Orangtua yang baik sudah semestinya mengetahui bagaimana perawatan gigi karies pada anak. Hal ini penting karena gigi anak yang sudah terlanjur karies bisa berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut mereka dalam jangka panjang jika tidak dilakukan dengan segera.
Menurut data dari KEMENKES data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang 84,8% anak usia dini (5–9 tahun) mengalami karies atau gigi berlubang. Itu berarti bahwa hanya 15,2% saja anak yang tidak mengalami masalah karies gigi.
Tipe Karies pada Anak

Tingkat keparahan karies gigi pada anak dapat dikategorikan menjadi empat tahap, yakni karies tahap awal, karies ringan, karies sedang, dan karies berat. Untuk lebih jelasnya berikut adalah pembahasan lengkapnya.
1. Karies Awal
Pada awal gigi anak rusak akibat karies, Anda mungkin akan melihat gigi anak seperti kapur yang warnanya putih. Karies awal umumnya terjadi pada anak yang masih berusia 10 sampai 20 bulan. Karies awal biasanya bisa dideteksi setelah semua gigi dalam kondisi kering.
2. Karies Ringan
Umumnya karies ringan terjadi ketika anak menginjak usia 16 sampai 24 bulan. Karies yang sebelumnya sudah terjadi menyebabkan email rusak dan dentin menjadi terpapar. Oleh karena itu gigi akan mulai terasa lebih sensitif ketika minum atau makan dingin.
3. Karies Sedang
Aries sedang terjadi ketika anak memasuki usia 20 sampai 36 bulan di mana lesi sudah meluas dan bagian pulpa mulai teriritasi. Anak-anak akan mulai mengeluh rasa sakit pada giginya ketika sedang menyikat gigi, mengunyah, atau rasa sakit yang tiba-tiba.
4. Karies Berat
Karies berat umumnya baru terjadi setelah anak menginjak usia 30 sampai 48 bulan. Pada tahap ini mahkota gigi mulai rusak. Anak pun sudah cukup kesulitan mengekspresikan rasa sakitnya, menjadi lebih susah tidur dan tidak mau makan.
Perawatan Gigi Karies pada Anak
Sebenarnya, tidak ada perbedaan mendasar dalam prinsip perawatan karies gigi pada anak dan orang dewasa. Namun, karena gigi susu anak lebih rentan terhadap kerusakan, perawatan gigi karies pada anak harus lebih hati-hati.
1. Restorasi Gigi

Restorasi gigi adalah proses untuk memperbaiki gigi yang rusak akibat karies atau cedera, dengan tujuan mengembalikan fungsi dan bentuk gigi tersebut. Proses ini bisa dilakukan dengan cara penambalan untuk menutup bagian gigi yang hilang atau berlubang.
Pada kasus gigi yang kerusakannya cukup parah, seperti ketika saraf gigi terinfeksi, tindakan yang lebih kompleks mungkin diperlukan. Dokter bisa saja mengambil tindakan pulpotomi atau pulpektomi, yaitu perawatan untuk membersihkan dan merawat saraf gigi.
Prosedur ini biasanya memakan waktu lebih lama. Selain itu, jika kerusakan sudah terlalu luas dan penambalan biasa tidak cukup, dokter gigi mungkin akan menyarankan pembuatan mahkota gigi dari bahan metal.
Mahkota ini berfungsi untuk melindungi gigi yang sudah sangat rusak agar tetap kuat dan berfungsi normal. Semua prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki gigi dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
2. Scaling Gigi

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga perlu melakukan scaling gigi mereka yang sudah berusia di atas 12 bulan atau gigi susunya sudah lengkap maka sudah bisa melakukan perawatan yang satu ini.
Scaling masuk dalam rangkaian perawatan gigi karies pada anak yang bertujuan untuk membersihkan karang gigi dan plak yang tidak bisa diatasi jika menggunakan sikat gigi saja. Cara ini dilakukan untuk mencegah radang gusi gigi berlubang dan kerusakan gigi.
Scaling gigi pada anak biasanya membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama yaitu sekitar 15 sampai 20 menit saja. Hal itu karena karang gigi pada anak-anak umumnya masih terbentuk dalam jumlah yang sedikit.
Scaling gigi pada anak dapat dilakukan oleh dokter gigi umum maupun spesialis anak. Namun, sebelum menjalani prosedur ini pastikan dokter memiliki pengalaman menangani pasien anak agar si kecil tetap merasa aman dan nyaman.
3. Cabut Gigi

Pencabutan gigi dilakukan sebagai langkah perawatan gigi karies pada anak apabila kerusakan gigi sudah terlalu parah dan tidak bisa diperbaiki dengan penambalan atau metode perawatan lain, sehingga ini menjadi opsi terakhir yang diambil.
Pencabutan dilakukan setelah dokter gigi memastikan bahwa semua upaya untuk mempertahankan gigi sudah tidak memungkinkan. Kerusakan yang sangat luas dapat membuat struktur gigi rapuh.
Kondisi tersebut tidak bisa membuat fungsi gigi kembali normal meskipun dilakukan penambalan. Proses pencabutan dilakukan dengan hati-hati, menggunakan teknik dan peralatan khusus agar anak merasa nyaman dan tidak terlalu takut.
Setelah gigi dicabut, orang tua perlu membantu anak menjaga kebersihan area bekas pencabutan, menghindari makanan keras, dan memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung proses penyembuhan.
4. Menjaga Kebersihan Gigi Anak

Menjaga kebersihan gigi anak adalah langkah penting untuk mencegah karies terjadi lagi. Salah satunya dengan menyikat gigi secara teratur menggunakan pasta gigi berfluoride, serta membersihkan sela-sela gigi dengan flossing agar sisa makanan dan plak tidak menumpuk.
Plak atau biofilm gigi yang dibiarkan akan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Selain itu, kurangi kebiasaan ngemil terus-menerus, karena setiap kali anak makan cemilan, bakteri di mulut mendapatkan suplai makanan untuk menghasilkan asam yang merusak gigi.
Batasi juga konsumsi minuman manis, dan hindari memberikan botol susu atau minuman manis saat anak tidur, karena hal ini bisa mempercepat kerusakan gigi. Sebagai alternatif, anak dapat mengunyah permen karet yang mengandung xylitol.
Cara tersebut terbukti bisa membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies. Dengan membiasakan kebiasaan ini sejak dini, kesehatan gigi anak akan lebih terjaga hingga dewasa nanti.
Pencegahan Gigi Karies pada Anak

Ada beberapa langkah perawatan gigi karies pada anak yang bisa dilakukan oleh dokter gigi. Salah satu yang paling umum adalah pemberian CPP atau casein phosphopeptide. CPP adalah zat yang bisa membantu memperkuat email pada gigi.
Senyawa tersebut juga bisa memperbaiki mineral yang hilang akibat proses demineralisasi. Langkah pencegahan lainnya adalah melakukan sealant pada gigi geraham, terutama pada bagian yang memiliki titik dan celah yang dalam.
Sealant berfungsi sebagai lapisan pelindung yang menutup area tersebut agar sisa makanan dan bakteri tidak mudah menempel. Manfaat perawatan ini akan semakin optimal pada anak-anak yang berada dalam fase pertumbuhan gigi permanen.
Obat Gigi Karies pada Anak

Selain tindakan di klinik, obat gigi karies pada anak dapat berupa pasta gigi berfluoride, obat kumur khusus anak, atau gel remineralisasi yang diresepkan dokter. Namun, penggunaannya harus sesuai anjuran medis untuk menghindari risiko fluorosis.
Dengan memahami langkah-langkah perawatan gigi karies pada anak, orang tua dapat mencegah kerusakan gigi yang lebih parah. Segeralah bawa anak ke dokter gigi sebelum rasa sakit parah atau infeksi muncul.
Jika Anda berdomisili di Palembang, dokter gigi Palembang di Zahara Dental Care siap membantu perawatan gigi anak Anda. Kami menyediakan layanan mulai dari pemeriksaan rutin, penambalan, scaling, hingga perawatan lanjutan dengan fasilitas modern dan ramah.
Telah di verifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


