Gigi depan maju bisa mengurangi rasa percaya diri karena mempengaruhi penampilan wajah Anda. Banyak orang merasa kurang nyaman saat berbicara atau bahkan malu berfoto karena posisi gigi yang terlihat menonjol. 

Selain berdampak pada estetika, kondisi ini juga dapat mempengaruhi fungsi gigi. Salah satu solusi yang umum dilakukan adalah perawatan behel gigi. Fungsinya adalah untuk merapikan susunan gigi agar lebih seimbang sehingga Anda lebih percaya diri.

Penyebab Gigi Depan Maju

Penyebab gigi depan maju, Sumber: smushcdn.com
Penyebab gigi depan maju, Sumber: smushcdn.com

Kebanyakan orang yang mengalami gigi tonggos terjadi karena kombinasi berbagai faktor mulai dari kebiasaan, genetik, dan pertumbuhan rahang yang tidak seimbang. Jadi semuanya saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain.

1. Tongue Thrusting

Tongue thrusting atau kebiasaan menjulurkan lidah ke depan dapat menyebabkan gigi tonggos. Hal ini bisa terjadi  karena adanya tekanan yang terus-menerus pada gigi depan. Lidah yang sering mendorong gigi ke arah depan akan memberikan gaya dorong berulang. 

Tekanan kecil ini memang terasa sepele akan tetapi jika terjadi setiap hari dalam jangka panjang, posisi gigi perlahan akan bergeser dan menjadi maju. Selain mempengaruhi posisi gigi, tongue thrusting juga dapat mengganggu keseimbangan otot dan pertumbuhan rahang.

Terutama pada anak-anak dan remaja. Akibatnya, susunan gigi menjadi tidak sejajar dan fungsi mengunyah pun terganggu. Untuk memperbaiki kondisi ini pertama-tama Anda harus menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

Setelah itu Anda bisa mengambil perawatan behel gigi untuk membantu mengembalikan posisi gigi ke arah yang ideal. Pemasangan behel juga bisa mencegah pergeseran ulang bila disertai dengan perubahan kebiasaan.

2. Kebiasaan Menggigit Benda

Gigi depan maju bisa terjadi karena kebiasaan menggigit benda seperti pulpen, pensil, ujung kacamata, atau kuku. Aktivitas ini memberikan tekanan berulang pada gigi depan, terutama gigi seri. Kebiasaan menggigit lama-kelamaan akan mendorong gigi ke arah depan.

Tekanan yang terus terjadi juga dapat mengganggu keseimbangan rahang dan mempercepat kerusakan enamel gigi. Selain menyebabkan gigi tampak maju, kebiasaan menggigit benda meningkatkan risiko gigi retak, sensitif, bahkan nyeri pada sendi rahang. 

Jika dilakukan sejak usia muda dan berlangsung lama, perubahan posisi gigi bisa menjadi permanen. Untuk mengatasinya tentu saja Anda harus menghentikan kebiasaan tersebut sedini mungkin. 

Selanjutnya, pemeriksaan ke dokter gigi sangat disarankan untuk mengetahui tingkat perubahan posisi gigi yang telah terjadi. Selain itu, Anda perlu menjaga kesadaran diri agar tidak menggigit benda secara refleks dan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih sehat.

3. Gigi Susu Belum Tanggal

Penyebab gigi depan maju satu bisa terjadi karena gigi susu belum tanggal, tapi gigi permanen sudah tumbuh. Saat gigi susu tidak tanggal tepat waktu, gigi permanen yang seharusnya tumbuh di posisinya akan mencari jalan keluar lain. 

Akibatnya, gigi permanen bisa tumbuh di belakang atau di depan gigi susu sehingga terlihat menumpuk atau terdorong ke arah depan. Jika dibiarkan, posisi gigi permanen bisa menetap tidak sejajar dan membuat gigi depan tampak maju.

Selain mengganggu susunan gigi, kondisi ini juga dapat mempengaruhi gigitan dan kebersihan mulut karena sisa makanan lebih mudah terselip. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk rutin memeriksakan gigi anak ke dokter gigi. 

Pencabutan gigi susu yang terlambat tanggal seringkali menjadi solusi awal agar gigi permanen dapat tumbuh di posisi yang lebih ideal dan mencegah masalah gigi depan maju di kemudian hari.

4. Kebiasaan Menghisap Jempol atau Dot

Mengisap jempol sejak bayi dan terbiasa menggunakan dot dalam waktu lama dapat menjadi penyebab gigi depan maju. Kebiasaan ini memberikan tekanan terus-menerus pada gigi seri atas dan rahang yang masih dalam tahap pertumbuhan. 

Karena struktur gigi dan tulang rahang bayi serta anak-anak masih lunak dan mudah dibentuk, tekanan kecil yang terjadi secara berulang dapat mengubah arah pertumbuhan gigi dan rahang.

Saat anak menghisap jempol atau dot, posisi lidah cenderung mendorong gigi depan ke arah luar. Jika kebiasaan ini berlangsung hingga usia gigi permanen mulai tumbuh, resiko gigi depan tumbuh maju akan semakin besar. 

Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk mulai menghentikan kebiasaan menghisap jempol dan penggunaan dot secara bertahap sebelum usia 3 – 4 tahun. Tujuannya agar pertumbuhan gigi dan rahang dapat berkembang dengan ideal.

5. Rahang yang Terlalu Sempit

Rahang yang terlalu sempit dapat menyebabkan gigi depan maju. Terlebih jika disertai dengan jumlah gigi yang terlalu banyak. Ketika ukuran rahang tidak sebanding dengan jumlah dan ukuran gigi, ruang di dalam mulut menjadi terbatas. 

Akibatnya, gigi tidak dapat tumbuh pada posisi yang ideal dan akan saling mendorong satu sama lain. Dalam kondisi ini, gigi depan sering kali terdorong ke arah depan sehingga tampak lebih menonjol.

Rahang sempit umumnya dipengaruhi oleh faktor genetik, kebiasaan bernafas melalui mulut, atau gangguan pertumbuhan sejak kecil. Hal ini akan semakin parah jika jumlah gigi yang Anda miliki berlebih atau ukuran gigi yang relatif besar. 

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Dokter gigi spesialis periodonsia, Sumber: usu.ac.id
Pemeriksaan gigi ke dokter gigi, Sumber: usu.ac.id

Gigi depan maju masih tergolong normal jika tidak mengganggu fungsi menggigit dan tidak menimbulkan rasa nyeri. Pada anak-anak, kondisi ini juga bisa bersifat sementara selama masa pergantian gigi susu ke gigi permanen. 

Namun, Anda perlu mulai khawatir jika gigi depan terlihat semakin menonjol dan sulit menutup mulut dengan nyaman. Atau jika Anda sudah merasa kepercayaan diri menurun akibat kondisi ini maka sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter gigi.

Cerita Penulis Mengenai Mengatasi Gigi Depan Maju

Pengalaman gigi depan maju, Sumber: qsmiledental.com
Pengalaman gigi depan maju, Sumber: qsmiledental.com

Pengalaman saya memiliki gigi depan maju sudah terjadi sejak kecil. Saat gigi permanen mulai tumbuh, gigi susu saya belum tanggal sehingga gigi baru tumbuh di posisi yang tidak tepat dan terdorong ke arah depan. 

Waktu itu kondisi ini tidak langsung ditangani hingga akhirnya posisi gigi tersebut menetap sampai saya dewasa. Ketika saya berkonsultasi ke dokter gigi, saya mendapatkan beberapa rekomendasi perawatan. 

Dokter menyarankan pemasangan behel gigi untuk merapikan susunan gigi dan memperbaiki posisi gigi. Dalam kasus saya, dokter juga menjelaskan kemungkinan cabut beberapa gigi untuk menciptakan ruang.

Dengan begitu, gigi bisa digerakkan dengan lebih maksimal. Selain itu, saya diingatkan untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan gigi dan rutin kontrol rutin selama perawatan berlangsung. 

Jika Anda memiliki masalah serupa, sebaiknya jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan sejak sekarang. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang mendapatkan hasil perawatan yang maksimal. 

Anda bisa berkonsultasi tentang rencana perawatan yang jelas dari dokter gigi. Bagi Anda yang berada di Palembang dan sekitarnya, salah satu rekomendasi klinik yang bisa Anda kunjungi adalah Zahara Dental Care. 

Zahara Dental didukung oleh dokter gigi Palembang yang berpengalaman dan siap membantu menentukan perawatan yang sesuai dengan kondisi gigi Anda. Dengan pemeriksaan yang tepat, masalah gigi depan maju dapat ditangani dengan baik.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp