlu melakukan pengangkatan tumor.
Selain itu, dokter juga dapat melakukan operasi rekonstruksi wajah untuk memulihkan bagian atau jaringan yang telah diangkat.
3. Kemoterapi
Untuk mengatasi kanker yang telah menyebar luas atau berpotensi muncul kembali, kemoterapi biasanya direkomendasikan oleh dokter. Kemoterapi bertujuan untuk merusak DNA sel-sel kanker sehingga mereka tidak dapat berkembang biak.
Beberapa jenis obat yang umum digunakan dalam proses kemoterapi antara lain adalah Cisplatin, Carboplatin, Fluorouracil, Docetaxel, Methotrexate, dan Bleomycin.
Itulah gejala, penyebab, dan pengobatan untuk kanker rongga mulut. Jika Anda mengalami gejala yang sudah disebutkan di atas sebaiknya segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan.
Bagi Anda yang berdomisili di Palembang dan sekitarnya maka bisa berkonsultasi ke Zahara Dental Care. Di sini Anda akan ditangani oleh dokter gigi Palembang yang berpengalaman dalam memberi perawatan ataupun pengobatan untuk masalah kesehatan gigi dan mulut.
Telah di verifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


