Bukan hanya orang dewasa, behel gigi anak saat ini juga semakin populer sebagai solusi merapikan gigi sejak dini. Banyak orang tua mulai mempertimbangkan pemasangan behel untuk anak mereka untuk mengoreksi posisi gigi yang tidak rapi.
Hal tersebut tak lepas dari pemahaman yang semakin baik tentang manfaat behel gigi. Behel tidak hanya meningkatkan estetika saja akan tetapi juga mencegah berbagai masalah kesehatan mulut seperti kesulitan mengunyah, berbicara, hingga resiko gigi berlubang.
Penggunaan Behel Gigi pada Anak

Biasanya anak yang mengalami maloklusi, gigi tumbuh miring, gigi tonggos, atau gigi tidak rata akan direkomendasikan dokter untuk menggunakan kawat gigi. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar penggunaan kawat gigi pada anak-anak:
1. Dilakukan Jika Gigi Permanen Sudah Tumbuh
Pemasangan behel gigi anak biasanya dilakukan ketika gigi permanennya mulai tumbuh. Tidak ada aturan pasti mengenai usia yang tepat untuk memakainya akan tetapi umumnya dokter gigi merekomendasikan pemasangan saat anak berusia antara 8 hingga 14 tahun.
Pada usia ini, sebagian besar gigi permanen sudah tumbuh dan struktur rahang masih dalam tahap perkembangan. Jadi akan lebih mudah untuk dikoreksi jika terdapat masalah pada susunan giginya.
Pemasangan yang dilakukan pada usia ini akan membuat hasil perawatan menjadi lebih maksimal. Jika ditemukan kelainan pertumbuhan gigi atau rahang, dokter biasanya akan merekomendasikan waktu yang tepat untuk menggunakan kawat gigi.
2. Pemasangannya Tidak Terlalu Sakit
Banyak anak merasa enggan menggunakan kawat gigi karena mengira proses pemasangannya akan sangat menyakitkan. Namun, anggapan tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Pemasangan kawat gigi umumnya tidak menimbulkan rasa sakit yang berlebihan.
Pada hari-hari pertama setelah pemasangan, anak mungkin akan merasakan tekanan atau sensasi nyeri ringan karena gigi mulai menyesuaikan diri dengan kawat gigi. Namun seiring waktu, tubuh akan beradaptasi dan rasa tidak nyaman ini pun berkurang.
Dokter gigi juga biasanya akan memberikan obat anti nyeri seperti paracetamol untuk membantu meredakan keluhan yang muncul. Selain itu, anak disarankan untuk mengkonsumsi makanan lunak pada awal pemakaian agar lebih nyaman.
3. Menjaga Kesehatan Gigi

Pemasangan behel gigi anak tidak hanya bertujuan untuk merapikan susunan gigi akan tetapi juga berguna untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi mereka. Dengan adanya kawat gigi, anak akan lebih rutin menjalani pemeriksaan ke dokter gigi.
Setelah pemasangan kawat gigi, perawatan lanjutan sangat diperlukan. Anak perlu mengunjungi dokter gigi secara rutin untuk memastikan kawat gigi berfungsi dengan baik. Jadi kondisi kesehatan gigi dapat dipantau secara berkala.
Dengan pemantauan yang teratur dan kebiasaan menjaga kebersihan mulut, anak tidak hanya mendapatkan susunan gigi yang lebih rapi akan tetapi juga memiliki gigi dan gusi yang lebih sehat untuk jangka panjang.
4. Minim Resiko
Meskipun setiap prosedur medis memiliki resiko, pemasangan kawat gigi anak tergolong aman dengan risiko yang sangat minim. Potensi masalah yang muncul umumnya dapat dicegah dengan perawatan yang tepat dan kontrol rutin ke dokter gigi.
Agar perawatan berjalan secara maksimal, anak harus mengikuti anjuran dokter. Mereka harus bisa menjaga kebersihan gigi dengan cara menyikat gigi menggunakan sikat berbulu halus dan menghindari makanan yang berisiko menempel pada kawat gigi.
Contohnya seperti makanan manis, makanan yang memiliki tekstur keras dan makanan yang lengket. Durasi pemakaian kawat gigi bervariasi, biasanya berkisar antara 1,5 hingga 3 tahun. Tergantung pada tingkat keparahan susunan gigi dan kedisiplinan dalam menjalani kontrol.
5. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Penggunaan kawat gigi pada anak tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan gigi, tetapi juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri mereka. Susunan gigi yang tidak rapi sering membuat anak merasa tidak percaya diri saat tersenyum atau berbicara di depan orang lain.
Dengan pemasangan kawat gigi, gigi mereka secara bertahap akan menjadi lebih teratur sehingga senyum mereka terlihat lebih indah. Perbaikan susunan gigi juga dapat mempengaruhi cara anak berbicara dan mengunyah makanan dengan lebih baik.
Ketika anak mulai melihat perubahan positif pada giginya, mereka akan merasa lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan teman-temannya. Dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar juga sangat penting agar anak tetap semangat menjalani perawatan gigi.
6. Perhatikan Tanda-tandanya
Sebelum memutuskan untuk memasang kawat gigi pada anak, penting untuk memastikan bahwa ia benar-benar membutuhkannya. Beberapa tanda tertentu dapat menjadi indikasi bahwa anak memerlukan perawatan ortodonti.
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah jika rahang anak tampak miring saat membuka atau menutup mulutnya. Ini bisa menunjukkan ketidakseimbangan struktur rahang yang bisa disebabkan oleh kebiasaan menghisap ibu jari setelah usia 5 tahun.
Tanda lainnya adalah jika gigi susu anak tanggal lebih cepat dari seharusnya. Terutama sebelum usia 5 tahun. Kondisi ini bisa menyebabkan susunan gigi permanen tumbuh tidak teratur.
Harga Behel Gigi Anak
Harga pemasangan behel gigi anak sangat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti pengalaman dokter gigi, lokasi klinik, tingkat kesulitan kasus gigi, serta jenis kawat gigi yang dipilih.
Semakin banyak fitur dan keunggulan yang ditawarkan, maka biaya pemasangan biasanya akan semakin tinggi. Berikut beberapa jenis behel gigi yang biasa dipakai untuk anak-anak beserta perkiraan biayanya:
1. Behel Gigi Konvensional

Kawat gigi konvensional atau metal braces merupakan jenis yang paling umum digunakan. Perawatan dengan kawat gigi ini biasanya berlangsung sekitar dua tahun. Behel gigi konvensional biasanya terbuat dari logam stainless steel.
Kawat gigi konvensional ditempelkan pada permukaan depan gigi menggunakan semen khusus dan dihubungkan dengan karet elastis. Biaya pemasangan kawat gigi konvensional berkisar antara 7,5 hingga 20 juta rupiah.
2. Kawat Gigi Lingual

Kawat gigi lingual memiliki cara kerja yang mirip dengan kawat gigi konvensional namun memiliki perbedaan dengan cara pemasangannya. Jika kawat gigi konvensional dipasang di bagian depan gigi, kawat gigi lingual ditempatkan di bagian belakang gigi.
Karena posisinya yang tersembunyi, kawat gigi ini dapat mempengaruhi cara bicara dan berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan pada lidah. Harga pemasangan kawat gigi lingual cenderung lebih mahal yaitu berkisar antara 22 hingga 35 juta rupiah.
3. Kawat Gigi Keramik

Kawat gigi keramik menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan tampilan lebih estetik karena warnanya menyerupai gigi asli. Karena transparan, behel gigi dari bahan keramik terlihat lebih menarik dibandingkan kawat gigi metal.
Sayangnya jenis kawat gigi yang satu ini memiliki kelemahan yaitu lebih rapuh dan mudah pecah dibandingkan jenis lainnya. Biaya pemasangan kawat gigi keramik berkisar antara 25 hingga 50 juta rupiah.
Itulah beberapa informasi penting terkait penggunaan behel gigi pada anak. Memasang kawat gigi sejak dini dapat membantu memperbaiki susunan gigi, menjaga kesehatan mulut, dan meningkatkan rasa percaya diri anak.
Bagi Anda yang mencari dokter gigi Palembang untuk konsultasi dan pemasangan behel anak, Zahara Dental Care adalah pilihan yang tepat. Klinik kami didukung oleh tenaga profesional yang berpengalaman dan peralatan modern.
Jadi bisa dipastikan Zahara Dental Care siap memberikan perawatan ortodonti terbaik untuk anak Anda. Jangan ragu untuk konsultasi lebih lanjut mengenai permasalahan gigi anak Anda!
Telah di verifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


