Jika berbicara tentang masalah kesehatan gigi dan mulut memang tidak ada habisnya. Salah satu yang paling banyak dibahas yaitu bahaya karang gigi. Hal itu karena karang gigi menjadi masalah yang umum dialami oleh masyarakat di seluruh dunia.

Orang yang peduli dengan kesehatan gigi dan mulut tentu tidak akan membiarkan karang gigi berlama-lama di dalam rongga mulut. Namun sayangnya tidak sedikit juga yang menganggap bahwa karang gigi bukanlah masalah yang serius.

Penyebab Karang Gigi

Karang gigi, Sumber: kompas.com
Penyebab munculnya karang gigi, Sumber: kompas.com

Karang gigi adalah hasil dari penumpukan plak yang tidak dibersihkan dengan baik. Orang yang malas melakukan perawatan gigi seperti menyikat gigi setiap hari dan scaling maka giginya akan lebih rentan terhadap karang gigi.

1. Tidak Membersihkan Gigi dengan Baik

Mungkin Anda sudah rutin menyikat gigi dengan pasta gigi dua kali sehari yaitu setiap bangun tidur dan menjelang tidur. Namun teknik menyikat gigi yang kurang tepat atau jenis sikat gigi yang kurang halus juga akan sangat berpengaruh terhadap kebersihan gigi.

Setelah menggosok gigi, Anda masih harus membersihkan sela-sela gigi menggunakan dental floss agar gigi benar-benar bersih. Jika Anda melewatkan langkah tersebut maka kebersihan gigi masih kurang maksimal.

Apalagi orang yang malas atau jarang gosok gigi. Sudah pasti plak akan terbentuk dengan cepat dan akhirnya mengeras menjadi karang gigi parah.

2. Kelebihan Konsumsi Gula

Karang gigi dapat disebabkan oleh kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula seperti permen, susu, minuman kemasan, kue, dan lainnya. Gula dalam makanan ini menjadi sumber nutrisi bagi bakteri dalam mulut, yang kemudian menghasilkan asam.

Asam yang dihasilkan oleh bakteri akan merusak lapisan gigi dan menyebabkan pembentukan plak. Plak kemudian mengeras menjadi karang gigi. Oleh karena itu kurangilah konsumsi makanan dan minuman tinggi gula untuk mengurangi risiko terjadinya karang gigi.

3. Mulut Kering

Mulut kering bisa menjadi penyebab munculnya karang gigi. Mulut kering sering disebabkan oleh efek samping penggunaan obat-obatan tertentu seperti antihistamin, antidepresan, atau obat-obatan untuk tekanan darah tinggi. 

Orang yang memiliki riwayat penyakit seperti autoimun atau sindrom sjögren juga kondisi mulutnya cenderung selalu kering. Padahal air liur sangat dibutuhkan tubuh untuk membersihkan sisa makanan dan bakteri dari gigi.

4. Rokok dan Alkohol

Merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol merupakan kebiasaan buruk yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya karang gigi. Merokok bisa menyebabkan penurunan aliran darah ke gusi sehingga gusi menjadi lemah dan rentan terserang infeksi. 

Minuman beralkohol juga memiliki efek negatif pada kesehatan mulut. Alkohol dapat mengurangi produksi saliva yang berperan penting dalam membersihkan sisa makanan dan bakteri dari gigi. Kurangnya saliva ini dapat mempercepat pembentukan plak dan karang gigi.

Jenis Karang Gigi

Jenis karang gigi, Sumber: kompas.com
Jenis karang gigi, Sumber: kompas.com

Berdasarkan lokasi terbentuknya karang gigi terbagi menjadi dua macam. Pertama ada karang gigi supragingival dan kedua ada karang gigi subgingival. Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkap dari keduanya.

1. Karang Gigi Supragingival

Karang gigi supragingival merupakan jenis karang gigi yang terletak tepat di atas garis gusi. Karang gigi supragingival biasanya berwarna agak kuning namun jauh lebih mudah dibersihkan.

Jika tidak segera dibersihkan karang gigi supragingival bisa menyebabkan radang ringan atau gingivitis. Gingivitis biasanya ditandai gusi yang mudah berdarah saat Anda sedang menyikat gigi.

2. Karang Gigi Subgingival

Karang gigi subgingival adalah penumpukan plak gigi yang terjadi di bawah garis gusi. Meskipun komposisinya sama dengan karang gigi yang terbentuk di atas gusi, namun yang terjadi di bawah gusi cenderung lebih serius.

Hal itu karena karang gigi subgingiva dapat menyebabkan perdarahan parah. Jadi warna hitam ini berasal dari hasil oksidasi darah. Karang gigi jenis subgingival juga bisa menyebabkan periodontitis yang berakibat pada kerusakan pada tulang pendukung gigi.

Selain itu, karang gigi subgingival juga meningkatkan risiko infeksi serius seperti abses periodontal yang ditandai dengan keluarnya nanah dari gusi atau pembengkakan dan kemerahan pada pipi.

Bahaya Karang Gigi Tidak Dibersihkan

Bahaya karang gigi jika tidak dibersihkan, Sumber: merdeka.com
Bahaya karang gigi jika tidak dibersihkan, Sumber: merdeka.com

Karang gigi menjadi salah satu penyebab bau mulut. Selain menimbulkan aroma yang tidak sedap, karang gigi juga memicu berbagai masalah kesehatan lain. Berikut adalah beberapa bahaya karang gigi jika tidak dibersihkan dengan baik.

1. Menjadi Sarang Bakteri

Karang gigi yang dibiarkan begitu saja tanpa adanya penanganan akan menjadi sarang bakteri untuk berkembangbiak. Bakteri tersebut lama-lama akan menimbulkan berbagai masalah gigi lain seperti kerusakan lapisan gigi, gigi menjadi berlubang, dan infeksi gusi.

Bakteri dari gigi juga bisa menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Oleh karena itu ada pasien yang mengalami sakit jantung karena bakteri dari gigi yang terbawa dalam aliran darah.

2. Gusi Meradang

Bahaya karang gigi jika dibiarkan bisa membuat gusi mengalami peradangan atau gingivitis. Gingivitis lama-kelamaan akan meningkat menjadi penyakit periodontitis. Periodontitis merupakan penyakit gusi dimana terbentuk kantong nanah di antara gusi dan gigi.

Apabila dibiarkan tanpa pengobatan, periodontitis dapat menyebabkan kerusakan jaringan penyangga gigi dan pada akhirnya membuat gigi lepas atau ompong. Peradangan pada gusi adalah tanda awal bahwa sistem pertahanan tubuh sedang berjuang melawan infeksi.

3. Bau Mulut

Bahaya karang gigi yang selanjutnya yaitu bau mulut. Bau mulut adalah masalah serius yang bisa membuat penderitanya merasa kurang percaya diri. Bau mulut yang disebabkan oleh karang gigi tidak akan hilang meskipun Anda sudah gosok gigi.

Bau mulut tak sedap dapat timbul akibat penumpukan bakteri di dalam mulut yang menyebabkan produksi gas berbau busuk. Bau mulut tidak sedap bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan mulut yang lebih serius, seperti penyakit gusi atau infeksi.

4. Gigi Kuning dan Kotor

Karang gigi biasanya memiliki warna putih kekuningan, terutama yang terbentuk di atas garis gusi atau karang gigi supragingival. Namun, jika gigi yang berkarang tersebut terpapar oleh makanan atau minuman maka akan membuatnya berubah warna.

Terutama makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh, karang gigi dapat berubah warna menjadi coklat bahkan lebih gelap lagi. Sedangkan karang gigi subgingival akan membuat gigi terlihat hitam dan kotor.

5. Gigi Menjadi Renggang

Tumpukan karang gigi bisa membuat gigi menjadi renggang, terutama gigi bagian depan. Gigi yang renggang biasanya baru disadari setelah proses pembersihan karang gigi dilakukan. Karang gigi yang menumpuk akan mendorong gigi-gigi maju ke depan.

Hal itu akan menciptakan celah di antara gigi yang sebelumnya rapat. Karang gigi yang semakin tebal akan mengakibatkan pergeseran gigi yang tentunya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mempengaruhi penampilan.

Itulah bahaya karang gigi yang perlu Anda waspadai. Lakukan scaling gigi tiap 6 bulan sekali untuk memastikan gigi bersih dari karang. Perawatan tersebut bisa Anda dapatkan di Zahara Dental Care.

Di sini prosedur scaling gigi akan ditangani oleh dokter gigi Palembang yang sudah profesional dan berpengalaman. Selain scaling gigi Anda juga bisa mendapatkan berbagai perawatan lain seperti pemasangan behel gigi, veneer gigi, cabut gigi, dan lainnya.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp