Dilansir dari laman docdoc.com, gingivektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat gingiva atau jaringan gusi. Tujuan gingivektomi ini untuk mengobati penyakit gusi serta menghilangkan kantong gusi yang terbentuk pada saat gusi terlepas dari gigi.

Prosedur pengangkatan jaringan gusi ini tentu saja hasil rekomendasi dari dokter gigi. Ketika seorang mengidap penyakit gusi, apabila tidak segera ditangani dan semakin parah maka bisa dilakukan prosedur ini. Penyakit gusi bisa diakibatkan oleh beberapa faktor pemicu, salah satunya adalah kebersihan gigi dan mulut yang buruk.

Selain tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik, faktor pemicu lain juga bisa berasal dari kebiasaan merokok. Sakit diabetes pun juga diketahui bisa meningkatkan resiko penyakit gusi dan akan memperparah infeksi pada gusi. Penyakit tersebut akan terus berkembang, sampai gusi harus diangkat beserta agen mikrobial yang memicunya.

Mengenal prosedur gingivektomi, Sumber: parkcrossingdentistry.com
Mengenal prosedur gingivektomi, Sumber: parkcrossingdentistry.com

Kondisi yang Membutuhkan Tindakan Gingivektomi

Ada beberapa indikasi gingivektomi yang memungkinkan seseorang perlu melakukan prosedur tersebut. Dokter gigi tidak asal menyarankan tindakan ini apabila kondisi gusi masih bisa diselamatkan. Ketika kondisi gigi sudah parah dan tidak bisa ditindak dengan cara lain, maka perlu dilakukan prosedur pengangkatan jaringan gusi ini.

Beberapa masalah yang berkaitan dengan tindakan pengangkatan gusi diantaranya meliputi:

  1. Terjadinya infeksi bakteri pada gusi
  2. Adanya cedera pada gusi
  3. Terdapat penyakit gusi seperti radang gusi
  4. Akibat penuaan 
  5. Kelainan bawaan kelahiran

Prosedur pengangkatan jaringan gusi ini dilakukan untuk mencegah kerusakan gusi yang semakin parah. Selain itu juga dapat memudahkan dokter gigi untuk melakukan pembersihan gigi. Seperti yang telah Anda ketahui, penyakit gusi dapat memicu lubang di bagian bawah gigi. Penyakit ini bisa timbul akibat adanya plak, bakteri, dan karang gigi.

Prosedur Gingivektomi

Proses pembedahan yang satu ini dilakukan ketika kondisi radang gusi cukup parah dan tidak bisa mereda dengan tindakan scaling. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemotongan gusi menggunakan electrocauter.

Sebagai gambaran umumnya, dokter akan memotong bagian gusi yang meradang dan jaringan yang sudah rusak. Sehingga, nantinya akan digantikan oleh jaringan gusi baru yang lebih sehat. Umumnya prosedur ini membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 60 menit, tergantung dari seberapa banyak jaringan gusi yang akan diangkat.

Untuk prosedur minor yang melibatkan satu gigi atau beberapa gigi, kemungkinan hanya akan membutuhkan sekali prosedur saja. Sementara itu untuk pengangkatan maupun pembentukan kembali gusi mayor, kemungkinan diperlukan beberapa kali sesi kunjungan ke dokter gigi.

Ilustrasi pemberian anestesi gigi sebelum tindakan, Sumber: dictio.id
Ilustrasi pemberian anestesi gigi sebelum tindakan, Sumber: dictio.id

Jadi hal tersebut dilakukan agar area yang satu sembuh terlebih dahulu. Kemudian barulah dokter melanjutkan prosedur di area gusi yang lainnya. Ada beberapa tahapan yang bisa menggambarkan mengenai proses pengangkatan jaringan gusi tersebut, yakni sebagai berikut:

  • Pertama-tama, dokter akan mulai menyuntikkan anestesi lokal ke dalam gusi untuk mematikan rasa di daerah tersebut. Jadi bagi pasien yang melakukan prosedur ini tidak akan merasakan sakit saat proses pembedahan.
  • Tahap selanjutnya adalah pemotongan bagian jaringan gusi. Disini nanti dokter akan menggunakan alat untuk melakukannya, yakni pisau bedah atau laser.
  • Pada saat prosedur dilakukan, nantinya dokter akan menggunakan alat penghisap. alat penghisap tersebut digunakan untuk mengeluarkan air liur.
  • Pada saat jaringan gusi dipotong dan terlepas, dokter akan mulai menggunakan laser. Laser tersebut berguna untuk merapikan jaringan yang tersisa.
  • Setelah selesai, dokter akan mengoleskan serta melapisi bagian gusi menggunakan zat. Zat tersebut berupa dempul yang lembut. Pengolesan ini terus dilakukan sampai bagian sayatan sembuh.

Proses Pemulihan Setelah Tindakan

Proses pemulihan setelah tindakan gingivektomi ini tergolong cepat. Pasalnya pada saat tindakan pembedahan hanya dilakukan anestesi lokal. Jadi pasien bisa langsung pulang setelah melakukan prosedur tersebut. Untuk sesaat setelah tindakan, pasien tidak akan merasakan apapun (termasuk rasa sakit).

Hal tersebut wajar terjadi karena sebelumnya pasien sudah diberikan bius penghilang rasa sakit. Namun untuk beberapa jam kemudian, rasa nyeri atau sakit akan muncul secara perlahan. Tentu saja nyeri tersebut dirasakan karena efek dari anestesi sudah hilang.

Dokter gigi umumnya akan memberikan resep obat untuk meredakan rasa nyeri pasca hilangnya anestesi. Karena rasa nyeri yang terjadi bisa tidak tertahankan untuk sebagian orang. Biasanya obat yang digunakan untuk meredakan nyeri adalah parasetamol (acetaminophen).

Proses pemulihan pasca tindakan gingivektomi, Sumber: halodoc.com
Proses pemulihan pasca tindakan gingivektomi, Sumber: halodoc.com

Selain itu untuk beberapa hari pasca tindakan, kemungkinan gusi masih akan mengeluarkan darah. Kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan, pasalnya dokter gigi akan memberikan zat yang berguna untuk melindungi bagian gusi tersebut sampai sembuh.

Selama beberapa hari, pasien juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang lunak. Hal ini disebabkan karena pada bagian rahang masih terasa nyeri. Makanan lunak tersebut juga membantu menghindari gusi terkena iritasi. Jadi sampai gusi pulih kembali, pasien tetap perlu mengonsumsi makanan yang lunak.

Untuk meredakan nyeri selain mengonsumsi obat yang diresepkan dokter, ada cara lainnya. Cara ini merupakan cara alami untuk meredakan nyeri. Pasien bisa berkumur menggunakan larutan air garam secara perlahan. Hal tersebut digunakan untuk menjaga area gusi agar bebas dari bakteri maupun zat iritasi lainnya.

Itulah tadi informasi penting seputar gingivektomi yang perlu Anda ketahui. Bagi Anda warga Palembang yang ingin melakukan perawatan gusi yang tepat yang dilakukan oleh tim profesional, maka bisa mengunjungi Zahara Dental Care.

Kami siap siap membantu merawat kesehatan gigi dan mulut Anda. Jangan sampai menunggu terjadi masalah pada kesehatan gigi dan mulut baru ke dokter gigi ya. Usahakan kunjungi klinik gigi untuk pengecekan kesehatan gigi dan mulut minimal setiap 6 bulan sekali. Perawatan gigi dan mulut? Zahara Dental Care solusinya!

Ditinjau oleh,

Drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp