Mungkinkah gigi tertelan saat makan terjadi? Jawabannya, mungkin saja. Apalagi pada anak-anak. Struktur gigi anak-anak berbeda dengan gigi orang dewasa. Akar gigi lebih tipis dan lebih pendek. Maka dari itu, gigi susu anak-anak cenderung lebih mudah tanggal atau patah. Tak heran gigi susu akan sering tanggal untuk digantikan dengan gigi tetap.
Ukuran gigi susu anak cenderung kecil, mungkin hanya sebesar butiran kedelai atau beras. Lebih dari itu, struktur akar giginya lebih rapuh. Maka ada kemungkinan gigi susu yang tanggal atau patah saat tertelan.
Terlebih pada saat makan, anak-anak bisa saja menelannya tanpa mereka sadari. Namun bagi anak-anak, gigi tertelan saat makan dapat menjadi masalah yang serius. Apakah memang berbahaya?

Apakah Bahaya Jika Gigi Tertelan? Perhatikan Beberapa Hal Berikut
Untuk memahami gigi tertelan ketika makan adalah hal yang berbahaya atau tidak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pastikan lakukan pengamatan ini dalam keadaan tenang dan rileks. gigi tertelan saat makan dapat dipahami dengan menjawab beberapa pertanyaan seperti:
1. Apakah Gigi Dapat Dicerna?
Menurut drg.Evelyn Yoanita pada axeldental.id, gigi dapat dicerna. Begitu juga dengan benda-benda lain yang mungkin tertelan saat makan. Asalkan gigi dan benda tersebut bisa melewati organ-organ pencernaan.
Namun demikian, anak-anak yang tidak sengaja menelan gigi harus menjalani observasi. Apabila terjadi beberapa gejala seperti mual dan mutah, segera rujuk ke rumah sakit.
2. Apakah Gigi yang Tertelan Bisa Membahayakan Tubuh?
drg.Evelyn juga menjelaskan bahwa benda-benda asing yang tertelan tanpa sengaja bisa masuk ke saluran pencernaan. Apabila benda-benda asing termasuk gigi tertelan, kemungkinan bisa dicerna dan keluar bersama kotoran. Namun ada juga kemungkinan benda-benda asing tersebut masuk ke saluran pernafasan.
Saluran pernapasan manusia terdiri dari trakea yang diteruskan hingga bronkus dan bronkiolus. Kedua organ tersebut termasuk bagian paru-paru. Gigi dan benda-benda asing yang masuk ke saluran pernafasan inilah yang kemungkinan menghambat dan membahayakan kesehatan.
Gejala yang Perlu diwaspadai Ketika Gigi Tertelan Saat Makan
Apabila terjadi kejadian gigi patah maupun benda-benda asing tertelan, perhatikan gejala-gejala berikut. Sehingga bisa segera dirujuk ke rumah sakit:
- Gigi tidak keluar bersama feses dalam tujuh hari. Karena biasanya gigi akan keluar bersama feses setelah 12-14 jam.
- Nyeri di leher, dada, atau perut.
- Sulit menelan dan bernafas, terutama jika terjadi sesak nafas atau nafas pendek-pendek.
- Muntah-muntah, apalagi jika disertai darah.
- Batuk-batuk. Gejala ini menjadi indikasi tersumbatnya saluran pernafasan.
- Nyeri perut.
- Demam.
- Produksi liur lebih banyak dari biasanya.
- Muntahan atau feses yang berdarah, terlebih lagi jika darahnya sampai berwarna hitam. Bisa jadi terjadi sesuatu dalam saluran pencernaan.
Jika gejala-gejala tersebut terjadi, segera rujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Gigi Tertelan?
Kejadian gigi tertelan saat makan tentu saja menimbulkan kepanikan. Baik bagi anak-anak yang tidak sengaja menelan gigi, maupun orang di sekitar yang menyaksikannya. Panik tidak memberikan solusi. Orang-orang yang menyaksikan harus memberikan pertolongan pertama sesegera mungkin.
Penanganannya juga harus tepat. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan sebagai pertolongan pertama?
1. Tetap Tenang
Usahakan tetap tenang. Ajak juga anak-anak yang menelan gigi itu untuk tenang. Dengan tubuh yang rileks, gigi ataupun benda-benda asing yang tertelan dapat menuju saluran pencernaan dengan lebih cepat. Begitupun sebaliknya, jika anak-anak berontak, gigi dan benda asing yang tertelan akan semakin lama melalui saluran pencernaan.
2. Mengkonsumsi Makanan yang Melancarkan Pencernaan
Lancarkan proses pencernaan dengan memberikan stimulus. Stimulus disini berupa makanan yang melancarkan pencernaan. Misalnya apel, bit, pepaya, kiwi, alpukat, pisang, kacang-kacangan, kentang, polong-polongan dan jagung.
Buah-buahan tersebut memiliki kadar serat tinggi, sehingga mampu melancarkan pencernaan. Jagung masuk rekomendasi karena biji-biji jagung dapat tetap utuh saat melalui usus.
3. Perbanyak Minum Air Putih
Perbanyak juga minum air putih. Kadar hidrasi yang baik akan membuat pencernaan semakin lancar. Namun hindari minuman soda maupun susu. Soda dan susu mengandung gas yang membuat perut menjadi kembung. Dapat disimpulkan bahwa soda dan susu bisa mengganggu pencernaan.

4. Berikan Rangsangan untuk Muntah
Apabila gigi belum masuk saluran pencernaan lebih jauh, berikan rangsangan untuk mutah. Tindakan ini cocok apabila kejadian gigi tertelan saat makan baru saja terjadi. Tindakan ini dapat dilakukan dengan memberikan obat emesis.
Obat emesis adalah obat dengan kandungan yang dapat memicu muntah. Ikuti petunjuk penggunaan. Campurkan dengan air. Lalu teguk larutan obat tersebut secepat mungkin. Perut akan segera terstimulasi untuk mual dan muntah-muntah.
5. Masukkan Jari ke Dalam Mulut
Cara lain memicu muntah adalah memasukkan jari ke dalam mulut bagian belakang. Sehingga anak-anak dapat memuntahkan benda-benda yang tertelan secara alami. Tampung muntahan di kontainer atau gelas plastik untuk menyaring gigi yang tertelan. Namun tindakan ini hanya boleh dilakukan dengan rekomendasi dokter.
6. Ikuti Rekomendasi Dokter
Ikuti rekomendasi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Sebenarnya untuk mengeluarkan gigi yang tertelan, bisa menggunakan larutan pencahar. Namun pemberian larutan pencahar harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Apabila dokter merekomendasikan pencernaan secara alami, maka jangan berikan pencahar.
Bagaimana Mencegah Kejadian Gigi Tertelan Ketika Makan?
Kejadian gigi tertelan saat makan sekilas seperti hal yang tidak masuk akal. Hal ini tidak bisa diprediksi tapi juga tidak bisa dicegah. Namun beberapa hal bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tertelannya gigi. Simak informasi-informasi berikut.
- Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Waktu terbaik untuk periksa gigi adalah 6 bulan sekali. Jalani sesi konsultasi dengan dokter gigi. Mintalah rekomendasi produk dan aktivitas perawatan gigi yang bisa dilakukan di rumah. Dengan demikian, dokter gigi akan segera mengidentifikasi permasalahan gigi, misalnya karies gigi pada anak, dan segera menyelesaikannya.
- Ajak anak-anak untuk memahami edukasi kesehatan gigi. Ajak anak-anak memahami kondisi tubuh mereka, apalagi kesehatan gigi dan mulut. Ajak anak-anak untuk terbuka dengan kesehatan gigi mereka. Jika gigi susu dirasa mulai goyang dan hampir tanggal, minta anak-anak mengkomunikasikannya dengan orang dewasa.
- Apabila gigi anak sudah mulai goyang tapi belum kunjung tanggal, biarkan saja terlebih dahulu. Pantau dalam beberapa hari. Minta anak-anak untuk menyadari kondisi gigi yang hampir tanggal. Lalu sampaikan pula untuk berhati-hati saat makan dan minum. Sehingga risiko gigi tertelan saat makan mampu dikurangi dan diantisipasi.

Kejadian gigi tertelan saat makan bisa dibilang jarang, meskipun demikian tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi. Jika memang terjadi, jangan panik dan tetap tenang. Berikan penanganan pertama terbaik.
Jika semakin serius, rujuklah ke rumah sakit sesegera mungkin. Sehingga anak-anak mendapatkan penanganan terbaik. Selalu lakukan pemeriksaan gigi secara rutin untuk menanggulangi permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang mungkin terjadi.
Telah diverifikasi,
drg. Siti Nita Zahara


