Gigi susu bayi merupakan gigi sementara pada manusia yang akan digantikan dengan gigi permanen setelah usianya menginjak usia 5 sampai 6 tahun. Meskipun hanya bersifat sementara, gigi susu tetap harus dijaga kesehatannya karena memiliki peran yang cukup penting dalam tumbuh kembang anak. 

Jumlah gigi susu bayi secara keseluruhan ada 20 gigi yang terbagi atas 8 gigi seri, 8 gigi geraham, dan 4 gigi taring. Yang paling pertama muncul biasanya adalah susu depan atau gigi seri bagian bawah. 

Proses Pertumbuhan Gigi Susu

Pertumbuhan gigi susu bayi, Sumber: genbest.id
Pertumbuhan gigi susu bayi, Sumber: genbest.id

Meskipun akan mulai muncul saat usianya menginjak 6 sampai 12 bulan setelah kelahiran, namun sebenarnya gigi susu sudah terbentuk sejak bayi masih di dalam kandungan. Proses pembentukan gigi susu sudah dimulai sejak bayi berada di dalam kandungan yang usianya sekitar 6 minggu. 

Oleh karena itu penting sekali bagi ibu hamil mengkonsumsi makan-makanan sehat, terutama jenis makanan yang kaya dengan kalsium karena bisa membantu proses pembentukan gigi secara maksimal. Ibu hamil perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung fosfor, kalsium, vitamin D, vitamin C, dan kandungan nutrisi lainnya. 

Jika nutrisi tersebut terpenuhi, maka proses pembentukan gigi akan membentuk gigi susu yang kuat dan sehat. Tentu saja selain mencukupi atas asupan nutrisi yang bagus untuk pertumbuhan gigi, ibu hamil juga perlu menghindari beberapa jenis obat tertentu untuk mencegah terjadinya gigi berwarna hitam atau gigi coklat pada anak. 

Jenis obat-obatan yang perlu dihindari untuk memaksimalkan pertumbuhan gigi susu bayi yaitu antibiotik tetrasiklin. Atau Anda bisa berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi jenis obat tertentu. 

Cara Merawat Gigi Susu Bayi

Cara merawat gigi susu bayi, Sumber: parentalk.id
Cara merawat gigi susu bayi, Sumber: parentalk.id

Gigi susu bayi harus dirawat karena selain untuk menjaga penampilan dan memiliki senyum yang indah di masa anak-anak, gigi susu juga memiliki peran penting dalam perkembangan bicara pada anak, gigitan yang sehat dan sebagai ruang penampung bagi gigi permanen yang akan tumbuh nantinya. 

Berikut ini adalah beberapa tips merawat gigi susu bayi yang tepat agar tumbuh sehat. 

1. Merawat Rongga Mulut Bayi atau Balita

Sejak sebelum gigi susu tumbuh, rongga mulut bayi harus selalu dibersihkan. Caranya yaitu dengan mengusapkan kain katun bertekstur lembut atau bisa juga menggunakan kasa steril yang sudah dibasahi dengan air hangat. Bersihkan rongga mulut setiap anak selesai makan atau minum. 

Membersihkan rongga mulut bayi setidaknya perlu dilakukan dua kali dalam sehari yakni pagi hari setelah makan dan malam hari sebelum anak tertidur agar gusi tidak ditumbuhi plak. Plak yang terbentuk sejak gigi susu belum tumbuh tentu saja akan menjadi sarang bakteri dan membuat gigi anak tidak tumbuh dengan maksimal. 

2. Teether dan Gel Khusus Gusi

Gigi susu bayi yang mulai tumbuh biasanya akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa menyimpan teether ke dalam lemari es karena sensasi dinginnya bisa membuat anak merasa lebih nyaman. 

Teether sendiri merupakan mainan gigitan yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan gigi pada bayi usia 5 sampai 6 bulan keatas. Selain memanfaatkan teether Anda juga perlu menggunakan gel khusus gusi saat gusi anak terlihat bengkak atau kemerahan. 

Kondisi tersebut umum dialami oleh bayi yang mulai tumbuh gigi. Gel khusus untuk bayi mengandung anestesi lokal sehingga membuat anak lebih nyaman dan tenang. 

3. Menggosok Gigi 

Gigi susu bayi yang sudah mulai tumbuh perlu dibersihkan dengan cara yang sama yaitu mengusapkan kain atau kasa pada seluruh permukaan gigi yang sudah dibasahi menggunakan air hangat. Jika gigi susu yang tumbuh sudah mulai banyak, maka Anda bisa menggunakan alat bantu berupa sikat gigi bayi yang terbuat dari bahan silikon. 

Setelah anak menginjak usia 3 tahun maka biasakan mereka menggosok giginya menggunakan pasta gigi seukuran biji nasi. Anak juga perlu diajari untuk tidak menelan pasta gigi dan membuang busa ketika menggosok gigi. 

Jika pasta gigi secara tidak sengaja tertelan Anda tidak perlu khawatir karena takaran tersebut masih dalam batas kandungan yang aman. Jangan lupa juga biasakan anak untuk sikat gigi minimal dua kali dalam sehari yaitu pagi hari dan malam hari sebelum anak tidur. 

4. Hindari Kebiasaan Minum dari Dot Sampai Tidur

Kebiasaan minum susu dari dot sampai tidur, Sumber; popmama.com
Kebiasaan minum susu dari dot sampai tidur, Sumber; popmama.com

Anda harus menghindari kebiasaan anak minum dari dot sampai dia tertidur terutama pada malam hari. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari kerusakan gigi yang lebih besar karena saat anak tertidur, aktivitas bakteri di dalam rongga mulut meningkat sebanyak dua kali lebih besar. 

Jika anak memiliki kebiasaan mengkonsumsi susu kemasan dengan kandungan gula yang tinggi dan masih belum bisa membiasakan diri menyikat gigi, suruh anak berkumur air putih setiap selesai minum susu atau minum minuman manis lainnya. 

5. Membentuk Kebiasaan Sikat Gigi Rutin

Supaya gigi susu bayi tetap sehat, Anda perlu membentuk kebiasaan sikat gigi secara rutin. Kebiasaan menyikat gigi harus diajarkan mulai anak umur 0 sampai 7 tahun. Sebagai orang tua, Anda perlu memberi contoh memiliki kebiasaan sikat gigi secara rutin minimal dua kali dalam sehari dan mengajari mereka cara menyikat gigi dengan benar. 

Meskipun Anda telah mengajari anak melakukan sikat gigi, sebaiknya pendampingan tetap perlu dilakukan setidaknya sampai anak berusia 7 sampai 8 tahun. Hal itu disebabkan karena kemampuan motorik anak yang masih berusia di bawah 8 tahun dianggap masih belum bisa maksimal jika harus membersihkan gigi dengan baik dan benar. 

6. Mengontrol Asupan Makanan

Penyebab kerusakan utama gigi susu bayi sebenarnya bukanlah asupan gula yang masuk ke dalam mulut akan tetapi seberapa sering anak mengkonsumsi gula atau asam. Semakin sering anak-anak mengkonsumsi makanan yang mengandung gula atau asam maka akan semakin besar pula kemungkinan mereka mengalami gigi berlubang atau karies gigi. 

Jadi sebagai orang tua Anda harus mengontrol asupan minuman dan makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak. Latih anak untuk lebih banyak mengkonsumsi jenis makanan sehat seperti buah dan sayur dibandingkan cemilan atau permen yang mengandung gula dalam jumlah tinggi. 

7. Cek Kesehatan Gigi Secara Rutin ke Dokter

Penting sekali bagi orang tua untuk mengajari anak melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi agar mereka terbiasa. Anak yang sudah terbiasa ke dokter gigi tentu mampu bersikap kooperatif apabila nantinya ada masalah pada kesehatan giginya sehingga harus melakukan perawatan dan tindakan medis. 

Merawat gigi susu bayi merupakan investasi penting dalam kesehatan gigi dan mulut. Dengan mulai melakukan perawatan sejak dini, mengajarkan kebiasaan baik dan memperhatikan pola makan anak maka Anda sudah mempersiapkan landasan baik untuk kesehatan gigi mereka di masa depan. 

Dokter gigi anak, Sumber: halodoc.com
Dokter gigi anak, Sumber: halodoc.com

Anda juga perlu ingat bahwa anak harus melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk mendapat perawatan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik anak. Perawatan gigi pada anak-anak bisa dilakukan di fasilitas kesehatan baik klinik maupun rumah sakit. 

Zahara Dental Care merupakan klinik gigi yang ramah anak dan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan perawatan gigi pada anak secara aman dan menyenangkan. Zahra Dental Care juga didukung oleh dokter gigi Palembang yang profesional dan mampu memberikan perawatan yang tepat sesuai kondisi spesifik masing-masing anak. 

Telah diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp