Benjolan di lidah biasanya bukanlah penyakit yang berbahaya, namun terkadang benjolan di sekitar lidah bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman. Meskipun kemungkinannya cukup kecil, Anda tetap perlu waspada karena bisa jadi benjolan tersebut menjadi pertanda penyakit yang serius seperti kanker. 

Benjolan di lidah yang muncul secara tiba-tiba akan membuat penderitanya kesulitan dalam mengunyah, berbicara, atau menelan makanan. Oleh karena itu penting sekali mengetahui apa saja penyebab dan cara mengatasinya. 

Penyebab Benjolan di Lidah

Penyebab munculnya benjolan di lidah, Sumber: honestdocs.id
Penyebab munculnya benjolan di lidah, Sumber: honestdocs.id

Beberapa hal yang bisa menyebabkan munculnya benjolan di lidah antara lain adalah cedera, alergi, infeksi dan iritasi. Meskipun umumnya benjolan di area ini bukanlah pertanda sebuah penyakit serius, namun tidak ada salahnya Anda tetap waspada terhadap kondisi tersebut. 

Berikut ini merupakan beberapa kondisi medis yang bisa menjadi penyebab munculnya benjolan di lidah. 

1. Sariawan

Hampir setiap orang pernah mengalami sariawan. Luka kecil dengan bentuk bulat ini sering muncul di jaringan lunak sekitar mulut seperti pipi bagian dalam atau bibir. Namun terkadang sariawan bisa juga muncul di lidah dengan bentuk lesi terbuka berwarna kekuningan atau keputihan. 

Penyebab sariawan yang berupa benjolan di area lidah belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, namun bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 10 sampai 14 hari. Jika sariawan terjadi secara terus-menerus dan disertai dengan gejala lain seperti demam atau kesulitan makan sebaiknya segera kunjungi dokter. 

2. Papilitis

Mungkin Anda baru menyadari bahwa ada benjolan di lidah dengan bentuk kecil di seluruh permukaan lidah. Benjolan-benjolan tersebut merupakan papila yang berfungsi untuk mendeteksi rasa makanan dan menerima rangsangan. 

Ketika mengalami peradangan, papila akan membesar dan berwarna putih kemerahan yang dalam dunia medis disebut sebagai papilitis. Penyebab pastinya belum diketahui secara jelas namun beberapa hal yang bisa memicu peradangan adalah gangguan hormon, iritasi karena mengkonsumsi jenis makanan tertentu atau stres yang tidak dikelola dengan baik. 

Papilitis biasanya disertai dengan gejala lain seperti lidah terasa terbakar atau gatal. Kondisi tersebut bisa muncul secara tiba-tiba dan hilang dengan sendirinya meskipun tidak diobati, karena pada dasarnya bukanlah penyakit yang serius. 

3. Herpes Oral

Herpes oral adalah infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks-1. Virus yang menyerang area mulut, gusi, dan bibir ini bisa memicu munculnya benjolan di lidah yang disertai dengan ruam, bengkak, hingga sariawan. Terkadang benjolan tersebut bisa berubah menjadi luka melepuh. 

Herpes oral biasanya bisa sembuh dengan sendirinya setelah satu atau dua minggu. Namun untuk mengurangi rasa sakit dan gatal, dokter akan meresepkan obat antivirus. Luka yang disebabkan oleh virus bisa menular melalui kontak langsung atau air liur. 

4. Flu Singapura 

Flu Singapura atau HFMD adalah infeksi virus yang sering menyerang anak-anak. Infeksi yang disebabkan oleh virus coxsackievirus ini biasanya akan menimbulkan beberapa gejala seperti munculnya benjolan di lidah, pipi bagian dalam atau gusi yang disertai dengan sakit tenggorokan, demam, tubuh terasa lemah, muncul ruam di telapak tangan, bokong, atau kaki. 

Sampai saat ini belum ada pengobatan khusus untuk penyakit flu Singapura namun dokter biasanya meresepkan obat-obatan yang dapat meminimalisir gejalanya. Meskipun bisa sembuh dalam 7 sampai 10 hari, namun dalam kondisi terparah bisa menimbulkan komplikasi ensefalitis. 

Flu Singapura bisa menular melalui dahak, ingus, atau percikan air ludah. Oleh karena itu anak-anak yang terjangkit penyakit ini harus dirawat di ruangan terpisah dengan anak-anak yang sehat supaya tidak menularkan. 

5. Mukokel

Mukokel, Sumber: alodokter.com
Mukokel, Sumber: alodokter.com

Benjolan di lidah bisa saja muncul karena penyakit kista mukosa oral. Mukokel adalah benjolan lunak yang tumbuh di dekat kelenjar air liur, pipi, bibir, lidah, atau dasar mulut. Benjolan ini berwarna seperti jaringan yang rusak atau biru gelap. 

Benjolan akan hilang secara bertahap ketika sudah pecah, namun bisa muncul kembali jika teriritasi oleh air liur. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, namun paling banyak ditemukan pada orang berusia 10 sampai 30 tahun. 

6. Infeksi Jamur

Benjolan di sekitar lidah bisa terjadi akibat infeksi jamur. Benjolan yang diakibatkan oleh jamur sering muncul di dekat tenggorokan, karena kondisinya gelap dan lembab. Masalah kesehatan yang satu ini terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. 

Benjolan di sekitar lidah yang diakibatkan oleh infeksi jamur biasanya disertai dengan gejala lain seperti bibir pecah-pecah, mulut kering, dan kesulitan saat menelan makanan. 

7. Sialolitiasis

Sialolotiasis sering disebut juga sebagai batu ludah. Sialolotiasis muncul akibat mengkristalnya mineral di saluran kelenjar ludah. Hal itu membuat kelenjar ludah menjadi membengkak dan batu yang terbentuk di kelenjar sublingual bisa membuat benjolan terasa nyeri dan sakit. 

8. Kanker Lidah

Kanker lidah muncul apabila sel-sel ganas tumbuh di area lidah. Jenis kanker ini bisa menyerang di berbagai bagian lidah termasuk lidah bagian atas maupun pada bagian bawah. Gejala kanker bisa bervariasi tetapi biasanya benjolan tidak kunjung kempes. 

Selain benjolan yang tidak kunjung kempes, kanker lidah sering disertai luka yang sulit sembuh dan terjadi perubahan tekstur dan warna pada lidah. Jika mengalami gejala ini, maka harus segera memeriksakan diri ke dokter supaya bisa diketahui penyebab pastinya dan mendapatkan perawatan yang tepat. 

Cara Mengatasi Benjolan di Lidah

Meskipun sebagian besar benjolan di lidah akan sembuh dengan sendirinya, namun untuk mempercepat proses penyembuhan, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut ini:

1. Berkumur dengan Air Garam

Berkumur dengan air garam, Sumber: astronauts.id
Berkumur dengan air garam, Sumber: astronauts.id

Larutan air garam memiliki sifat anti bakteri dan mampu meredakan permasalahan pada lidah. Selain itu larutan garam juga bisa meredakan radang. Untuk membuat larutan air garam, Anda bisa mencampurkan setengah sendok teh garam dapur ke dalam segelas air hangat. 

Gunakan larutan tersebut untuk berkumur dan tahan selama 30 detik kemudian buang. Proses ini bisa dilakukan setiap habis makan atau setelah membersihkan gigi dan mulut. Lakukan setiap 3 sampai 4 kali sehari sampai benjolan sembuh. 

2. Hindari Seks Bebas

Karena benjolan di lidah bisa disebabkan oleh virus yang dapat menular melalui air liur, maka sebaiknya hindari seks bebas dengan pasangan yang tidak halal. Selain berhubungan seksual, hindari juga seks oral atau berciuman. 

Gaya hidup bebas dan berganti-ganti pasangan seks meningkatkan risiko tertularnya penyakit menular, seperti herpes oral dan papiloma skuamosa yang bisa membuat lidah muncul benjolan. 

3. Berkonsultasi dengan Dokter

Benjolan di lidah yang tidak kunjung sembuh sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk mengetahui apa penyebabnya secara pasti. Apabila Anda merasa benjolan tersebut terasa panas dan nyeri, maka bisa menjadi pertanda bahwa lidah telah terinfeksi. 

Jika benjolan disertai dengan luka, bintik-bintik, atau tumpukan putih yang tak kunjung hilang, itu menjadi pertanda adanya penyakit yang lebih serius. Dengan memeriksakan diri ke dokter, maka benjolan akan diobati sesuai dengan penyebabnya. 

Rekomendasi dokter gigi Palembang yang bisa membantu Anda mengatasi berbagai permasalahan mulut adalah Zahara Dental Care. Dokter di sini akan melakukan diagnosis secara akurat sehingga mampu memberikan perawatan yang sesuai agar benjolan bisa segera sembuh. 

Telah diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp