Gigi anak maju karena dot seringkali membuat orang tua merasa khawatir. Salah satu penyebab umum dari kondisi ini adalah karena kebiasaan penggunaan dot atau empeng dalam waktu yang terlalu lama. 

Tekanan dari dot saat menghisap dapat mempengaruhi posisi gigi dan rahang sehingga pertumbuhan gigi menjadi tidak sejajar. Selain itu, kebiasaan seperti menghisap jempol juga dapat memperparah kondisi tersebut. 

Bisakah Gigi Anak Maju Karena Dot?

Bayi minum susu melalui dot, Sumber: pexels.com
Bayi minum susu melalui dot, Sumber: pexels.com

Kebiasaan menggunakan dot pada bayi memang sering dianggap wajar, terutama bagi anak yang belum bisa menyusu langsung. Namun, tahukah Anda bahwa penggunaan dot terlalu lama dapat menyebabkan gigi anak maju atau tonggos?

1. Tekanan Vakum saat Mengedot

Ketika anak mengedot, otot pipi menekan ke dalam dan lidah terdorong ke atas untuk menghisap susu. Gerakan ini menimbulkan tekanan vakum yang dapat mendorong gigi depan ke arah depan. Jika dilakukan terus-menerus, gigi atas menjadi lebih menonjol.

2. Bentuk Rahang dan Langit-Langit Mulut Berubah

Kebiasaan mengedot dalam jangka panjang bisa mempengaruhi struktur tulang rahang. Tekanan berulang dari pipi dan lidah menyebabkan langit-langit mulut menjadi lebih sempit. Kondisi ini membuat ruang bagi gigi menjadi terbatas sehingga gigi tampak berdesakan.

3. Pertumbuhan Gigi dan Rahang Terganggu

Tekanan terus-menerus akibat dot dapat mempengaruhi arah tumbuh gigi dan bentuk rahang. Anak yang sering mengedot cenderung memiliki rahang atas yang maju dan tampilan wajah yang tidak seimbang. Jadi, gigi anak maju karena dot memang sangat mungkin terjadi.

Gejala Gigi Tonggos

Gejala gigi tonggos, Sumber: mhdc.co.id
Gejala gigi tonggos, Sumber: mhdc.co.id

Gigi tonggos adalah kondisi ketika susunan gigi bagian atas atau gigi bagian bawah terlalu maju sehingga tampak tidak sejajar. Berikut beberapa gejala umum gigi tonggos yang perlu Anda perhatikan:

1. Gigi Tidak Sejajar

Susunan gigi terlihat menjorok ke depan, baik pada bagian atas maupun bawah. Ketidaksejajaran ini membuat bentuk wajah tampak tidak proporsional dan bisa mengurangi rasa percaya diri. Terkadang, masalah ini menyebabkan gigi tampak saling tumpang tindih.

2. Kesulitan Menggigit atau Mengunyah

Karena posisi gigi yang tidak pas, penderita gigi tonggos sering merasa tidak nyaman ketika menggigit makanan. Tekanan kunyah tidak merata dan dapat membuat beberapa gigi bekerja lebih keras. Jadi sebisa mungkin jangan sampai gigi anak maju karena dot.

3. Bernapas Melalui Mulut

Gigi yang menonjol sering kali membuat bibir sulit menutup dengan sempurna. Akibatnya, seseorang dengan gigi tonggos cenderung bernapas melalui mulut, terutama saat tidur. Kebiasaan ini dapat menyebabkan mulut menjadi kering.

4. Sering Sariawan atau Luka di Mulut

Posisi gigi yang maju menyebabkan bagian dalam pipi atau lidah mudah tergigit secara tidak sengaja. Luka kecil akibat tergigit dapat menimbulkan sariawan yang sering kambuh. Kondisi ini membuat kegiatan makan dan berbicara terasa perih dan tidak nyaman.

5. Perubahan pada Struktur Wajah

Gigi tonggos yang cukup parah dapat mengubah bentuk rahang dan membuat tampilan wajah terlihat menonjol di bagian mulut. Kondisi ini juga dapat mempengaruhi cara seseorang berbicara, menelan, atau tersenyum.

6. Gangguan pada Rahang

Dalam beberapa kasus, posisi gigi yang tidak sejajar dapat menimbulkan tekanan berlebih pada sendi rahang (temporomandibular joint). Akibatnya, penderita bisa mengalami bunyi “klik” saat membuka mulut, muncul rasa nyeri, atau kesulitan menggerakkan rahang.

Tingkat Keparahan Gigi Tonggos

Tingkatan gigi tonggos, Sumber: rata.co.id
Tingkatan gigi tonggos, Sumber: rata.co.id

Berdasarkan posisi rahang dan tingkat keparahannya, gigi tonggos dapat dibagi menjadi tiga tipe utama. Setiap tipe memiliki karakteristik serta penyebab yang berbeda sehingga penanganannya pun disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

1. Gigi Tonggos Tipe 1

Gigi tonggos tipe 1 merupakan bentuk gigi tonggos yang paling ringan dan paling sering ditemui. Pada gigi tonggos tipe 1, posisi gigi geraham atas dan bawah sebenarnya masih dalam kondisi normal, tetapi susunan gigi lainnya tidak sejajar dengan baik. 

Biasanya, gigi tampak terlalu rapat (berdesakan) atau justru terlalu renggang. Karena jarak antar gigi tidak ideal, sisa makanan mudah terselip dan berisiko menimbulkan plak serta karies jika tidak dibersihkan dengan benar.

2. Gigi Tonggos Tipe 2

Pada tipe ini, gigi bagian atas terlihat lebih maju dibandingkan dengan gigi bawah. Kondisi tersebut seringkali disebabkan oleh rahang bawah yang berukuran lebih kecil dari ukuran normal. Kondisi ini membuat gigi atas tampak menonjol ke depan. 

Tipe ini merupakan salah satu penyebab utama gigi tonggos pada anak yang menggunakan dot terlalu lama. Selain mempengaruhi penampilan wajah, tipe ini juga dapat menyebabkan gangguan mengunyah, kesulitan menutup bibir secara sempurna, hingga masalah bicara.

3. Gigi Tonggos Tipe 3

Kebalikan dari tipe 2, gigi tonggos tipe 3 terjadi ketika deret gigi bawah lebih maju dibandingkan dengan deret gigi atas. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh ukuran rahang bawah yang terlalu besar. 

Akibatnya, dagu tampak lebih menonjol ke depan dan rahang bawah terlihat lebih panjang. Jika tidak ditangani, tipe ini dapat mengganggu keseimbangan wajah dan fungsi menggigit makanan.

Cara Mengatasi Gigi Anak Maju Karena Dot

Warna karet behel, Sumber: newlookdentalcare.id
Mengatasi gigi yang tonggos, Sumber: newlookdentalcare.id

Untuk memperbaiki susunan gigi yang sudah terlanjur maju, dokter gigi anak biasanya menyarankan penggunaan behel gigi anak. Berikut adalah langkah-langkah yang biasa diambil dokter untuk mengatasi gigi maju atau tonggos:

1. Pencabutan Gigi

Sebelum melakukan pemasangan behel atau kawat gigi pada anak biasanya dokter akan melakukan tindakan pencabutan gigi. Prosedur pencabutan gigi dilakukan apabila deret gigi anak terlalu rapat dan tidak memiliki ruang yang cukup untuk pergerakan gigi.

Dengan mencabut satu atau beberapa gigi, akan didapat ruang untuk gigi lainnya bergeser ke posisi yang lebih ideal. Pencabutan dilakukan dengan hati-hati agar perawatan selanjutnya menimbulkan masalah lain pada rahang.

2. Pemasangan Behel

Setelah ruang yang cukup tercipta, dokter akan melanjutkan dengan pemasangan behel. Alat ini berfungsi menggeser posisi gigi secara bertahap ke tempat yang seharusnya. Lama waktu penggunaan behel tergantung pada tingkat keparahan gigi tonggos dan usia pasien. 

Selama perawatan berlangsung, pasien dianjurkan menjaga kebersihan mulut dengan baik agar tidak terjadi penumpukan plak di sekitar behel. Karena seperti kita tahu, kotoran di sekitar behel akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

3. Penggunaan Retainer

Setelah perawatan behel selesai, dokter biasanya akan memberikan retainer gigi. Retainer ini digunakan untuk mempertahankan posisi gigi yang sudah rapi agar tidak kembali bergeser ke posisi semula dan menjadi berantakan lagi. 

Penggunaannya bisa bersifat sementara atau jangka panjang, tergantung rekomendasi dokter gigi. Meskipun demikian, kebanyakan pengguna behel harus menggunakan retainer selama sisa hidupnya agar gigi yang sudah rapi tidak kembali ke bentuk semula.

Oleh karena itu, sebaiknya jaga gigi anak agar tidak mengalami perubahan bentuk atau pergeseran kembali setelah perawatan selesai. Menjaga kebersihan gigi, menghindari kebiasaan buruk seperti ngedot terlalu lama, dan rutin melakukan kontrol ke dokter gigi.

Jika Anda berdomisili di Palembang dan ingin memastikan kesehatan gigi anak tetap terjaga setelah perawatan, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter gigi Palembang yang ada di Zahara Dental Care. 

Klinik kami menyediakan layanan lengkap mulai dari pemeriksaan gigi anak, pemasangan behel, veneer, bleaching, hingga pembuatan retainer dengan teknologi modern dan tenaga ahli yang berpengalaman di bidang kedokteran gigi

Zahara Dental Care juga dikenal sebagai klinik yang ramah anak karena proses perawatan dibuat senyaman dan semenyangkan mungkin. Setiap tindakan dilakukan dengan teliti, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien agar hasilnya maksimal.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp