Di dalam mulut manusia terdapat ekosistem mikroba yang sangat kompleks karena melibatkan berbagai jenis bakteri yang jumlahnya mencapai ratusan. Bakteri pada mulut tidak semuanya buruk, karena ada bakteri baik yang bertugas menjaga populasi bakteri jahat. 

Sebenarnya bakteri yang ada di dalam rongga mulut manusia tidak akan membahayakan tubuh jika jumlahnya seimbang. Namun jika jumlah bakteri jahat jauh lebih banyak maka bisa menyebabkan karies gigi, penyakit gusi, hingga infeksi. 

Proses Perkembangan Bakteri di dalam Mulut

Bakteri di rongga mulut, Sumber: unair.ac.id
Bakteri di rongga mulut, Sumber: unair.ac.id

Ada banyak sekali mikroba yang hidup di dalam rongga mulut manusia. Jumlahnya akan terus meningkat sebanyak 5 kali lipat dalam waktu sehari semalam. Kondisinya akan jauh lebih buruk jika Anda melewatkan sikat gigi. 

Sayangnya kebanyakan orang tidak menyadari bahwa di dalam rongga mulut mereka terdapat banyak sekali bakteri. Padahal sebagian besar penyakit gigi dan mulut disebabkan oleh bakteri-bakteri tersebut. 

Beberapa hal yang bisa memicu perkembangan bakteri antara lain adalah:

  • Perubahan suhu tubuh
  • Tingkat asam dan basa
  • Asupan nutrisi
  • Tingkat kekebalan tubuh manusia
  • Genetik tubuh
  • Zat antimikroba
  • Kemampuan bakteri dalam bertahan hidup

Jenis Bakteri di Mulut yang Berbahaya

Jenis bakteri mulut yang berbahaya, Sumber: nitrocdn.com
Jenis bakteri mulut yang berbahaya, Sumber: nitrocdn.com

Bakteri yang ada di dalam rongga mulut manusia hampir semuanya terjadi secara alami. Ada bakteri baik seperti probiotik yang memiliki kontribusi terhadap kesehatan gigi maupun tubuh secara keseluruhan. 

Probiotik biasanya ditemukan pada makanan yang telah difermentasi seperti tape dan yogurt. Namun banyak juga bakteri jahat yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan gigi, penyakit gusi, dan menjadi penyebab bau mulut. 

Berikut ini adalah beberapa jenis bakteri yang bisa membahayakan kesehatan: 

1. Streptococcus Mutans

Streptococcus mutans adalah jenis bakteri pada mulut manusia yang paling banyak ditemukan. Streptococcus mutans bisa menyebabkan kerusakan gigi dan munculnya penyakit gusi. 

Bakteri jenis ini berkembang biak dengan cara memakan gula dan pati yang Anda konsumsi. Saat bakteri streptococcus mutans bersinggungan dengan gula atau produk yang mengandung sukrosa, mereka bisa berkembang biak. 

Selain itu bakteri streptococcus mutans juga mengeluarkan zat asam yang bisa merusak enamel gigi. Jika bagian enamel mengalami kerusakan, maka Anda akan lebih mudah mengalami gigi berlubang.

2. Porphyromonas Gingivalis

Porphyromonas gingivalis adalah jenis bakteri yang bisa memicu munculnya penyakit gusi. Bakteri porphyromonas gingivalis bisa menghasilkan toksin yang dapat merusak jaringan gusi dan memicu munculnya peradangan. 

Peradangan yang tidak segera diatasi bisa berkembang menjadi penyakit periodontal yang lebih parah seperti gingivitis dan periodontitis. Jaringan gusi yang rusak akibat bakteri porphyromonas gingivalis bisa membuat Anda kehilangan gigi atau ompong. 

3. Prevotella

Prevotella adalah bakteri pada mulut manusia yang bisa mengindikasikan bahwa seseorang telah mengalami infeksi di mulut (abses). Mulut merupakan bagian tubuh manusia yang selalu hangat dan lembab, sehingga menjadi tempat yang ideal bagi bakteri prevotella.

Bakteri prevotella ini bisa menyebabkan penyakit gusi, gingivitis, dan penyakit periodontitis. Selain di mulut, bakteri prevotella banyak ditemukan di dalam saluran pencernaan manusia. Terutama untuk orang-orang yang banyak mengkonsumsi makanan tinggi serat. 

4. Fusobacterium Nucleatum

Fusobacterium adalah bakteri anaerob yang bisa tumbuh di dalam rongga mulut, usus, serta saluran genital perempuan. Bakteri fusobacterium adalah jenis bakteri yang bisa tumbuh dengan baik di lingkungan yang mengandung kadar oksigen. 

Fusobacterium nucleatum memiliki peran dalam pembentukan plak gigi dan munculnya penyakit periodontal seperti periodontitis dan gingivitis.

5. Bakteri Actinobacillus 

Bakteri actinobacillus memiliki potensi untuk menyebabkan masalah gigi. Beberapa jenis actinobacillus, seperti actinobacillus actinomycetemcomitans, telah dikaitkan dengan penyakit periodontal.

Bakteri ini bisa menyebabkan peradangan gusi dan kerusakan jaringan penyangga gigi. Keberadaan bakteri actinobacillus dalam rongga mulut dapat berkontribusi pada pembentukan plak gigi dan perkembangan masalah kesehatan gigi.

Selain kelima jenis bakteri tersebut masih ada beberapa jenis bakteri lain yang bisa memicu munculnya penyakit gigi dan gusi seperti bakteri treponema, neisseria, dan bakteri veillonella. 

Masalah Kesehatan Akibat Kuman di Mulut

Dampak kuman di mulut, Sumber: ciroccodentalcenterpa.com
Dampak kuman di mulut, Sumber: ciroccodentalcenterpa.com

Bakteri pada mulut yang tidak segera ditangani tentu saja dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Bahkan masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh keberadaan kuman tidak hanya terjadi pada bagian mulut saja namun bisa sampai ke bagian tubuh lain. 

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa muncul akibat infeksi mikroba. 

1. Bau Mulut Tidak Sedap

Perkembangbiakan bakteri di lidah dan tenggorokan bisa memicu munculnya bau mulut yang tidak sedap. Hal itu terjadi karena adanya bakteri penghasil sulfur seperti P. gingivalis, F nucleatum, T. denticola, dan P. intermedia. 

Ketika berkembangbiak, bakteri-bakteri tersebut bisa menghasilkan volatile sulphur compounds atau VSC. VSC ini merupakan senyawa belerang yang mudah sekali menguap, sehingga membuat mulut menjadi bau tidak sedap. 

2. Gigi Berlubang

Gigi berlubang atau karies merupakan masalah kesehatan yang bisa disebabkan oleh bakteri pada mulut. Biasanya bakteri yang sering menjadi penyebab gigi berlubang adalah bakteri S. mutans. 

Bakteri S. mutans biasanya tumbuh di sela-sela gigi yang sulit dijangkau menggunakan sikat gigi atau di lubang gigi. 

3. Gingivitis

Bakteri yang menginfeksi rongga mulut bisa menyebabkan gingivitis. Ketika mengalaminya gusi akan memerah, bengkak, dan radang. Biasanya jenis bakteri yang bisa menyebabkan gingivitis adalah bakteri streptococcus.

Selain bakteri streptococcus, bakteri lain yang bisa menyebabkan gingivitis yaitu bakteri fusobacterium, bakteri treponema, dan bakteri veillonella. Gingivitis yang masih dalam tahap awal sebenarnya sangat mudah diatasi. 

Namun jika tidak segera ditangani, gingivitis bisa berkembang menjadi penyakit periodontitis atau bahkan infeksi gusi yang lebih parah. 

4. Periodontitis

Periodontitis adalah jenis penyakit gusi yang terjadi akibat peradangan di gusi. Karena tidak segera diobati, efeknya sampai menyebar ke jaringan pendukung gigi. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada tulang yang mendukung gigi. 

Jika dibiarkan, lama-kelamaan dapat menyebabkan gigi copot. Periodontitis bisa disebabkan oleh beberapa jenis bakteri seperti P. gingivalis, P. intermedia, B. forsytus, dan A. actinomycetemcomitans. 

Pembersihan dan perawatan gusi yang tepat sangat penting untuk mencegah dan mengobati masalah periodontitis.

5. Penyakit Kardiovaskular

Orang yang mengalami masalah periodontitis karena bakteri dalam mulut memiliki risiko dua kali lipat terserang penyakit kardiovaskular seperti endokarditis, penyakit jantung, dan stroke. Menurut penelitian ada hubungan bakteri dengan penyakit-penyakit tersebut.

Bakteri P. gingivalis, A. actinomycetemcomitans, T. denticola, dan T. forythia di dalam plak gigi ada hubungannya dengan penebalan intima-media. Hal itu dapat mengganggu fungsi pembuluh koroner jantung. 

Kondisi peradangan kronis dan pertumbuhan mikroba membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh infeksi bakteri chlamydia pneumoniae.

Cara Mengatasi Bakteri pada Mulut

Konsultasi dengan dokter, Sumber: linksehat.com
Konsultasi dengan dokter, Sumber: linksehat.com

Untuk mengatasi bakteri pada mulut Anda bisa menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi dua kali sehari dan menggunakan benang gigi. Gunakan obat kumur antiseptik untuk membunuh bakteri. 

Konsumsi juga air secara cukup dan membatasi asupan gula karena bakteri mulut menyukai gula. Jangan lupa rutin periksa ke dokter gigi untuk membersihkan plak dan karang gigi sebagai tindakan pencegahan. 

Perhatikan tanda-tanda masalah mulut seperti bau napas tak sedap atau peradangan. Jika terjadi masalah atau keluhan pada gigi dan mulut segera konsultasikan hal itu pada tenaga profesional agar mendapat penanganan yang tepat. 

Tentu saja konsultasi seputar masalah yang ditimbulkan oleh bakteri pada mulut bisa ditangani oleh dokter gigi Palembang yang ada di klinik Zahara Dental Care. Untuk informasi lebih lengkap mengenai layanan dari kami, Anda bisa menghubungi kontak yang tersedia.

Telah Diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp